Monday, February 21, 2011

RE: [Milis_Iqra] Kalau Tidak Menyebarkan Ahmadiyah, "Priyuk Nasi Saya tidak Ngebul"

“Pak Kiai kalau saya tidak melaksanakan ini (ajaran Ahmadiyah, red), priyuk nasi saya tidak ngebul” ujar Aminudin menirukan ucapan Suparman kepada Amir.

Jadi Ingat ceramahnya Pak Zainuddin “ Kalau sudah tiga kosong, Kosong Iman,Kosong Perut dan kosong Kantong”

 

Jadi Penyebabnya semua ekonomi ya.

 

Terus apa ya dakwah kita kira-kira untuk kemajuan perekonomian umat islam ya ?

 


From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe - en
Sent: Tuesday, February 22, 2011 9:34 AM
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Kalau Tidak Menyebarkan Ahmadiyah, “Priyuk Nasi Saya tidak Ngebul”

 

From milis sebelah
judul asli HIP ke 27: Kalau Tidak Menyebarkan Ahmadiyah, “Priyuk Nasi Saya tidak Ngebul”
regards
whe~en

---------- Forwarded message ----------
From: Syahrizal Musa <syahrizalmusa@yahoo.com>

Kalau Tidak Menyebarkan Ahmadiyah, “Priyuk Nasi Saya tidak Ngebul”

Jakarta. Suparman dihadapan guru ngajinya mengaku bahwa ia bersedia menjadi anggota Ahmadiyah dan bahkan menjadi Ketua Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Cikeusik lantaran faktor ekonomi. Hal itu diungkapkan Ketua MUI Banten KH Aminudin Ibrahim dalam acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-27, Ahad (20/2) di Wisma Antara, Jakarta.

Anggota Tim Pencari Informasi dan Fakta (TPF) MUI Pusat Kasus Cikeusik ini menjelaskan panjang lebar tentang keberadaan Ahmadiyah di Pandeglang. Sekitar 250 anggota Ahmadiyah Pandeglang akhirnya kembali ke pangkuan Islam setelah diadakannya sosialisasi SKB 3 Menteri pada Nopember 2008 lalu.

Namun tersisa delapan orang warga yang bersikukuh tetap tidak mau tobat. Mereka adalah para mubaligh Ahmadiyah, salah satunya adalah Suparman warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

Dalam sosialisasi SKB 3 Menteri itu, terjadilah dialog antara Suparman dengan guru ngajinya yakni Ketua MUI Cikeusik KH Amir. Amir pun menanyakan mengapa Suparman bisa masuk Ahmadiyah. Semua dalil yang diajukan Suparman tentang kenabian Mirza Ghulam Ahmad, terbantahkan dengan telak. Namun Suparman enggan keluar dari Ahmadiyah.

Akhirnya, karena sudah tidak ada argumen berdasarkan dalil Al-Qur’an maupun Hadits lagi, maka ia pun mengakui alasan yang sebenarnya sehingga ia tidak mau kembali ke jalan yang benar.

“Pak Kiai kalau saya tidak melaksanakan ini (ajaran Ahmadiyah, red), priyuk nasi saya tidak ngebul” ujar Aminudin menirukan ucapan Suparman kepada Amir.

Maka terungkaplah bahwa Suparman diberi berbagai fasilitas yang menggiurkan oleh JAI Pusat. Di antaranya, tiap bulan ia digaji Rp 10 juta perbulan, diberi uang Rp 150 juta untuk membeli rumah, diberi dana Rp 150 juta untuk kegiatan ‘dakwah’ di bulan Ramadhan.

Karena Suparman tidak mau meninggalkan mencari nafkah dengan cara yang haram itu, akhirnya masalah ini naik ke Bakorpakem tingkat Kabupaten Pandeglang. Terjadilah dialog dan disepekatilah bahwa Suparman tidak akan mengajarkan lagi ajaran sesatnya.

“Bahkan kesepakatan itu ditandatangani oleh Suparman sendiri,” ujar Aminudin di hadapan 600 peserta talkshow yang bertema Ahmadiyah Berulah,Umat Islam di Fitnah (Menelisik Konspirasi dan Targetnya) itu.

Aminudin pun mengungkapkan bahwa ternyata Suparman melanggar perjanjian itu. Karena  faktanya ia malah terus mengembangkan ajaran Mirza Ghulam Ahmad, nabi palsu utusan kolonial Inggris.

“Ia tetap door to door mengajak orang untuk masuk Ahmadiyah dengan iming-iming akan diberi uang,” ujarnya. Berdasarkan pengakuan warga kepada Aminudin, uang yang akan diberikan itu variatif tergantung tugasnya nanti. “Yang jelas berkisar 1,5 juta-10 juta rupiahlah,” ujarnya kepada mediaumat.com. Sehingga akhirnya di Cikeusik saat ini ada 25 warga yang turut menjadi anggota JAI.

Dalam takshow bulanan yang diselenggaran oleh Hizbut Tahrir Indonesia itu, nampak pula Ketua Dewan Pembina TPM Mahendradatta; Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PPP Mohammad Arwani Thomafi;  Wakil Ketua Komnas HAM Nurcholis; dan Jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto. Mereka hadir sebagai pembicara. Kecuali Nurcholis, semua pembicara sepakat bahwa Presiden SBY harus segera membubarkan Ahmadiyah. [] joko prasetyo/mediaumat.com

 

~~~~~

Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

 

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message

No comments:

Post a Comment