Tuesday, January 11, 2011

RE: [Milis_Iqra] TEKNIK DEBAT DALAM ISLAM

[Dani Permana] jempol… memang berdakwah itu harus dilihat Negara Islam or non Islam?  

>> Saya bukan ahli dalam bidang dakwah mas, yang saya maksud disini adalah metode mas.. kalau dakwahnya mah dimana kita saja kaki kita melangkah..

 

[Dani Permana] Logikanya agak rancu Mas Temi, “Saya bukan ahli dalam bidang” namun berbicara “metode”. Seseorang yang sudah berbicara masalah metode setidaknya memiliki dasar permikiran yang bisa dijadikan acuan. karena  metode adalah suatu kerangka kerja untuk melakukan tindakan, atau suatu kerangka berfikir menyusun gagasan, yang beraturan, terarah dan terkonteks, yang relevan dengan maksud dan tujuan. Secara ringakas, metode adaalah suatu sistem untuk melalukan suatu tindakan.

 

=============================================

 

>> [Temi] Mohon maaf, bukan kapasitas saya untuk membenarkan... Ini kembali lagi seperti yang saya utarakan diatas, niat baik tp dengan cara yang tidak bisa di terima lingkungan sekitar, dan yang ada malah menimbulkan perpecahan antar saudara sendiri.

 

[Dani Permana] secara explicit Mas Temi sudah mengatakan bahwa “seorang Ustad yang Ceramah di masjid dengan menggunakan Speaker Luar, dan mengatakan bahwa "Tahlilan itu HARAM, karena tidak ada dalilnya".” adalah SALAH, (CMIIW) diantara yang salah dan yang benar ada kerangka berpikir dan patokan dasar, untuk menyatakan ini benar itu salah, jika demikian adanya bisa di share bagimana metode yang baik serta ilmiah untuk berdakwah dalam kasus “seorang Ustad yang Ceramah di masjid” tersebut?

============================= 

[Dani Permana]  kalau di lapangan bisa mungkin melihat dan mendengar “segi intonasi, gerak tubuh, kata yang tidak tepat” namun kalau di email?

>> [Temi] kalau di emailkan bisa menggunakan kata-kata yang santun dan halus.. Contoh yang konkret Al-Quran dan Al-Hadist. Dan bisa di kembangkan kedalam bahasa yang lebih mudah seperti halnya Novel, Cerpen dsb. Kan bisa variasi tuwh tergantung kepada siapa ditujukan pesan yang ada dalam karya tersebut.

[Dani Permana]  waktu itu mungkin Mas Temi masih ingat, ketika saya tidak menggunakan kata-kata yang yang tidak disertai dengan “Contoh yang konkret Al-Quran dan Al-Hadist.” Namun mendapat sanggahan dari Mas Temi agar lebih diperhalus, dan saya replied dengan beberapa hadist, apakah begitu maksudnya?

 

Kayanya saya harus belajar banyak tentang “Al-Quran dan Al-Hadist, bisa di kembangkan kedalam bahasa yang lebih mudah seperti halnya Novel, Cerpen dsb.” Mohon pencerahannya, caranya bagaimana, karena se-umur umur saya baru dengar, kalau “Al-Quran dan Al-Hadist, bisa di kembangkan kedalam bahasa yang lebih mudah seperti halnya Novel, Cerpen dsb” mudah-mudahan dapat ilmu baru?


==============================
>> [Temi] Mas, Karakter Umar sudah menjadikan dirinya Idola, saat masih jahiliyah kan Umar menjadi seorang yang di hormati kaum Quraisy dan Umar menjadi orang yang berpengaruh terhadap kaumnya, otomatis lah ketika Beliau Islam maka keuntungan bagi Umat Islam karena mendapatkan orang setangguh beliau.. nah kalau kekuasaan Islam bertmbah luas karena Beliau sudah menjadi Pemimpin tersohor dan sukses memimpin dengan sangat bijak, keras dan tegas.
Bukankah kita mendambakan pemimpin yang demikian mas? 

 

[Dani Permana]  oh jadi kalau berdakwah harus jadi idola dulu J

 

No comments:

Post a Comment