Penulis : Ustadz Abu Hamzah Yusuf
Qiyamul lail atau yang biasa disebut juga Sholat Tahajjud atau Sholat
Malam adalah salah satu ibadah yang agung dan mulia , yang
disyari'atkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagai ibadah nafilah
atau ibadah sunnah. Akan tetapi bila seorang hamba mengamalkannya
dengan penuh kesungguhan, maka ia memiliki banyak keutamaan. Berat
memang, karena memang tidak setiap muslim sanggup melakukannya.
Andaikan Anda tahu keutamaan dan keindahannya, tentu Anda akan
berlomba-lomba untuk menggapainya. Benarkah ?
Ya, banyak nash dalam Alquran dan Assunnah yang menerangkan keutamaan
ibadah ini. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Pertama: Barangsiapa menunaikannya, berarti ia telah mentaati perintah
Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana dalam firman-Nya:
"Dan pada sebagian malam hari, sholat tahajjudlah kamu sebagai ibadah
nafilah bagimu, mudah-mudahan Rabb-mu mengangkatmu ke tempat yang
terpuji." (Al-Isro':79)
Dr. Muhammad Sulaiman Abdullah Al-Asyqor menerangkan: "At-Tahajjud
adalah sholat di waktu malam sesudah bangun tidur. Adapun makna ayat
"sebagai ibadah nafilah" yakni sebagai tambahan bagi ibadah-ibadah
yang fardhu. Disebutkan bahwa sholat lail itu merupakan ibadah yang
wajib bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan sebagai
ibadah tathowwu' (sunnah) bagi umat beliau." ( lihat Zubdatut Tafsir,
hal. 375 dan Tafsir Ibnu Katsir: 3/54-55)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:
"Sholat yang paling utama sesudah sholat fardhu adalah qiyamul lail
(sholat di tengah malam)." (Muttafaqun 'alaih)
Kedua : Qiyamul lail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih dan calon
penghuni surga.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman
surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan
oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah
orang-orang yang berbuat kebaikan, (yakni) mereka sedikit sekali tidur
di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada
Allah)." (Adz-Dzariyat: 15-18).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sebaik-baik lelaki adalah Abdullah (yakni Abdullah bin Umar bin
Khaththab radhiyallahu 'anhuma, -ed) seandainya ia sholat di waktu
malam." (HR Muslim No. 2478 dan 2479).
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menasihati Abdullah ibnu
Umar radhiyallahu 'anhuma:
"Wahai Abdullah, janganlah engkau menjadi seperti fulan, ia kerjakan
sholat malam, lalu ia meninggalkannya." (HR Bukhari 3/31 dan Muslim
2/185).
Ketiga : Siapa yang menunaikan qiyamul lail itu, dia akan terpelihara
dari gangguan setan, dan ia akan bangun di pagi hari dalam keadan
segar dan bersih jiwanya. Sebaliknya, siapa yang meninggalkan qiyamul
lail, ia akan bangun di pagi hari dalam keadan jiwanya dililit
kekalutan (kejelekan) dan malas untuk beramal sholeh.
Suatu hari pernah diceritakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam tentang orang yang tidur semalam suntuk tanpa mengingat untuk
sholat, maka beliau menyatakan: "Orang tersebut telah dikencingi setan
di kedua telinganya." (Muttafaqun 'alaih).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga menceritakan: "Setan
mengikat pada tengkuk setiap orang diantara kalian dengan tiga ikatan
(simpul) ketika kalian akan tidur. Setiap simpulnya ditiupkanlah
bisikannya (kepada orang yang tidur itu): "Bagimu malam yang panjang,
tidurlah dengan nyenyak." Maka apabila (ternyata) ia bangun dan
menyebut nama Allah Ta'ala (berdoa), maka terurailah (terlepas) satu
simpul. Kemudian apabila ia berwudhu, terurailah satu simpul lagi. Dan
kemudian apabila ia sholat, terurailah simpul yang terakhir. Maka ia
berpagi hari dalam keadaan segar dan bersih jiwanya. Jika tidak (yakni
tidak bangun sholat dan ibadah di malam hari), maka ia berpagi hari
dalam keadaan kotor jiwanya dan malas (beramal shalih)." (Muttafaqun
'alaih)
Keempat : Ketahuilah, di malam hari itu ada satu waktu dimana Allah
Subhanahu wa Ta'ala akan mengabulkan doa orang yang berdoa, Allah akan
memberi sesuatu bagi orang yang meminta kepada-Nya, dan Allah akan
mengampuni dosa-dosa hamba-Nya bila ia memohon ampunan kepada-Nya.
Hal itu sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah dalam sabda
beliau:
"Di waktu malam terdapat satu saat dimana Allah akan mengabulkan doa
setiap malam." (HR Muslim No. 757).
Dalam riwayat lain juga disebutkan oleh beliau shallallahu 'alaihi wa
sallam:
"Rabb kalian turun setiap malam ke langit dunia tatkala lewat tengah
malam,
lalu Ia berfirman:
"Adakah orang yang berdoa agar Aku mengabulkan doanya?" (HR Bukhari
3/25-26).
Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala juga
berfirman:
"Barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku mengampuninya,
siapa yang memohon (sesuatu) kepada-Ku, niscaya Aku pun akan
memberinya, dan siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku akan
mengabulkannya."
Hal ini terus terjadi sampai terbitnya fajar. (Tafsir Ibnu Katsir
3/54)
Kesungguhan Salafus Shalih untuk menegakkan Qiyamul lail
Disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa tatkala orang-orang sudah
terlelap dalam tidurnya, Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu justru mulai
bangun untuk shalat tahajjud, sehingga terdengar seperti suara
dengungan lebah (yakni Al-Qur'an yang beliau baca dalam sholat lailnya
seperti dengungan lebah, karena beliau membaca dengan suara pelan
tetapi bisa terdengar oleh orang yang ada disekitarnya, ed.), sampai
menjelang fajar menyingsing.
Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah ditanya: "Mengapa orang-
orang yang suka bertahajjud itu wajahnya paling bercahaya dibanding
yang lainnya?" Beliau menjawab: "Karena mereka suka berduaan bersama
Allah Yang Maha Rahman, maka Allah menyelimuti mereka dengan cahaya-
Nya."
Abu Sulaiman berkata: "Malam hari bagi orang yang setia beribadah di
dalamnya, itu lebih nikmat daripada permainan mereka yang suka hidup
bersantai-santai. Seandainya tanpa adanya malam, sungguh aku tidak
suka tinggal di dunia ini."
Al-Imam Ibnu Al-Munkadir menyatakan : "Bagiku, kelezatan dunia ini
hanya ada pada tiga perkara, yakni qiyamul lail, bersilaturrahmi dan
sholat berjamaah."
Al-Imam Hasan Al-Bashri juga pernah menegaskan: "Sesungguhnya orang
yang telah melakukan dosa, akan terhalang dari qiyamul lail." Ada
seseorang yang bertanya: "Aku tidak dapat bangun untuk untuk qiyamul
lail, maka beritahukanlah kepadaku apa yang harus kulakukan?" Beliau
menjawab : "Jangan engkau bermaksiat (berbuat dosa) kepada-Nya di
waktu siang, niscaya Dia akan membangunkanmu di waktu
malam."(Tazkiyyatun Nufus, karya Dr Ahmad Farid)
Pembaca yang budiman, inilah beberapa keutamaan dan keindahan qiyamul
lail. Sungguh, akan merasakan keindahannya bagi orang yang memang
hatinya telah diberi taufik oleh Allah Ta'ala, dan tidak akan
merasakan keindahannya bagi siapa pun yang dijauhkan dari taufik-Nya.
Mudah-mudahan, kita semua termasuk diantara hamba-hamba-Nya yang
diberi keutamaan menunaikan qiyamul lail secara istiqamah. Wallahu
waliyyut taufiq.
(Dikutip dari tulisan al Ustadz Abu Hamzah Yusuf. URL Sumber
http://www.geocities.com/dmgto/mabhats201/qiyamulail.htm)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment