Monday, November 22, 2010

[Milis_Iqra] TUGAS PARA ULAMA SEHUBUNGAN BANYAKNYA DAN BERAGAMNYA PERHIMPUNAN, JAMA’AH DI BERBAGAI NEGARA

TUGAS PARA ULAMA SEHUBUNGAN BANYAKNYA DAN BERAGAMNYA PERHIMPUNAN,
JAMA'AH DI BERBAGAI NEGARA

© copyleft almanhaj.or.id
seluruh artikel dan tulisan di situs almanhaj.or.id dapat
disebarluaskan, dengan mencantumkan sumbernya dan tetap menjaga
keilmiahan
Situs almanhaj.or.id tidak memiliki hubungan apapun dengan situs
lainnya.


Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Apa tugas para ulama
kaum muslimin sehubungan dengan banyaknya perhimpunan (organisasi) dan
jama'ah di berbagai negara Islam dan lainnya dan sehubungan dengan
seling berselisihnya jama'ah-jama'ah tersebut, di mana hampir setiap
jama'ah menganggap sesat jama'ah lainnya. Tidakkah Syaikh memandang
perlunya turun tangan dalam masalah ini dengan menjelaskan segi
kebenaran pada perselisihan-perselisihan tersebut karena dikhawatirkan
timbulnya dampak-dampak dan akibat-akibat mengerikan bagi kaum
muslimin di sana?

Jawaban
Sesungguhnya nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam telah
menjelaskan kepada kita, bahwa hanya satu jalan yang harus ditempuh
oleh kaum muslimin, yaitu jalan Allah yang lurus dan manhaj agama-Nya
yang lurus, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman.

"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka
ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa." [Al-
An'am: 153]

Di samping itu, Allah pun telah melarang umat Muhammad berpecah belah
dan berbeda prinsip, karena ini merupakan sebab utama kegagalan dan
berkuasanya musuh, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan
janganlah kamu bercerai-berai." [Ali Imran : 103]

"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah
diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada
Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu
berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama
yang kamu seru mereka kepadanya.Allah menarik kepada agama itu orang
yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang
kembali (kepada-Nya)." [Asy-Syura: 13]

Itulah seruan Ilahi untuk menyatukan persepsi dan memadukan hati.

Keberadaan sejumlah perhimpunan itu di negara Islam mana pun, selama
itu untuk tujuan kebaikan, bantuan dan tolong menolong dalam kebaikan
dan takwa antar kaum mukminin, tanpa dipengaruhi oleh kecenderungan
para pengelolanya, maka itu baik dan berkah, manfaatnya pun banyak.
Tapi jika masing-masing menganggap sesat yang lainnya dan mengoreksi
kinerjanya, maka bahayanya besar dan akibatnya pun mengerikan. Dari
itu, tugas para ulama kaum muslimin adalah menjelaskan hakikatnya,
berdialog dengan setiap jama'ah atau perhimpunan dan menasehatkan
kepada semuanya untuk berjalan di atas rel yang telah ditetapkan Allah
bagi para hambaNya dan telah ditunjukkan oleh nabi kitab Muhammad .
Bagi yang melanggar ini, atau tetap pada jalurnya sendiri untuk
kepentingan pribadi atau demi mencapai maksud-maksud tertentu yang
hanya diketahui Allah, maka harus dipublikasikan dan diperingatkan
oleh yang mengetahui hakikatnya agar masyarakat menghindari jalan
mereka, dan agar orang yang tidak mengetahui hakikatnya, tidak ikut
bergabung dengan mereka sehingga ia disesatkan dan dipalingkan dari
jalan yang lurus, yaitu jalan yang telah diperintahkan Allah untuk
diikuti, sebagaimana disebutkan dalam firmanNya.

"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalanKu yang lurus, maka
ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain),
karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalanNya. Yang
demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamubertakwa." [Al-
An'am: 153]

Di antara yang tidak diragukan lagi, bahwa banyak kelompok dan jama'ah
di tengah-tengah masyarakat Islam yang ditunggangi oleh setan dan
musuh-musuh Islam. Karena sepakatnya prinsip kaum muslimin dan
bersatunya mereka serta sadarnya mereka terhadap bahaya yang mengancam
dan mengintai aqidah mereka, membuat mereka bersemangat untuk
menghalaunya dan berjuang dalam satu barisan demi kemaslahatan kaum
muslimin dan menghindarkan bahaya dari agama, negara dan saudara-
saudara mereka. Cara ini memang tidak disukai oleh para musuh, baik
dari kalangan jin maupun manusia. Karena itu, mereka berambisi untuk
memecah belah prinsip kaum muslimin dan memorak porandakan kesatuan
mereka serta menyebarkan benih-benih penyebab permusuhan di antara
mereka.

Semoga Allah mempersatukan semua kaum muslimin dalam kebenaran dan
menghilangkan setiap bencana dan kesesatan dari masyarakat muslim.
Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas itu.

[Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, juz 5, hal. 202-203, Syaikh
Ibnu baz]

MENGUKUHKAN GERAKAN ISLAM


Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Sebagaimana Syaikh
ketahui tentang fenomena menyebarkan gerakan Islam di kalangan kaum
muslimin terutama barisan para pemudanya. Bagaimana pandangan Syaikh
untuk mengukuhkan pergerakan ini dan kekhawatiran-kekhawatiran apa
yang mungkin menimpa pergerakan ini?

Jawaban
Telah disebutkan pada jawaban pertanyaan-pertanyaan serupa, bahwa
pergerakan Islam yang muncul di permulaan abad ini dan di akhir abad
yang lalu, bahwa pergerakan ini memberikan kabar gembira dan
alhamdulillah gerakannya telah meluas ke seluruh penjuru negeri dan
terus bertambah dan berkembang.

Tugas kaum muslimin adalah menyokong dan mendukungnya serta saling
bekerja sama dengan para aktifisnya. Tidak diragukan lagi bahwa para
aktifisnya perlu didukung dan dibantu serta diingatkan dari sikap
berlebihan dan kekurangan, karena pada setiap dakwah Islamiyah dan
setiap kegiatan Islami, setan akan mengarahkan kepada salah satu sisi;
kehampaan atau berlebihan.

Para ahli ilmu hendaknya rnendukung dakwah ini dan mengarahkan para
aktifisnya untuk konsisten dan waspada agar tidak terjerumus ke dalam
bid'ah dan berlebihan-lebihan, serta mewaspadai kekurangan agar tidak
terjerumus ke dalam kehampaan dan mengesampingkan hak Allah. Kemudian
dari itu, hendaknya dakwah dan pergerakan mereka bersifat Islami,
konsisten pada agama Allah, teguh menempuh jalan yang lurus, yaitu
ikhlas karena Allah dan mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam dengan tidak berlebih-lebihan dan tidak pula sangat
kurang. Dengan begitu akan konsislah pergerakan ini dan melahirkan
buahnya dengan baik.

Terutama kepada para pemimpinnya, hendaknya memperhatikan hal ini dan
betul-betul memeliharanya agar tidak tergelincir pada sikap berlebihan
atau sangat kurang. Wallahu waliyut taufiq.

[Majmu' Fatawa wa Maqalat Mutanawwi'ah, juz 5, hal. 158-159, Syaikh
Ibnu Baz]

[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah
Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa
Terkini, Penerjemah Musthofa Aini, Penerbit Darul Haq]

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment