Wednesday, August 25, 2010

[Milis_Iqra] Berita seputar bencana Pakistan

Bencana Makin Mengkhawatirkan, Ahmadinejad Segera ke Pakistan

Tehran, IRIB News-Presiden Republik Islam Iran, Mahmoud Ahmadinejad akan berkunjung ke Pakistan dalam waktu dekat guna meninjau lokasi yang dilanda banjir.
Hal itu dikemukakan hari ini (25/8) oleh Menteri Dalam Negeri Iran, Mostafa Mohammad Najjar. Dikatakannya, "Menyusul parahnya bencana, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memutuskan berkunjung ke Pakistan guna menentukan bantuan kemanusiaan yang lebih baik bagi para korban."

Lebih lanjut Najjar menambahkan bahwa Republik Islam akan menggunakan semua fasilitas untuk membantu korban bencana Pakistan. "Mereka yang selamat terancam terjangkit wabah yang dapat menyebar ke negara tetangga, karena itu, tindakan pencegahan harus dilakukan," tegas Najjar

Iran, yang merupakan salah satu negara pertama yang mengirim bantuan ke Pakistan, sejauh ini telah mengirimkan 330 ton bantuan kemanusiaan, termasuk makanan, air, obat-obatan dan tenda untuk korban banjir dahsyat di Pakistan itu..

Hujan dahsyat di Pakistan telah merenggut nyawa lebih dari 1.600 orang dan mempengaruhi kehidupan 20 juta warga dalam waktu 25 hari. Bencana masih belum berakhir, mengingat masih ada gelombang banjir baru di wilayah selatan negara ini.(IRIB/MZ/SL)

------------------------

Bantuan AS ke Pakistan Ternyata Hanya Penipuan

Mantan Analis Agen Rahasi AS (CIA) David MacMichael menilai bantuan kemanusiaan Amerika Serikat terhadap korban bencana banjir di Pakistan merupakan aksi pamer dan penipuan terhadap opini publik.

David dalam wawancara dengan Press TV menambahkan, "Dengan dalih untuk memberikan bantuan kemanusiaan terhadap warga Pakistan, AS berusaha menjustifikasi kehadiran militernya di negara ini".

Sebagian analis juga menilai bahwa AS berusaha memanfaatkan momentum bencana banjir di Pakistan untuk memperbaiki citra buruknya di hadapan rakyat Pakistan. Karena itu Washington berusaha mendongkrak reputasinya dengan cara memberikan bantuan kemanusiaan.

Sementara sebagian analis lain, menganggap bantuan kemanusiaan AS ke Pakistan sebagai kesempatan bagi Washington untuk memperluas operasi intelijennya di negara yang dilanda musibah itu.

Bencara banjir yang menghantam Pakistan baru-baru ini mengancam 20 juta warga di negara itu. Berdasarkan data terakhir, bencana tersebut telah merenggut korban sekitar 2 ribu orang dan mengakibatkan kerugian lebih dari 43 miliar dolar. 

--------------

"Maksud Terselubung" AS Dalam Bantuan Banjir Pakistan

ISLAMABAD (Berita SuaraMedia) – Amerika Serikat menyimpan udang di balik batu. Melalui misi penyelamatan dan kucuran jutaan dolar dana bantuan bencana banjir Pakistan, AS berharap bisa mengikis rasa tidak suka dan tidak percaya rakyat Pakistan terhadap negara adidaya tersebut.
Pemandangan dari pintu sebuah helikopter angkut Marinir AS yang terbuka memperlihatkan seperti apa akibat bencana banjir yang tanpa ampun melanda sebuah desa kecil di pegunungan Pakistan.

Tiang-tiang listrik nyaris bertumbangan, genting hotel yang terlepas tampak mengapung di dekat aliran deras Sungai Swat. Banyak bagian jembatan yang tersapu air. Jika dilihat sepintas lalu, yang tampak tersisa hanya kerangka dinding beton.

Begitu helikopter mendarat, tampak banyak warga Pakistan dengan wajah lelah dan tanpa ekspresi, sebagian di antaranya hanya membawa pakaian apa pun yang mampu diselamatkan dari bencana di dalam tas-tas plastik kecil, dengan putus asa menunggu giliran mereka diangkut.

Saat AS melaksanakan misi penyelamatan dan mengucurkan dana jutaan dolar untuk bencana banjir Pakistan, Washington berharap bahwa bantuan itu akan mengikis kebencian dan rasa tidak percaya yang banyak dipendam warga Pakistan terhadap AS.

Meski AS dan Pakistan tetap menjadi sekutu dalam kampanye "perang melawan terorisme", rakyat Pakistan memang telah sejak lama memandang AS sebagai negara tukang eksploitasi yang lebih tertarik mengambil alih negara mereka ketimbang melestarikan kemakmuran Pakistan.

Bencana banjir tersebut dianggap sebagai peluang langka bagi AS untuk menopang persekutuan yang penting yang menggeser fokus bantuan AS dari militer Pakistan kepada ekonomi dan infrastruktur negara tersebut.

Sejauh ini, AS telah memberikan bantuan $87 juta, dan Senator John F. Kerry (perwakilan Demokrat dari Massachusetts) yang berkunjung ke Pakistan Kamis (19/8) lalu menegaskan bahwa Washington akan menambah bantuan itu menjadi $150 juta.

Bantuan banjir yang ditawarkan AS kepada Pakistan merupakan yang paling besar jika dibandingkan dengan negara lain. Negara-negara sesama Muslim tidak bergerak cepat, salah satu surat kabar Pakistan menyebut keengganan itu mengejutkan. Sementara itu, Pakistan menampakkan keputusasaan saat akhirnya memutuskan menerima bantuan banjir sebesar $5 juta dari negara tetangga sekaligus rivalnya, India.

Sebagian besar bantuan dari AS sejauh ini dipusatkan ke kawasan barat laut, khususnya di Lembah Swat, sebuah kawasan yang direbut Pakistan dari kendali Taliban setahun lalu yang akhirnya justru dilanda bencana banjir.

Di Kalam, helikopter angkut CH-53 milik AS mendarat sebanyak delapan kali sehari di sebuah lapangan di tengah hutan untuk menjemput para penduduk yang terdampar. Bahkan pada suatu pagi baru-baru ini, helikopter itu dijejali 70 orang yang duduk saling berpunggungan di atas karung-karung tepung. Mereka membawa apa saja yang bisa mereka selamatkan. Permadani, barang-barang, wadah, dan pakaian dijejalkan dalam tas-tas plastik kecil.

"Kinerja AS cukup baik di sini," kata Muhammad Din (27) yang menggendong putranya di lengannya. "Hal ini semestinya mengubah pandangan masyarakat di sini tentang Amerika."

Desa yang terletak di punggung bukit dari bagian atas Lembah Swat tersebut berupaya mengembalikan statusnya sebagai tujuan wisata utama bagi warga kelas menengah Pakistan. Tapi, kemudian banjir menerjang, membuat Kalam menjadi sebuah pulau, tak punya listrik, air bersih, dan tanpa pasokan makanan serta obat-obatan.

Helikopter militer AS yang membawa keluar sekitar 940 warga dari Kalam per harinya juga membawa masuk sekitar 44 ton tepung, minyak goreng, teh, dan berbagai barang kebutuhan lain untuk warga yang masih ada di sana.

Delapan helikopter angkut Marinir dipergunakan dalam operasi itu, dan empat unit helikopter CH-46 Sea Knight tiba minggu ini di pangkalan udara Ghazi, tempat pemusatan bantuan AS.

Misi bantuan dan penyelamatan dimulai atas permintaan pemerintah Pakistan, misi tersebut dilaksanakan dengan berkoordinasi dengan militer Pakistan. Prajurit Pakistan yang bersenjatakan senapan otomatis bertugas mengamankan penerbangan di titik-titik penjatuhan bantuan dan penjemputan warga, kata Kapten Marinir Paul Duncan.

Para prajurit Pakistan yang bertugas bersama Marinir mengatakan peranan AS dalam bantuan banjir tidak ternilai.

"Mereka punya helikopter besar yang bisa mengangkut banyak orang dan juga barang bantuan yang banyak," kata seorang personel militer yang merahasiakan namanya karena dilarang berbicara kepada wartawan. "Helikopter-helikopter kami terlalu kecil. Pasukan AS benar-benar membantu kami di sini."

Tapi, ada banyak warga Pakistan yang mengatakan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh misi penyelamatan dan bantuan jutaan dolar tersebut. Di Islamabad, ibu kota Pakistan, banyak orang yang mengatakan bahwa Amerika akan mengharapkan imbalan atas bantuan yang diberikan, AS terlalu sering mengabaikan Pakistan dan tidak bisa begitu saja dimaafkan.

"Saat AS memberi kami bantuan, satu-satunya penguasa kami menerimanya," kata Muhammad Jamshed, seorang pria berusia 28 tahun yang berjualan pakaian di Islamabad. "AS ingin merebut hati rakyat melalui bantuan ini, tapi itu tidak akan terjadi. Kami tidak butuh bantuan ini. Tuhan ada di sini, dan Dia yang akan membantu kami."

Tapi, kata Duncan (38), di Kalam dan di berbagai wilayah di Swat, sikap masyarakat berbeda.

"Sejauh ini yang saya alami amat positif, hingga hampir-hampir mengejutkan," kata Duncan. "Orang yang kelaparan tentu tidak akan marah pada orang yang memberinya makanan," pungkasnya. (dn/lt)

----------------


--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment