Sikap Maridjan itu Diprotes oleh Gunung Merapi!
Merinding sudah isak tangis meratapi kematiannya. Dan hiruk pikuk
sudah puja puji dimana-mana.
Mungkin saja setelah ini mbak Maridjan Akan dicatat dalam sejarah
gunung Merapi. Bahkan mungkin nama gunung itu juga akan dirubah
menjadi Gunung Marijan. Begitulah proses lahirnya sebuah legenda dalam
sejarah peradaban manusia. Mungkin! (Jangan sok tahu Bung Erianto
Anas!)
Saya sangat mengagumi keteguhan mbah Maridjan dengan keyakinannya.
Andai saja saya berada di sampingnya saat itu, mungkin saya sudah lari
tunggang langgang entah kemana. Tapi di sini saya ingin melihat
tragedi kematiannya dari sisi yang berbeda.
Sudah tertulis dalam Alquran bahwa ada sunnatullah, yang dalam bahasa
ilmu Pengetahuan dikenal dengan istilah kausalitas atau hukum sebab
akibat. Dan Tuhanpun sudah berjanji bahwa sekali-kali Dia tidak akan
merubah sunnahNya. Itulah suatu bukti keadilan Tuhan di Jagat Raya.
Segalanya berproses sesuai hukum-hukumnya. Andai saja matahari dan
hujan pilih kasih, mungkin saya akan selalu dalam gelap dan tidak akan
pernah basah. Tapi alam tidak peduli apakah saya sholat dan berdoa
atau tidak. Matahari tetap saja bersinar dan saya tidak pernah ditolak
untuk mendapatkan sinarnya.
Dan saya malu jika Tuhan harus menunda hujan karena doa saya sebagai
seorang pedagang air minum yang menginginkan agar semua orang
kehausan. Tapi puluhan milyar manusia lain dimuka bumi justru sudah
lama merindukan hujan karena sawahnya ladangnya yang kekeringan.
Ternyata Tuhan tidak pernah memotong hukum alam yang dibuatnya
sendiri. Itulah kemahaadilan Tuhan. Segalanya berjalan mengikuti
proses seleksi alamiah. Mana mungkin saya bisa menghentikan matahari
bersinar jika hukum alam (sunnatullah) sudah digariskan untuk tetap
beredar dan bersinar.
Entah sudah berapa para Nabi Rasul, orang saleh, kaum spiritualis para
sufi dan cendikiawan hingga peramal langit ke tujuh terukir di
sepanjang sejarah. Tapi semuanya? Akhirnya juga MATI! Yang kematiannya
tidak lepas dari sebab-sebab alamiah. Hanya saja tidak semua sebab itu
diketahui oleh kecerdasan manusia yang sangat terbatas.
Tragedi kematian mbah Marijan bagi saya adalah sebuah tamparan untuk
naluri primitif manusia yang tidak henti-hetinya haus akan mitos dan
takhayul. Dimana Mbah Marijan sudah mencoba bertempur melawan hukum
alam. Sedangkan Tuhan? Sudah berjanji tidak akan memotong kompas hukum
alam ciptaanNya sendiri.
Selamat jalan mbah Maridjan!
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment