Tuesday, May 12, 2009

[Milis_Iqra] Re: [Ar-Royyan-8935] Fw: Sebenarnya .. Tentang Cinta

mohon maaf, emailnya lebih dari satu.
tidak ada unsur kesengajaan.
komputer sedang terserang virus.

----- Original Message -----
From: "Agus Rasyidi" <rasidi@wicaksana.co.id>
To: <jamaah@arroyyan.com>; <Milis_Iqra@googlegroups.com>
Sent: Wednesday, May 13, 2009 9:30 AM
Subject: [Ar-Royyan-8935] Fw: Sebenarnya .. Tentang Cinta


>
> ----- Original Message -----
> From: masjid annahl
> Sent: Tuesday, May 12, 2009 3:17 PM
>
> Seri : Keluarga
>
> Tentang Cinta
>
> Cinta, di banyak waktu dan peristiwa orang selalu berbeda mengartikannya.
> Tak ada yang salah, tapi tak
> ada juga yang benar sempurna penafsirannya. Karena cinta selalu
> berkembang, ia seperti udara yang
> mengisi ruang kosong. Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang
> lebih rendah.
> Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta. Bahwa cinta,
> akan membawa sesuatu menjadi
> lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pada
> kita betapa, besar kekuatan
> yang dihasilkannya. Cinta membuat dunia yang penat dan bising ini terasa
> indah, paling tidak bisa kita
> nikmati dengan cinta.
> Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan
> berkorban, berjuang dan
> menerima, memberi dan mempertahankan.
>>> Bandung Bondowoso tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari
>>> tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang.
>>> Sakuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga
>>> dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang
>>> ternyata ibu sendiri.
>>> Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal marmer bangunannya
>>> terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta.
>>> Bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta.
>
> Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan. Cinta
> adalah tangan-tangan yang
> merajut hamparan permadani kasih sayang. Cinta adalah hati yang selalu
> berharap dan mewujudkan dunia
> dan kehidupan yang lebih baik.
> Dan Islam tidak saja mengagungkan cinta tapi memberikan contoh kongkrit
> dalam kehidupan. Lewat
> kehidupan manusia mulia, Rasulullah tercinta.
> Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat
> kehidupan Rasul-Nya.
> Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan
> mengepakkan sayap.
> Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai
> umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka
> taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah
> dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan
> kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama
> aku."
>
> Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh
> menatap sahabatnya satu
> persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik
> turun menahan napas dan
> tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya
> dalam-dalam.
> Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan
> meninggalkan kita semua," desah hati semua
> sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di
> dunia.
> Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap
> menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
> Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan
> detik-detik berlalu, kalau bisa.
> Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di
> dalamnya, Rasulullah sedang terbaring
> lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang
> menjadi alas tidurnya.
> Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan
> salam. "Bolehkah saya masuk?"
> tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku
> sedang demam," kata Fatimah
> yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani
> ayahnya yang ternyata
> sudah membukan mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai
> anakku?"
>
> "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya,"
> tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah
> menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian
> wajahnya seolah hendak di
> kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah
> yang memisahkan
> pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun
> menahan ledakkan tangisnya.
> Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril
> tak ikut menyertai.
> Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit
> dunia menyambut ruh kekasih
> Allah dan penghulu dunia ini.
> "Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah
> dengan suara yang amat lemah.
> "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.
> Semua surga terbuka lebar menanti
> kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega,
> matanya masih penuh
> kecemasan.
>
> "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi.
> "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
> "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman
> kepadaku: 'Kuharamkan
> surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,"
> kata Jibril.
> Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh
> Rasulullah ditarik Tampak seluruh
> tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril,
> betapa sakit sakaratul maut ini."
> Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
> menunduk semakin dalam dan Jibril
> membuang muka.
> "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" tanya
> Rasulullah pada Malaikat pengantar
> wahyu itu.
> "Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril.
> Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak
> tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat niat maut ini, timpakan saja semua
> siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."
> Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi.
> Bibirnya bergetar seakan hendak
> membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis
> shalati, wa maa malakat
> aimanukum, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu."
> Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling
> berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di
> wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telingan ke bibir Rasulullah yang
> mulai kebiruan.
>
> "Ummatii, ummatii, ummatiii?" Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia
> itu. Kini, mampukah kita
> mencinta sepertinya?
>
> Oleh: Awie
> http://awie.crimsonblog.com/
>
> Renungan
> Sebenarnya
> hati ini , Cinta kepada-Mu
>
> Sebenarnya
> hati ini, Rindu kepada-Mu
>
> Tapi aku tidak mengerti , mengapa cinta masih tak hadir...
> Tapi aku tidak mengerti , mengapa rindu belum berbunga..
>
> Sesungguhnya, walau ku kutip sebuah permata di dasar lautan
> Sesungguhnya, walau ku siram dengan ari hujan dari 7 langit Mu
>
> Namun Cinta , tak kan hadir
> Namun Rindu , tak akan berbunga
> Jika tidak mengharap RahmatMu
> Jika tidak mengharap simpati..
>
>
> Pada-Mu ya Allah
>
> Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku
> Tuhan karuniakanlah rinduku kepada Mu
> Moga ku tahu syukur ku, adalah milik Mu.
>
> ( Lirik : Team Nasyid Raihan )
>
>
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------
> - Milis Masjid Ar-Royyan, Perum BDB II, Sukahati, Cibinong 16913 -
> - Website http://www.arroyyan.com ; Milis jamaah[at]arroyyan.com -
>
> Rasulullah SAW bersabda, Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama,
> seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga.
> (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu) (HR.
> Bukhari)
>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

No comments:

Post a Comment