Monday, November 8, 2010

Re: [Milis_Iqra] Warga Yogya Gelar Kejawen Only....

maaf ya mas,
saya belum bisa baca mailnya mas dani dibawah, jadi jangan dikejar2 untuk jawab yach please.
belum bisa browsing saja,
kalau ga mau ditanya gapapa koq heheheh
kan saya dah bilang ga usah dijawab

beneran maaf loch mas, saya masih cape kurang tidur, trus jum'at ke Jogja lagi,
jadi saya harus jaga stamina antara kerjaan dan pribadi
Maaf banget loch mas.... prioritas saya masih keluarga saya di Jogja, jadi maaf banget saya lagi ga bisa debat.
Dan ini saya ungkapkan bukan saya minta dikasihani, minta dikasih empati, cuma INFO, INFO, INFO
(saya ulang, soalnya sering ada yang ga bisa paham mana inpo mana pertanyaan, mana pernyataan heheheheh)

eh, saya ada tawaran buat mas Dani,
bagaimana kalau energi buat debat dibawa saja ke Jogja, sambil membantu apa yang bisa kita lakukan, kita bisa terusin diskusinya sambil kerja disana?

satu lagi,
makanya jangan asal komentar negatif dech mas kalau soal Jogja, mentang mentang saya dari Jogja
pertama bilang Islam kejawen, ditanya mas Jenny berubah jadi Nasrani Kejawen, yang bener berapa elemen agama?
lebih cocok pertanyaan itu ke mas Dani kan?
asal komennya mas Dani cocok ga?

Walaupun sikap mas Dani selalu tidak mengenakkan saya di milis ini setelah diskusi syiah kemaren, tapi tetep sampai sekarang idola saya tetep Ahmaddani (Permana) bukan Ahmadinejad

2010/11/9 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>

[WN] cuma bilang sekarang banyak yang mengatasnamakan orang lain itu saja satu orang mengatasnamakan semua beberapa orang mengatasnamakan semua, dsb

yang mengatasnamakan semua itu punya empati ga disaat seperti ini? yang cuma mencari cari kesalahan mereka apakah punya empati juga? dan masih banyak lagi, ga bisa disebutkan satu persatu disaat keadaan mereka seperti ini?

[Dani] Coba dibedakan, mana yang merasa harus dikasihani dan mana yang tidak harus dikasihani. Untuk "Korban Merapi" itu adalah prioritas untuk mendapatkan bantuan. Namun kasus disini adalah kasus "Warga Yogya Gelar Upacara Tolak Bala Korban Merapi" bukan masalah kasian-dan kasian. Dan di artikel tersebut tidak menyebutkan Warga "Muntilan, Maguwoharjo, dsb" jadi jangan di bawa kemana-mana isi dari Artikel "Warga Yogya Gelar Upacara Tolak Bala Korban Merapi". Dan untuk apa saya empati kepada orang yang telah berbuat Syirik… wong sudah tentu bertentangan dengan Al Qur'an.

Saya juga cuma berterimakasih koq kepada mas Jenny, setidaknya dengan pertanyaan mas Jenny menunjukkan, tidak semua masyarakat Jogja berbuat seperti itu

[Dani] diartikel nya juga tertulis "Ratusan masyarakat yang tergabung……"  berarti bukan semua donk…

jadi menurut mas dani mana yang benar :
Beginilah Islam kejawen atau Nasrani kejawen?

[Dani] Hmmm gimana yah… "Paguyuban Tri Tunggal" anggotanya terdiri dari beberapa elemen agama… namun dari acara yang sering dilakukan oleh komunitas ini tidak tersekat masalah agama, dan "DR. Sapto Raharjo, SIP" juga mengatakan bahwa dalam acaranya sering tidak memperhatikan sekat agama, maklum budayawan. … Namun disisi lain dijuga sering ikut dalam acara mauilid Nabi tuh. Eit tapi… ada acara yang kalah serunya yaitu setiap malam dan tanggal satu suro, dan bukan hanya romo saja yang da disana.. kemdian acara apaan nih "upacara labuhan di Sri Manganti dan Kendit," trus juga Kirab Pusaka, kemudian acara TAPA bisu dengan keliling kraton Jogja, walah masih banyak dah….

"(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Rabb) yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Besar". (QS. Al Hajj: 62)

[Wheen]

bukankah dengan menyebut kedua duanya yang satu salah?

[Dani] Mbak WN mau Tanya, emang di Nasrani ga ada kejawen yah " coba di tilik "Goa Maria Tritis"  …. Dan juga mau Tanya "Paguyuban Tri Tunggal" anggotanya dari agama mana saja….. silahkan Mbak WN… mencari… karena saya ingin ada dua kominikasi yang seimbang…  jangan pinter nanya terus….

[Wheen]

kalau salah mau tidak minta maaf kepada yang disalahi?

[Dani] Mbak WN ini paling bisa memerintahkan orang, namun seperti orang bilang bukan saya saja "disisi lain sy prihatin seseorang yg mengajarkan kebaikan buat orang lain namun lupa terhadap dirinya sendiri bahasa kampung sy "Jarkoni" iso ngajar gak iso nglakoni (bisa mengajar tapi gak bisa melaksanakan". Orang bertanya ga dijawab-jawab malah mengeluarkan hadist yang ga ada hbungannya sama sekali.

Saya tidak ingin melihat kasihan dan kasihan warga a dan atau warga hingga Z, …. Dan saya ingin mendapatkan diskusi yg seimbang… bukan selentingan-selintingan kata yang useless untuk dibaca…  clue sudah saya berikan…

-
--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment