Aslamtulirobbil'alamin
On 2/15/11, najla abu <najla.abu@gmail.com> wrote:
> Jadilah suatu kaum yang ber amar ma'ruf nahi mungkar...dan beramal
> shaleh..serta berakhlaq mulia...dan jangan lupa dilandasi ke tauhidan yang
> kuat..
>
> 2011/2/14 Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id>
>
>> Islam tidak hanya sebatas agama ritual dan fiqh yang tidak menjangkau
>> persoalan-persoalan politik dan sosial kemasyarakatan
>> Islam, dengan perjuangan gigih Nabi, juga telah mengganti pranata sosial
>> masyarakat yang tidak berpihak kepada nilai-nilai keadilan dan kejujuran.
>> Sistem sosial dan politik masyarakat Arab yang eksklusif dan anti
>> perubahan
>> (status quo) yang telah terbukti menjadi alat para penguasa Quraisy
>> bertindak sewenang-wenang, baik secara sosial, politik maupuan ekonomi,
>> dirombak oleh sistem Islam yang mengutamakan persamaan, anti penindasan
>> dan
>> perwujudan kemashlahatan.
>>
>>
>> http://matengkol.multiply.com/journal/item/1066/MUHAMMAD_SAW_SANG_REVOLUSIONER_SEJATI
>> ********
>>
>> MUHAMMAD SAW SANG REVOLUSIONER
>> SEJATI<http://matengkol.multiply.com/journal/item/1066/MUHAMMAD_SAW_SANG_REVOLUSIONER_SEJATI>
>>
>> Catatan buat para ulama komprador yang selalu ingin berdekatan dengan
>> penguasa juga buat para anak2 muda yang saat ini selalu teriakkan
>> revolusi tapi mengacungkan tinjunya kepada Allah SWT..dengan menganggap
>> bahwa marxist adalah ideologi pemberontakan terhadap kemapanan, berteriak
>> fasis tapi tidak mengerti arti fasis sebagai suatu ideologi penindasan
>> pemaksaan jahanam yang dibawakan oleh benito mussolini sang kafir:
>>
>> Islam tidak hanya sebatas agama ritual dan fiqh yang tidak menjangkau
>> persoalan-persoalan politik dan sosial kemasyarakatan.
>>
>> Islam hanyalah sekumpulan dogma untuk mengatur bagaimana beribadah tetapi
>> tidak menyentuh sama sekali cara yang paling efektif untuk menegakkan
>> keadilan, strategi melawan kezaliman atau petunjuk untuk membela kaum
>> tertindas .
>>
>> Islam yang demikian itu dalam banyak kesempatan sangat menguntungkan pihak
>> penguasa yang berbuat sewenang-wenang dan mengumbar ketidak adilan, karena
>> ia bisa berlindung di balik dogma-dogma yang telah dibuat sedemikian rupa
>> untuk melindungi kepentingannya.
>>
>> Wacana Islam mainstreem itulah yang digunakan oleh sebagian besar "ulama"
>> untuk mendukung kekuasaan rezim berkuasa. Ketika rezim menindas rakyatnya,
>> para ulama rezimis tersebut tidak mampu berbuat apa-apa untuk kepentingan
>> rakyat. Justru ulama itu dipaksa untuk terus-menerus memberikan
>> justifikasi
>> keagamaan atas kebijakan-kebijakan penguasa.
>>
>> Dianalogikan Islam yang demikian itu sebagai Islam gaya penguasa.
>> Islam, dalam yang benar bukanlah agama yang hanya memperhatikan aspek
>> spiritual dan moral atau hanya sekadar hubungan antara hamba dengan Sang
>> Khaliq (Hablu min Allah), tetapi lebih dari itu, Islam adalah sebuah
>> ideologi emansipasi dan pembebasan.
>>
>> Kita selalu melihat mengalami lembaga keulamaan, yang bisa jadi terkadang
>> ditunggangi pihak luar, sebagai manipulator umat dan arsitek yang
>> menjadikan
>> tradisi menjadi penjara.
>>
>> Rezim penguasa sebenarnya tidak membangkitkan agama, tetapi mempertahankan
>> kekuasaan yang status quo, sementara para "ulama" mempertahankan kejumudan
>> dalam pemikiran Islam.
>>
>> Apa yang terjadi saat ini adalah, bahwa di satu sisi, para "ulama" yang
>> menjadi pemimpin agama telah mentransformasikannya menjadi bentuk agama
>> yang
>> kian mandek tidak berani melawan, sementara di sisi lain orang-orang yang
>> tercerahkan yang memahami kekinian dan kebutuhan generasi dan zaman, tidak
>> memahami agama.
>> Akhirnya, Islam sejati tetap tak diketahui dan tersembunyi dalam
>> relung-relung sejarah.
>>
>> Islam bersifat revolusioner.
>> Tetapi entah mengapa dalam perjalanan waktu kemudian Islam telah berubah
>> menjadi seperangkat doa-doa dan ritual saja.
>>
>> Islam hanya sebatas agama yang mengurus bagaimana orang mati, tetapi tidak
>> peduli bagaimana orang bisa survive dalam kehidupan di tengah gelombang
>> diskriminasi, eksploitasi, dan aneka penindasan dari para penguasa zalim.
>>
>> Agama model seperti ini yang sangat disukai para penguasa untuk menjaga
>> kekuasaannya tetap aman, tanpa ada gangguan dari orang-orang yang ingin
>> mengamalkan Islam yang benar.
>>
>> Gagasan tentang Islam revoluioner atau Islam pembebasan sejalan dengan
>> gagasan tentang teologi pembebasan (theology of liberation) yang banyak
>> diusung oleh tokoh-tokoh revolusioner baik di Amerika Latin maupun Asia,
>> padahal Nabi Muhammad SAW sudah menyampaikannya sejak hampir 15 abad yang
>> lalu.
>>
>> Ide dasar pemikiran ini dengan para pengusung teologi pembebasan yakni
>> ingin mendobrak kemapanan lembaga resmi keagamaan yang yang menjual agama
>> demi kekuasaan, posisinya selalu berada pada pihak kekuasaan, dan
>> berpaling
>> dari kenyataan riel umatnya yang selalu ditindas oleh kekuasaan itu.
>>
>> Islam revolusioner berupaya untuk mengembalikan hak agama itu kepada
>> rakyat, sehingga doktrin-doktrin yang terbentuk adalah ajaran agama sejati
>> yang berpihak pada kepentingan rakyat.
>>
>> Teologi Pembebasan Islam adalah pantulan pemikiran, sekaligus cerminan
>> dari
>> keadaan nyata, suatu praksis yang sudah ada sebelumnya. Lebih tepatnya,
>> adalah pengungkapan atau pengabsahan suatu gerakan sosial yang amat luas,
>> yang melibatkan sektor-sektor penting sistem sosial keagaman, seperti para
>> elit keagamaan, gerakan orang awam, para buruh, serta kelompok-kelompok
>> masyarakat yang berbasis keagamaan.
>>
>> Teologi Pembebasan dalam Islam adalah produk kerohanian.
>> Dan harus diakui, dengan menyertakan di dalamnya suatu doktri keagamaan
>> yang benar-benar masuk akal, Teologi Pembebasan telah memberikan
>> sumbangsih
>> yang amat besar terhadap perluasan dan penguatan gerakan-gerakan tersebut.
>> Doktrin masuk akal itu telah membentuk suatu pergeseran radikal dari
>> ajaran
>> tradisional keagaman yang mapan.
>>
>> Beberapa diantara doktrin itu adalah ;
>> 1). Gugatan moral dan sosial yang amat keras terhadap ketergantungan
>> kepada
>> kapitalisme sebagai suatu sistem yang tidak adil dan menindas,
>> 2) Penggunaan alat analisis Syariat dalam rangka memahami sebab-musabab
>> kemiskinan,
>> 3) Pilihan khusus pada kaum miskin dan kesetiakawanan terhadap perjuangan
>> mereka menuntut kebebasan,
>> 4) Perlawanan menentang pemberhalaan sebagai musuh utama agama
>> 5) Kecaman teradap teologi tradisional yang bermuka ganda sebagai hasil
>> dari penindasan dan penjajahan.
>>
>> Islam revolusioner atau Islam pembebasan berbasis pada kesadaran rohani
>> dan
>> Islam pembebasan juga berbasis pada kesadaran Islam sejati atau otentik.
>>
>> Masing-masing mempunyai tujuan untuk menjadikan agama sebagai sarana untuk
>> memperjuangkan tegaknya keadilan, meruntuhkan segala sistem despotik dan
>> otoriter dan menjaga agar tidak ada penindasan di muka bumi ini.
>>
>> Sebagaimana yang telah terekam dalam sejarah Islam, bahwa kedatangan Islam
>> adalah untuk merubah status quo serta mengentaskan kelompok yang tertindas
>> dan eksploitasi; mereka inilah yang disebut dengan kelompok masyarakat
>> lemah.
>>
>> Masyarakat yang sebagian anggotanya mengeksploitasi sebagian anggota yang
>> lainnya yang lemah dan tertindas, tidak disebut sebagai masyarakat Islam
>> (Islamic society), meskipun mereka menjalankan ritualitas Islam.
>>
>> Ajaran Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa kemiskinan itu dekat dengan
>> kekufuran, dan menyuruh umatnya untuk berdoa kepada Allah agar dapat
>> terhindar dari keduanya. Penghapusan kemiskinan merupakan syarat begi
>> terciptanya masyarakat Islam.
>>
>> Dalam hadis lain Nabi menyatakan, bahwa sebuah negara dapat bertahan hidup
>> walau di dalamnya ada kekufuran, namun tidak bisa bertahan jika di
>> dalamnya
>> terdapat dhulm (penindasan).
>>
>> Sayangnya, Islam yang bersifat revolusioner ini segera menjadi agama yang
>> kental dengan status quo.
>> Islam sarat dengan praktek feodalisme dan para ulama justru menyokong
>> kemapanan yang sudah kuat itu.
>>
>> Mereka lebih banyak menulis buku tentang kaidah-kaidah ritual dan
>> menghabiskan energinya untuk mengupas masalah-masalah furû'iyah dalam
>> syari'at, dan sama sekali mengecilkan arti elan fital Islam dengan
>> menciptakan keadilan sosial dan kepedulian Islam yang aktif terhadap
>> kelompok yang lemah dan tertindas (mustad'afîn). Mereka mengidentifikasi
>> dirinya sebagai mustakbirîn (orang yang kuat dan sombong).
>>
>> Sering kali "ulama" sebagai sumber utama atas penyelewengan ajaran Islam
>> yang bersifat revolusioner.
>> Di tangan ulama, Islam telah menjadi agama "orang mati" yang tidak berdaya
>> melawan "orang-orang yang serakah", dari kepercayaan revolusioner menjadi
>> ideologi konservatif; menjadi agama negara (din-i dewlati), yang paling
>> tinggi menekankan sikap kedermawanan (philanthropism), paternalisme,
>> pengekangan diri secara sukarela dari kemewahan.
>>
>> Sedangkan pada pihak lain, "ulama" mempunyai hubungan organik dengan
>> kemewahan itu sendiri melalui kelas berharta. Karena ulama memperoleh
>> pemasukan dari Khams (sedekah) dari sahm-i Imâm (bagian dari zakat),
>> mereka
>> tak terhindarkan lagi terkait kepada orang kaya, pejabat, dan pedagang.
>>
>> Hubungan khusus "ulama" semacam itu telah menjadikan mereka sebagai
>> instrumen kelas-kelas berharta. Lembaga-lembaga pendidikan Islam dibiayai
>> kaum berharta untuk mencegah ulama berbicara tentang perlunya
>> menyelamatkan
>> kaum miskin.
>>
>> Sebaliknya, dengan menggunakan doktrin fikih tentang ekonomi,"ulama"
>> berusaha mengabsahkan ekploitasi, yang menurutnya bahkan lebih ekploitatif
>> dibandingkan dengan kapitalisme Amerika.
>>
>> Pada akhirnya, Islam telah menjadi khordeh-i burzhuazi (burjuasi kecil).
>> Dan "ulama" telah melakukan perkawinan yang tidak suci (unholy marriage)
>> dengan para pejabat militer dan pemerintahan.
>>
>> Tipikal ulama ideal, secara sederhana, adalah ulama aktivis, yang
>> menggalang massa untuk melakukan gerakan protes.
>>
>> Kelompok ulama ini adalah sebagai pembaharu dan motivator di kalangan umat
>> dengan menjadikan faham Islam sebagai basis epistemologi dan
>> aksiologisnya.
>> Islam yang demikian itu, adalah "Islam revolusioner" yang bisa menjadi
>> kekuatan sosio-kultural untuk menghilangkan abad kegelapan dunia Islam dan
>> menciptakan suatu abad renaisance.
>>
>> Islam secara konsisten harus berada dalam arah Islam progresif dan
>> revolusioner.
>>
>> Corak Islam yang demikian itu berangkat dari faham bahwa dalam ajaran
>> Islam, Allah SWT telah menugaskan kepada manusia sebagai khalîfah-Nya di
>> muka bumi. Khalîfah dalam hal ini adalah pemangku tugas pembaharu dan
>> selalu
>> memimpin dunia dengan keadilan dan kearifannya.
>>
>> Jika ditemukan dalam penggalan sejarah manusia-manusia serakah yang
>> aksinya
>> menindas dan memperkosa hak-hak manusia lain, maka menjadi tugas khalîfah
>> untuk menyingkirkan jenis manusia itu dari muka bumi. Khalîfah haruslah
>> dalam posisi pro-aktif memperjuangkan prinsip-prinsip keadilan, bukan
>> manusia pasrah yang selalu menerima nasib secara taken for granted.
>> Demikianlah
>> yang dapat dikategorikan sebagai ajaran Islam progresif revolusioner.
>>
>> Kata kunci progresifitas revolusioner Islam adalah peran aktif dalam
>> sejarah kemanusiaan.
>>
>> Islam bukan agama pasrah yang hanya berfikir tentang kehidupan akherat dan
>> tidak melibatkan diri dalam dinamika sejarah sosial-politik manusia.
>>
>> Agama pasrah ini adalah agama candu yang akan melanggengkan segala bentuk
>> kesewenang-wenangan dan penindasan, mereka yang tertindas akan dihibur
>> oleh
>> ajaran yang mengatakan bahwa penderitaan itu adalah taqdir Tuhan dan
>> pahala
>> mereka adalah surga.
>> Islam harus diekspresikan dalam tindakan.
>>
>> Hal ini dimulai dari menghidupkan kembali realitas abadi yang dipelajari
>> umat Islam untuk memahami hakekat kehidupan.
>>
>> Teladan kehidupan Nabi Muhammad SAW yang revolusioner harus menjadi
>> inspirasi bagi semua umat yang tertindas dan terasingkan di dunia ini.
>>
>> Jika umat Islam mengikuti teladan Rasululullah dan memimpin semua bangsa
>> di
>> Dunia dalam kampanye melawan tirani. mereka dapat mendorong kebangkitan
>> Islam yang selama ini ditungu-tungu.
>>
>> Islam lebih dinamis dari pada agama lainnya. Terminologi Islam
>> memperlihatkan tujuan yang progresif revolusioner.
>>
>> Di Barat, kata "politik" berasal dari bahasa Yunani "polis" (kota),
>> sebagai
>> suatu unit administrasi yang statis, tetapi padanan kata Islamnya adalah
>> "siyasah", yang secara harfiyah berarti "menjinakkan seokor kuda liar,",
>> suatu proses yang mengandung makna perjuangan yang kuat untuk memunculkan
>> kesempurnaan yang inheren.
>>
>> ya Allah saksikanlah
>>
>>
>> *Tags:* revolusioner <http://matengkol.multiply.com/tag/revolusioner>
>> *Prev:* HATI2 MENJADI KAFIR ......PEMERINTAH INDONESIA DIPANDANG DR SISI
>> TAUHID <http://matengkol.multiply.com/journal/item/1065>
>> *Next:* ISLAM ANDA <http://matengkol.multiply.com/journal/item/1067>
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment