Monday, February 21, 2011

[Milis_Iqra] Penggulingan rezim Hosni Mubarak kini diwarnai tudingan konspirasi

INILAH.COM, Jakarta - Penggulingan rezim Hosni Mubarak kini diwarnai
tudingan konspirasi yang didalangi Amerika Serikat. Teori Konspirasi
menyebut rencana AS demi terwujudnya 'Timur Tengah Baru'.

Teori konspirasi kini beredar berkaitan dengan revolusi di Mesir.
Teori konspirasi menyatakan bahwa tidak ada yang bisa membela
kekejaman rezim Mubarak serta penyiksaan dan represi maupun larangan
kebebasan berpendapat.

Menurut teori konspirasi, tidak ada yang dapat membantah kenaikan
tajam harga bahan makanan seiring dengan permainan spekulan Chicago
dan Wall Street dalam bursa komoditi dan konversi lahan pertanian di
Amerika menjadi lahan budidaya jagung yang menyebabkan kenaikkan harga
gandum mencapai puncaknya.

Mesir adalah importir gandum terbesar di dunia, sebagian besar dari
Amerika Serikat. Harga gandum di Bursa berjangka Chicago naik 74%
secara mengejutkan antara Juni dan November 2010, menyebabkan inflasi
harga makanan Mesir sekitar 30% meskipun pemerintah telah memberikan
subsidi.

Apa yang secara luas diabaikan CNN, BBC dan media Barat lainnya
tentang peristiwa Mesir adalah kenyataan bahwa apa pun ekses secara
domestik, Mesir era Mubarak menggambarkan suatu hambatan besar bagi AS
di wilayah itu untuk agenda yang lebih jauh.

Untuk mengatakan hubungan antara Obama dan Mubarak sejak awal sedingin
es, tidaklah berlebihan. Mubarak kukuh menentang kebijakan Obama
terhadap Iran. Seperti reaksi Washington terhadap program nuklir
Teheran, kebijakan Obama terhadap negara-negara Teluk Persia, Suriah,
Lebanon maupun Palestina.

Mubarak bisa dibilang duri tangguh dalam agenda Washington yang lebih
besar bagi seluruh kawasan, Proyek Timur Tengah Raya, yang baru-baru
terdengar sebagai "Timur Tengah Baru."

Ketika demonstrasi besar-besaran yang sangat terkoordinasi dengan baik
menuntut Mubarak mundur, anggota kunci komando militer Mesir termasuk
Kepala Staf Umum Letjen Sami Hafez Enan tengah berada di Washington
sebagai tamu Pentagon, pertemuan yang berhasil menetralkan Angkatan
Darat yang sebelumnya menghalangi gerakan anti-Mubarak.

Strategi tersebut telah tercatat dalam berbagai file Departemen Luar
Negeri dan Pentagon setidaknya sejak satu dekade atau lebih. Setelah
George W Bush mengumumkan Perang Melawan Teror pada 2001, strategi itu
disebut Proyek Timur Tengah Raya.

Saat ini lebih dikenal sebagai "Timur Tengah Baru/New Middle East,"
sebuah istilah yang terdengar lebih halus dan tidak mengancam. Ini
adalah strategi untuk mematahkan negara-negara di wilayah itu mulai
dari Maroko hingga Afghanistan, yang didefinisikan David Rockefeller
teman Samuel Huntington, agar kawasan Timur Tengah menjadi 'New
Middle East' (Timur Tengah Baru) dalam esainya di majalah Foreign
Affairs.

Seruan pemogokan umum Mesir dan Hari Kemarahan 25 Januari digerakan
sebuah organisasi berbasis Facebook yang menamakan dirinya Gerakan 6
April. Protes yang begitu besar dan terorganisir dengan baik yang
memaksa Mubarak untuk meminta kabinetnya mengundurkan diri dan
menunjuk wakil presiden baru, Jenderal Omar Suleiman, seorang mantan
Menteri Intelijen.

Gerakan 6 April dipimpin oleh Ahmed Maher Ibrahim, seorang insinyur
sipil berusia 29 tahun, yang memanfaatkan situs Facebook untuk
menyerukan pemogokan nasional pada 6 April 2008. Menurut laporan New
York Times 2009, sekitar 800.000 orang Mesir, kebanyakan pemuda,
adalah pengguna Facebook atau Twitter.

Dalam sebuah wawancara dengan Carnegie Endowment yang berbasis di
Washington, Ketua Gerakan 6 April Maher menyatakan, gerakan pemuda
pertama di Mesir yang menggunakan internet sebagai basis komunikasi
seperti Facebook dan Twitter. "Kami bertujuan untuk mempromosikan
demokrasi dengan mendorong keterlibatan publik dalam proses politik."

Maher juga mengumumkan bahwa Gerakan 6 April bersama dengan Asosiasi
Nasional untuk Perubahan (NAC) mendukung mantan Direktur Badan Atom
Internasional PBB (IAEA) El Baradei sebagai calon Presiden Mesir.

NAC meliputi antara lain George Ishak, pemimpin dalam Gerakan Kefaya,
dan Mohamed Saad El-Katatni, presiden blok parlemen dari Ikhwan Muslim
yang kontroversial.

Kefaya berada di pusat peristiwa penting Mesir yang tengah
berlangsung. Di belakang mereka ada Ikhwanul Muslimin yang bersikap
'bijaksana dan tidak haus kekuasaan.' Kini publik masih
memperdebatkan dan mencermati sejauh mana kebenaran teori konspirasi
di atas, namun yang jelas era Mubarak sudah terhempas. [mdr]

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment