Monday, January 31, 2011

Re: [Milis_Iqra] Brak!! Habibie Gebrak Meja Komisi I DPR Saat Bahas Alutsista

Saat ini sulit sudah mencari panutan.
Semoga dg 'semangat' Mr. Crack ini, anggota dewan dpt terketuk hatinya untuk menelorkan kebijakan yang semata mata demi kepentingan Rakyat (dalam bingkai bangsa & negara) bukan hanya kepentingan politik dagang sapi semata.
Bangsa & Negara ini sdh tercerai berai dg BANYAKnya kepentingan sesaat para oportunis politik yg tanpa malu sll bilang membela kepentingan rakyat tapi tidak tahu rakyat mana?
Sulit memang menyatukan visi & misi butuh kearifan mental & intelektual
BUKAN MERASA BISA namun HARUS BISA MERASA

From: "Sutarno Sutarno" <Sutarno.Sutarno@id.flextronics.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Tue, 1 Feb 2011 11:02:06 +0800
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Brak!! Habibie Gebrak Meja Komisi I DPR Saat Bahas Alutsista

Salaut Buat,Mr Crack ini.

Minta tolong orang-orang pinter, ilmuwan, hartawan pulang saja ke Indonesia,

Biar orang Indonesia tidak hanya pintar politik,pintar korupsi,pintar bermain kata-kata,pintar berargumentasi,pintar menggunakan dalil, Pintar bertanya,pintar membuat kambing hitam, Pintar mengalihkan pembicaraan,pintar ngegosip,Pintar menebar janji, Pintar mencari dan memperbesar perbedaan, Pintar memperbesar masalah yang kecil,Pintar mengagumi orang lain,Pintar mencari masalah, Pintar berkomentar,Pintar mengkritik,

Biar orang Indonesia pada Pintar untuk memikirkan Orang lain,memikirkan  Rakyat,Pintar banyak berbuat sedikit berkata.Pintar membuat Bukti daripada Janji,Pintar belajar dan mengamalkan ilmu.

 

Regards

 

Sutarno

 


From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Andhy Oktora Amir
Sent: Tuesday, February 01, 2011 9:26 AM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Brak!! Habibie Gebrak Meja Komisi I DPR Saat Bahas Alutsista

 

Brak!! Habibie Gebrak Meja Komisi I DPR Saat Bahas Alutsista 
Febrina Ayu Scottiati - detikNews

Jakarta - Mantan Presiden BJ Habibie diundang rapat dengan Komisi I DPR untuk membahas alat utama sistem persenjataan (alutsista). Brak!! Ahli pesawat terbang itu tiba-tiba menggebrak meja saat menyampaikan pendapatnya.

"Kalau Anda mengimpor gelas (sambil mengangkat gelas), mengimpor meja (sambil menggebrak meja) dan mengimpor mic (sambil menunjuk mic) maka Anda membayar jam kerja orang sana. Bayarlah jam kerja rakyat agar semua bisa mandiri!" ujar Habibie berapi-api di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/1/2011).

Jika industri pertahanan lokal tidak diutamakan, lanjut menristek era Orde Baru ini, maka generasi mendatang akan kasihan. Indonesia tidak bisa selamanya bergantung pada impor alat pertahanan.

"Kita tidak bisa begini, karena awalnya ini (industri pertahanan lokal) adalah perjuangan. Jangan kualat," ucap pria 75 tahun ini.

Dia menyebut, sejak tahun 2002 hingga sekarang, industri pertahanan Indonesia tidak pernah fokus. Habibie menilai, industri pertahanan Indonesia hanya memfokuskan keuntungan per generasi, dan yang dikejar bukan kemandirian tapi hanya keuntungan sesaat.

"Saya menyebutnya ini skenario VOC. Coba bandingkan dengan Amerika. Pembiayaan industri untuk kemandirian. Berbeda dengan kita, pengembangan teknologi tidak maju, karena yang dicari hanya keuntungan dolar Amerika saja. Saya orang tua tapi tidak buta," ucapnya dengan nada tegas.

Habibie menyampaikan, dirinya bersyukur anggota Komisi I telah diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk duduk di kursi Dewan. Hal itu disampaikannya sembari menunjuk ke anggota Komisi I. Dia mengakui, omongannya tidak akan didengar jika tidak bersama dengan DPR.

"Kalau ada yang mau mendirikan lapangan golf di tempat strategis industri, saya akan berdiri, saya akan hadang mati-matian. Ini berkaitan dengan menjaga jam kerja rakyat Indonesia," kata pria yang dijuluki Mr Crack ini.

(vit/nrl)
http://www.detiknews.com/read/2011/01/31/115303/1556986/10/brak-habibie-gebrak-meja-komisi-i-dpr-saat-bahas-alutsista

Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message

No comments:

Post a Comment