Seorang alim ulama (insya allah berilmu kan ?) Misal pak din melakukan kritik terbuka.kemudian ada seorang alim juga insya allah yaitu pak sahal mengatakan kritik boleh asal jgn gaduh. Kemudian mba wheen menanggapi "saya setuju dgn pak sahal m karena mengkritik ada tatacaranya dalam islam."Yg mba wheen katakan tidak hanya katta setuju tapi ada "tambahan"kalimat " karena mengkritik ada tatacaranya dalam islam" .coba cermati tambahan kalimat terkakhir mba wheen ini yg dalam tanda petik itu. bukankah itu secara tidak langsung ditujukan kepada si penggkritik di ujung sana yg notabene dia seorang alim ulama?yaitu pak din itu.(Dari awal saya memang anggap ulama yg kritik itu pak din)
makanya saya katakan "seolah 2 yg mengkritik tidak paham agama. Kalimat seolah2 itu adalah implikasi dari kalimat mba wheen sendiri yg secara tidak langsung punya anggapan yg mengkritik tidak ahu tata cara dalam islam(agama) Katta seolah2 juga bisa diartikan "belum tentu" .contoh kalimat seolah olah saya pintar artinya belum tentu saya pintar.hehehehe
Jadi maaf yah,saya memang tidak merasa menuduh...tapi kalau mba wheen tetap merasa jadi terdakwa ..ups salah lagi ....tertuduh, saya saya tetap mohon maaf.
Dari awal permasalahan ini saya lebih banyak mengatakan mungkin,bahkan saya mengambil pendapat golongan yg ke 2 yaitu boleh menasehati secara terang2an dgn mengatakan "semnetara" kalimatnya seperti ini "sementara saat ini aya memilih pendapat golongan yg ke 2. Lihat dong katta "sementara"
Jadi kalau dikatakan saya tidak dapat menjawab tanpa mba wheen pertegas dari tulisan saya yg lebih banyak mengatakan mungkin seharusnya sudah tahu. Kalau mba wheen bertanya tentang surat al ahzab 36,saya tidak merasa sedang tidak keluar dari ayat ini,kecuali yg bisa ada exeption dari ayat ini adalah untuk kemaslahatan yg lebih luas dalam kondisi tertentu yg sangat luar biasa atau bisa dikatakan darurat menurut kaidah ushul fiqih.
Kalau ditanya tobat apa?saya sendiri tidak tahu tobat apa yg dimaksud pengkritik itu,wong saya bicara kemungkinan yg tahu ya si pengkritik sendiri.heeeee
.Bagaimna dgn perktaan wanita?Perkataan wanita itu tentu tidak bisa menggantikan hadits rasul tentang menasehati pemimpin bila keadaanya,kondisinya,waktunya ideal seperti misal saya ingin menasehati bapak sby ternyata saya bisa memegang tangan beliau kemudian saya akan menasehati beliau dng diam2 tanpa di ketahui orang banyak,saya akan menasehati beliau untuk membubarkan ahmadiyah...eh jadi ahmadiyah lagi?hehehee.......eh ternyata saya sulit memegang tanganya....boro2 bisa megang tanganya ,sehari sebelum pak sby mau datang ke sebuah tempat sudah di di steril. hehehehe.....kemudian saya punya cara lain saya surati dia dgn surat private and confidential agar yg tahu saya saja dan beliua,ternyata entah sampai entah tidak yg jelas tidak jawaban seperti yg pernah dilakukan pak andri (maaf bawa nama pak andri lagi,ini agar menjadi fakta)hehehehe
Terus caranya bagaimana lagi,disuruh diam bersabar dan menunaikan hak2 penguasa.padahal bersabar bukan berarti diam tanpa upaya ,sambil berupaya kita tetap tunaikan kewajiban kita untuk penguasa dgn patuh membayar pajak(walaupun pajaknya di embat gayus..;kekekekek)terus bagaimana lagi dong? Apa orang kecil seperti saya atau yg lain tidak pantas menasehati?diam tidak melakukan apa2.akhirnya kita hanya kritik di jalanan atau di forum milis.ini adalah realitas bahwa menasehati dgn memegang tangan pemimpin itu sulit,bisa bisa2 kita dianggap mau membunuhnya.ini kita bicara realita.
Kemudian kalau dikatakan penguasa kita kufur saya belum menelaahnya lebih jauh tapi dgn melihat jalanya pemerintahan indonesia ini ada indikasi ya,soalnya landasan atau falsafah dasarnya yg dianut bukan syariat.yaitu landasan yg dipakai oleh orang kafir sedangkan meniru kebiasaan suatu kaum sama dgn manjadi bagian dari kaum itu. Padahal ada falsafah yg paling luhur yg harus dijadikan acuan sebagai segala sumber hukum adalah quran dan sunah.
Demikian maaf bila tdk berkenan
Salam
Sent from BlackBerry® on 3
mba wheen sampaikan "setuju dgn pak sahal karena dalam mengkrititik ada tatacaranya dalam islam" seolah olah yg mengkritik tidak faham agama. bukan nuduh loh....
(Whe-en)
Kalau itu bukan tuduhan, dugaan ya mas?
Padahal tak ada satu kalimatpun dari saya bahwa saya menulis "seolah olah yg mengkritik tidak faham agama."
Hebatnya mas Nandang bisa menulis seperti itu untuk saya, dan masih ditambahi bukan tuduhan.
Berbaik sangka bukan cuma dianjurkan kepada ulama, tapi kepada semua orang.
Kalau mas Nandang tidak bisa menjawab pertanyaan saya tidak apa2, tapi perlukah kalimat seperti itu? Wong yang sedikit memaksa posting lagi dalil memberi masukan kepada penguasa adalah mas Nandang sendiri.
Apakah semua itu hanya jebakan mas Nandang kepada saya, hanya Allah dan mas Nandang yang tahu.
Yang jelas, pertanyaan saya dibawah belum dijawab oleh mas Nandang.
Terimakasih
Quote ulang
Jadi pada intinya tetap ya mas?
bahwa firman Allah dibawah boleh dilanggar dengan exception dari masing2 pribadi?
Dan tidaklah patut bagi laki-laki maupun perempuan mu'min, apabila ALLAH dan Rasul-Nya menetapkan suatu ketetapan dalam urusan mereka, mereka memilih pilihan lain. Barangsiapa mendurhakai ALLAH dan Rasul-Nya, sungguh, dia telah nyata-nyata sesat." (Q.S. Al Ahzab: 36)
memang tobat apa dari pemerintah kita yang dikhawatirkan jika tidak diketahui umum menjadikan mudharat?
Apakah perkataan Rasulullah soal memberi masukan kepada penguasa akan digantikan dengan perkataan wanita yang mengkritik Umar Bin Khattab hanya karena Umar tidak bilang kenapa kamu tidak menasehati saya di belakang?
Kecuali engkau melihat suatu kekufuran yang sangat jelas, yang dapat engkau buktikan di sisi Allah" [Muttafaq 'alaih]
memangnya penguasa kita kufur ya mas?
Regards
Whe-en
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
seperti saya sampaikan sebagian pengkritik adalah dari kalangan ulama, yg bagi saya ilmunya jauh seperti tanah dan langit dgn saya, maka saya berbaik sangka kepada mereka mereka telah melakukan berbagai upaya yg saya sendiri tidak tahu seperti apa. pada akhirnya mungkin mereka sampai kepada kesimpulan bahwa sudah saatnya dilakukan kritik terbuka karena dalam pertimbangan kondisi tertentu.kondisi tertentu inilah yg sebagian orang dengan sebagian lainya akan berbeda pendapat.dan kondisi ini buat sebagian orang bisa jadi sudah kondisi darurat. Mewujudkan kemaslahatan di dunia dan akhirat adalah tujuan syari'at yang sangat prinsipil. Allah tidak menetapkan hukum kecuali untuk kemaslahatan umat, yaitu menarik kemanfaatan, mencegah kerusakan, dan membersihkan dunia dari kejahatan atau dosa. Pengetahuan mengenai pelbagai tujuan ketetapan hukum Allah akan dapat membantu memahami dan mengaplikasikanya dalam realitas. bila secara realitas keadaan nya masuk dalam kondisi tertentu bukankah ada kaidah darurat dalam ushul fiqih? bukankah dalam kaidah uhul fiqih keadaan darurat itu meliputi pemeliharaan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. ini yg saya belum dapat ilmunya mba...apalagi dalam hadits pun ada kaidah kaidah untuk memahaminya. makanya saya berprasangka baik saja kepada mereka yg mengkritik sesuai ilmu mereka. mba wheen mau boleh saja berpendapat seperti pak sahal mahfudz seperti mba wheen sampaikan "setuju dgn pak sahal karena dalam mengkrititik ada tatacaranya dalam islam" seolah olah yg mengkritik tidak faham agama. bukan nuduh loh....heheheh dan saya tetap berprasangka baik kepada yg mengkritik pun karena ada dari kalangan alim ulama.
terima kasih
|
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment