Wednesday, July 28, 2010

Re: [Milis_Iqra] Menentukan Awal Ramadhan Dengan Hilal dan Hisab

Yup,
begitulah mas Addin,
benar sekali Allah dan Rasulullah menunjukkan untuk menjadi seorang muslim sangatlah mudah
tidak perlu hal hal yang begitu sophisticated,
Namun pilihan memang pada diri masing masing kan ya mas Addin,
 
cuma maksud saya adalah,
sebagai orang yang percaya Al Qur'an dan assunnah, saya jadi begitu khawatir,
Mana yang mendukung, mana yang yang didukung, jadi terbalik balik kan?
Bukankah masyarakat awam bisa jadi terkelabui dengan kalimat kalimat tersebut?
 
Apalagi diembel embeli orang sudah pergi kebulan segala,
yang jelas jelas ga berhubungan.
heheheheh
 
Jika berdasarkan dalil yang jelas jelas sebagai sandaran,
(silahkan melihat dalil yang saya tulis sebelumnya)
Hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:  "Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbuka (tidak berpuasa) karena melihatnya pula. Dan jika awan (mendung) menutupi kalian, maka sempurnakanlah hitungan bulan Sya'ban menjadi tiga puluh hari." [Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim. (Shahiih al-Bukhari (III/24) dan Shahiih Muslim (III/122))]
 
"Berpuasalah kalian karena melihatnya, berbukalah kalian karena melihatnya dan sembelihlah kurban karena melihatnya pula. Jika -hilal- itu tertutup dari pandangan kalian, sempurnakanlah menjadi tiga puluh hari, jika ada dua orang saksi, berpuasa dan berbukalah kalian."[HR. An Nasai no. 2116. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih] Dalam hadits ini dipersyaratkan dua orang saksi ketika melihat hilal Ramadhan dan Syawal. Namun untuk hilal Ramadhan cukup dengan satu saksi karena hadits ini dikhususkan dengan hadits Ibnu 'Umar yang telah lewat.[ Lihat Shahih Fiqh Sunnah, 2/ 92.]
 
"melihat hilal" bukankah metode lain selain melihat hilal hanya sebagai pendukung?
bukankah kalau tertutup awan kita diminta menggenapi 30 hari?
walaupun secara hitungan harusnya kelihatan?
tetapi cuma kata "harusnya kelihatan" ada awan dan ada mendung yang bisa menutupi
dan ada Dalil yang jelas2 shahih untuk menyelesaikan hal itu.
Sayang sekali jika ada orang yang selalu mengabaikan shahih atau tidaknya dalil, jika tidak sesuai dibuang dalilnya, kalau sesuai tujuannya baru dipakai walaupun lemah dalilnya.
 
Jadi jika pertanyaan dibawah ditujukan kepada mas Addin, saya sudah tahu jawaban mas addin apa,
bagaimana jika bulan tertutup awan? tertutup mendung?
Akan mengikuti sunnah Rasulullah ataukah mengikuti sunnahnya orang lain karena ada orang yang tidak percaya hadits Rasulullah?
Jawabannya bisa beda kan mas jika pertanyaan itu kita tujukan ke orang yang membalik metode mana yang mendukung dan metode mana yang didukung?
Jawabannya pasti beda juga jika kita tanyakan kepada orang yang mengabaikan kuatnya dalil bahwa jika tertutup awan, kita genapi menjadi 30 hari
 
heheheh..... santai saja ya mas
 
On 7/29/10, addinkesmas@gmail.com <addinkesmas@gmail.com> wrote:
Hanya urun rembug....
Mungkin maksudnya begini mba WN, hisab digunakan untuk membantu kapan sebenarnya untuk melakukan rukyat, bukan sekedar untuk nyunah sy kira karena selain penetapan Ramadhan tetap berdasar pada terlihatnya bulan dan mungkin sebenarnya inilah yg harus kita lakukan "menguji perhitungan/perkiraan"

Menguji perhitungan(hisab) ini sendiri apakah sudah pernah dilakukan ?
Apakah hisab ini adalah hal yg tak mungkin salah?

Sy kira ngga ya, untuk kasus di indonesia sudah di hitung bahwa musim kemarau april-september tapi kok ngga bener ya, lah wong dirumah sy hampir tiap hari hujan...

Kemudian sy pernah ditugaskan keluar kota (saya lupa) di daerah sulawesi atau maluku utara, waktu itu cuaca masih terang benderang tiba2 terdengar azan maghrib(kondisi matahari belum terbenam seperti gambaran dalam hadist yg di tulis oleh mas Arman) , lalu dalam perjalanan menuju masjid berpapasan dengan jamaah mesjid tersebut sy bertanya" loh kok masih terang sudah adzan ya pak? Apakah sudah masuk waktu maghrib?" Bapak itu cuma menjawab " o iya pak kalau disini magrib jam ....."

Dari sini sy berfikir apakah hisab itu selalu benar? Sy kira tidak, karena kalau manusia yg menghitung pasti dimungkinkan untuk salah dan keliru. Kebenaran hanyalah milik Allah ta'alla dan RasulNya,

Nah pertanyaan sy sudah adakah yg memperbaiki hal2 yg keliru dalam metode hisab ini? Tolok ukurnya apa? Menurut sy pribadi, (ini pribadi loh hanya dengan menggunakan akal seorang yg hampir tidak lulus sarjana) ru'yah inilah (yg dalilnya jelas) yang menjadi tolok ukur keberhasilan/kebenaran dari penghitungan kita.

Bagi saya hisab adalah salah satu upaya memperjelas kondisi yg digambarkan dalam hadist2 tentang waktu sholat dan penetapan ramadhan serta syawal dengan memasukkannya dalam perhitungan waktu bukan sebagai penentu. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wassallam ternyata sudah mempermudahnya tanpa harus pandai berhitung.

Dan tanpa bermaksud menjadi banci, inkosisten, tidak punya pendirian, bahkan disebut munafik, kesimpulan sy pribadi sebagai seorang awam dengan alasan yg sy kemukakan diatas bahwa hisab tidak selalu benar, kita menggunakan hisab sebagai pembantu sedangkan rukyat sebagai penentu.


Wallahu 'alam bishowab

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Date: Wed, 28 Jul 2010 13:53:36 +0700
Subject: Re: [Milis_Iqra] Menentukan Awal Ramadhan Dengan Hilal dan Hisab

 
jadi maksudnya ru'yatul hilal disini apa jika sudah dihitung dulu?
melengkapi biar nyunah atau gimana?
belum melihat koq memastikan kelihatan
kalau pas titik derajatnya tinggi ga masalah, pasti kelihatan,
kalau titik derajatnya tipis trus ketutupan awan apa ya kelihatan?
kalau ga kelihatan trus gimana?
 
 
On 7/28/10, wawan wahyu <wawan.wahyu@gmail.com> wrote: ============
 
 

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment