wis gaksah mancing2...........nanti malah rame...
wis rek, thread ditutup yo. ayo kreatif dikit nape, ganti subject dan
materi, okay! :))
Salam,
Erwin
2011/5/4 Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>:
> Paling bentar lagi jadi panjang diskusinya mas,hehehe...
>
> 2011/5/4 Erwin Bayu Aji <erwinbayu@gmail.com>
>>
>> Ayo, gak boleh jelek2in organisasi atau apa lho, mas Nandang...nanti
>> bisa salah pengertian lagi...ribut lagii.....hehehhee
>>
>> nama itu gak salah kok....yg salah itu oknum2 (note: saya bukan lagi
>> bahas Salafi disini)....
>>
>> misalnya "Amerika"...Amerika itu kan cuma nama....yg salah yo misalnya
>> "oknum militer-nya, pemerintahnya".
>>
>> Demikian juga "Indonesia".....misalnya ada komentar "Indonesia kok gak
>> maju2"...yo gak bener jugaa....wong Indonesia itu luas sekali.....
>>
>> Ini semua contoh......
>>
>> 2011/5/4 <aendangzr@yahoo.co.id>:
>> > Salafi bukan organisasi tapi mengadakan muktamar?
>> >
>> > Salafi boleh pemilu, boleh demonstrasi,boleh kritik terang terangan, apa
>> > dalilnya sudah diganti logika?
>> > Kok ga konsisten ya?
>> >
>> > Jangan2 ini salafi kw 9, hehehehe
>> >
>> > Salam
>> >
>> >
>> > http://hidayatullah.com/read/16146/31/03/2011/kanal.php?kat_id=9
>> >
>> >
>> > Akhirnya, Salafi Bolehkan Pemilu
>> >
>> > Kamis, 31 Maret 2011 Hidayatullah.com--Perubahan pemikiran yang
>> > dianut komunitas Muslim yang menyatakan diri mereka sebagai pengikut salaf
>> > atau Salafi, semakin mencolok pasca terjadinya "revolusi Mesir". Bukan hanya
>> > mengoreksi ulang pendapat mereka mengenai demonstrasi dan menyampaikan
>> > kritik secara terang-terangan kepada penguasa (baca artikel sebelumnya,
>> > Tatkala Salafi Memilih Berdemonstrasi, namun pendapat fiqih yang berkenaan
>> > dengan masalah pemilu juga tudak luput dari koreksi. Pada hari Jumat (18/2),
>> > sebagaimana dilansir oleh situs berita lokal Mesir, Al Yaum As Sabi' (19/2),
>> > komunitas ini melaksanakan muktamar di Manshurah Mesir. Awalnya muktamar ini
>> > untuk merupakan bentuk dukungan agar UU Pasal 2, yang menyatakan bahwa
>> > syari'at adalah sumber hukum Mesir, agar tidak diutak-atik. Namun
>> > pembicaraan juga berisi seruan untuk meninjau ulang pandangan mengenai
>> > pemilu. Syeikh Muhammad Hasan selaku salah satu pembicara menyatakan,"Saya
>> > meminta kepada para syeikh kita untuk meninjau kembali, terhadap hal-hal
>> > yang telah diterima pada tahun-tahun sebelumnya, seperti masalah pencalonan
>> > dalam parlemen dan syura, serta (pencalonan) presiden dan pemerintahan. Saya
>> > meminta kepada para syeikh kita untuk berkumpul untuk mengurai masalah ini,
>> > agar para pemuda kita terhindar dari fitnah dan bercerai berai." Sepertinya,
>> > usulan Syeikh Muhammad Hasan kepada para tokoh Salafi untuk mengoreksi ulang
>> > pendapat mengenai hukum mengikuti pemilu, mendapatkan sambutan. Syeikh Ahmad
>> > Farid, yang juga salah satu tokoh komunitas Salafi Iskandariyah juga
>> > menyatakan bahwa pembentukan partai politik masih merupakan
>> > kemungkinan-kemungkinan. Demikian dikutip Al Mafkarah (6/3), dari Koran As
>> > Syuruq. Hal ini menunjukkan tekad komunitas ini berpartisipasi dalam pemilu.
>> > Respon terhadap usulan itu semakin besar dengan berkumpulnya para tokoh
>> > Salafi yang tergabung dalam jama'ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah untuk
>> > membahas hukum berpartisipasi dalam pemilu. Akhirnya, pada tanggal 12 Maret
>> > 2011 Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah Pusat secara resmi mengumumkan
>> > pandangan mereka dalam situs resminya, ansaralsonna.com. Salah satu poin
>> > dari keputusan menyebutkan,"Kami tidak melihat adanya larangan syar'i untuk
>> > berpartisipasi dalam perpolitikan, baik di parlemen, syura, serta parlemen
>> > lokal, karena hal itu merupakan wasilah dakwah kepada masyarakat umum."
>> > Demikian juga, mereka menyarankan agar para dai tidak mencalonkan diri,
>> > hingga menyebabkan aktivitas dakwah terganggu. Disamping itu, himbauan
>> > ditujukan kepada umat Islam agar dalam pemilu penentuan presiden, mereka
>> > memilih calon yang paling memiliki perhatian kepada urusan umat Islam.
>> > Keputusan ini hasil dari musyawarah Ahli Syura jama'ah ini, diantaranya
>> > adalah Dr. Abdullah Syakir, Syeikh Muhammad Husein Ya'kub, Syeikh Muhammad
>> > Hasan, Dr. Jamal Al Murakibi, Syeikh Musthafa Al Adawi, Syeikh Abu Bakr Al
>> > Hanbali, Syeikh Wahid Abdussalam Bali, serta Syeikh Jamal Abdurrahman.
>> > Dianut Tokoh Salafi Yordan Sebenarnya, pendapat bolehnya mengikuti pemilu
>> > bukan hanya pandangan sejumlah tokoh Salafi Mesir pasca revolusi saja.
>> > Sebelumnya beberapa tokoh Salafi di luar Mesir juga telah meninjau ulang
>> > pendapat yang mereka anut mengenai pemilu. Dua tokoh Salafi Yordan yang saat
>> > ini masih dijadikan rujukan sebagian komunitas Salafi Indonenesia, yakni
>> > Syeikh Ali Al Halabi dan Syeikh Masyhur Hasan Ali Salman telah menyatakan
>> > bahwa berpartisipasi dalam pemilu merupakan hal yang dibolehkan, sebagaimana
>> > dilansir Al Jazeera (26/10). "Sesungguhnya Salafiyin tidak mendukung
>> > pencalonan untuk Pemilu, namun mereka memandang bahwa memilih siapa yang
>> > lebih utama dan lebih baik serta paling banyak positifnya dan paling minim
>> > negatifnya untuk maslahat umum adalah hal yang diperbolehkan." Kata Syeikh
>> > Ali Hasan kepada Al Jazeera. Masih menurut Syeikh Al Halabi, "Syeikh Al
>> > Albani juga memiliki pendapat membolehkan berpertisipasi dalam Pemilu, di
>> > saat itu beberapa muridnya menyeselisihi dengan dengan menggunakan adab.Hari
>> > ini, sebagai dampak dari perkembangan pemikiran dan memandang sebagai
>> > maslahat umum, kami kembali kepada pendapat Syeikh Al Albani, tentang
>> > bolehnya mengikuti pemilu parlemen." Ungkap Al Halabi Demikian pula Syeikh
>> > Masyhur Hasan Ali Salman menyatakan, "Pemerintah telah meminta kepada kalian
>> > untuk mengikuti Pemilu, dan hal itu bukanlah keharaman. Janganlah kalian
>> > melakukan pemboikotan. Pemboikotan bukanlah ibadah. Adalah orang yang salah
>> > jika ia berfikir melakukan ibadah kepada Allah dengan melakukan pemboikotan"
>> > Namun, perubahan pendapat beberapa tokoh Salafi Mesir dan Yordan masih
>> > terhitung "lambat" dibanding saudara-saudara mereka di Kuwait dan Bahrain.
>> > Di Kuwait At Tajammu' As Islami As Salafi telah bergabung dengan parlemen.
>> > Sebelumnya, tahun 1981 komunitas Salafi yang saat itu diwakili Ihya' At
>> > Turats memboikot pemilu, namun setelah itu mereka bergabung dalam parlemen.
>> > Walau dalam situs resminya ( alislami.org), Khalid Sulthan, salah satu
>> > anggota parlemen dari At Tajammu` menyatakan bahwa organisasi itu bukan
>> > sayap politik Ihya At Turats. Namun, menurutnya, kedua-duanya adalah Salafi
>> > yang tidak bertentangan satu sama lain. Sedangkan di Bahrain, komunitas
>> > Salafi juga sudah bergabung dengan parlemen. Di bawah komando Syeikh Adil Al
>> > Mua'wwidah, pada 6 Mei 2002, didirikanlah Al Ashalah Al Islamiyah,
>> > organisasi politik yang pada pemilu tahun 2010 lalu memperolah 4 kursi.
>> > Berhadapan dengan Realita Yang dialami Salafi sebenarnya pernah juga dialami
>> > oleh Al Ikhwan Al Muslimun di masa awal, dimana akhirnya mereka terjun ke
>> > wilayah politik walau sebelumnya menolak. Keputusan itu diambil ketika
>> > idealisme yang mereka miliki terpaksa harus berhadapan dengan realita,
>> > seperti dikatakan oleh pengamat gerakan Salafi Timur Tengah, Bassam Nashir,
>> > sebagaimana dikutip Al Jazeera (26/10) Syeikh Al Qaradhawi sendiri,
>> > sebagaimana dilansir situs resmi beliau, qaradawi.net (22/12), juga pernah
>> > menyinggung mengenai perubahan pendangan fiqih komunitas Salafi, khususnya
>> > dalam masalah pemilu. Beliau memandang perubahan ini terjadi karena
>> > beberapa faktor,"Tidak diragukan lagi, bahwa realitalah yang mengharuskan
>> > mereka berubah. Termasuk di dalamnya, karena persinggungan dengan dunia luar
>> > dan keluarnya mereka ke nagara-negara di dunia, setelah sebelumnya banyak
>> > dari mereka tidak keluar dari negara-negara mereka, yang menyebabkan tidak
>> > adanya perubahan dan pemikiran menuju perubahan."Beliau melanjutkan,"Ketika
>> > Salafi keluar dan berbaur dengan berbagai bangsa, ia akan mengitropeksi
>> > diri. Sebagaima ada yang memperluas bacaannya dan menelaah kitab-kitab yang
>> > tidak sempat ditelaah sebelumnya. Manusia bukanlah batu, ada hal-hal yang
>> > bisa memberi bekas kepada peribadi seseorang." Walhasil, pasca jatuhnya
>> > Mubarak, semakin banyak barisan tokoh-tokoh Salafi yang akhirnya setuju
>> > dengan pemilu. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga sebagian tokoh
>> > komunitas ini yang masih memandang bahwa berpartisipasi dalam pemilu
>> > merupakan perkara yang diharamkan* Keterangan foto: (1), suasana konfrensi
>> > Salafi di Manshurah, Mesir (2), Syeikh Ahmad Farid, tokoh Salafi
>> > Iskandariyah Rep: Thoriq Red: Cholis Akbar
>> > Sent from BlackBerry® on 3
>> >
>> > --
>> >
>> > -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>> >
>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> > berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>> >
>> > Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> >
>> > -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment