Sunday, January 30, 2011

Re: [Milis_Iqra]

Ingkar sunnah terdiri dari dua kata yaitu Ingkar dan Sunnah.
Ingkar, menurut bahasa, artinya "menolak atau mengingkari", berasal
darikata kerja, ankara-yunkiru.
Sedangkan Sunnah, menurut bahasa mempunyai beberapa arti diantaranya
adalah, "jalan yang dijalani, terpuji atau tidak," suatu tradisi yang
sudah dibiasakan dinamai sunnah, meskipun tidak baik.
Secara definitif Ingkar al-Sunnah dapat diartikan sebagai suatu nama
atau aliran atau suatu paham keagamaan dalam masyarakat Islam yang
menolak atau mengingkari Sunnah untuk dijadikan sebagai sumber dan
dasar syari'at Islam.

Mba Wn..Katanya ikut alquran dan sunnah,..mana dalilnya,..??


On 1/31/11, Armansyah <armansyah.skom@gmail.com> wrote:
> 2011/1/31 wawan™ و و ﻦ <hrn.milis@gmail.com>
>
>
>>>>
>>>
>>> [Arman] : Selama kehidupan itu masih berdenyut, tidak ada kepastian yang
>>> absolut kecuali mati.
>>>
>> Pro dan kontra adalah sesuatu yang alamiah dan wajar sekali, itulah hidup.
>>> Lalu jika SBY tumbang maka ditanyakan siapa yang lebih baik, maka tentu
>>> kita
>>> mestinya merujuk kepada siapa yang lebih mendekati seruan al-Qur'an serta
>>> bagaimana cara atau metode manajerialnya yang mereka tawarkan.
>>>
>>
>>> Pertanyaan diatas menurut saya hanya sebuah pertanyaan emosional belaka
>>> ...
>>>
>>
>>>
>> "*tidak ada kepastian yang absolut kecuali mati."*
>>
> *
>> *
>>
> *betul sekali ..*
>>
> jika cara kudeta/demo dan sejenisnya, sama saja mengahasilkan kemungkinan yg
>> fifty2,
>>
> kenapa tidak mengikuti aturan2 ulil amri yg telah ditetapkan ? sama2 fifty2
>> .
>>
> lihatlah kerusakan yg lebih parah yg ditimbulkan.
>>
>
>> betul ..., emosional karena ada yg nama partai dan golongannya disebut2
>> ^^
>>
>
>> wala dan baro untuk gologan dan partai masing2.
>>
>
>> *53. Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka
>> terpecah belah menjadi beberapa pecahan. *
>>
> *iap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka
>> (masing-masing)*
>>
>
>> *32. yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka[1169] dan mereka
>> menjadi beberapa golongan. *
>>
> *Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.*
>>
> [30:32]
>
>
> [Arman] : Berbicara masalah metode atau jalan dalam menyampaikan sesuatu
> (misalnya dalam hal ini adalah mengkritik sebuah penguasa/rezim), maklum
> dipahami bahwa tidak harus selalu melalui satu jalan tertentu. Sebagian
> kalangan lebih menonjolkan dalil menasehati penguasa secara
> sembunyi-sembunyi. Okelah kita terima konsep mereka ini, cuma sekarang cara
> kongkret yang sudah dilakukan melalui metode itu seperti apa dan sudah
> sejauh apa hasilnya ? Jika ternyata hal ini tidak merubah kenyataan, apakah
> kita harus terus menerima keadaan terzalimi tersebut sementara dari contoh
> kisah Musa dan Fir'aun, kita bisa mengambil ibrah bahwa kontroversi terbuka
> terhadap penguasa yang zalim sangat boleh dilakukan.
>
> Berbicara masalah firqah atau golongan, dalam sebuah negara atau masyarakat
> yang majemuk maka firqah itu wajar ada dan terjadi. Bahkan dijaman Nabi
> sendiri sedikitnya ada dua firqah besar yaitu Muhajirin dan Anshar, belum
> lagi dengan fiqrah berdasar keturunan seperti Bani Muthalib, Bani Hasyim dan
> seterusnya yang justru firqah seperti inilah yang memunculkan perseteruan
> ditengah masyarakat masa itu. Ketika proses baiatan Abu Bakar terjadi, ada
> juga firqah-firqah terbentuk, begitupun saat Usman wafat bahkan ketika Ali
> berkuasa, fakta sejarah memperlihatkan banyaknya firqah terbentuk untuk
> menumbangkan pemerintahannya meski kemudian beberapa diantara firqh itu lalu
> menganulir tujuannya (seperti firqahnya 'Aisyah yang berakhir dengan
> kekalahan diperang Jamal), tetapi firqahnya Khawarij, firqahnya Muawiyah
> terbukti tetap eksis dan menjadi api kala itu.
>
> Maksud dari semua ini adalah, firqah apapunlah itu, sebenarnya sesuatu yang
> alamiah dan tidak bisa dihindarkan. Akan tetapi kitalah yang mesti bijak
> untuk menyikapi tujuan dari eksistensi firqah-firqah itu sendiri. Entah
> apakah itu PKS, HTI, FPI dan seterusnya dan sebagainya.
>
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment