Thursday, January 20, 2011

Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku

betul mas
saya mengesampingkan akal jika dibandingkan dengan wahyu (Al Qur'an dan as sunnah)
kan sudah saya tulis :-) :-)

Mengesampingkan jangan diartikan tidak menggunakan akal sama sekali yach.  Ini maksudnya.

prioritasnya sudah saya tulis
1.  Wahyu (al qur'an dan assunnah)
2.  Akal
3.  Logika

dalilnya sudah saya quote dibawah kan kenapa saya memprioritaskan wahyu?

biar tidak melebar lagi, ini dalam hal ibadah kan mas yang kita bicarakan?
biar batasannya jelas loch ya.

regards//
whe~en

2011/1/21 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
(wheen)
Mas nandang
saya teruskan ya:
ini dalilnya kenapa saya mengedepankan wahyu.
 
(Nandang)
saya tidak mengatakan kepada mba wheen ,bahwa mba wheen mengesampingkan akal, justru ini karena pendapat mba wheen sendiri yg tidak konsisten yaitu seperti quote :

(wheen)
1.jangan salah sangka bahwa saya mengesampingkan akal,
 
(Nandang)
pada hal mba wheen sendiri yg mengatakanya loh ....ini quote nya :
 
2."Buat saya, agama ini didasarkan kepada wahyu bukan akal, jadi saya memilih mengesampingkan akal dulu mas Nandang,
 
dan dalam kalimat pembukaan (diatas)sekarang mengatakan lagi seperti pernyataan di awal 
3." ini dalilnya kenapa saya mengedepankan wahyu."
 
jadi ada tiga pernyataan yg berbeda ,1.menyatakan mengesampingkan akal dulu
                                                    2.jgn salah sangka ,saya mengesampingkan akal
                                                     3.ini dalilnya kenapa mengedepankan wahyu
 
 
hehehehe saya jadi bingung......
 
kemudian saya sampaikan adil dalam memandang pemahaman agama,adil dgn memakai kaidah umum untuk yg umum dan adil untuk memakai kaidah khusus untuk yg khusus.jadi saya pun tidak mengatakan saya mengedapankan akal baru dalil seperti Contohnya,
Ketika anda safar, boleh mengusap atas sepatu ketika berwudhu. Tentu dalam kasus ini saya ucapkan sami'na wa atha'na,sebelum akal bisa mengetahuinya namun insya allah apa yg diajarkan rasulullah tidak akan berentangan dgn akal. apa yg saya sampaikan ini tentu tidak bertentangan dgn  Q.S. Al Ahzab: 36 dan tidak bertentangan sedikitpun dgn ucapan imam safii yg mba wheen kutip.hanya saja saya menempatkan akal menurut kaidahnya supaya adil.
 
agar tidak membingungkan sblm saya meminta bagaimana pendapat mba wheen tentang keseinmbangan hidup di dunia dan akhrat, pertanyaan tentang persakisian 2 wanita sama dgn 1 laki laki , ada baiknya mba wheen menjawab pertanyaan yg belum terjawab sebelumnya yaitu
 
ini pernyataan mba wheen
(wheen)"Dalam beragama harus berakal, namun tidak berlogika"....(nandang)saya mohon dalilnya

(wheen)"karena logika logika yang ada diciptakan oleh manusia,akal diciptakan oleh Allah" .....(nandang)saya mohon dalilnya juga
 
demikian terima kasih.....
 

 
 
(nandang)
yg ini juga sepertinya mba wheen harus menyampaikan dasar atau dalilnya ke saya

--- Pada Jum, 21/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:

Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Jumat, 21 Januari, 2011, 12:08 PM


Mas nandang
saya teruskan ya:
ini dalilnya kenapa saya mengedepankan wahyu.

As-Sunnah atau Al-Hadits merupakan wahyu kedua setelah Al-Qur'an.
Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah: "Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi Al-Qur`an dan (sesuatu) yang serupa dengannya." -yakni As-Sunnah-, (H.R. Abu Dawud, Imam Ahmad)


Para ulama juga menafsirkan firman ALLAH: "…dan supaya mengajarkan kepada mereka Al-Kitab dan Al-Hikmah" (QS. Al Baqarah:129)

 

Perintah Al-Qur`an agar berhukum dengan As-Sunnah diantaranya:

Dan tidaklah patut bagi laki-laki maupun perempuan mu'min, apabila ALLAH dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan dalam urusan mereka, mereka memilih pilihan lain. Barangsiapa mendurhakai ALLAH dan Rasul-Nya, sungguh, dia telah nyata-nyata sesat." (Q.S. Al Ahzab: 36)


Hadits yang memerintahkan agar mengikuti Nabi SAW : "Aku tinggalkan dua perkara untuk kalian. Selama kalian berpegang teguh dengan keduanya tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah dan Sunnahku. Dan tidak akan terpisah keduanya sampai keduanya mendatangiku di haudh (telaga di surga)." (HR. Malik)

 

Dan saya juga setuju dengan ucapan Imam Syafi'i di akhir kitabnya, Ar-Risalah berkata, "Tidak halal menggunakan qiyas tatkala ada hadits (shahih)."

 

Kaidah Ushul menyatakan, "Apabila ada hadits (shahih) maka gugurlah pendapat",

 

dan juga kaidah "Tidak ada ijtihad apabila ada nash yang (shahih)". Dan perkataan-perkataan di atas jelas bersandar kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah lihat QS Al Ahzab 36

regards
Whe~en

2011/1/21 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
PR saya banyak sekali ya mas Nandang
lach soal keseimbangan dunia akherat bahasannya banyak banget mas, beneran mau dibahas ya?

Soal wahyu, akal dan logika sudah saya jawab di thread sebelah mas, (Subject: Re: [Milis_Iqra] Berani Bermain Air Harus Berani Basah)
yang lainnya Insya Allah menyusul ya mas

ini saya copikan lagi
Subject: Re: [Milis_Iqra] Berani Bermain Air Harus Berani Basah

Eh dibantu jawab sama mas dani :-)
Terimakasih ya mas.

Jadi begini maksud saya mas Nandang. (sebenarnya untuk jawaban hati dan logika sich)
Ketika logika kita menemukan sesuatu yang bertentangan,
jangan menganggap bahwa hadits bertentangan dengan Al Qur'an, atau sebaliknya.
namun, akal kitalah yang belum mampu menjangkau pemahamannya karena keterbatasan ilmu dan sebagainya.
Inilah maksud saya mengesampingkan akal dan mendahulukan wahyu.

Kita cari dulu dalil dalil pendukungnya.
kalau kita tidak mampu, baik keterbatasan ilmu atau waktu, saya memilih sami'na wa atha'na dulu.

Kalau akal kita saja tidak mampu menjangkau apalagi di-logikakan, tambah jauh menurut saya...
begitu mas Nandang.
Jadi urutan buat saya tetap wahyu dulu baru akal baru logika.
Logika akan saya kesampingkan dibanding akal
akal akan saya kesampingkan dibanding wahyu.

semoga cukup jelas maksud saya ya mas nandang,

regards//
Whe~en

2011/1/21 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>

(Wheen)
Mas Nandang,
sebenarnya saya serba salah niii.... heheheheh, antara ngejelasin dan tidak situasi saya.
mohon maaf mungkin agak lambat ya diskusinya,
dan tanpa bermaksud apapun, jangan juga salah sangka saya sok sibuk atau bagaimana ya.

saya tidak bermaksud menghindar, cuma this morning was my first exercise in this year :-)
jadi saya juga harus mandi lagi sebelum ngejar ada meeting :-D
Jadi kalau sekiranya koq balasan saya kurang berkenan, bukan karena mau saya, hanya karena rush saja.
 
(Nandang)
tidak perlu minta maaf mba, saya juga mengisi diskusi ini tentu dengan selingan pekerjaan sama dengan mba wheen.dan saya bisa memahami kesibukan mba wheen, karena saya punya makna yang lebih tentang wanita dgn segala karakter dan kebiasanya........hehehehehe

(wheen)
jangan salah sangka bahwa saya mengesampingkan akal,
(Nandang)
pada hal mba wheen sendiri yg mengatakanya loh ....ini quote nya :
 
"Buat saya, agama ini didasarkan kepada wahyu bukan akal, jadi saya memilih mengesampingkan akal dulu mas Nandang,
 
(Wheen)
karena mas nandang kan dari awal membicarakan logika bukan akal
Ada beda pengertian antara akal dan logika menurut saya.
 
(Nandang)
memang bahasan akal dan logika itu seringkali beda tapi namun pemahaman yang berkembang secara umum logika adalah akal.kalau kita mengacu kepada asal katanya yang berasal dari yunani kuno.
 
Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah salah satu cabang filsafat.
Sebagai ilmu, logika disebut dengan logike episteme (Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Ilmu disini mengacu pada kemampuan rasional untuk mengetahui dan kecakapan mengacu pada kesanggupan akal budi untuk mewujudkan pengetahuan ke dalam tindakan. Kata logis yang dipergunakan tersebut bisa juga diartikan dengan masuk akal

 
(wheen)

Dalam beragama harus berakal, namun tidak berlogika.
(nandang)
yang ini sepertinya mba wheen harus sampaikan dasarnya atau dalilnya
 
(wheen)
Bukankah fungsi perasaan/hati/qalbu sama dengan akal?
tapi tidak sama dengan fungsi logika,
 
(Nandang)
kelihatanya kalau ini yg dibahas akan panjang, coba dari mba wheen terlebih dahulu ceritakan maksud tidak samanya dimana?
 
(wheen)

karena logika logika yang ada diciptakan oleh manusia,
akal diciptakan oleh Allah.
 
(nandang)
yg ini juga sepertinya mba wheen harus menyampaikan dasar atau dalilnya ke saya
 
saya tetap setia .....heheheh.....menunggu pencerahan dari mba wheen ,bukan hanya topik bagaimana menurut mba wheen yg dimaksud dgn
1.keseimbangan dunia dan akherat, tapi juga
2.topik tulang rusuk yg bengkok dengan pertanyaan terakhirnya,"lemah akal adalah persaksian 2 wanita adalah sama dengan 1 persaksian laki laki adalah sebagai akibat dari sesuatu dan sesuatu itu apa  dan bagaimana?
 
demikian terima kasih



--- Pada Jum, 21/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:

Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Jumat, 21 Januari, 2011, 8:47 AM


Mas Nandang,
sebenarnya saya serba salah niii.... heheheheh, antara ngejelasin dan tidak situasi saya.
mohon maaf mungkin agak lambat ya diskusinya,
dan tanpa bermaksud apapun, jangan juga salah sangka saya sok sibuk atau bagaimana ya.

saya tidak bermaksud menghindar, cuma this morning was my first exercise in this year :-)
jadi saya juga harus mandi lagi sebelum ngejar ada meeting :-D
Jadi kalau sekiranya koq balasan saya kurang berkenan, bukan karena mau saya, hanya karena rush saja.

Back to the discussion
jangan salah sangka bahwa saya mengesampingkan akal,
karena mas nandang kan dari awal membicarakan logika bukan akal
Ada beda pengertian antara akal dan logika menurut saya.

Dalam beragama harus berakal, namun tidak berlogika.
Bukankah fungsi perasaan/hati/qalbu sama dengan akal?
tapi tidak sama dengan fungsi logika,
karena logika logika yang ada diciptakan oleh manusia,
akal diciptakan oleh Allah.

Demikian dari saya.

whe~en

2011/1/20 <aendangzr@yahoo.co.id>
Sebelm mas ical menjawab pertanyaan2 mba wheen yg bgitu banyak.....hehehehe....ada baiknya saya nimbrung lagi, sekalian menjawab apa yg ditanya mba wheen....

Rupanya beberapa teman disini sepakat bahwa tidak salah dalam memahami agama lewat akal. Prinsip islam adalah adil. Bgitu juga dalam memahami nya.adil adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya.adil rasanya ketika kita memahami agama dalam konteks umum dengan kaidah umum,dan adil rasanya ketika kita memahami agama dalam kontek khusus dgn kaidah yg khusus pula. Memahami agama secara umum dgn menggunakan logika adalah kaidah umum, bahkan allah dgn bebarapa firmanya menantang manusia untuk menggunakanya

"dan dia menundukan malam dan siang,matahari dan bulan untukmu dgn perintah Nya, Sesungguhnya pada yg demikan itu benar benar ada tanda tanda(kekuasaan Allah) bagi kaum yg berakal"(QS. An-hal:12)

Sebaliknya Allah mencela orang yg tidak berakal

"Dan mereka berkata,sekiranya kami mendengarkan atau menggunakan akal untuk memikirkan(peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni penghuni neraka yang menyala nyala(QSal mulk:10)

Dan yg membedakan islam dgn agama lainya terutama kristen adalah dgn akal
Tercermin dalam surat al ikhlas.
Bgitulah akal dgn bimbingan Allah bisa membedakan yg haq dan bathil.

Mengenai sami'na wa atha'na tentu adil rasanya kalau kita menempatkan pada hal yg khusus seperti Contohnya,
Ketika anda safar, boleh mengusap atas sepatu ketika berwudhu. Tentu dalam kasus ini saya saya ucapkan sami'na wa atha'na,sebelum akal bisa mengetahuinya namun insya allah apa yg diajarkan rasulullah tidak akan berentangan dgn akal.

Kembali ke topik kajian kita yaitu keseimbangan dunia dan akhirat seperti telah saya sampaikan dan saya ringkas konsepnya adalah
1.Tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah
2.Saya tidak setuju dgn hadits dari ibnu asakir yg sering dugunakan umum untuk mencapai keseimbangan dunia dan akherat karena derajatnya palsu dan bertentangan dgn surat Al jumu'ah 62:10 dan karena dari hadits tsb hanya akan menimbulkan interpretasi ada pemisahan dunia dan akherat
3.Saya lebih memilih ayat tentang mencari akhirat dan jgn lupakan dunia seperti QS28 : 77 untuk kseimbangan dunia dan akherat
4.Dan dari QS 28 : 77 mba wheen sendiri sebenarnya telah menyampaikan seperti quote dibawah ini


"Tadi saya susulin bahwa ayat ini bercerita tentang qorun kan ya mas?
Yang tidak menyeimbangkan dirinya sebagai makhluk Allah maupun sosial

5.Dan dari qorun ini kita belajar seperti yg sudah saya sampaikan kalau kita mengejar akherat insya allah dunia ikut,kalau kitamengejar dunia insya allah akherat ketinggalan

Bila mba wheen mau jelas tentang konsep saya ini bisa me-reviwe lagi ke tulisan saya sblmnya.

Nah seperti biasa mba wheen blm menjelaskan lebih terkonsep bagaimana hidup seimbang dunia dan aherat ini,jadi sekarang bagian mba wheen yg cerita deh

Demikian ,bila salah mohon rekan koreksi karena ini tasir "apa aja boleh...hahahahah

Akhirnya saya sampaikan disclaimer atau wallahu'alam........
Sent from BlackBerry® on 3

Date: Thu, 20 Jan 2011 11:38:36 +0000
Subject: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku

Hmmm, kelihatannya bahasannya jadi agak lain ya mas Icay.

Boleh saya bertanya dulu?
1. Bagaimana mas Icay memahami Al Qur'an?
Dari apa yang diajarkan Rasulullah atau dari mengartikan sendiri?
2. Tata cara mas Icay sholat darimana asalnya? Dan berapa rakaat, adakah di Al qur'an?
3. Mas Icay pernah makan ikan laut? Atau ikan air tawar?
setahu saya di Al qur'an bangkai diharamkan.

Setelah itu terjawab, saya tahu harus menjawab bagaimana ke mas icay.

Terimakasih
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: "Icay" <ikhwan.cahya@gmail.com>
Date: Thu, 20 Jan 2011 16:52:48 +0700
Subject: RE: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku

Maap mb wheen, ikutan nimbrung..
 
"Seperti yang saya jelaskan, QS28 : 77 tersebut tidak bisa dipisahkan dari ayat sebelum dan sesudahnya karena bercerita tentang kisah qorun."
Diayatnya kan gak ada kata2 qorun.. mengapa dihubung2kan? Dijaman kapan qorun itu hidup?
 
Alquran berulang-ulang memberikan perintah kepada manusia untuk menggunakan akalnya, dan akal itu digunakan untuk berlogika.. semua ilmu yang ada didalam alquran itu bisa dijelaskan dengan logis oleh logika manusia. Karena jika tidak demikian tidak ada manfaatnya alquran jika tidak bisa dipahami dengan akal.. (alquran sebagai petunjuk harus bisa dipahami oleh yang diberi petunjuk)
Konsep sami'na wa atha'na yang mb wheen maksud mungkin dalam hal ibadah..  namun jika diteliti lagi ibadah itu juga bisa dijelaskan dengan logika, namun mungkin saat ini kemampuan otak manusialah yang belum mampu memikirkannya. Karena tingkat ilmu pengetahuan manusia bertambah sesuai tingkat peradabannya. Seperti zarrah yang dulu diartikan biji sawi, sekarang mungkin diartikan atom, nantinya mungkin juga berubah lagi sesuai tingkat pengetahuan manusia.
 
Salam,
 
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe.en9999@gmail.com
Sent: 20 Januari 2011 16:17
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
 
Mas Nandang,
Lalu konsep sami'na wa atha'na ditaruh di mana jika mas Nandang selalu mengedepankan logika dalam beragama.

Contohnya,
Ketika anda safar, boleh mengusap atas sepatu ketika berwudhu,
Jika agama adalah logika, apakah mas Nandang akan menggantinya dengan mengusap bagian bawah khuf karena yang terkena najis kan bagian bawahnya bukan atasnya?
Dan kemungkinan masih banyak yang lainnya lagi.

Ketika dirasa agama bertentangan dengan logika, mana yang akan mas Nandang pilih? Logika dulukah?

Buat saya, agama ini didasarkan kepada wahyu bukan akal, jadi saya memilih mengesampingkan akal dulu mas Nandang,
Ini perbedaan kita ya mas, semoga ga perlu dibahas lebih seru hehhe

Kembali ke kesimbangan.
Kan saya sudah menulis ternyata banyak sekali yang dibahas, makanya saya minta mas Nandang memulai darimana, dari manusia sebagai makhluk atau fungsi sosial.
Melaksanakan perintah Allah yang wajib bisa dikatakan meendekati keseimbangan karena ada ibadah dan muamalah disana.
Yang wajib kan bukan zakat saja.

Seperti yang saya jelaskan, QS28 : 77 tersebut tidak bisa dipisahkan dari ayat sebelum dan sesudahnya karena bercerita tentang kisah qorun.

Jadi mengartikannyapun tidak bisa terpisah mas Nandang, itu menurut saya. :-)
Kalau terpisah bisa sangat beda maknanya wong jadi lepas dari history nya qorun

Demikian dari saya
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
Date: Thu, 20 Jan 2011 16:21:25 +0800 (SGT)
Subject: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
 
(wheen)
Mas nandang :-)
Agama kan bukan logika matematika.
ketika memberikan rahmat dan Anugerah Allah tidak memakai hitungan matematika ini.
(mendingan memakai perasaan dech ngebahasnya heheheheh, soalnya ga masuk kalo pake logika :-))
 
(nandang)
allah menciptakan semua hukum alam, manusia hanya menemukan apa yang sudah disediakan oleh Nya.Gravitasi Bumi adalah hukum alam, Kekekalan Energi adalah hukum alam, Elektromagnetik, Nuklir, ekosistem, sosial-politik, budaya, ekonomi, dan semua hukum di sekitar kita adalah hukum alam. Yang sekaligus hukum Tuhan. Semua berada di dalam Grand Law, yang bekerja berdasar hukum keseimbangan. dan matematika adalah bagian dari hukum yang telah allah ciptakan sendiri,penemunya salah satunya adalah al jabar. jadi kenapa agama tidak boleh didekati dengan logika?
 
(wheen)
Bukankah soal menafkahkan harta di jalan Allah yang wajib sudah diatur?
ada zakat yang ketentuannya sudah diatur
 
(Nandang)
betul sudah diatur ...walaupun saya sendiri dari sisi fiqih masih banyak belum faham...hehehehe....
 
apakah dengan menjalankan aturan yg wajib sudah diatur sudah bisa dikatakan seimbang dalam kehidupan dunia dan akherat.
 
kalau dilihat dari awal tujuan penciptaan manusia adalah......
 
diciptakan jin dan manusia tiada lain hanyalah utk beribadah kepada Allah…Qs.adz dzaariyaat(51):56
 
Syaikhul islam berkata,"Makna ibadah adalah taat kepada Allah dengan menjalankan apa yang telah diperintah-NYa melalui lisan2 para rosul
Beliau berkata lagi,"Ibadah adalah hal yang mencangkup segala perkataan dan perbuatan, baik yang zhahir maupun yang batin yang dicintai dan di ridhoi oleh Allah."
 
kalau ayat ini dianggap kaidah berarti apa apa yang dilakukan diluar tujuan penciptaan allah yatu " beribadah kepada Allah " adalah bisa dianggap melangar perintah Allah.
 
Barangsiapa yang taat kepada-NYA, maka Dia akam membalasnya dengan imbalan yang paling sempurna ;dan barangsiapa yang berbuat maksiat kepada-NYA, maka Dia akan mengazabnya dg azab yang paling pedih
 
lalu orang sering menghubungkan keseimbangan dunia dan akhirat adalah dgn hadits yg menurut beberapa sumber tadi saya sebutkan dgn hadits palsu :
 
Sabda Nabi Muhammad saw Kerjakanlah (urusan) duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya. Dan laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok. (H.R. Ibnu Asakir)
 
padahal menurut alquran surat al jumu'ah
 
[62:10] Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
 
Jelas bahwa ayat tersebut mengajarkan untuk mendahulukan shalat, baru mencari rizqi. Bukan berbarengan.
poin ayat ayat diatas saya tekan kan pada kata ibadah,
penciptaan manusia adalah untuk beribadah, dan mendahulukan ibadah sebelum mencari karunia. artinya untuk mendapat anugrah dan karunia yg utama adalah ibadah
 
kembali kepada ayat yg saya tanya kepada mba wheen,
 
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi
 
Ayat tersebut mengajarkan, untuk kehidupan akhirat, Allah memerintahkan dengan kata "carilah", sedangkan untuk kehidupan dunia, Allah hanya mengingatkan "jangan lupa".
 
Jadi kalau ada pertanyaan bagaimana seimbangnya kehidupan dunia dan akhirat ini, barangkali utamakan dahulu beribadah kepada Allah. Toh manusia tidak perlu disuruh untuk mencari dunia, karena mencari dunia sudah menjadi naluri.jangan sampai memisahkan dunia dan akhirat.mengejar akhirat insya Allah dunia ikut,mengejar dunia insya allah akhirat ketinggalan.
 
demikian tafsir "apa saja boleh" hahahahaha
 
terima kasih
 
 

--- Pada Kam, 20/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:


Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Kamis, 20 Januari, 2011, 1:08 PM

Mas nandang :-)
Agama kan bukan logika matematika.
ketika memberikan rahmat dan Anugerah Allah tidak memakai hitungan matematika ini.
(mendingan memakai perasaan dech ngebahasnya heheheheh, soalnya ga masuk kalo pake logika :-))

Bukankah soal menafkahkan harta di jalan Allah yang wajib sudah diatur?
ada zakat yang ketentuannya sudah diatur

ada sedekah, dsb.

sekarang gantian donk mas heheheh maksa dikit
Mas nandang yang kasih masukan ke saya untuk kewajiban seorang muslim agar seimbang dan besarnya kewajiban itu

saya tunggu ya mas nandang heheheh

regards//
whe~en

2011/1/20 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
tidak mau saya yang mulai ah.....ilmunya belum sampai....
begini saja....supaya tidak bingung, dalam matematika keseimbangan dilambangkan dengan "sama dengan" betul gak yah ?
sementara dari ayat yg saya sampaikan ada kalimat "bagianmu"
seberapa ukuranya (kalau itu materi)atau apa parameternya(kalau non materi) "bagianmu itu" agar terjadi keseimbangan dunia dan akhirat?
jangan sampai malam maksiat  ,siang tobat......seperti umumnya saya mendengar ...hehehehe

--- Pada Kam, 20/1/11, whe.en9999@gmail.com <whe.en9999@gmail.com> menulis:

Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Kamis, 20 Januari, 2011, 11:27 AM

 

(Mas Nandang)
maka sekali lagi saya bertanya lebih spesifik ,disana disampaikan informasi "bagianmu"  apakah kata ini ada hubunganya dengan keseimbanga dunia dan akherat atau sebailknya malah bertentangan.?

(Whe-en)
Hehheh, maksudnya kesitu ya, saya tadi sempat bingung, jangan2 melenceng dari topik ternyata disambungin.

Tadi saya susulin bahwa ayat ini bercerita tentang qorun kan ya mas?
Yang tidak menyeimbangkan dirinya sebagai makhluk Allah maupun sosial.

Kewajiban qorun sebagai makhluk Allah tidak ditunaikan karena menolak menggunakan hartanya (bagian kenikmatan dari dunia) untuk persiapan kehidupan akherat.

Kewajiban qorun sebagai makhluk sosial juga tidak ditunaikan dengan empati membagi hartanya untuk sesama.

Jawaban itu cukup ga ya mas? Hehhehh

Sedangkan keinginan saya untuk membahas keseimbangan kehidupan muslim ternyata banyak bahasan mas Nandang, jadi bingung mau darimana?
Dari kewajiban muslim kepada Allah
Kewajiban muslim kepada rasulullahn kepada keluarga, tetangga, kepada pemimpin, dsb

Bagaimana kalau mas Nandang yang memulai :-)

Whe-en

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

From: Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
Date: Thu, 20 Jan 2011 12:06:29 +0800 (SGT)
Subject: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
 
hehehehe....mba wheen insya allah selalu bisa jawab.
 
ini tafsir "apa aja boleh nya" hehehehehe
 
ketika kita bicara mencari keseimbangan dunia dan akhirat yg selalu di umum muncul adalah hadits ygn seperti mba wheen kutip dari tafsir depag ini,
 
Sabda Nabi Muhammad saw Kerjakanlah (urusan) duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya. Dan laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok. (H.R. Ibnu Asakir)
 
padahal menurut beberapa sumber hadits ini derajatnya "palsu" http://my-islam-way.blogspot.com/2010/02/meraih-kebahagiaan-muslimah-di-atas_25.html
 
maka saat saya bertanya kepada mba wheen saya bertanya dengan Al-Qashash: 77
 
dari segi tafsir "apa saja boleh" hehehehe.....sepertinya hadits ini tidak masuk akal juga, bagaimana mungkin ketika kita mencari dunia seolah olah kita akan hidup selamanya, seolah olah boleh bgitu saja melupakan akherat. bagimana kalau baru satu jam kita mencari dunia, sejam kemuidan kita ingat akhirat, disusul lagi sedetik kemudian ingat dunia,sedetik kemudian ingat akhirat,akan jadi kacau apa yg sedang kita perbuat.
sepertinya ini memisahkan dunia dan akhirat.padahal dunia disiapkan untuk bekal akherat.
 
kembali ke ayat yg saya tanyakan "dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi
 
maka sekali lagi saya bertanya lebih spesifik ,disana disampaikan informasi "bagianmu"  apakah kata ini ada hubunganya dengan keseimbanga dunia dan akherat atau sebailknya malah bertentangan.?
 
terima kasih
 
--- Pada Kam, 20/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:


Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Kamis, 20 Januari, 2011, 9:06 AM

Hmmm..... mas Nandang,
semakin lama semakin sulit pertanyaannya, heheheheh
saya khawatir ilmu saya tidak sampai jika harus menjelaskan hal tersebut (tetep kepede-an dan menjawab hehehe :-D )

kita bahas sedikit dulu ya mas,
Insya Allah bersambung
silahkan kalau mau langsung menambahi.

Dari tafsir dibawah, kita boleh menikmati apa yang ada di dunia (kenikmatan duniawi) sepanjang tidak bertentangan dengan perintah Allah dan rasul-Nya. lihat point 2 ya :-)

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.(QS. 28:77) ::Terjemahan:: ::Tafsir:: ::Asbabun Nuzul::

 

Tafsir / Indonesia / DEPAG / Surah Al Qashash 77

Pada ayat ini Allah SWT menerangkan empat macam nasihat dan petunjuk yang ditujukan kepada Karun oleh kaumnya. Barangsiapa mengamalkan nasihat dan petunjuk itu akan memperoleh kesejahteraan di dunia dan di akhirat kelak.


1. Orang yang dianugerahi oleh Allah SWT kekayaan yang berlimpah-limpah, perbendaharaan harta yang bertumpuk-tumpuk serta nikmat yang banyak, hendaklah ia memanfaatkan di jalan Allah, patuh dan taat pada perintah-Nya, mendekatkan diri kepada-Nya untuk memperoleh pahala sebanyak-banyaknya di dunia dan di akhirat. Sabda Nabi saw artinya:
Manfaatkan yang lima sebelum datang (lawannya) yang lima; mudamu sebelum tuanmu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu senggangmu sebelum kesibukanmu dan hidupmu sebelum matimu. (H.R. Baihaki dari Ibnu Abbas)


2. Janganlah seseorang itu meninggalkan sama sekali kesenangan dunia baik berupa makanan, minuman dan pakaian serta kesenangan-kesenangan yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan ajaran yang telah digariskan oleh Allah SWT, karena baik untuk Tuhan, untuk diri sendiri maupun keluarga, semuanya itu mempunyai hak atas seseorang yang harus dilaksanakan. Sabda Nabi Muhammad saw Kerjakanlah (urusan) duniamu seakan-akan kamu akan hidup selama-lamanya. Don laksanakanlah amalan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok. (H.R. Ibnu Asakir)


3. Seseorang harus berbuat baik sebagaimana Allah SWT berbuat baik kepadanya, membantu orang-orang yang berkeperluan, pembangunan mesjid. madrasah, pembinaan rumah yatim piatu di panti asuhan dengan harta yang dianugerahkan Allah kepadanya dan dengan kewibawaan yang ada padanya, memberikan senyuman yang ramah tamah di dalam perjumpaannya dan lain sebagainya.


4. Janganlah seseorang itu berbuat kerusakan di atas bumi, berbuat jahat kepada sesama makhluk Allah, karena Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. Allah SWT tidak akan menghormati mereka, bahkan Allah tidak akan memberikan rida dan rahmat-Nya.

 

http://c.1asphost.com/sibin/Alquran_Tafsir.asp?pageno=4&SuratKe=28
regards
whe~en

2011/1/20 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
tidak apa apa kan mba wheen.....membedah buku  duluan.....heeeeee
 
bagaimana dengan ayat ini,
 
"Dan carilah apa yang telah Dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat Baikkepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak Menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan." (Al-Qashash: 77)
 
apa tafsirnya ini,"janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi "
 
dgn alquran dan alquran ,alquran dan sunnah, kalau tidak ......apa aja boleh....hehehehe
 



--- Pada Kam, 20/1/11, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:


Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Kamis, 20 Januari, 2011, 7:23 AM

Heheheheh
mas nandang ini ada ada saja.
Bukunya kan belum dibedah, jadi sama dengan saya juga, saya belum tahu isi bukunya mas nandang.
Lha wong bukunya saya juga belum punya, biasanya kan dijual di tempat kajian pada saat kajian diadakan.

Kalau menurut mas Nandang bagaimana?

Kalau menurut saya, seimbangnya awam, selebritis, ustadz, kyai, bhiksu, pendeta pasti berbeda beda.
Namun jika barometernya ajaran Islam, kemungkinan besar yang dibahas adalah keseimbangan manusia sebagai makhluk ciptaan Allah dan sebagai makhluk sosial.
bagaimana manusia menyeimbangkan diri dalam menunaikan antara hak dan kewajiban manusia sebagai makhluk Allah dan Hak dan kewajiban manusia sebagai makhluk sosial

Insya Allah kalau ada waktu kita cari sama2 ya mas artikel keseimbangan ini.
Atau jika rekan rekan berkenan silahkan posting disini.

whe~en

Sebelum mengikuti bedah buku,
Mungkin mba wheen bisa kasih gambaran menjalani hidup seimbang itu bagaimana?
sering saya mendengar dari kalangan awam,selebritis,ustadz,kiai,ulama,bahkan dari kalangan biksu dan pendeta semua mengatakan "hidup itu yg pentng seimbang"
Sent from BlackBerry® on 3


-----Original Message-----
From: whe.en9999@gmail.com
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Wed, 19 Jan 2011 21:32:38
To: milis_iqra@googlegroups.com<milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] kajian ilmiah dan bedah buku

Dari milis sebelah
Semoga bermanfaat
___
bismillahirrahmanirrahim
assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

hadirilah kajian ilmiah dan bedah buku: jangan berlebihan! bagaimana menjalani hidup yang seimbang, karya manshur bin muhammad al-muqrin,

bersama ustadz jazuli lc,

insyaallah hari kamis, 27 januari 2011, pukul 15.30-selesai,

di masjid ukhuwah islamiyah, universitas indonesia, depok

gratis, terbuka untuk umum ikhwan dan akhwat

cp 085 725 169 469 & 089 983 78 444

kajian ini diadakan oleh forum remaja masjid ui dan didukung oleh pustaka at-tazkia

sumber: http://pustakaattazkia.com/info-bedah-buku.htmlsemoga bermanfaat

barakallahu fikum

wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


---
Whe-en

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

--
-



--
~~~~~
 



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
 
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
 
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
 
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
 
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"




--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment