Wednesday, August 25, 2010

Re: [Milis_Iqra] FAHAM-FAHAM DESKTRUKTIF (Fiqih Dakwah)

[mas nandang]  pertanyaan saya adalah jadi apakah ketika kita menyampaikan kebenaran kepada orang lain, kita boleh berlepas diri karena hasil dari yg qt sampaikan bukan masalah saya? tring
 
 
[whe~en]  Pertanyaannya itu ditujukan kepada saya atau bukan ya mas?
 
betul , pertanyaan itu saya tujukan untuk mba wheen karena mba wheen sendiri yg menulis pandangan tentang sesuatu dan hasilnya bukan masalah saya.jelasnya kalimatnya seperti dibawah ini:
 
bedanya saya dengan orang lain adalah, ketika ada yang sama dengan saya tapi diam saja khawatir dikira menentang warga yang lain, takut dijauhi, saya selalu berusaha mengemukakan pandangan saya.
tentang hasilnya, itu bukan masalah saya,
 
jadi tolong diberi penjelasan agar tidak salah saya menerima pernyataan yg saya tebalkan itu ?
 
Menurut mas Nandang sementara waktu itu kapan ya berkenaan dengan bid'ah itu?
Apakah menyampaikan hadits soal bid'ah itu membawa mudharat?
bukankah harusnya membawa kebaikan ya mas Nandang, karena orang jadi tahu kalau bid'ah itu dilarang.
Apakah mas nandang bisa menjelaskan kepada saya berkaitan dengan hal ini?
 

--- Pada Rab, 25/8/10, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:

Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] FAHAM-FAHAM DESKTRUKTIF (Fiqih Dakwah)
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Rabu, 25 Agustus, 2010, 1:44 PM

[mas nandang]  pertanyaan saya adalah jadi apakah ketika kita menyampaikan kebenaran kepada orang lain, kita boleh berlepas diri karena hasil dari yg qt sampaikan bukan masalah saya? tring
 
 
[whe~en]  Pertanyaannya itu ditujukan kepada saya atau bukan ya mas?
 
Kalau boleh saya ingin bertanya mas soal yani ini:
Bolehnya mengundurkan penyampaian ilmu yang bermanfaat atau menyembunyikannya sementara waktu, jika ada maslahat dalam mengundurkannya atau akan timbul mudharat jika ilmu itu disampaikan saat itu
 
Menurut mas Nandang sementara waktu itu kapan ya berkenaan dengan bid'ah itu?
Apakah menyampaikan hadits soal bid'ah itu membawa mudharat?
bukankah harusnya membawa kebaikan ya mas Nandang, karena orang jadi tahu kalau bid'ah itu dilarang.
Apakah mas nandang bisa menjelaskan kepada saya berkaitan dengan hal ini?
terimakasih
 
seperti yg saya kemukakan di postingan saya ,bahwa tulisan diatas saya rangkum dari almansuroh.wordpress.com yg ditulis oleh Ustadz Abu Muawiyah Al Atsary.
tapi yg saya fahami dari Bolehnya mengundurkan penyampaian ilmu yang bermanfaat atau menyembunyikannya sementara waktu,jika ada maslahat dalam mengundurkannya atau akan timbul mudharat jika ilmu itu disampaikan saat itu.jadi tidak ada waktu yg bisa dipakai ukuran kecuali qt sendiri ato yg faham permasalahanya saat itu.
dan dalam pemahaman saya Bolehnya mengundurkan penyampaian ilmu yang bermanfaat atau menyembunyikannya sementara waktu ini tidak hanya berkaitan dengan bid'ah saja tetapi berkaitan dengan penyampaian kebenaran yg lainya.
menyampaikan hadist tentang bid'ah bisa menjadi mudharat ato tidak nya terus terang saya tidak tahu, tetapi dampak dari orang yg menyampaikanya  yg tidak tepat waktu dan salah sasaran bisa saja jadi mudhorot.
 
hanya pengalaman pribadi saja, bahwa saya sampai saat ini masih menyimpan kebenaran kepada istri saya tentang surat albaqoroh ayat 120.hal ini berkaitan karena istri saya masih kelihatan belum bisa menerima ayat2 yg agak keras walau mualafnya sudah lama.
 
terimakasih juga mba wheen, diskusi dengan mba wheen saya yg awam saja masih ditanggapi.
 
On 8/25/10, Nandang Sudrajat <aendangzr@yahoo.co.id> wrote:

Dari Muadz bin Jabal -radhiallahu anhu- dia berkata:

"Aku pernah dibonceng oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dalam satu perjalanan, tidak ada pemisah antara aku dan beliau kecuali pelana hewan kendaraan. Beliau memanggil, "Wahai Muadz bin Jabal!" Aku menyahut, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah." Kami meneruskan lagi perjalanan. Kemudian beliau memanggil lagi, "Wahai Muadz bin Jabal!" Aku menyahut, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah." Kami meneruskan lagi perjalanan kemudian beliau memanggil lagi: "Wahai Muadz bin Jabal!" Aku menyahut lagi, " Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Tahukah kamu apa Kewajiban manusia terhadap Allah?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Beliau bersabda, "Yaitu menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya." Kami meneruskan lagi perjalanan beberapa waktu ketika kemudian beliau memanggil lagi, "Wahai Muadz bin Jabal!" Aku menyahut, "Aku penuhi panggilanmu wahai Rasulullah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tahukah kamu apakah kewajiban Allah terhadap manusia apabila mereka melakukan perkara-perkara yang aku nyatakan tadi?" Aku menjawab, "Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui." Akhirnya beliau bersabda, "Allah tidak akan menyiksa mereka." (HR. Al-Bukhari no. 2644, 5796, 6825 dan Muslim no. 30)

Dalam riwayat lain:

"Saya lalu berkata, "Wahai Rasulullah, bolehkah aku menceritakannya kepada orang-orang?" Beliau menjawab, "Jangan kamu memberitahukannya kepada mereka sehingga mereka akan bersandar kepadanya."

Yakni: Mereka akan malas dan tidak berlomba-lomba beramal saleh karena mereka hanya bersabdar pada keutamaan tauhid yang mereka sudah miliki.

 
salah satu pelajaran dari hadist diatas diantaranya adalah :
Bolehnya mengundurkan penyampaian ilmu yang bermanfaat atau menyembunyikannya sementara waktu, jika ada maslahat dalam mengundurkannya atau akan timbul mudharat jika ilmu itu disampaikan saat itu. Intinya tidak semua kebenaran harus disampaikan secepatnya akan tetapi likulli maqamin maqal (ucapan yang diucapkan harus sesuai dengan situasi saat itu), dan ini termasuk hikmah dalam berdakwah. Betapa banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh seorang dai hanya karena tidak mempunyai hikmah dalam berdakwah, khususnya ketika dia ingin menyampaikan suatu kebenaran kepada masyarakat yang sudah turun-temurun meninggalkan kebenaran tersebut.
 
tulisan diatas saya rangkum dari almansuroh.wordpress.com yg ditulis oleh Ustadz Abu Muawiyah Al Atsary
 
pertanyaan saya adalah jadi apakah ketika kita menyampaikan kebenaran kepada orang lain, kita boleh berlepas diri karena hasil dari yg qt sampaikan bukan masalah saya? tring

--- Pada Rab, 25/8/10, whe - en <whe.en9999@gmail.com> menulis:
 

Dari: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Judul: Re: [Milis_Iqra] FAHAM-FAHAM DESKTRUKTIF (Fiqih Dakwah)
Kepada: milis_iqra@googlegroups.com
Tanggal: Rabu, 25 Agustus, 2010, 8:03 AM

 





Whe~en
http://wheen.blogsome.com/

"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment