Sunday, February 6, 2011

Re: [Milis_Iqra] Integrasikan Akal dan Hati!

"jadi rekan2 yang merasa menggunakan akal, ga usah terlalu sombong
dengan akalnya yang sangat terbatas, yang ga ada setitik air dibanding
lautan"
Wow...hampir tidak bisa berkata apa-apa saya mbak, tidak menyangka saya
ucapan itu keluar dari mulut mbak Wheen...


On Mon, 2011-02-07 at 14:10 +0700, whe - en wrote:
> saya memang suka warna merah dan bold biar tahu titik poinnya.
>
> jadi rekan2 yang merasa menggunakan akal, ga usah terlalu sombong
> dengan akalnya yang sangat terbatas, yang ga ada setitik air dibanding
> lautan
>
> QS. Al Isra’ {17}:37 "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini
> dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat
> menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung."
>
> regards
> whe~en
>
> 2011/2/7 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
> [Arman] : Kalau demikian maka argumen bahwa akal tidak bisa
> menjembatani wahyu adalah yang keblinger mbak, karena jelas
> wahyu diturunkan untuk menjadi pemikiran, dan untuk berpikir
> jelas orang memerlukan akal oleh sebab itu ada satu ayat dalam
> surah Yunus ayat 100 Allah mengatakan bila Dia marah bagi
> orang yang tidak mau menggunakan akalnya.
>
>
> Diskusi dengan saya tidak perlu pake besar-besaran huruf
> segala Mbak, Alhamdulillah sampai hari ini kedua mata saya
> masih sehat-sehat saja dan berfungsi dengan baik. Jadi, easy
> saja ya ... :-)
>
>
>
>
>
> 2011/2/7 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
> Armansyah
>
> Jadi mereka yang tidak menggunakan akalnya dalam
> memahami wahyu sama artinya dengan orang gila bahkan
> lebih sesat dari binatang sekalipun (quote bebas dari
> al-Qur'an)
>
>
> whe~en
> jangan salah mas
> akal tetap digunakan
> tidak ada yang bilang akal tidak digunakan
> saya bold merah biar ga salah bacanya. Biar nyambung
>
> orang yang menganggap akalnya bisa memahami semua dari
> Allah adalah orang keblinger.
> Keblinger karena ga ada setitik air dibadning lautan
> saja merasa pintar sendiri, merasa benar sendiri
>
> regards
> whe~en
>
>
> 2011/2/7 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>
>
>
> [Arman] : Fungsinya akal adalah untuk
> mempelajari kebenaran yang diklaim oleh wahyu
> sehingga wahyu itu bisa diamalkan dengan
> kesadaran atas hasil penerimaan logis dari
> akal. Sebab tidak beragama orang yang tidak
> berakal artinya kewajiban agama (baca: semua
> wahyu yang diturunkan) tidak dibebankan kepada
> mereka yang akalnya tidak berfungsi seperti
> salah satunya gila. Jadi mereka yang tidak
> menggunakan akalnya dalam memahami wahyu sama
> artinya dengan orang gila bahkan lebih sesat
> dari binatang sekalipun (quote bebas dari
> al-Qur'an).
>
>
> 2011/2/7 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
>
>
> saya quote ulang ya mas 1tim17?
>
> wahyu di atas akal dan
> iman di atas ilmu
>
>
> alhamdulillah, Insya Allah saya ga
> salah melangkah,
> wahyu di atas akal, iman diatas ilmu.
>
> terimakasih artikelnya mas
>
> regards
> whe~en
>
> 2011/2/7 satutimotius tujuhbelas
> <satutimotius.tujuhbelas@gmail.com>
>
>
> 001. Peranan Wahyu dan Akal
> dalam Kehidupan
> Makhluk ciptaan Allah SWT di
> alam syahadah ini, seperti apa
> yang dapat kita amati, dapat
> digolongkan dalam jenis-jenis:
> batu-batuan/mineral,
> tumbuh-tumbuhan, binatang dan
> manusia. Allah SWT sebagai
> ArRabb mengatur alam syahadah
> dengan hukum-hukumNya untuk
> mengendalikan berjenis-jenis
> ciptaanNya itu. Allah sebagai
> ArRabb (Maha Pengatur)
> mengendalikan alam semesta
> dengan hukum-hukumNya yang
> hingga kini baru dikenal oleh
> manusia sebagai: medan
> gravitasi, medan
> elektromagnet, gaya kuat dan
> gaya lemah.
>
> Medan gravitasi utamanya
> mengontrol makrokosmos,
> mengendalikan bintang-bintang.
> Ketiga jenis yang lain
> mengontrol mikrokosmos. Medan
> elektromagnet mengontrol
> pasangan proton (bermuatan +)
> dengan elektron (bermuatan -).
> Proton-proton dalam inti atom
> yang saling tolak karena
> bermuatan sama, "direkat" oleh
> gaya kuat. Sedangkan gaya
> lemah menyebabkan inti atom
> seperti misalnya Thorium dan
> Uranium tidak stabil menjadi
> "lapuk" terbelah dengan
> mengeluarkan sinar radioaktif,
> sehingga Thorium dan Uranium
> disebut pula zat radioaktif.
>
> Di samping ke-4 jenis itu
> hukum Allah mengendalikan pula
> tumbuh-tumbuhan dengan
> kekuatan bertumbuh dan
> berkembang biak; kekuatan
> bertumbuh itu dapat melawan
> kekuatan gravitasi yaitu
> bertumbuh ke atas melawan
> tarikan gravitasi ke bawah.
> Adapun pada binatang ditambah
> pula lagi dengan kekuatan
> naluri dengan perlengkapan
> pancaindera. Dengan kekuatan
> naluri dan perlengkapan
> pancaindera itu binatang dapat
> bergerak ke mana saja menurut
> kemauannya atas dorongan
> nalurinya.
>
> ***
>
> Allah meniupkan ruh ke dalam
> diri manusia, yang tidak
> diberikanNya kepada makhluq
> bumi yang lain. Karena manusia
> mempunyai ruh, ia mempunyai
> kekuatan ruhaniyah yaitu akal.
> Dengan akal itu manusia
> mempunyai kesadaran akan wujud
> dirinya. Dengan otak sebagai
> mekanisme, akal manusia dapat
> berpikir dan dengan qalbu
> (hati nurani) sebagai
> mekanisme akal manusia dapat
> merasa. Allah menciptakan
> manusia dalam keadaan, "fiy
> ahsani taqwiym" (95:4),
> sebaik-baik kejadian.
>
> Kemampuan akal untuk berpikir
> dan merasa bertumbuh sesuai
> dengan pertumbuhan diri
> manusia. Agar manusia dapat
> mempergunakan akalnya untuk
> berpikir dan merasa, ia perlu
> mendapatkan informasi dan
> pengalaman hidup. Mutu hasil
> pemikiran dan renungan akal
> tergantung pada jumlah, mutu
> dan jenis informasi yang
> didapatkannya dan dialaminya.
> Ilmu eksakta, non-eksakta,
> ilmu filsafat adalah hasil
> olah akal dengan mekanisme
> otak. Kesenian dan ilmu
> tasawuf adalah hasil olah akal
> dengan qalbu sebagai
> mekanisme.
>
> Hasil pemikiran dan renungan
> anak tammatan SMA lebih
> bermutu ketimbang hasil
> pemikiran anak tammatan SD,
> karena anak tammatan SMA lebih
> besar jumlah, lebih bermutu
> dan lebih beragam jenis
> informasi yang diperolehnya
> dan pengalaman yang
> dialaminya. Jadi kemampuan
> akal manusia itu relatif
> sifatnya, baik dalam hal
> evolusi pertumbuhan mekanisme
> otak dan qalbunya, maupun
> dalam hal jumlah, mutu dan
> ragam informasi yang
> diperolehnya dan dialaminya.
> Dengan demikian akan relatif
> juga, baik untuk memikirkan
> pemecahan masalah, maupun
> untuk merenung baik buruknya
> sesuatu.
>
> Oleh karena akal manusia itu
> terbatas, Allah Yang Maha
> Pengatur (ArRabb) memberikan
> pula sumber informasi berupa
> wahyu yang diturunkan kepada
> para Rasul yang kemudian
> disebar luaskan kepada
> manusia. Nabi Muhammad
> RasuluLlah SAW adalah nabi dan
> rasul yang terakhir. Setelah
> beliau, Allah tidak lagi
> menurunkan wahyu. Dalam shalat
> kita minta kepada Allah:
> Ihdina shShira-tha lMustqiym
> (1:6), tuntunlah kami ke jalan
> yang lurus. Maka Allah
> menjawab: Alif, Lam, Mim.
> Dza-lika lKita-bu la- Rayba
> fiyhi Hudan lilMuttaqiyn (s.
> alBaqarah, 1-2), inilah kitab
> tak ada keraguan dalamnya
> penuntun bagi Muttaqiyn (s.
> Sapi betina, 2:1-2). Al Quran
> yang tak ada keraguan dalamnya
> memberikan informasi kepada
> manusia tentang
> perkara-perkara yang manusia
> tidak sanggup mendapatkannya
> sendiri dengan kekuatan
> akalnya: 'Allama lInsa-na
> Ma-lam Ya'lam (s. al'Alaq, 5),
> (Allah) mengajar manusia apa
> yang tidak diketahuinya.
>
> Kebenaran mutlak (Al Haqq)
> tidak mungkin dapat dicapai
> oleh manusia dengan kekuatan
> akalnya. Kebenaran mutlak
> tidak mungkin diperoleh dengan
> upaya pemikiran mekanisme otak
> yang berwujud filsafat. Juga
> kebenaran mutlak tidak dapat
> dicapai manusia dengan upaya
> renungan mekanisme qalbu dalam
> wujud tasawuf. Al Haqq tidak
> dapat dicapai melalui filsafat
> ataupun tasawuf. Al Haqqu min
> rabbikum (s. alKahf, 29),
> artinya Al Haqq itu dari Rabb
> kamu (s. Gua 18:29). Alam
> ghaib juga tidak mungkin
> diketahui manusia dengan
> kekuatan akalnya. Filsafat dan
> tasawuf tidak mungkin dapat
> menyentuh alam ghaib.
>
> Demikianlah tolok ukur produk
> pemikiran dan renungan yang
> berupa filsafat dan tasawuf
> itu adalah: "Dza-lika lKita-bu
> la- Rayba fiyhi Hudan
> lilMuttaqiyn". Filsafat dan
> tasawuf harus dibingkai oleh
> Al Quran dan Hadits shahih,
> sebab kalau tidak demikian,
> maka filsafat dan tasawuf itu
> menjadi liar. Sungguh-sungguh
> suatu keniscayaan, para
> penganut dan pengamal filsafat
> dan tasawuf tanpa kendali itu
> menjadi sesat. Terjadilah
> fenomena yang naif, lucu,
> tetapi mengibakan, yaitu
> antara lain filosof itu
> berimajinasi tentang
> pantheisme, sufi itu
> ber"kasyaf" terbuka hijab,
> merasa bersatu dengan Allah.
> Adapun indikator penganut dan
> pengamal filsafat dan tasawuf
> tanpa kendali itu, adalah
> upaya yang sia-sia untuk
> mempersatukan segala agama.
> Inilah yang selalu kita
> mohonkan kepada Allah SAW
> setiap shalat, agar tidak
> terperosok ke dalam golongan
> "Dha-lluwn", kaum sesat.
>
> Hudan lilMuttaqiyn",
> demikianlah wahyu itu menuntun
> akal para Muttaqiyn untuk
> berolah akal, yaitu
> berpikir/berfilsafat dan
> merasa/bertasawuf. Akal harus
> ditempatkan di bawah wahyu dan
> ilmu filsafat serta ilmu
> tasawuf harus ditempatkan di
> bawah iman, singkatnya wahyu
> di atas akal dan iman di atas
> ilmu. WaLlahu a'lamu
> bishshawab.
>
> *** Makassar, 20 Oktober 1991
> [H.Muh.Nur Abdurrahman]
>
>
> 2011/2/5 Arif Al bisri
> <arifbisri@gmail.com>
>
>
> Hal ini ada sangkut
> pautnya dengan
> bijaksana, nah
> bagaimana cara
> mendapatkannya ?
>
>
> Salam,
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan
> Tuhanmu dengan hikmah
> dan pelajaran yang
> baik
> dan bantahlah mereka
> dengan cara yang lebih
> baik. -Qs. 16
> an-Nahl :125
>
> Berilah mereka
> pelajaran, dan
> katakanlah kepada
> mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa
> mereka. -Qs. 4
> an-Nisa' : 63
>
> Gabung :
> Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar :
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 :
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod :
> moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu
> dengan hikmah dan pelajaran
> yang baik
> dan bantahlah mereka dengan
> cara yang lebih baik. -Qs. 16
> an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan
> katakanlah kepada mereka
> perkataan yang berbekas pada
> jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' :
> 63
>
> Gabung :
> Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar :
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 :
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod :
> moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,
> dan mudahkanlah untukku urusanku, dan
> lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
> supaya mereka mengerti
> perkataanku." (QS 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang
> selalu bersyukur dan penyabar"
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan
> hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang
> lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan
> katakanlah kepada mereka perkataan
> yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4
> an-Nisa' : 63
>
> Gabung :
> Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar :
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 :
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
> pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih
> baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah
> kepada mereka perkataan yang berbekas pada
> jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar :
> Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 :
> http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
>
> --
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah
> untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari
> lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 :
> 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan
> penyabar"
>
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
> pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs.
> 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka
> perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4
> an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> Salamun 'ala manittaba al Huda
>
>
>
> ARMANSYAH
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang
> baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16
> an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka
> perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
>
>
> --
> ~~~~~
> Whe~en
> http://wheen.blogsome.com/
>
> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku
> urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka
> mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>
>
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment