From: <Erwin@asc.co.id>
Date: 2011/2/8
Subject: [Sabili] Buletin An-Nur: WAHAI KAUM MUSLIMIN AJARILAH ANAK KALIAN SHALAT!! (1)
To:
Artikel Buletin An-Nur :
Shalat
WAHAI KAUM MUSLIMIN AJARILAH ANAK KALIAN SHALAT!! (1)
Kamis, 03 Februari 11
Dari 'Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya dia berkata, Rasulullah
Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, "Perintahkanlah anak-anak kalian
untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah
mereka bila pada usia sepuluh tahun tidak mengerjakan shalat, serta
pisahkanlah mereka di tempat tidurnya." (HR. Abu Dawud dengan sanad
hasan).
Sesungguhnya anak-anak kita adalah amanat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala ,
dan tentunya kita menginginkan mereka menjadi anak yang shalih, dan
mendapatkan taufiq dari Allah dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Kita semua adalah teladan bagi anak-anak kita, dan ingatlah sabda
Rasulullah Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam, "Apabila manusia meninggal maka
terputuslah amalannya kecuali tiga hal: dan beliau menyebutkan diantaranya
adalah anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim).
Maka hendaklah yang menjadi tujuan kita adalah keshalihan anak-anak kita.
* Shalat adalah cahaya
Rasulullah Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam bersabda, "Dan dijadikan penyejuk
pandanganku dalam shalat." (HR. at-Thabrani, dishahihkan oleh al-Albani).
Beliau juga menjelaskan bahwa puncak segala hal adalah Islam dan tiangnya
adalah shalat, dan bahwasanya shalat merupakan amalan yang pertama dihisab
pada hari Kiamat dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan shalat.
* Bagaimana membiasakan anak untuk shalat
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman, artinya, "Dan perintahkanlah kepada
keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya."
(QS. Thaha: 132).
Telah kita ketahui bersama kedudukan shalat dalam Islam, oleh sebab itu
wajib atas kita semua mengetahui bahwa membiasakan anak shalat adalah
tujuan hidup dalam pendidikan keimanan anak-anak. Dan kami ingatkan bahwa
masa kanak-kanak bukanlah masa taklif (pembebanan syari'at), akan tetapi
itu adalah masa persiapan, pelatihan dan pembiasaan untuk sampai kepada
masa taklif ketika mereka sampai pada usia baligh, sehingga mudah bagi
mereka untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agama mereka.
*Tahapan-tahapan pengajaran shalat.
-Tahapan pemberian semangat dan motivasi anak untuk shalat
Sesungguhnya awal perkembangan kecerdasan anak dimulai dari perintah kedua
orang tua kepada anaknya untuk mengerjakan shalat bersama mereka. Dan
hendaklah kita ketahui bersama bahwa anak-anak terkadang lewat dihadapan
orang yang shalat, dan terkadang duduk dan menangis. Dan tidak mengapa
bagi bapak atau ibu untuk membawa anaknya ketika shalat di masjid, ketika
khawatir dengan kondisi anaknya, lebih-lebih kalau di rumahnya tidak ada
orang yang menjaganya. Dan jangan menghardik anak ketika dia melakukan
hal-hal di atas semasa mereka masih kanak-kanak.
-Tahapan sebelum tujuh tahun
1. Mengajari anak sebagian hukum-hukum thaharah (bersuci), seperti
pentingnya menjaga diri dari najis seperti kencing dan selainnya,
mengajari tata cara bersuci dan adab-adab buang hajat, mengajari
pentingnya menjaga kebersihan diri dan pakaiannya serta menjelaskan
keterkaitan thaharah (kebersihan) dengan shalat.
2. Mengajari anak surat al-Fatihah dan beberapa surat pendek sebagai
persiapan untuk shalat.
3. Mengajari mereka wudhu dan melatih mereka untuk mempraktikkannya,
sebagaimana yang dilakukan oleh para Shahabat Radhiyallohu 'Anhum terhadap
anak-anak mereka
4. Sebelum umur tujuh tahun kita mulai mengajarinya shalat dan
memotivasinya untuk shalat fardu satu atau dua kali dalam sehari, dan pada
tahap ini (di bawah tujuh tahun) kita tidak meminta dia untuk shalat lima
waktu secara sekaligus.
5. Hendaknya kita mengingat pentingnya mendampingi anak-anak di saat
mereka shalat jum'at setelah kita mengajari mereka adab-adab masjid,
sehingga mereka terbiasa menunaikan syi'ar ini (shalat jum'at) dan dia
merasakan permulaan masuk dan bergabungnya dengan masyarakat.
- Tahapan antara tujuh tahun hingga sepuluh tahun.
Di dalam hadits Nabi Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam, "Perintahkanlah
anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berusia tujuh
tahun, dan pukullah mereka bila pada usia sepuluh tahun tidak mengerjakan
shalat, serta pisahkanlah mereka di tempat tidurnya." (HR. Abu Dawud
dengan sanad yang hasan).
Hendaklah anak-anak mempelajari hadits ini, dan dia sekarang berada pada
tahapan pembiasan diri untuk shalat. Oleh sebab itu, sebagian pendidik
menasihatkan agar pada hari masuknya seorang anak pada usia 7 tahun ada
sebuah peristiwa yang istimewa dalam hidupnya agar dia mengingat bahwa dia
sudah berada pada umur tersebut.
Nabi Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam telah mengkhususkan 3 tahun
berturut-turut untuk menanamkan shalat pada jiwa-jiwa anak-anak. Dan kita
mengulang-ulang permintaan shalat dari anak-anak kita dengan halus,
lemah-lembut dan kecintaan. Dan dengan metode perhitungan kita mendapati
bahwa jumlah pengulangan selama periode ini lebih dari 5000 kali dalam
kurun waktu tiga tahun. Maksudnya, bahwa kedua orang tua mengingatkan
anak-anaknya dan mengajaknya shalat, dan ini menjelaskan kepada kita arti
penting pengulangan dalam praktik pendidikan dengan pengulangan yang
disertai dengan wajah yang berseri-seri dan bagusnya lafazh. Dan setiap
kebaikan bisa didapatkan dengan kebiasaan (membiasakannya).
Dan selama masa-masa ini seorang anak belajar hukum-hukum dan tata cara
bersuci Nabi Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam, beberapa do'a khusus yang
berkaitan dengan shalat.
* Tahapan perintah shalat dan pukulan apabila meninggalkannya.
Dan merupakan hal yang sangat urgen adalah kita selalu mengulang-ulang
–pada masa tujuh tahun- di telinga anak sabda Rasulullah Shallallohu
'Alaihi Wa Sallam yang memberikan batasan hukuman pukulan setelah umur 10
tahun, sebagai peringatan agar tidak menyepelekan shalat. Lalu apabila dia
tetap meninggalkan shalat, maka harus diberi hukuman dengan pukulan. Akan
tetapi, pukulan dibenarkan apabila sesuai dengan syarat yang telah
ditetapkan oleh Rasulullah Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam kepada kita.
Apabila seorang anak tumbuh dalam lingkungan yang baik, dan orang tuanya
perhatian terhadap hal yang telah disebutkan di atas, dan keduanya menjadi
teladan bagi anak-anaknya dalam menjaga shalat, maka sangat sulit bagi
anak untuk tidak terikat dengan shalat dan dia akan konsisiten dengan
shalatnya, lebih-lebih hal itu disertai dengan dorongan materi dan
maknawi.
Dan pada periode ini (setelah umur 10 tahun) wajib atas kedua orang tua
dan siapa saja yang berke-cimpung di dunia pendidikan anak untuk mengajari
mereka hukum-hukum shalat jama'ah, shalat sunnah, shalat Witir, dan dahulu
Rasulullah Shallallohu 'Alaihi Wa Sallam mengajari Anas bin Malik
Radhiyallohu 'Anhu shalat Istikharah sekalipun Anas bin Malik Radhiyallohu
'Anhu masih kecil.
Sebagaimana juga untuk memperhatikan shalat Fajr (shubuh) dan Isya' pada
periode ini, dan membiasakan mereka untuk menjaga semua shalat fardhu
apapun alasannya, khususnya di hari-hari ujian sekolah. Apabila mereka
ketinggalan shalat karena lupa, maka hendaknya mereka shalat ketika
mengingatnya, dan apabila ketinggalan shalat karena malas, hendaklah kita
mengajari mereka agar bersegera bertaubat dan beramal shalih seperti
sedekah dari uang sakunya dan amalan-amalan shalih yang lain, semoga
dengan demikian Allah Subhanahu Wa Ta'ala mengampuninya.
Dan kami ingatkan akan pentingnya kesepakatan kedua orang tua untuk
menempuh langkah-langkah yang telah disebutkan di atas, dan untuk saling
tolong-menolong agar menjadi teladan bagi anak-anaknya pada setiap
perbuatannya. Dan hendaklah setiap orang tua memperbanyak do'a, "Wahai
Rabb, jadikanlah aku dan keturunanku orang-orang yang menegakkan shalat,
wahai Rabb kami kabulkanlah do'a (kami)." Dan do'a, "Wahai Rabb kami,
karuniakanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai
penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang
bertakwa." (Abu Yusuf Sujono).
Sumber: Disarikan dari makalah berjudul "Muru Auladakum bi ash-Shalah..."
di http://www.addarb.com/vb/t6632.html dan terjemahan Bahjatun Nazhirin
Syarah Riyadhush Shalihin.
YAYASAN AL-SOFWA
Jl.Raya Lenteng Agung Barat No.35 PostCode:12810 Jakarta Selatan -
Indonesia
Phone: 62-21-78836327. Fax: 62-21-78836326. e-mail: info @alsofwah.or.id |
website: www.alsofwah.or.id | Member Info Al-Sofwa
Artikel yang dimuat di situs ini boleh di copy & diperbanyak dengan syarat
tidak untuk komersil.
This message (including any attachments) is intended only for
the use of the individual or entity to which it is addressed and
may contain information that is non-public, proprietary,
privileged, confidential, and exempt from disclosure under
applicable law or may constitute as attorney work product.
If you are not the intended recipient, you are hereby notified
that any use, dissemination, distribution, or copying of this
communication is strictly prohibited. If you have received this
communication in error, notify us immediately by telephone and
(i) destroy this message if a facsimile or (ii) delete this message
immediately if this is an electronic communication.
Thank you.
[Non-text portions of this message have been removed]
Untuk subscribe ke milis sabili kirim email kosong ke: sabili-subscribe@yahoogroups.com
Untuk unsubscribe dari milis sabili kirim email kosong ke: sabili-unsubscribe@yahoogroups.com
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment