Thursday, July 1, 2010

Re: [Milis_Iqra] Syiah ~ Al Qur'an dan Syah (2)



2010/7/1 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Koq saya dibilang menggebu gebu to mas :-)
ayat Al Qur'an yang saya bawakan tadi benar kan?
hadits nabi yang saya copaskan juga sanadnya jelas koq, kecuali yang menolak sanad, pasti bilang ga peduli sanadnya.


[Arman] : Kalau soal membawa ayat, siapapun sekali lagi pasti bisa melakukannya. 
Ayat al-Qur'an itu bisa dibawa kekanan atau kekiri kok Mbak, olehnya maka sepanjang sejarah banyak sudah yang mempolitisir ayat utk kepentingan dirinya sendiri, mazhabnya sendiri dan seterusnya. 

Nah sekarang mbak bicara pula soal sanad, menurut anda, bagaimana korelasi antara sanad dan matn untuk menjustifikasi sebuah hadis apakah itu benar-benar berasal dari Rasul atau bukan ?

 
 [Whe-En] :
mas Arman,
kenapa anda begitu sensitif soal syiah?



[Arman] : -Senyum- saya sudah menyangka pertanyaan semacam ini pasti akan keluar dan memang akhirnya begitu adanya.
Mbak ingat waktu saya diskusi soal akal dengan mas Dani yang kalau saya tidak salah ingat pernah ada yang mencurigai saya sebagai bagian dari kelompok Muktazilah ? ingat juga waktu saya bicara soal Ahmadiyah dan mencoba menarik garis lurus persamaan kesaksian atas kerasulan Muhammad dan ketuhanan Allah ? apakah sikap saya berbeda kali ini ? apakah saya tidak mengeluarkan sebuah pernyataan tentang persatuan Islam ? 

Saya sangat terbuka mbak ... orang bebas bicara apa saja dimilis kita ini, mau kritik mau apa silahkan. Tetapi pada waktu diajak berdiskusi, mestinya ya mau bukan dengan menghindar dan malah terus memforward ini dan itu. Seingat saya, dulu juga saya sempat menyinggung hal ini pada Rizal Lingga, Abdi Yono dan Gabriella pada masanya. 

Bila saya sekarang terlihat gigih mempertahankan eksistensi Rizal Lingga yang Kristen itu di Milis_Iqra apakah saya juga dianggap telah begitu sensitifnya ? 

Saya hanya ingin meletakkan segala sesuatu pada porsi yang benar, karena milis ini punya peraturan dan tujuan.
Tujuan kita adalah mencapai kebenaran sejati yang berakhir pada Ridho-Nya Allah.

Sekarang jalan untuk mencapai kebenaran sejati itu adalah dengan belajar, dalam hal ini karena ini berbentuk milis maka seyogyanya terjadi diskusi dua arah bukan satu arah. Karena milis tempat diskusi bukan milis yang berfungsi sebagai surat kabar yang searah saja.


 
[Whe-En] : padahal MUI sudah mengeluarkan fatwanya dan saya sudah copaskan dari salah satu blog ke milis ini.
Jika MUI sudah memutuskan suatu aliran tidak sesuai dengan Al Qur'an kenapa tidak boleh mambahasnya mas?
Kenapa mas Arman ga complain ke MUI saja?
Begitu MUI mengeluarkan fatwa, boleh donk kita belajar all about it kenapa sampai dikeluarkan suatu fatwa.


[Arman] : Eksistensi dari MUI adalah lembaga penjaga akidah umat saya setuju dan perlu didukung. Tetapi perlu dicatat bahwa MUI juga adalah orang-orang seperti kita, mereka manusia yang juga belajar dan terus belajar. Mereka pun bisa salah dan khilaf. Saya hanya melihat mereka dari sisi itu. Bagi kalangan "awam" eksistensi MUI sangat baik akan tetapi semua fatwa MUI tidaklah harus mengikat setiap insan muslim yang sudah ada pada tataran ilmiah atau terpelajar.

Protes MUI ? dulu soal Ahmadiyah juga saya sudah memprotes mereka untuk tidak menyamaratakan antara Qadiyani dengan Lahore. Saya selalu mengeluarkan suara mbak terhadap hal yang samar-samar. Juga pada Depag untuk terjemahan surah an-Nisaa sekaitan penyaliban Nabi Isa.

Mbak sendiri maaf kontribusinya sudah dimana selain memforward artikel-artikel ?

 
 [Whe-En] :
kenapa cuma boleh membahas soal JIL? Ahmadiyah?


[Arman] : Milis ini bersifat independen, tidak ada larangan membahas tentang apapun. 
Masalah JIL-Ahmadiyah itu adalah masalah yang sudah berlalu dan kita tidak sedang membahasnya lagi saat ini kecuali ada member yang berkenan membuka diskusi baru tentangnya.

Soal Syiah ... silahkan saja, tetapi dengan ilmu mbak, dialog bukan dengan banjir artikel.
Kita ada dimilis dan milis itu tempat dialog, tempat diskusi bukan blog yang berisi kabar demi kabar.
Silahkan forward artikel, tetapi kalau diajak untuk berdialog tentang artikel yang diforward ya harus siap dan bersedia.



 
 
saya tunggu jawabannya ya mas arman.
Pasti mas Arman juga tahu kan, kenapa sunni dan syiah seakan akan seperti air dan minyak?
Issue yang saya posting itulah masalah utamanya
kenapa harus dihindari mas?
 


[Arman] : Saya menghindar ? Apa tidak kebalik to mbak ?



 [Whe-En] : 
satu lagi, mas Heriyadi meminta saya membahas syiah sepengetahuan saya,
dan itu yang saya lakukan, kenapa mas Arman melarang saya?


[Arman] : Mana larangan saya itu ?


 
[Whe-En] : lha wong itu yang saya tahu koq.
Dan setiap yang saya forward juga ada referensinya, ulama2 tersebut menulis darimana mereka ambil sumbernya.
Bukan sekedar provokasi
Tapi memberi informasi
kenapa mas Arman jadi sensi ya?



[Arman] : Soal sumbernya memprovokasi atau tidak itu urusan mereka dan bukan urusan saya, mereka akan mempertanggung jawabkannya sendiri dihadapan publik dan terlebih dihadapan Allah nantinya. Provokasi itu ada pada kalimat-kalimat seorang Whe-En ! Coba buka lagi setiap komentar saya berkaitan dengan hal ini. Mbak itu sudah tahu kok cuma saya heran kok masih seakan tidak tahu apa yang saya maksud ... :-)

 
[Whe-En] : 
 
satu lagi mas Arman,
tolong jelaskan kepada saya arti ulama :-)
 


[Arman] : Hahaha...... jangan bermain api kalau tidak mau terbakar Mbak ... saya tidak suka gaya dan cara anda diskusi seperti ini. Pada kesempatan yang lalu saya bertanya pada anda dan tolong jangan balikkan pertanyaan saya lagi. Anda Whe-En yang harus menjawab bukan saya, Arman.

Defenisi saya ... sudah berapa kali saya posting dimilis ini, entah kalau anda melewatkannya. Bahkan di Buku ke-4 juga ada secara tegas dan lugas saya sampaikan. Sekarang saya mau tahu apa defenisi ulama itu menurut seorang Whe-En ?

Silahkan dan jangan menghindar lagi ... :-)

--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment