Monday, November 8, 2010

[Milis_Iqra] Ahlaq dan ilmu

AHLAQ

Istilah "akhlaq" (asli Arabnya "akhlāq") tidak dapat dilepaskan dari kata Arab, "khalaqa" (menciptakan), "makhlūqun" (yang diciptakan) dan "khāliqun" (yang menciptakan). Dalam konteks kebahasan Al-Qur'an, kata "khalaqa" menunjuk pengertian : menciptakan dari tiada ke ada  (ceatio  ex nihilo). Karena itu, "khāliqun" menunjuk kepada zat Yang Serba Kuat, dan sebaliknya, "makhlūqun" menunjuk kepada konsep segala sesuatu yang serba lemah (dla'īf).

Demikian, muatan istilah "akhlak" pada hakikatnya di selingkar pandangan, sifat, sikap dan tingkah laku yang seharusnya disadari dan dihayati dalam kehidupan nyata sehari-hari sesuai dengan kondisi kelemahannya (kedla'īfannya). Oleh karena itu, kalau ada orang yang tidak bersedia menyadari dan menghayati muatan "akhlak", sama artinya orang yang bersangkutan "mengingkari kondisi ke- makhlūq-an" yang sebenarnya serba lemah itu. Oleh karena itu pula ber-akhlāq (dalam ejaan indonesianya "berakhlak") bagi manusia selaku makhlūq merupakan sebuah keniscayaan.

Diantara ahlaq yang  seringkali dilupakan oleh seorang muslim adalah ahlaq untuk tidak Berbangga (Fakhr), dan tidak Sombong (Khuyala'),

 

"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung." (Al-Isra': 37)

 

ILMU

Ilmu ibarat sebuah permata yg sangat bernilai dan tdk terkira harganya. Dengan ilmu Adam 'alaihissalam dimuliakan di atas seluruh makhluk hingga para malaikat diperintah utk sujud kepadanya.
ilmu yg paling mulia yg seharus dicari oleh seorang pencari ilmu adl ilmu syar'i . Ilmu inilah yg disebutkan kemuliaan oleh Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. Ilmu syar'i ini membahas tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala nama-nama-Nya sifat-sifat-Nya ilmu tentang hak-Nya atas hamba-hamba-Nya dan tentang syariat-Nya terhadap para hamba. Sebagaimana ilmu ini berbicara tentang jalan yg bisa menyampaikan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala tentang tujuan dan akhir yg akan dicapai seorang hamba nanti di negeri akhirat.

 

"Allah mengangkat orang2 yg beriman di antara kalian dan orang2 yg memiliki ilmu dgn beberapa derajat."

 

Setelah mengetahui bahwa ahlaq berasal dari kata makhlūqun artinya yang diciptakan sesuai dengan kondisi kelemahannya (kedla'īfannya),serta Allah mengangkat derajat orang2 yg memilik ilmu beberapa derajat. Lantas kenapa malah sering pula orang orang yang berilmu itu malah menjadi sombong alias tidak  berahlaq?

hal ini karena talbis iblis.

talbis artinya  "kebatilan nampak dalam rupa kebenaran". ...

Iblis memperdayai orang-orang yang mendalami ilmu dan juga beramal dari sisi lain. Iblis membaguskan di hadapan mereka sikap sombong karena ilmu, dengki terhadap saingan, riya` dalam mencari kedudukan. Kadang-kadang Iblis menunjukkan kepada mereka, bahwa yang demikian itu termasuk hak yang wajib mereka lakukan. Jika tidak melakukannya, justru mereka melakukan suatu kesalahan.

Iblis menyusup ke dalam diri mereka sambil membawa syubhat dengan cara yang pintar, seraya berkata, "Yang kalian cari adalah ketinggian kedudukan dan bukan takabur, karena kalian adalah para pembawa syariat. Yang kalian cari adalah kemuliaan agama dan memberantas ahli bid`ah. Jika kalian membicarakan orang-orang yang dengki, akan menimbulkan kemarahan terhadap syariat. Sebab para pendengki itu suka mencela siapa pun yang menghadapi mereka. Jadi apa yang kalian kira sebagai riya`, sama sekali bukan riya`. Sebab siapa pun di antara kalian akan menjadi panutan, sekalipun dia hanya berpura-pura khusyu` dan pura-pura menangis, sebagaimana dokter yang menjadi panutan orang yang sakit."
Talbis Iblis ini baru terungkap, jika ada seseorang di antara mereka yang bersikap sombong kepada yang lain atau menampakkan kedengkian kepadanya, maka ulama itu tidak marah kepadanya seperti kemarahannya jika kesombongan atau kedengkian itu tertuju kepada dirinya, sekalipun mereka semua termasuk dalam jajaran ulama.
iblis juga memperdayai orang-orang yang menekuni ilmu, sehingga mereka senantiasa berjaga pada malam hari dan tekun pada siang hari dalam menyusun kitab. Iblis membisikkan kepada mereka bahwa maksud perbuatan ini ialah menyebarkan agama. Padahal maksud mereka yang sesungguhnya adalah agar namanya terkenal dan statusnya sebagai penulis menjadi tenar. Talbis Iblis ini tersingkap, tatkala orang-orang memanfaatkan karangannya dan membacanya, sementara karangan orang lain tidak dibaca, maka dia merasa senang, sekalipun memang tujuannya untuk menyebarkan ilmu. Di antara orang salaf ada yang berkata, "Apa pun ilmu yang kumiliki, lalu ada yang memanfaatkannya, sekalipun tanpa menisbatkannya kepada diriku, maka aku merasa senang. "

As-Sary As-Sagathy berkata, "Andaikan seseorang memasuki sebuah kebun yang di dalamnya ada semua pepohonan yang diciptakan Allah, ada semua burung yang diciptakan Allah, lalu makhluk-makhluk itu berkata kepadanya dengan bahasanya masing-masing, "Wahai wali Allah`, lalu dia merasa senang mendengarnya, maka dia menjadi tawanan di tangan makhluk-makhluk itu. "

 

wallahu'alam

 

sumber rangkuman dari beberapa artikel


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment