dengan akalnya yang sangat terbatas, yang ga ada setitik air dibanding
lautan"
Wow...hampir tidak bisa berkata apa-apa saya mbak, tidak menyangka saya
ucapan itu keluar dari mulut mbak Wheen...
On Mon, 2011-02-07 at 14:10 +0700, whe - en wrote:
> saya memang suka warna merah dan bold biar tahu titik poinnya.
>
> jadi rekan2 yang merasa menggunakan akal, ga usah terlalu sombong
> dengan akalnya yang sangat terbatas, yang ga ada setitik air dibanding
> lautan
>
> QS. Al Isra’ {17}:37 "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini
> dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat
> menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung."
>
> regards
> whe~en
>
> 2011/2/7 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
> [Arman] : Kalau demikian maka argumen bahwa akal tidak bisa
> menjembatani wahyu adalah yang keblinger mbak, karena jelas
> wahyu diturunkan untuk menjadi pemikiran, dan untuk berpikir
> jelas orang memerlukan akal oleh sebab itu ada satu ayat dalam
> surah Yunus ayat 100 Allah mengatakan bila Dia marah bagi
> orang yang tidak mau menggunakan akalnya.
>
>
> Diskusi dengan saya tidak perlu pake besar-besaran huruf
> segala Mbak, Alhamdulillah sampai hari ini kedua mata saya
> masih sehat-sehat saja dan berfungsi dengan baik. Jadi, easy
> saja ya ... :-)
>
>
>
>
>
> 2011/2/7 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
> Armansyah
>
> Jadi mereka yang tidak menggunakan akalnya dalam
> memahami wahyu sama artinya dengan orang gila bahkan
> lebih sesat dari binatang sekalipun (quote bebas dari
> al-Qur'an)
>
>
> whe~en
> jangan salah mas
> akal tetap digunakan
> tidak ada yang bilang akal tidak digunakan
> saya bold merah biar ga salah bacanya. Biar nyambung
>
> orang yang menganggap akalnya bisa memahami semua dari
> Allah adalah orang keblinger.
> Keblinger karena ga ada setitik air dibadning lautan
> saja merasa pintar sendiri, merasa benar sendiri
>
> regards
> whe~en
>
>
> 2011/2/7 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
>
>
> [Arman] : Fungsinya akal adalah untuk
> mempelajari kebenaran yang diklaim oleh wahyu
> sehingga wahyu itu bisa diamalkan dengan
> kesadaran atas hasil penerimaan logis dari
> akal. Sebab tidak beragama orang yang tidak
> berakal artinya kewajiban agama (baca: semua
> wahyu yang diturunkan) tidak dibebankan kepada
> mereka yang akalnya tidak berfungsi seperti
> salah satunya gila. Jadi mereka yang tidak
> menggunakan akalnya dalam memahami wahyu sama
> artinya dengan orang gila bahkan lebih sesat
> dari binatang sekalipun (quote bebas dari
> al-Qur'an).
>
>
> 2011/2/7 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
>
>
> saya quote ulang ya mas 1tim17?
>
> wahyu di atas akal dan
> iman di atas ilmu
>
>
> alhamdulillah, Insya Allah saya ga
> salah melangkah,
> wahyu di atas akal, iman diatas ilmu.
>
> terimakasih artikelnya mas
>
> regards
> whe~en
>
> 2011/2/7 satutimotius tujuhbelas
> <satutimotius.tujuhbelas@gmail.com>
>
>
> 001. Peranan Wahyu dan Akal
> dalam Kehidupan
> Makhluk ciptaan Allah SWT di
> alam syahadah ini, seperti apa
> yang dapat kita amati, dapat
> digolongkan dalam jenis-jenis:
> batu-batuan/mineral,
> tumbuh-tumbuhan, binatang dan
> manusia. Allah SWT sebagai
> ArRabb mengatur alam syahadah
> dengan hukum-hukumNya untuk
> mengendalikan berjenis-jenis
> ciptaanNya itu. Allah sebagai
> ArRabb (Maha Pengatur)
> mengendalikan alam semesta
> dengan hukum-hukumNya yang
> hingga kini baru dikenal oleh
> manusia sebagai: medan
> gravitasi, medan
> elektromagnet, gaya kuat dan
> gaya lemah.
>
> Medan gravitasi utamanya
> mengontrol makrokosmos,
> mengendalikan bintang-bintang.
> Ketiga jenis yang lain
> mengontrol mikrokosmos. Medan
> elektromagnet mengontrol
> pasangan proton (bermuatan +)
> dengan elektron (bermuatan -).
> Proton-proton dalam inti atom
> yang saling tolak karena
> bermuatan sama, "direkat" oleh
> gaya kuat. Sedangkan gaya
> lemah menyebabkan inti atom
> seperti misalnya Thorium dan
> Uranium tidak stabil menjadi
> "lapuk" terbelah dengan
> mengeluarkan sinar radioaktif,
> sehingga Thorium dan Uranium
> disebut pula zat radioaktif.
>
> Di samping ke-4 jenis itu
> hukum Allah mengendalikan pula
> tumbuh-tumbuhan dengan
> kekuatan bertumbuh dan
> berkembang biak; kekuatan
> bertumbuh itu dapat melawan
> kekuatan gravitasi yaitu
> bertumbuh ke atas melawan
> tarikan gravitasi ke bawah.
> Adapun pada binatang ditambah
> pula lagi dengan kekuatan
> naluri dengan perlengkapan
> pancaindera. Dengan kekuatan
> naluri dan perlengkapan
> pancaindera itu binatang dapat
> bergerak ke mana saja menurut
> kemauannya atas dorongan
> nalurinya.
>
> ***
>
> Allah meniupkan ruh ke dalam
> diri manusia, yang tidak
> diberikanNya kepada makhluq
> bumi yang lain. Karena manusia
> mempunyai ruh, ia mempunyai
> kekuatan ruhaniyah yaitu akal.
> Dengan akal itu manusia
> mempunyai kesadaran akan wujud
> dirinya. Dengan otak sebagai
> mekanisme, akal manusia dapat
> berpikir dan dengan qalbu
> (hati nurani) sebagai
> mekanisme akal manusia dapat
> merasa. Allah menciptakan
> manusia dalam keadaan, "fiy
> ahsani taqwiym" (95:4),
> sebaik-baik kejadian.
>
> Kemampuan akal untuk berpikir
> dan merasa bertumbuh sesuai
> dengan pertumbuhan diri
> manusia. Agar manusia dapat
> mempergunakan akalnya untuk
> berpikir dan merasa, ia perlu
> mendapatkan informasi dan
> pengalaman hidup. Mutu hasil
> pemikiran dan renungan akal
> tergantung pada jumlah, mutu
> dan jenis informasi yang
> didapatkannya dan dialaminya.
> Ilmu eksakta, non-eksakta,
> ilmu filsafat adalah hasil
> olah akal dengan mekanisme
> otak. Kesenian dan ilmu
> tasawuf adalah hasil olah akal
> dengan qalbu sebagai
> mekanisme.
>
> Hasil pemikiran dan renungan
> anak tammatan SMA lebih
> bermutu ketimbang hasil
> pemikiran anak tammatan SD,
> karena anak tammatan SMA lebih
> besar jumlah, lebih bermutu
> dan lebih beragam jenis
> informasi yang diperolehnya
> dan pengalaman yang
> dialaminya. Jadi kemampuan
> akal manusia itu relatif
> sifatnya, baik dalam hal
> evolusi pertumbuhan mekanisme
> otak dan qalbunya, maupun
> dalam hal jumlah, mutu dan
> ragam informasi yang
> diperolehnya dan dialaminya.
> Dengan demikian akan relatif
> juga, baik untuk memikirkan
> pemecahan masalah, maupun
> untuk merenung baik buruknya
> sesuatu.
>
> Oleh karena akal manusia itu
> terbatas, Allah Yang Maha
> Pengatur (ArRabb) memberikan
> pula sumber informasi berupa
> wahyu yang diturunkan kepada
> para Rasul yang kemudian
> disebar luaskan kepada
> manusia. Nabi Muhammad
> RasuluLlah SAW adalah nabi dan
> rasul yang terakhir. Setelah
> beliau, Allah tidak lagi
> menurunkan wahyu. Dalam shalat
> kita minta kepada Allah:
> Ihdina shShira-tha lMustqiym
> (1:6), tuntunlah kami ke jalan
> yang lurus. Maka Allah
> menjawab: Alif, Lam, Mim.
> Dza-lika lKita-bu la- Rayba
> fiyhi Hudan lilMuttaqiyn (s.
> alBaqarah, 1-2), inilah kitab
> tak ada keraguan dalamnya
> penuntun bagi Muttaqiyn (s.
> Sapi betina, 2:1-2). Al Quran
> yang tak ada keraguan dalamnya
> memberikan informasi kepada
> manusia tentang
> perkara-perkara yang manusia
> tidak sanggup mendapatkannya
> sendiri dengan kekuatan
> akalnya: 'Allama lInsa-na
> Ma-lam Ya'lam (s. al'Alaq, 5),
> (Allah) mengajar manusia apa
> yang tidak diketahuinya.
>
> Kebenaran mutlak (Al Haqq)
> tidak mungkin dapat dicapai
> oleh manusia dengan kekuatan
> akalnya. Kebenaran mutlak
> tidak mungkin diperoleh dengan
> upaya pemikiran mekanisme otak
> yang berwujud filsafat. Juga
> kebenaran mutlak tidak dapat
> dicapai manusia dengan upaya
> renungan mekanisme qalbu dalam
> wujud tasawuf. Al Haqq tidak
> dapat dicapai melalui filsafat
> ataupun tasawuf. Al Haqqu min
> rabbikum (s. alKahf, 29),
> artinya Al Haqq itu dari Rabb
> kamu (s. Gua 18:29). Alam
> ghaib juga tidak mungkin
> diketahui manusia dengan
> kekuatan akalnya. Filsafat dan
> tasawuf tidak mungkin dapat
> menyentuh alam ghaib.
>
> Demikianlah tolok ukur produk
> pemikiran dan renungan yang
> berupa filsafat dan tasawuf
> itu adalah: "Dza-lika lKita-bu
> la- Rayba fiyhi Hudan
> lilMuttaqiyn". Filsafat dan
> tasawuf harus dibingkai oleh
> Al Quran dan Hadits shahih,
> sebab kalau tidak demikian,
> maka filsafat dan tasawuf itu
> menjadi liar. Sungguh-sungguh
> suatu keniscayaan, para
> penganut dan pengamal filsafat
> dan tasawuf tanpa kendali itu
> menjadi sesat. Terjadilah
> fenomena yang naif, lucu,
> tetapi mengibakan, yaitu
> antara lain filosof itu
> berimajinasi tentang
> pantheisme, sufi itu
> ber"kasyaf" terbuka hijab,
> merasa bersatu dengan Allah.
> Adapun indikator penganut dan
> pengamal filsafat dan tasawuf
> tanpa kendali itu, adalah
> upaya yang sia-sia untuk
> mempersatukan segala agama.
> Inilah yang selalu kita
> mohonkan kepada Allah SAW
> setiap shalat, agar tidak
> terperosok ke dalam golongan
> "Dha-lluwn", kaum sesat.
>
> Hudan lilMuttaqiyn",
> demikianlah wahyu itu menuntun
> akal para Muttaqiyn untuk
> berolah akal, yaitu
> berpikir/berfilsafat dan
> merasa/bertasawuf. Akal harus
> ditempatkan di bawah wahyu dan
> ilmu filsafat serta ilmu
> tasawuf harus ditempatkan di
> bawah iman, singkatnya wahyu
> di atas akal dan iman di atas
> ilmu. WaLlahu a'lamu
> bishshawab.
>
> *** Makassar, 20 Oktober 1991
> [H.Muh.Nur Abdurrahman]
>
>
> 2011/2/5 Arif Al bisri
> <arifbisri@gmail.com>
>
>
> Hal ini ada sangkut
> pautnya dengan
> bijaksana, nah
> bagaimana cara
> mendapatkannya ?
>
>
> Salam,
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan
> Tuhanmu dengan hikmah
> dan pelajaran yang
> baik
> dan bantahlah mereka
> dengan cara yang lebih
> baik. -Qs. 16
> an-Nahl :125
>
> Berilah mereka
> pelajaran, dan
> katakanlah kepada
> mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa
> mereka. -Qs. 4
> an-Nisa' : 63
>
> Gabung :
> Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar :
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 :
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod :
> moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu
> dengan hikmah dan pelajaran
> yang baik
> dan bantahlah mereka dengan
> cara yang lebih baik. -Qs. 16
> an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan
> katakanlah kepada mereka
> perkataan yang berbekas pada
> jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' :
> 63
>
> Gabung :
> Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar :
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 :
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod :
> moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,
> dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
> lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
> supaya mereka mengerti
> perkataanku." (QS 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang
> selalu bersyukur dan penyabar"
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan
> hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang
> lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan
> katakanlah kepada mereka perkataan
> yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4
> an-Nisa' : 63
>
> Gabung :
> Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar :
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 :
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
> pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih
> baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah
> kepada mereka perkataan yang berbekas pada
> jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar :
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 :
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
>
> --
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah
> untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari
> lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 :
> 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan
> penyabar"
>
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
> pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs.
> 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka
> perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4
> an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
> baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16
> an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka
> perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku
> urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka
> mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment