Bukan begitu, mungkin kalau selama ini Mbak Wheen setia dengan kata2 :"menurut Alloh dan rasulnya".
Jadi, apakah selama ini kita belajar langsung dari Nabi dan Al-Qur'an sendiri ? Otodidak begitu ? Tanpa ada yang mengajari ? Tahu darimana kalau ada hadis atau dalil a atau b ini maudhu, dhoif, hasan, shahih. ?
Bukankah sewaktu kita pertama belajar Al-Qur'an atau hadis ada yang mengajari, baik itu lewat pengajian,dari ustadz/ustadzah, pokoknya lewat berbagai cara/perantara.
Ada yang berpendapat begini:
"Jika Terjadi Perselisihan,Maka Ikutilah Jumhur Para Ulama, Imam, Muhaddist 4 Madzhab Yang Pasti Sesuai Dengan Al-Quran & As-Sunnah, Karna Tidak Mungkin & Mustahil Mereka Bersepakat DiDalam Dosa Dan Kesesatan"
Mohon maaf mas Ndy, saya hanya memberi komentar yang ini, karena Allah berfirman tidak seperti tersebut melainkan sbb:
Al Ahhzab 36. dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan Barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya Maka sungguhlah Dia telah sesat, sesat yang nyata.
An Nissaa' 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. kemudian jika kamu berlainan Pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.
Trima kasihAndri Subandrio
Jadi selama ini, kita sering mendiskusikan tentang perbedaan2, walaupun menurut saya bagus, itu akan memperkaya ilmu pengetahuan kita. Para ulama pun berbeda pendapat, makanya ada beberapa mazhab, mereka orang2 berilmu dibanding kita, yang hanya mengikuti mereka. Mereka mempelajari, menelusuri jejak2 untuk menciptakan/mengembangkan suatu ilmu. Kalau kita kan tinggal baca, masalah berbeda pendapat lagi, selain dikembalikan kepada Alloh dan rasulnya, kita pun harus berusaha lebih giat lagi mempelajarinya. Siapa tahu ada yang kita tidak tahu, orang lain lebih tahu?
2009/8/12 Whe~en (gmail) <whe.en9999@gmail.com>Trus masalahnya dimana AHen?kenapa harus nanya saya belajar surah Al fatihah dimana?apa ini ada hubungannya?apakah saya yang di jogja, kang Hendy di Bandung trus surah al Fatihahnya jadi lain?Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"Sent: Wednesday, August 12, 2009 10:18 AMSubject: Re: Bls: [Milis_Iqra] Re: RAHASIA DIBALIK DZIKIR JAHARKalau boleh saya menebak maksud Mas Farhan, mungkin Mbak Wheen tau darimana ? Maksudnya siapa yang mengajarkan untuk membaca surat Al-Fatihah, apa langsung dari Nabi ? Apa tidak belajar dulu dari orang lain, misalnya ustad atau ulama, atau malah buku ? Jadi kesimpulannya, kita tahu ajaran Nabi itu dari "perantara" orang2 yang lebih dulu dan lebih tahu dari kita.
Maaf kalau saya salah menduga.
--
No comments:
Post a Comment