Terimakasih mas Ahid,
pada intinya saya tahu apa yang mas Ahid jelaskan,
Cuma ada beberapa hal yang tidak bisa diidentikkan dengan membeli durian terutama jika saya yang beli mas :-D becanda heheheh,
masalahnya saya ada beberapa pertimbangan dalam membeli durian :
Saya suka barang mahal, jadi saya bisa langsung membeli durian yang mahal karena saya memilih tempat saya membeli,
Saya percaya ada uang ada kualitas, kalau saya ingin, saya akan membeli durian di mall walaupun lebih mahal tetapi kualitas dan packingnya saya tahu terjamin kualitasnya.
Kadang kita tidak punya akses untuk menyelidiki sesuatu sendiri karena keterbatasan ilmu, khususnya masalah agama. saya menyerahkan hal ini pada ulama2 yang saya yakini kapasitas ilmunya, yang diakui oleh ulama2 lainnya, yang menjadi rujukan ulama ulama lainnya.
Dengan packing ilmu yang dikuasai, hadits, fiqh, tafsir, dsb saya akan memilih mempercayainya (packingnya bagus, kualitas isinya terjamin) dibanding dengan packing bagus tetapi kualitas tidak ada alias tanpa ilmu cuma kalimat bersahaja saja. heheheh
Identik dengan saya suka barang mahal tadi, karena akan exclusive :-)
ketika orang bilang kaum salafy exclusive, saya justru terjun ke dalamnya. Saya mengabaikan pandangan orang lain tentang salafy ketika saya tahu seperti apa mereka.
Untuk menjadi seperti mereka, saya seakan akan tidak punya kemampuan.
Jadi untuk sumber ilmu, masalah agama, saya lebih percaya mereka ketimbang pendapat orang yang saya tidak tahu berbohong apa tidak
Dalam masalah ini, maksud saya,saya percaya kepada ulama salafy yang keilmuannya sudah diakui loch mas, bukan yang mengaku salafy :-)
ditambah lagi dengan pendapat MUI soal hal ini,
pasti mas Ahid tahu cara kerja MUI dalam menentukan suatu aliras sesat atau tidak, sesuai dengan Al Qur'an apa tidak.
Orang orang MUi tidak harus menjadi pemeluk syiah, ahmadiyah, LDII dsbnya kan mas untuk menentukan aliran tersebut sesuai tidak? :-)
karena mereka akan mewawancarai pihak terkait, mengkaji ajarannya, dsb
Orang yang merasakan durian, belum tentu semua durian dia coba :-)
durian medan rasanya berbeda dengan durian monthong,
durian monthong berbeda dengan durian vietnam,
dsb.
Karena itu parameternyapun akan berbeda.
Keindependenan seseorang jika parameternya tidak sama dalam masalah agama, walaupun pernah mencicipi :-) saya tidak bisa menerimanya.
Jadi yang bisa saya pakai untuk mengukur masalah aqidah itu sesat apa tidak tentu saja Al Qur'an dan Assunnah.
Untuk Al Qur'an kita tahu mana yang dipakai, (kalau Al Qur'annya beda ya ga bisa kita pakai juga)
Assunnah mana yang dipakai? tentusaja yang kuat sanadnya.
Kalau orang tersebut independent tapi penentuan masalah Assunnah pun independent artinya tengah2 antara yang sanadnya kuat dengan yang ingkar sunnah, bagaimana bisa saya pakai ya mas?
Apalagi yang cuma pendapat manusia :-D
btw, saya punya buku, dialog nyata antara ulama syiah dan bukan, Insya Allah nanti saya tuliskan judul dan pengarangnya.
Anyway, terimakasih banyak masukannya.
On 6/28/10, Abu Khalisah <ahid.muhamad@gmail.com> wrote:
-- Independent maksud saya adalah tidak selalu menilai sesuatu berdasarkan pemahamannya saja tetapi juga menyuguhkan pandangan orang lain dalam menilai.Misalnya Mbak WN merasa awam dgn Buah Durian ,ketika akan membeli duren agar tidak menyesal pastilah Mbak WN akan mencari informasi bagaimana mendapatkan duren yg enak tapi Murah , iya khan...( cm contoh loh...hehehe ...)Bila ada 3 orang dgn kriteria berbeda :1.Orang yg menjual Durian2.Orang yg pernah merasakan /membeli durian3.Orang yg tidak menjual dan tidak pernah merasakan durian.Orang seperti saya akan meminta informasi dari ketiga orang tersebut, tetapi saya akan lebih banyak memberikan perhatian pd informasi dari orang kedua.
Karena saya pikir Orang kedua adalah org yg Independent.Saya tidak akan memilih orang pertama karena jelas ia mempunyai kepentingan yg besar disana.Juga Saya tidak akan memilih orang ketiga sebagai orang yg independen walaupun orang ketiga tersebut adalah saudara,teman dekat ,anak ,istri atau guru saya sekalipun karena penilaiannya tidaklah objective.Masalah orang ketiga tersebut berdusta atau tidak ,kita juga tidak bisa yakin begitu saja.Sebab adakalanya jika kita tanya orang yg tidak pernah berdusta sekalipun tetapi ternyata jawabannya tidaklah benar .Itulah Independen menurut saya,apabila ada orang yg berbeda ttg masalah ini saya pikir bukanlah masalh yg sangat besar.Setiap orang bisa berbeda dalam beberapa hal.Maaf bila penjelasan saya kurang memuaskan.
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment