Monday, January 31, 2011

Re: [Milis_Iqra] Sahal Mahfudz: Kritik Boleh, Tapi Jangan Bikin Gaduh



2011/1/31 <whe.en9999@gmail.com>
Pertanyaan saya, apakah syeikh Albani memang pernah melakukan demikian?

Saya tidak bisa berandai andai mas,
Namun banyak ulama yang juga ahli hadits,
Yang bisa kita jadikan rujukan. Tentunya kita harus obyektif, tidak memilih karena kemauan saya dulu baru dicocok2in hehhhe

Saya tidak pernah menganggap suatu hadits shahih bertentangan, karena jika saya merasa bertentangan itu pertama2 yang saya tanyakan adalah ilmu saya yang kurang memahaminya. Ulama2 membukukan hadits tidak sedikit waktunya, belasan tahun, lha koq ujug2 dalam hitungan detik saya merasa pengetahuan saya lebih dari beliau2, itu tidak pernah saya lakukan mas.

Saya akan mencari literatur lain yang bisa menjelaskan kepada diri saya sendiri atau minta bantuan orang yang lebih berilmu untuk menjelaskan maksudnya.

Demikian mas pandangan saya soal hadits.



[Arman] : Ada fakta yang Mbak Wn tidak bisa hindari soal pertentangan antara hadis-hadis shahih, dalam hal ini saya cukupkan dua contoh saja, yaitu mengenai hadis-hadis yang bercerita mengenai Israk dan Mikraj serta berkaitan dengan turun dan masih eksisnya Nabi Isa al-Masih. Perlu mbak wn ketahui bahwa para ulama hadis tersebut lebih menitik beratkan dari jalur periwayatan yang bersambung dan dianggap tsiqah ketimbang perbedaan redaksional atau matn. Manakala studi kita sampai pada sanad, mungkin kita tidak akan terlalu bermasalah kecuali sejumlah hadis seperti yang dipaparkan oleh Mas Dani dalam diskusinya dengan Mbak Wn di thread yang lain. Namun ketika studi kita sudah masuk dalam hal kontradiksi Matn (redaksional) maka biasanya hal ini tidak pernah mendapatkan penyelesaian kongkret selain kembali pada falsafah "sami'na wa-ato'na", pokoknya percaya saja dah kira-kira begitu. Padahal didalam sebuah studi apalagi berkeyakinan hal semacam ini bukan sekedar percaya atau tidak percaya atau masalah sami'na wa-ato'na belaka, melainkan kita mesti tegas dan harus benar-benar clear masalahnya. Tidak mungkin Nabi mengucapkan suatu hal yang sama tetapi berbeda-beda kontensnya sebagaimana sering saya ungkapkan secara transparan dimilis ini berulang kali. Salah satunya mesti benar atau semuanya pasti salah. Oke sekali lagi kita tidak bicara soal sanad tapi kita bicara soal matn yang sampai hari ini banyak dari hadis-hadis yang dianggap shahih dan dinisbatkan pada Rasul masih bermasalah satu sama lain. Saya tegaskan ulang, ini tidak ada kaitannya dengan sami'na wa-atho'na atau ingkar sunnah dalam pengertian menolak sabda-sabda Rasul. Kita sama sekali tidak berbicara tentang itu tapi kita bicara tentang possibility bahwa para perawi hadis telah keliru atau terkhilafkan dalam meriwayatkan hadis-hadis yang beredar dimasyarakat pada masa mereka hanya karena mereka melihat dari jalur sanad hal itu bisa dibenarkan.

Kenyataan ini tidak bisa ditutupi, jadi saya heran kalau ada orang yang bicara bahwa mereka tidak pernah bertemu hadis-hadis shahih yang bertentangan kecuali kemudian mengembalikan dalil keterbatasan diri, keterbatasan ilmu atau ujung-ujungnya sami'na wa-atho'na tanpa berani untuk melakukan studi komprehensif secara kritis lebih jauh. Sebuah pola pemikiran yang menurut saya pribadi adalah pemasungan ilmu karena hanya menyandarkan kepercayaan turun temurun seperti yang banyak dikecam didalam kisah-kisah al-Qur'an. 


--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment