From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of awung
Pertanyaan om Dani ini kelas berat, saya butuh waktu untuk memikirkannya (thanks memaksa saya untuk belajar)
[Dani Permana] Saya teramat menghargai jerih payah antum, semoga Allah memberikan pahala untuk upaya Mas Awung… karena ilmu itu akan diperoleh dengan motivasi dan hasil berpikir.
========
(Dani) bukannya kata "berupaya" adalah usaha. Coba antum maknai ayat ini "Adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (al Qori'ah : 6 - 9)
(awung)
Saya tidak melihat ayat ini ada hubungannya dengan pembicaraan kita. Tapi baiklah saya ikuti. Menurut analisa yang sampai ke saya ayat ini merupakan penjelasan dari ayat 3/25 “Bagaimanakah nanti apabila mereka Kami kumpulkan di hari (kiamat) yang tidak ada keraguan tentang adanya. Dan disempurnakan kepada tiap-tiap diri balasan apa yang diusahakannya sedang mereka tidak dianiaya (dirugikan).” Setelah sesorang meninggal amalan secara langsung berhenti, tetapi efek mlm dari amalannya baik yang baik maupun yang buruk akan disempurnakan (di total) pada hari kebangkitan. Nah siapa yang timbangan kebaikannya banyak (berat) maka dia akan mendapatkan surga sebaliknya yang timbangan kebaikaikannya ringan maka dia akan ditempatkan di neraka Hawiyah (ibu/pangkal neraka)
[Dani Permana] InsyaAllah ada kaitannya karena dari hadist yang sedang kita bahas (musibah, sakit dsb) sebagai penghapusan dosa dan dengan Qs Al qori'ah atas timbangan dosa dan pahala
Sebagaimana dalil2 yang telah saya sampaikan dahulu berikut adalah pembahasannya...
Pembahasan.
Qs Alqori'ah ayat 6-9 berbicara tentang timbangan amal kebajikan. Di yaumil hisab antara dosa dan pahala akan ditimbang, maka kita nanti akan ketahui mana yang lebih berat, pahalakah atau dosa kah.
Musibah, sakit dll jika kita bersabar akan musibah itu maka Allah memberikan keberkahan, pahala atas Kesabarannya itu. Jadi bukan sakitnya atau musibahnya yang menghapus dosa tapi pahala atas kesabaran itu yang menghapus dosa., sebagaimana firman Allah " Sungguh amal pahala itu menghapus dosa dosa (QS Hud 114)"
Smoga bisa menjelaskan tentang hadist bahwa musibah sakit dll bisa menghapus dosa.
==============
(Dani) sekarang saya bertanya "Kriteria dosa" bisa disebutkan sama Mas Awung ? Dari situ kita akan jabarkan mana dosa-dosa yang bisa dilakukan dengan taubat nashuha dan mana dosa yang bisa hilang karena kesabaran.... Kenapa al qur'an menggunakan lafazh "taubatan nasuha" bukan yang lainnya...
(awung)
Saya belum menemukan keterangan tentang kriteria dosa dari alQuran itu sendiri mudah2an kedepan ada ahli dzikir atau ulul albab yang akan menjelaskan (kalau memang itu diperlukan). Tetapi di alQuran beberapa disebut sebagai dosa besar atau bahkan tidak diampuni. Apakah yang diluar itu disebut dosa kecil saya belum menemukan keterangannya. Yang jelas alQuran menyuruh kita untuk selalu memohon ampunan dan apabila menyadari melakukan kesalahan bersegera untuk memohon ampun seperti dicontohkan oleh para nabi dan rasul (banyak dikisahkan di dalam alQuran). Dan dalam memohon ampunan hendaknya kita bersungguh2 (taubatan nashuha) untuk kembali ke jalan yang ditunjukkanNya (shirathal mustaqiim).
[Dani Permana] Semoga artikel berikut bisa menjabarkan saya awali dengan ayat berikut
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga). (An Niss : 31)
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ketika seorang mukmin berbuat suatu dosa, dosa itu menjadi sebuah noda hitam pada hatinya. Jika ia menyesalinya (memohon ampunan) hilanglah noda itu. Jika ia tidak menyesali perbuatan itu maka noda itu akan membesar dan membesar sehingga menutupi seluruh hatinya.” Allah SWT menjelaskan dalam firman-Nya, Surat Al-Muthaffifin Ayat 14. " Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu telah menutupi hati mereka"
Diantara dosa-dosa besar yang musti dijauhi oleh setiap orang yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dan Rasul-Nya adalah sebagaimana hadits berikut :
"Jauhilah oleh kalian tujuh perkara (dosa besar) yang membinasakan, yaitu : Menyekutukan Allah, Mengerjakan sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang hak, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang dan menuduh berzina wanita-wanita yang terpelihara kehormatannya yang dalam keadaan lalai lagi beriman". (HR. Bukhari dan Muslim)
DOSA-DOSA BESAR
1. Menyekutukan Allah
Yaitu dengan menjadikan selain Allah sebagai tandingan dan sekutu dalam segala hal dan sekecil apapun. Ini termaktub dalam ayat di atas: “Janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia.” Seluruh manusia harus mengakui bahwa Allah adalah Esa. Tidak ada sesuatupun yang patut disembah, diminta pertolongan dan dipatuhi kecuali Allah swt. Kadang masyarakat kita tidak sadar melakukan sesuatu yang menyimpang dalam berdoa dan memohon kepada Allah. Bahkan ada di antara mereka, karena begitu lama hidup dalam kesulitan dan kemiskinan lalu lari ke kuburan, tempat-tempat keramat dan perdukunan agar diberikan jalan hidup yang lebih baik.
Syirik terbagi dua bagian: syirik akbar dan syirik ashgar. Masing-masing memiliki dua bagian: dzahirun jali (yang tampak nyata) dan bathinun khafi (yang samar tersembunyi). Adapun maksud dari syirik akbar adalah menjadikan sekutu bagi Allah dalam melakukan sesuatu perbuatan yang seharusnya perbuatan itu hanya ditujukan kepada Allah, seperti menjadikan tuhan-tuhan lain bersama Allah, baik secara terang-terangan dengan mentaati, menyembah, memohon pertolongan selain kepada Allah, dan tersembunyi, seperti sifat sombong, takabbur dan ujub, yang kesemua hal tersebut merupakan bagian syirik yang tersembunyi, sebagainana dijelaskan oleh Rasulullah saw bahwa Allah swt. tidak akan memasukkan seorang hamba kedalam surga apabila di dalam hatinya ada sebesar atom (biji sawi) dari sifat takabbur. Atau bersumpah dan bernadzar kepada selain Allah. “Kemusyrikan lebih samar ketimbang derap langkah semut di atas batu hitam di malam yang gelap gulita.” Adapun yang dimaksud dengan syirik kecil adalah menganggap sesuatu benda memiliki kekuatan gaib, seperti memakai kalung dan benang sebagai jimat, peramal, dukun atau tenung dan guna-guna.
Kedua bagian dari syirik tersebut di atas merupakan dosa besar yang tidak akan diampuni oleh Allah swt. Seperti yang telah difirmankan dalam surat An-Nisa ayat 116: “Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukkan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki. Dan barangsiapa mempersekutukkan (sesuatu) dengan Allah, maka ia telah tersesat sajauh-jauhnya.”
Satu hal yang dianggap syirik oleh Allah adalah melakukan kurban untuk berhala-berhala atau selain Allah. Bentuknya tidak terbatas hanya pada menyembelih binatang, tetapi juga dengan mempersembahkan sesajen ke laut dan sejenisnya. Perbuatan ini jelas-jelas berbau syirik. Namun, setan membungkusnya dengan berbagai hal yang berbau Islami. Sehingga orang-orang yang tidak mengerti menyangka bahwa apa yang mereka lakukan adalah ajaran Islam. Padahal tidak sama sekali. Setan tidak hanya masuk melalui pintu-pintu kejahatan untuk menyesatkan manusia, tetapi ia juga masuk melalui pintu-pintu ibadah dengan menimbulkan ritual baru yang dibungkus dengan beberapa hal berbau Islam. Tujuannya tak lain adalah menyesatkan kaum muslimin dan manusia pada umumnya. Di negeri ini ritual-ritual pengorbanan dan persembahan sesajen masih sangat sering dilakukan di berbagai pelosok. Yang menyedihkan adalah mereka yang melakukannya notabene adalah kaum muslimin, bahkan mereka menganggap hal itu ajaran Islam. Na’udzubillah!
Juga sama halnya dengan mengundi nasib, meramal, dan sejenisnya. Nasib adalah perkara gaib yang tidak diketahui, kecuali oleh Allah. Para peramal itu hanya menerka-nerka dan sebagian meneruskan bisikan setan kepadanya. Sesuatu yang bersifat spekulatif kadang-kadang memang mengena, tetapi itu tetap tidak mengubah statusnya dari hal yang spekulatif. Ramalan bintang, shio, membaca telapak tangan, kartu tarot, dan sejenisnya merupakan variasi bentuk dari meramal dan mengundi nasib. Bentuk berbeda, tetapi hakikatnya sama. Jadi semua dosa kemungkinan dapat diampuni oleh Allah swt. kecuali syirik. Sebab, syirik merupakan pangkal segala kejahatan dan sumber dosa yang dilakukan manusia. Orang musyrik sama dengan orang yang mengingkari keberadaan Allah swt.
2. Sihir
Sihir adalah perbuatan setan yang disampaikan kepada manusia sehingga dirinya merasa punya kekuatan, menetahui yang ghaib dan lain sebagainya. Setan mengajarkan sihir untuk menyesatkan pelaku dan umat manusia, sehingga orang yang melihat sihir seakan suatu kebenaran.
Sebagaimana firman Allah:
“Dan ikutilah apa yang dibacakan oleh setan atas kerajaan Sulaiman, padahal Sulaiman tidak ingkar (kepada Allah) namun setanlah yang ingkar, mereka mengajarkan kepada manusia sihir.” (Al-Baqarah: 102)
Dalam keseharian banyak kita temui jenis-jenis sihir, baik dukun, santet, pelet, dan lain sebagainya. Dan apapun jenisnya sihir adalah bagian dari kafir dan dosa besar.
3. Membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan cara yang benar
Membunuh jiwa yang diharamkan kecuali karena ada sesuatu sebab yang benar. Seperti yang ditegaskan dalam firman Allah: “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Yaitu membunuh orang lain tanpa ada sebab dan alasan yang dibenarkan Islam seperti mempertahankan akidah dan jiwa dalam perang, qishas (membunuh pembunuh seseorang secara sengaja), membunuh orang yang murtad dan terang-terangan memusuhi Islam, dan berzina padahal sudah menikah. Rasulullah saw. pernah bersabda: “Tidak dihalalkan darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan aku adalah Rasulullah melainkan dengan salah satu dari tiga sebab: pezina yang sudah menikah, jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agama serta memisahkan diri dari jama’ah.”
Isyarat di atas tidak terbatas pada pengharaman membunuh jiwa, namun mencakup pada perbuatan yang menjurus pada pembunuhan, seperti permusuhan dan adu domba sehingga orang lain bertikai dan saling membunuh, dengki dan lain-lain pada perbuatan yang akibatnya menghilangkan nyawa orang.
Dalam ayat lain Allah swt. banyak mengisyaratkan akan pelarangan tiga perkara; syirik, zina, dan membunuh jiwa saling beriringan. Ini karena ketiga hal tersebut merupakan tindak kriminal yang dikategorikan sebagai pembunuhan. Syirik misalnya dapat membunuh fitrah dan hati yang terdapat dalam diri manusia, zina dapat membunuh kehidupan sosial, sedangkan yang ketiga merupakan pembunuhan jiwa seseorang secara sengaja tanpa ada alasan yang dibenarkan.
Orang yang membunuh seseorang disebut pembunuh, fasiq, dzalim atau pendurhaka dan kafir. Sebagaimana disabdakan dalam hadits Rasulullah saw.: “Memaki-maki orang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekafiran.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Ibnu majah)
Adapun ganjaran bagi orang yang membunuh adalah dosa besar, walaupun yang dibunuh adalah musuh Allah atau orang kafir yang memiliki ikatan perjanjian damai dengan negara Islam dan telah mendapatkan jaminan keamanan. Seperti yang disabdakan Rasulullah saw.: “Barangsiapa yang membunuh kafir mu’ahad (orang kafir yang tinggal di negeri yang terikat perjanjian damai dengan negara Islam), maka ia tidak akan dapat mencium bau surga. Ketahuilah bahwa bau surga itu dapat dicium dari jarak perjalanan empat puluh tahun. (HR. Bukhari, Muslim dan Ibnu majah)
Sedangkan ganjaran orang yang membunuh orang mukmin dengan sengaja, maka hukumannya adalah neraka Jahannam (An-Nisa: 93). Dalam hadits disabdakan: “Lenyapnya dunia ini lebih ringan menurut Allah daripada membunuh seorang mukmin tanpa adanya alasan yang benar.” (HR. Ibnu majah).
Dan yang termasuk membunuh yang dilarang Allah adalah membunuh anak yang telah diamanahkan Allah karena takut jatuh miskin dan melarat, karena Allah sendiri yang akan memberi rizki kepada mereka. Seperti yang telah difirmankan Allah, “Janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.”
Orang-orang Arab semasa jahiliyah biasa membunuh anak putrinya hidup-hidup. Sebagian di antara mereka ada yang didorong rasa cemburu, ada yang takut miskin, dan mayoritas melakukannya karena untuk menghindari rasa malu dan aib. Sehingga Allah menurunkan ayat yang melarang mereka membunuh anak, entah apa pun alasannya. Sebab Allah-lah yang menciptakan, memberi rezeki dan sudah menjamin bagi hamba-hamba-Nya segala kebutuhan hidupnya.
Ada seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah saw., “Apakah dosa yang paling besar?” Beliau menjawab, “Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu.“ Orang itu bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau menjawab, “Engkau membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu.”
Larangan membunuh anak mengisyaratkan akan keuniversalan ajaran Islam dan keunikannya. Dimana setelah Allah menjabarkan hak orang tua dari anaknya dan kewajiban anak terhadap orang tua, Allah juga tidak mengesampingkan hak anak dari orang tuanya dan kewajiban orang tua terhadap anaknya. Keduanya harus saling beriringan dan sejalan, saling memberikan perhatian antara keduanya. Jangan sampai seorang bapak menuntut kepada anaknya untuk berbuat baik kepadanya sementara ia sendiri tidak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang bapak terhadap anaknya: mendidik dan mengasuhnya serta membimbingnya dengan baik. Patut disadari bahwa bimbingan, arahan, dan didikan orang tua kepada anaknya akan mempengaruhi jiwa anak tersebut. Baik dan buruknya seorang anak bergantung pada didikan orang tuanya.
Tentunya pemenuhan kewajiban orang tua terhadap anaknya merupakan langkah pertama sebelum anak melakukan kewajibannya di hadapan orang tuanya untuk berbuat baik. Orang tua harus memelihara, memberi makan, mendidik dan mengasuh anaknya, dan memberi sesuatu yang terbaik kepadanya. Ketika semua kewajiban itu terpenuhi, maka orang tua berhak menuntut haknya dari si anak. Paling tidak sebagai imbalan atas pemenuhan kewajiban-kewajiban ini, orang tua berhak mendapat penghormatan, ketaatan, perlakuan baik, kasih sayang, dan perhatian yang mereka perlukan di hari tua.
4. Berbuat keji, baik secara terang-terangan ataupun sembunyi-sembunyi.
Hal ini diisyaratkan dalam firman-Nya: “Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi.”
Para mufassirin menafsirkan maksud dari kalimat “al-fawahis” dengan segala bentuk kemungkaran dan kekejian. Ini berarti Allah melarang semua kemungkaran dan kekejian, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, agar manusia terjauhkan dari hal-hal yang kotor dan yang dapat menodai kehormatannya. Sebagian mufassirin lainnya mengartikan makna kalimat tersebut dengan zina, dan ditulis dalam bentuk jama’ (plural). Karena kemungkaran tersebut memiliki banyak pendahuluan yang dapat menarik kepada perbuatan keji tersebut, seperti tabarruj (buka-bukaan), ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan wanita), pacaran, pergaulan bebas, mengumbar senyum dan aurat, dan lain-lain yang menyebabkan orang terjerumus dalam perzinaan. Pendapat tersebut diperkuat dengan adanya kalimat “la taqrabu” (jangan mendekati). Karena langkah untuk mencegah terjadinya perbuatan tersebut adalah jangan sekali-kali mendekati perbuatan yang menjurus kepada perbuatan zina.
Adapun maksud dari kalimat “terang-terangan dan sembunyi-sembunyi” adalah bahwa segala kemungkaran dan kekejian haram hukumnya tanpa terkecuali baik yang dilakukan dengan terang-terangan dan sembunyi. Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Beliau berkata, “Semasa jahiliyah mereka menganggap zina bukan dosa selagi dilakukan secara tersembunyi, dan mereka menganggapnya keburukan jika dilakukan terang-terangan dan terbuka.”
5. Memakan harta orang lain dan harta anak yatim dengan cara yang bathil
Allah swt. berfiman:
“Dan janganlah kalian memakan harta sebagian dari kalian dengan bathil, kecuali melalui jual beli dan saling ridho.” (An-Nisa: 29)
“Dan janganlah kalian memakan harta di antara kalian dengan cara yang bathil, kalian mengambilnya melalui hakim (pengadilan) agar kalian dapat memakan harta sekelompok manusia dengan dosa sedangkan kalian mengetahui.” (Al-Baqarah: 188)
“Sesungguhnya orang yang memakan harta anak yatim dengan cara zhalim, mereka memasukkan api neraka dalam perut mereka, dan mereka akan dimasukkan ke dalam neraka sa’ir.” (An-Nisa: 10)
“Dan ambillah harta anak yatim (dengan cara yang baik) dan janganlah kamu ganti keburukan dengan kebaikan, dan janganlah kamu memakan harta mereka seperti harta kamu sendiri, karena sesungghnya yang demikian itu adalah merupakan dosa yang besar.” (An-Nisa: 2)
DOSA-DOSA KECIL
Yaitu dosa-dosa yang tidak tersebut diatas,
Rasulullah bersabda: tidak ada dosa kecil apabila dilakukan dengan terus menerus dan tidak ada dosa besar apabila disertai dengan istighfar. Allah juga berfirman: “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (QS. Ali Imran [3]: 135)
Menganggap remeh akan dosa.
Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya seorang mu’min dalam melihat dosanya, bagaikan seorang yang berada di puncak gunung, yang selalu khawatir tergelincir jatuh. Adapun orang fasik dalam melihat dosanya, bagaikan seseorang yang dihinggapi lalat dihidungnya, maka dia usir begitu saja.” (HR. Bukhori Muslim)
Bergembira dengan dosanya.
Allah berfirman: “Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.” (QS. Al Baqarah [2]: 206)
Merasa aman dari makar Allah.
Allah berfirman: “Apakah tiada kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. Al Mujadilah [58]: 7)
Terang-terangan dalam berbuat maksiat.
Rasulullah bersabda: “Semua ummatku akan diampunkan dosanya kecuali orang yang mujaharah (terang-terangan dalam berbuat dosa) dan yang termasuk mujaharah adalah: Seorang yang melakukan perbuatan dosa di malam hari, kemudian hingga pagi hari Allah telah menutupi dosa tersebut, kemudian dia berkata: wahai fulan semalam saya berbuat ini dan berbuat itu. Padahal Allah telah menutupi dosa tersebut semalaman, tapi di pagi hari dia buka tutup Allah tersebut.” (HR. Bukhori Muslim)
Yang melakukan perbuatan dosa itu adalah seorang yang menjadi teladan.
Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang memberi contoh di dalam Islam dengan contoh yang jelek, dia akan mendapat dosanya dan dosa orang yang mengikutinya setelah dia tanpa dikurangi dosa tersebut sedikitpun.” (HR. Muslim)
Dan sebenarnya masih banyak dosa-dosa kecil,
Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jauhilah dosa-dosa yang dianggap ringan, karena dosa ringan itu laksana kaum yang tinggal di perut lembah, setiap orang membawa sepotong kayu, hingga mereka bisa memasak roti, sesungguhnya dosa-dosa yang dianggap ringan saat hukumannya ditimpakan kepada pemiliknya akan membinasakannya." Musnad Ahmad No. 21742
Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jika dosa seorang hamba menjadi semakin banyak dan tidak ada sesuatu yang manghapusnya dari sebuah amalan, maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan untuk menghapus dosa-dosa tersebut." Musnad Ahmad No. 24077
(Awung)
Tentang kenapa al qur'an menggunakan lafazh "taubatan nasuha" bukan yang lainnya... 42/10: "Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya." ya ini hak perogratif Allah
(Dani Permana) “"taubatan nasuha"” adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang.
"Artinya : Dan mohon ampunlah kepada Rabb-mu, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Rabb-ku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih." [Huud: 90]
Dalam Surah Huud ini Allah memenjelaskan bahwa setelah memohon apun dibarengi dengan lafazh taubat, yang berarti harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, mengapa Allah berfirman dengan lafazh, artinya “…mudah-mudahan Rabb-mu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam Surga….”, Mas Awung bertanya itu pun dengan mudah-mudahan, ini berarti bahwa memohon ampunan dengan tidak sungguh-sungguh (tauban Nasuha) maka kesalahan-kesalahan itu akan terulang, dan hal into bukanlah taubatan nahusa, karena Taubat Nasuha adalah “menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang.”
2011/1/22 <aendangzr@yahoo.co.id>
Mas aba,kalau sunnah atau hadits perlu dibaca dan dipikirkan juga,tidak?
Sent from BlackBerry® on 3
-----Original Message-----
From: abafarhan <abafarhan@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Sat, 22 Jan 2011 20:22:58
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra] Berani Bermain Air Harus Berani Basah
ha..ha maaf maaf,..alquran adalah pelajaran,..jadi mari kita baca dan fikirkan..
On 1/22/11, aendangzr@yahoo.co.id <aendangzr@yahoo.co.id> wrote:
> Maaf juga nih mas aba farhan,......
> Saya sendiri agak bingung dgn jawaban2 mas aba farhan,sepertinya mas aba
> sering menajawab dgn ayat ayat quran,namun sepertinya tidak pernah
> menyampaikan tafsirnya dan juga sejauh yg saya baca tidak pernah dijawab dgn
> sunnah.jadi apa yg mas aba farhan sampaikan masih sulit bagi saya yg awam
> ini untuk memahaminya.
> Maaf bila salah menafsirkan
>
> Salam
> Sent from BlackBerry® on 3
>
> -----Original Message-----
> From: "Dani Permana" <adanipermana@gmail.com>
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Sat, 22 Jan 2011 11:30:50
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: RE: [Milis_Iqra] Berani Bermain Air Harus Berani Basah
>
> Maaf Mas Aba Farhan,. jawabannya tidak nyambung dengan pertanyaan. dan saya
> juga sedang bertanya kepada Mas Awung..
>
>
>
> Coba auntum lihat yang sangan tidak sepadan jawaban dan pertanyaan
> "pertanyaan Kriteria dosa" di jawab dengan Surat "AlBaqoroh145, Albaqoroh
> 155, Albaqoroh177, Alfurqon70" apakah ayat2 yang Mas Aba Farhan ini
> berbicara mengenai dosa?
>
>
>
>
>
>
>
> Regards,
> Dani Permana
>
>
>
> " Always desire to learn something useful."
>
>
>
> From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On
> Behalf Of abafarhan
> Sent: Saturday, January 22, 2011 10:04 AM
> To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra] Berani Bermain Air Harus Berani Basah
>
>
>
> (al Qori'ah : 6 - 9) "
>
> Adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada
> dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan
> timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.
>
> AnNisaa173
> Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal shaleh, maka Allah
> akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian
> dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan
> diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan
> mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong
> selain daripada Allah.
>
> Yang kedua... Sekarang saya bertanya "Kriteria dosa" bisa
> disebutkan sama Mas Awung ? Dari situ kita akan jabarkan mana
> dosa-dosa yang bisa dilakukan dengan taubat nashuha dan mana dosa yang
> bisa hilang karena kesabaran....
>
> AlBaqoroh145
> Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah)
> dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta
> orang-orang yang sabar.
> Albaqoroh 155
> Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
> ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
> berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
> Albaqoroh177
> Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu
> kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada
> Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan
> memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim,
> orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan
> orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya,
> mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati
> janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
> kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah
> orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang
> bertakwa.
>
> Alfurqon70
> kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal
> shaleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan
> adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
>
> Ketiga : Kenapa al qur'an menggunakan lafazh "taubatan
> nasuha" bukan yang lainnya...
> ??????????
> Segala sesuatu harus ada dasar ilmunya dan begitu pula
> menggunakan logika
>
> bisa disharing??
>
> jangan-jangan pertentangannya hanya ada dalam pikiran kita,
> dengan
> pikiran kita yang memastikan pemahaman kita sendiri terhadap ayat al
> Quran bukan dengan Al Quran itu sendiri.
> ?????????
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
> =-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
> =-=-
>
>_____
>
> No virus found in this message.
> Checked by AVG - www.avg.com
> Version: 10.0.1191 / Virus Database: 1435/3394 - Release Date: 01/21/11
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No virus found in this message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 10.0.1191 / Virus Database: 1435/3395 - Release Date: 01/21/11
No comments:
Post a Comment