> Reply-To:
milis_iqra@googlegroups.com> Subject: RE: [Milis_Iqra] Sahal Mahfudz: Kritik Boleh, Tapi Jangan Bikin
> Gaduh
>
>
>
> From:
milis_iqra@googlegroups.com [mailto:
milis_iqra@googlegroups.com] On
> Behalf Of
whe.en9999@gmail.com>
>
>
> [Dani Permana] Saya bukanlah ahli hadist/muhadist jadi jangan mempertanyakan
> sesuatu yang bukan pada ahlinya.
>
> (Whe-en)
> Jangan bermain dengan kata kata terus mas Dani.
> Fokuslah karena ini diskusi
>
>
>
> [Dani Permana] loh kalau saya bukan ahli haidst masa di bilang bermain
> kata-kata….. hahahahah masa saya mengaku-ngaku Neh saya ahli hadist….
>
>
>
> Bukankah kemarin mas dani sendiri yang minta saya yang memulai memposting
> dari jalur mana syaikh Albani menshohihkan, lalu kita bahas, mas Dani sudah
> memposting dhoifnya hadits ini dan mas dani sudah tahu lama, koq sekarang
> bilang tidak tahu.
>
>
>
> [Dani Permana] Saya Quote pernytaan M WN "saya sendiri tidak mampu
> mentakhrij-nya, jadi silahkan jika memang mau menerangkan kepada saya, lebih
> kuat mana yang mentakhrij dhoif atau shahih,"
>
>
>
> Melihat jenis pertanyaannya "lebih kuat mana yang mentakhrij dhoif atau
> shahih,"… itu yang saya tidak saya jawab dan saya bukan seorang muhadist….
>
> Ada apa sebenarnya.
>
>
>
> [Dani Permana] Tidak ada apa-apa…
>
>
>
> [Dani Permana] Saya mengerti jika M WN berpikiran demikian karena 3 artikel
> yang telah saya kirim berbeda dengan apa yang selama ini M WN pahami.
>
> (Whe-en)
> Mengerti saja tidak cukup karena saya sedang tidak ingin dimengerti. Tapi
> saya ingin pertanyaan saya dijawab.
> Tolong fokus, jika mas dani sepakat dhoif kenapa mas dani pakai padahal
> sudah tahu lama.
>
>
>
> [Dani Permana] Kan sudah saya jawab semampunya, kalau memaksakan jawaban
> terhadap sesuatu yang saya tidak ketahui itu kan meyalahi aturan.
>
>
> ===================
> [Dani Permana] Setiap manusia memiliki pengetahuan yang bertambah-tambah,
> semakin bertambahnya ilmu semakin teliti dalam menilai.
>
> Whe-en
> Ulama salaf sebelum syaikh albani lahir yang mendhoifkan hadits tersebutpun
> belum mas dani jawab, padahal mas dani sendiri yang membuat pernyataan.
> Kalau mas dani bilang semakin teliti menilai, kenapa sekarang jawabannya
> bukan ahli hadits padahal sudah menilai yang dhoif?
>
> [Dani Permana] Disitulah kekurang telitian M WN dalam membaca sebuah
> artikel… silahkan refer kembali… alasan-alasan orang yang menlemahkan hadist
> tersebut
>
>
>
>_____
>
> From: "Dani Permana" <
adanipermana@gmail.com>
>
> Sender:
milis_iqra@googlegroups.com>
> Date: Wed, 26 Jan 2011 16:20:49 +0700
>
> To: <
milis_iqra@googlegroups.com>
>
> ReplyTo:
milis_iqra@googlegroups.com>
> Subject: RE: [Milis_Iqra] Sahal Mahfudz: Kritik Boleh, Tapi Jangan Bikin
> Gaduh
>
>
>
> From:
milis_iqra@googlegroups.com [mailto:
milis_iqra@googlegroups.com] On
> Behalf Of whe - en
>
>
> 1. Al Imam Muslim berkata di muqodimah shahihnya: telah menceritakan
> kepadaku Makhlad bin Husian dari Hisyam dari Muhammad bin Sirin berkata:
>
> "Sesungguhnya ilmu itu adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian
> mengambil agama tersebut."
>
> Dari quote diatas, semoga mas dani tahu kenapa saya mempermasalahkan
> darimana saya mengambil ilmu, tanpa bermaksud "susah" seperti kata mas Dani.
> Bagaimana kita bisa mengambil ilmu dari orang yang mengatakan "bodoh" kepada
> orang yang mengikuti sunnah Nabi-Nya
>
>
>
> [Dani Permana] Saya mengerti dengan keinginan M WN, dan itu adalah cara
> yang terbaik, dan memang harus begitu caranya mencari ilmu.
>
>
>
> ==========
>
> [dani permana] Yah memang segala sesuatu bisa dilihat dari sisi yang
> berbeda-beda, bahasa ilmiahnya comprehensive. Jika kita-kita sering membaca
> kitab-kitab klasik seperti Nailur Authar, Subulussalah, Tafsir Ath Thbari,
> Tarikh Athobary, Al Bidayah Wan Nihayah ibnu Katsir, dsb… di buku-buku
> mereka tidak pernah ada bahwa pendapat merekalah paling benar, di
> kitab-kitab mereka slalu menggiring pembacanya untuk menganalisa dari
> beberapa pendapat dan membuat kesimpulan, itulah ulama sesungguhnya yang
> mengajarkan ilmu seluruhnya tidak separo-separo.
>
> Kita bisa lihat dengan kredibilitas ulama-ulama sekarang baik dalam artikel
> maupun buku2nya hanya berpegang kepada satu pendapat saja. Mungkin bahasa
> kasarnya "tidak seperti kuda dengan kacamatanya" ketika kusir tarik tali ke
> kiri si kuda belok ke kiri vice versa.
>
> On Behalf Of whe - en
>
> Dari ke 3 artikel dari mas Dani yang ternyata cenderung mengingkari hadits
> menasehati penguasa dengan sembunyi sembunyi, bukankah ini tidak sesuai
> dengan apa yang ditulis diatas, karena jelas jelas menggiring kepada opini
> yang sudah 3 kali dibahas?
>
> Kalau sudah begini, kuda yang mana yang mau dicopot kacamanyanya? :-) kuda
> yang mana yang mau dikasih kacamata? :-P
>
>
>
> [Dani Permana] Saya mengerti jika M WN berpikiran demikian karena 3 artikel
> yang telah saya kirim berbeda dengan apa yang selama ini M WN pahami.
>
>
>
> On Behalf Of whe - en
>
> Bahkan sebagai orang yang menyampaikan dalil hadits tersebutpun tidak bisa
> menjelaskan. Kalau pendapat mas Dani dhoif kenapa dipakai? Kalau mas dani
> berpendapat shahih seperi Al Albani, kenapa perbuatan mas Dani tidak
> menunjukkan itu.
>
> Maaf ini bukan menyerang pribadi, namun saya mempertanyakan tindakan mas
> Dani sebagai pemosting hadits pertama kali.
>
>
>
> [Dani Permana] Setiap manusia memiliki pengetahuan yang bertambah-tambah,
> semakin bertambahnya ilmu semakin teliti dalam menilai.
>
>
>
> On Behalf Of whe - en
>
> 3. Mohon dapat disebutkan ulama yang mendhoifkan itu siapa saja?
>
> (Dani) maaf saya tidak mengetahuinya mengapa Syaikh Albani mensahihkannya.
> Padahal ulama salaf sebelum syaikh Al Bani rahimahullah lahir telah
> mendho'ifkannya.
>
>
>
> Sekali lagi, jika mas dani tidak tahu hadits ini kenapa shahih dan sudah
> tahu hadits ini dhoif, kenapa dipakai oleh mas Dani? Bukankah mas Dani
> sendiri yang mengemukakan hadits dhoif tidak bisa dijadikan landasan/ dalil?
>
>
>
> [Dani Permana] Entah bagaimana saya harus menjelaskan ke M WN, dalam
> standard ilmu hadist, jika kita menemukan hadist yang saling bertentangan
> antara satu dan yang lainnya, maka boleh diambil salah satunya dan
> meninggalkan salah satunya atau diambil keduanya dan salah satunya dengan
> dengan syarat.
>
>
>
> On Behalf Of whe - en
>
>
>
> 4. Mohon pertanyaan pertanyaan saya mulai dijawab mas dani jika sudah ada
> waktu. Tidak perlu saya quote lagi kan mas?
>
>
>
> [Dani Permana] Tidak perlu karena sudah saya jawab,….
>
>
>
> On Behalf Of whe - en
>
>
>
> 5. Postingan di bawah ini adalah permintaan mas dani, saya sendiri tidak
> mampu mentakhrij-nya, jadi silahkan jika memang mau menerangkan kepada saya,
> lebih kuat mana yang mentakhrij dhoif atau shahih, dsb, {terlampir di link
>
http://abul-jauzaa.blogspot.com/2010/05/takhrij-ringkas-hadits-iyaadl-bin-gh> anm.html. }
>
>
>
> [Dani Permana] Saya bukanlah ahli hadist/muhadist jadi jangan mempertanyakan
> sesuatu yang bukan pada ahlinya.
>
>
>
> ============================
>
> 6. [Dani Permana] Nasehat itu bisa dilakukan dua kondisi, terang-terangan
> dan sembunyi-sembunyi. Terang-terangan pun harus ada aturannya,
> sembunyi-sembunyipun harus ada aturan-aturannya. Namun yang saya pertanyakan
> golongan yang memilih nasehat dengan sembunyi-sembunyi "Apakah mereka
> melaksanakan apa yang mereka tulis dalam artikel-artikel mereka?
>
> M WN sudah sering melampiran beberapa dalil yang menyatakan "kamu mengatakan
> apa yang tidak kamu perbuat, kemudian usus terburai karena mereka
> menasehati tentang amar ma'ruf namun mereka sendiri tidak melakukannya".
> Jadi sebagian ulama yang HANYA bisa menulis artikel "begino loh cara
> menasehati Penguasa. Silahkan Tanya balik "APAKAH mereka sudah melaksanakan
> NASEHATnya sendiri?
>
> On Behalf Of whe - en
>
> Memang benar bahwa kedua cara menasehati mempunyai caranya sendiri sendiri.
> Yang jadi masalah adalah, cara terang terangan jelas menyelisihi hadits
> sembunyi sembunyi. Jadi orang cuma bisa memilih salah satunya apalagi jika
> hadits yang satu dianggap dhoif. Dibolehkan terang terangan atau tidak
> dibolehkan terang terangan. Mohon jangan bermain kata kata.
>
> [Dani Permana] Menyelisihi hadist itu menurut M WN dan orang yang sepaham
> dengan M WN, bagi orang lain belum tentu. Contoh diluar masalah ini pun
> banyak, contoh masalah Penentuan Bulan Ramadhan….
>
> Mas Dani, apa yang ulama lakukan, bukan berarti menggugurkan suatu hadits
> kan? Apa yang beliau beliau berikan masukan kepada penguasa tentunya tidak
> dishare ke umum, jatuhnya tidak diam diam kalau dishare begitu.
>
> [Dani Permana] Darimana M WN mengetahui? Dan apa hasilnya
>
> Kalaupun tidak dilaksanakan, bukankah bukan berarti haditsnya yang salah?
>
> [Dani Permana] Setuju….
>
> On Behalf Of whe - en
>
> Sebagai tambahan informasi, beliau beliau ternyata memang memberi masukan
> kepada penguasa secara diam diam, dan penguasa sangat berterimakasih atas
> masukannya dan ditindaklanjuti, inilah mungkin hikmahnya melaksanakan
> perintah Allah dan Rasul-Nya.
>
> [Dani Permana] Siapa tuh?
>
> On Behalf Of whe – en
>
> Telah berkata Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah :…….
>
>
>
> حَدَّثَنَا أَبُو الْمُغِيرَةِ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ حَدَّثَنِي شُرَيْحُ بْنُ
> عُبَيْدٍ الْحَضْرَمِيُّ وَغَيْرُهُ قَالَ ........................dst
>
> Telah menceritakan kepada kami Abul-Mughiirah : Telah menceritakan kepada
> kami Shafwaan : Telah menceritakan kepadaku Syuraih bin 'Ubaid Al-Hadlramiy
> dan yang lainnya, ia berkata : 'Iyaadl bin Ghanm pernah mencambuk orang
> Dariya ketika ditaklukkan. Hisyaam bin Hakiim meninggikan suaranya kepadanya
> untuk menegur sehingga 'Iyaadl marah. Kemudian 'Iyaadl radliyallaahu 'anhu
> tinggal beberapa malam, lalu Hisyaam bin Hakiim mendatanginya untuk
> memberikan alasan (apa yang telah ia perbuat sebelumnya kepada 'Iyadl).
> Hisyaam berkata kepada 'Iyaadl : "Tidakkah engkau mendengar Nabi
> shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Orang yang paling keras
> siksaannya adalah orang-orang yang paling keras menyiksa manusia di dunia?'.
> 'Iyaadl bin Ghanm berkata : "Wahai Hisyaam bin Hakiim, kami pernah mendengar
> apa yang kau dengar dan kami juga melihat apa yang kau lihat. Namun tidakkah
> engkau mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda :
> 'Barangsiapa yang hendak menasehati penguasa dalam suatu perkara, maka
> jangan dilakukan dengan terang-terangan. Akan tetapi gandenglah tangannya
> dan menyepilah berdua. Jika diterima, memang itulah yang diharapkan; namun
> jika tidak, maka orang tersebut telah melaksakan kewajibannya'. Engkau wahai
> Hisyaam, kamu sungguh orang yang lancang karena engkau berani melawan
> penguasa Allah. Tidakkah engkau takut jika penguasa itu membunuhmu lalu
> jadilah engkau orang yang dibunuh penguasa Allah tabaaraka wa ta'ala?"
> [Musnad Al-Imam Ahmad, 3/403-404].
>
> …..dst sebagaimana artikel
>
> [Dani Permana] Mungkin M WN sekarang sadar atau tidak, setiap ulama akan
> memperkuat sanggahannya dan pendapatnya masing-masing, dan hal itu sudah
> terjadi sebelum M WN lahir kedunia ini, link akhi Abu Jauza saya pun sudah
> mengetahuinya sejak lama. SALING BANTAH dan saling memperkuat argument
> masing itu adalah kelebihan dan kemampuan mereka.
>
> Kita-kita disini hanya bisa membaca, menganalisa dan memilih pendapat mana
> yang lebih rajah dibanding lainnya.
>
>_____
>
> No virus found in this message.
> Checked by AVG -
www.avg.com> Version: 10.0.1191 / Virus Database: 1435/3402 - Release Date: 01/25/11
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
> =-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung :
Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com> Keluar :
Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com> Situs 1 :
http://groups.google.com/group/Milis_Iqra> Mod :
moderator.milis.iqra@gmail.com> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
> =-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
> =-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung :
Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com> Keluar :
Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com> Situs 1 :
http://groups.google.com/group/Milis_Iqra> Mod :
moderator.milis.iqra@gmail.com> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-
> =-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung :
Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com> Keluar :
Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com> Situs 1 :
http://groups.google.com/group/Milis_Iqra> Mod :
moderator.milis.iqra@gmail.com> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
No comments:
Post a Comment