Ahmadinejad Gelar Video Conference dengan 12 Universitas AS
Presiden Republik Islam Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam video conference dengan para mahasiswa dari 12 universitas di AS, mengatakan, kesempatan untuk manajemen global harus diberikan kepada seluruh negara sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dalam pengambilan keputusan-keputusan global.
Menurut Ahmadinejad, krisis ekonomi, pergolakan sosial, dan juga krisis politik muncul akibat buruknya manajemen global. "Sebagian menganggap dirinya sebagai pemimpin dunia, namun tidak diketahui dari mana mereka memperoleh legalitas untuk mengatur dunia ini," sesal Ahmadinejad seperti dilansir Press TV hari ini, (Rabu,22/9).
Menjawab pertanyaan seorang dosen dari Universitas California Selatan tentang hubungan Iran dan AS, Ahmadinejad menuturkan, "Kendati mayoritas berpikir bahwa sulit mewujudkan hubungan antara Iran dan AS, namun tidak seperti itu. Jika pemerintah AS menghormati hak-hak bangsa Iran dan duduk di meja perundingan dengan posisi yang setara, maka kami tidak punya kendala untuk menyelesaikan masalah-masalah kedua negara."
Lebih lanjut, Ahmadinejad menilai pemberian pengakuan resmi kepada rezim Zionis Israel sama artinya mengakui aksi teror, arogansi, dan pendudukan. "Tidak ada yang berhak membuat keputusan atas nama bangsa Palestina," tandas Ahmadinejad ketika menyinggung perundingan kompromi yang digagas AS.
Pada bagian lain video conferencenya dengan mahasiswa AS, Presiden Iran ini mencela strategi para pemilik senjata atom. Ditegaskannya, perdamaian yang dicapai di bawah bayang-bayang senjata atom, bukan perdamaian yang sesungguhnya dan tidak akan langgeng. "Hanya keadilan dan cinta yang akan membawa perdamaian dan keamanan abadi," ujarnya.
"Kini para pemilik senjata atom menafsirkan energi nuklir sama dengan bom atom, sebab mereka tidak ingin negara lain menguasai teknologi nuklir damai," protes Ahmadinejad atas monopoli teknologi yang dilakukan Barat.
Menyinggung dunia perempuan dan peran kaum Hawa dalam transformasi politik, sosial, dan ekonomi Iran, Ahmadinejad menilai peran mereka sangat signifikan. Ditegaskannya, "Kami tidak memandang perempuan sebagai rival laki-laki, tapi kami melihat mereka sebagai mitra dalam kehidupan. Posisi-posisi penting yang diberikan kepada perempuan di Iran adalah bukti atas perhatian negara Islam ini terhadap kedudukan perempuan." (IRIB/RM/LV)
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment