Thursday, May 5, 2011

Re: [Milis_Iqra]

kalau ada yg memaki ya di doain aja mbak, gpp, gak ada yg kehilangan
toh? coba dompet diperiksa? ada uang yg hilang gak?
hehehe..kalau semua masih utuh, di delete aja emailnya atau SMS-nya,
beres deh...

kecuali abis dimaki2 trus derajat M'wheen dihadapan Allah SWT jadi
berkurang, wong gak ada yg ilang kok :) tinggal DEL (kalau saya sih).

Untuk masalah KW KW, kalau mas Nandang memang gak perlu atau gak mau
memperpanjang & menjelaskan, yo gaksah dipaksa-paksa Mbak.....gak
perlu juga kan dipaksa2, krn hak seseorang untuk menjawab atau tidak
menjawab, jadi gak perlu dipancing2 juga...menurutku (pribadi sih),
gak perlu juga ditanya2in trus dan berkali2....itu namanya bisa
mancing dan menghangatkan suasana trus :)

kalau disini gak apa2, wong masih WINTER perlu yg hangat2, Nah di
Jakarta/Indo, sudah panas, gerah, sumuk, kringetan, mambu, bauk (kalau
gak mandi).....gak perlu dipanaskan lagi...kasih AC atau udara sejuk,
itu solusinya :)) , malah membahas musim/cuaca hehehe.


011/5/5 <whe.en9999@gmail.com>:
> Tenang mas erwin,
> Saya wis selesai, tapi bukan karena ada yang memaki maki saya dengan A***** dan makan T**k di japri lo.
>
> Ini bener lo mas erwin, ada yang memaki saya begitu, pastinya dengan membela mas D, mungkin biar ikutan memaki saya dan ada pembelanya seperti biasa, kwkkwkkw.
>
> Tapi nek ikutan memaki, saya yo ga bisa apa2 juga nding hehhheeh.
> Tapi saya yakin dengan ilmunya tidak bisa dimanfaatkan orang lain Insya Allah.
>
> Pokok e ga nyangka ada muslim begitu, jangan2 bukan, eh ga nding :-D
>
> Tapi nek mas nandang meh nerangke KW KW an nya salafi ya monggo lo mas nandang. Itu pengetahuan baru loch buat saya.
>
> Regards
> Whe-en
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: Erwin Bayu Aji <erwinbayu@gmail.com>
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Thu, 5 May 2011 17:24:21
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra]
>
> kok panjang mas? abis dimasukin minyak tanah? hehhehee..
> wis gaksah mancing2...........nanti malah rame...
>
> wis rek, thread ditutup yo. ayo kreatif dikit nape, ganti subject dan
> materi, okay! :))
>
> Salam,
> Erwin
>
> 2011/5/4 Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>:
>> Paling bentar lagi jadi panjang diskusinya mas,hehehe...
>>
>> 2011/5/4 Erwin Bayu Aji <erwinbayu@gmail.com>
>>>
>>> Ayo, gak boleh jelek2in organisasi atau apa lho, mas Nandang...nanti
>>> bisa salah pengertian lagi...ribut lagii.....hehehhee
>>>
>>> nama itu gak salah kok....yg salah itu oknum2 (note: saya bukan lagi
>>> bahas Salafi disini)....
>>>
>>> misalnya "Amerika"...Amerika itu kan cuma nama....yg salah yo misalnya
>>> "oknum militer-nya, pemerintahnya".
>>>
>>> Demikian juga "Indonesia".....misalnya ada komentar "Indonesia kok gak
>>> maju2"...yo gak bener jugaa....wong Indonesia itu luas sekali.....
>>>
>>> Ini semua contoh......
>>>
>>> 2011/5/4  <aendangzr@yahoo.co.id>:
>>> > Salafi bukan organisasi tapi  mengadakan muktamar?
>>> >
>>> > Salafi boleh pemilu, boleh demonstrasi,boleh kritik terang terangan, apa
>>> > dalilnya sudah diganti logika?
>>> > Kok ga konsisten ya?
>>> >
>>> > Jangan2 ini salafi kw 9, hehehehe
>>> >
>>> > Salam
>>> >
>>> >
>>> > http://hidayatullah.com/read/16146/31/03/2011/kanal.php?kat_id=9
>>> >
>>> >
>>> > Akhirnya, Salafi Bolehkan Pemilu
>>> >
>>> >  Kamis, 31 Maret 2011   Hidayatullah.com--Perubahan pemikiran yang
>>> > dianut komunitas Muslim yang menyatakan diri mereka sebagai pengikut salaf
>>> > atau Salafi, semakin mencolok pasca terjadinya "revolusi Mesir". Bukan hanya
>>> > mengoreksi ulang pendapat mereka mengenai demonstrasi dan menyampaikan
>>> > kritik secara terang-terangan kepada penguasa (baca artikel sebelumnya,
>>> > Tatkala Salafi Memilih Berdemonstrasi, namun pendapat fiqih yang berkenaan
>>> > dengan masalah pemilu juga tudak luput dari koreksi. Pada hari Jumat (18/2),
>>> > sebagaimana dilansir oleh situs berita lokal Mesir, Al Yaum As Sabi' (19/2),
>>> > komunitas ini melaksanakan muktamar di Manshurah Mesir. Awalnya muktamar ini
>>> > untuk merupakan bentuk dukungan agar UU Pasal 2, yang menyatakan bahwa
>>> > syari'at adalah sumber hukum Mesir, agar tidak diutak-atik. Namun
>>> > pembicaraan juga berisi seruan untuk meninjau ulang pandangan mengenai
>>> > pemilu. Syeikh Muhammad Hasan selaku salah satu pembicara menyatakan,"Saya
>>> > meminta kepada para syeikh kita untuk meninjau kembali, terhadap hal-hal
>>> > yang telah diterima pada tahun-tahun sebelumnya, seperti masalah pencalonan
>>> > dalam parlemen dan syura, serta (pencalonan) presiden dan pemerintahan. Saya
>>> > meminta kepada para syeikh kita untuk berkumpul untuk mengurai masalah ini,
>>> > agar para pemuda kita terhindar dari fitnah dan bercerai berai." Sepertinya,
>>> > usulan Syeikh Muhammad Hasan kepada para tokoh Salafi untuk mengoreksi ulang
>>> > pendapat mengenai hukum mengikuti pemilu, mendapatkan sambutan. Syeikh Ahmad
>>> > Farid, yang juga salah satu tokoh komunitas Salafi Iskandariyah juga
>>> > menyatakan bahwa pembentukan partai politik masih merupakan
>>> > kemungkinan-kemungkinan. Demikian dikutip Al Mafkarah (6/3), dari Koran As
>>> > Syuruq. Hal ini menunjukkan tekad komunitas ini berpartisipasi dalam pemilu.
>>> > Respon terhadap usulan itu semakin besar dengan berkumpulnya para tokoh
>>> > Salafi yang tergabung dalam jama'ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah untuk
>>> > membahas hukum berpartisipasi dalam pemilu. Akhirnya, pada tanggal 12 Maret
>>> > 2011 Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah Pusat secara resmi mengumumkan
>>> > pandangan mereka dalam situs resminya, ansaralsonna.com. Salah satu poin
>>> > dari keputusan menyebutkan,"Kami tidak melihat adanya larangan syar'i untuk
>>> > berpartisipasi dalam perpolitikan, baik di parlemen, syura, serta parlemen
>>> > lokal, karena hal itu merupakan wasilah dakwah kepada masyarakat umum."
>>> > Demikian juga, mereka menyarankan agar para dai tidak mencalonkan diri,
>>> > hingga menyebabkan aktivitas dakwah terganggu. Disamping itu, himbauan
>>> > ditujukan kepada umat Islam agar dalam pemilu penentuan presiden, mereka
>>> > memilih calon yang paling memiliki perhatian kepada urusan umat Islam.
>>> > Keputusan ini hasil dari musyawarah Ahli Syura jama'ah ini, diantaranya
>>> > adalah Dr. Abdullah Syakir, Syeikh Muhammad Husein Ya'kub, Syeikh Muhammad
>>> > Hasan, Dr. Jamal Al Murakibi, Syeikh Musthafa Al Adawi, Syeikh Abu Bakr Al
>>> > Hanbali, Syeikh Wahid Abdussalam Bali, serta Syeikh Jamal Abdurrahman.
>>> > Dianut Tokoh Salafi Yordan Sebenarnya, pendapat bolehnya mengikuti pemilu
>>> > bukan hanya pandangan sejumlah tokoh Salafi Mesir pasca revolusi saja.
>>> > Sebelumnya beberapa tokoh Salafi di luar Mesir juga telah meninjau ulang
>>> > pendapat yang mereka anut mengenai pemilu. Dua tokoh Salafi Yordan yang saat
>>> > ini masih dijadikan rujukan sebagian komunitas  Salafi Indonenesia, yakni
>>> > Syeikh Ali Al Halabi dan Syeikh Masyhur Hasan Ali Salman telah menyatakan
>>> > bahwa berpartisipasi dalam pemilu merupakan hal yang dibolehkan, sebagaimana
>>> > dilansir Al Jazeera (26/10). "Sesungguhnya Salafiyin tidak mendukung
>>> > pencalonan untuk Pemilu, namun mereka memandang bahwa memilih siapa yang
>>> > lebih utama dan lebih baik serta paling banyak positifnya dan paling minim
>>> > negatifnya untuk maslahat umum adalah hal yang diperbolehkan." Kata Syeikh
>>> > Ali Hasan kepada Al Jazeera. Masih menurut Syeikh Al Halabi, "Syeikh Al
>>> > Albani juga memiliki pendapat membolehkan berpertisipasi dalam Pemilu, di
>>> > saat itu beberapa muridnya menyeselisihi dengan dengan menggunakan adab.Hari
>>> > ini, sebagai dampak dari perkembangan pemikiran dan memandang sebagai
>>> > maslahat umum, kami kembali kepada pendapat Syeikh Al Albani, tentang
>>> > bolehnya mengikuti pemilu parlemen." Ungkap Al Halabi Demikian pula Syeikh
>>> > Masyhur Hasan Ali Salman menyatakan, "Pemerintah telah meminta kepada kalian
>>> > untuk mengikuti Pemilu, dan hal itu bukanlah keharaman. Janganlah kalian
>>> > melakukan pemboikotan. Pemboikotan bukanlah ibadah. Adalah orang yang salah
>>> > jika ia berfikir melakukan ibadah kepada Allah dengan melakukan pemboikotan"
>>> > Namun, perubahan pendapat beberapa tokoh Salafi Mesir dan Yordan masih
>>> > terhitung "lambat" dibanding saudara-saudara mereka di Kuwait dan Bahrain.
>>> > Di Kuwait At Tajammu' As Islami As Salafi telah bergabung dengan parlemen.
>>> > Sebelumnya, tahun 1981 komunitas Salafi yang saat itu diwakili Ihya' At
>>> > Turats memboikot pemilu, namun setelah itu mereka bergabung dalam parlemen.
>>> >  Walau dalam situs resminya ( alislami.org), Khalid Sulthan, salah satu
>>> > anggota parlemen dari At Tajammu` menyatakan bahwa organisasi itu bukan
>>> > sayap politik Ihya At Turats. Namun, menurutnya, kedua-duanya adalah Salafi
>>> > yang tidak bertentangan satu sama lain. Sedangkan di Bahrain, komunitas
>>> > Salafi juga sudah bergabung dengan parlemen. Di bawah komando Syeikh Adil Al
>>> > Mua'wwidah, pada 6 Mei 2002, didirikanlah Al Ashalah Al Islamiyah,
>>> > organisasi politik yang pada pemilu tahun 2010 lalu memperolah 4 kursi.
>>> > Berhadapan dengan Realita Yang dialami Salafi sebenarnya pernah juga dialami
>>> > oleh Al Ikhwan Al Muslimun di masa awal, dimana akhirnya mereka terjun ke
>>> > wilayah politik walau sebelumnya menolak. Keputusan itu diambil ketika
>>> > idealisme yang mereka miliki terpaksa harus berhadapan dengan realita,
>>> > seperti dikatakan oleh pengamat gerakan Salafi Timur Tengah, Bassam Nashir,
>>> > sebagaimana dikutip Al Jazeera (26/10) Syeikh Al Qaradhawi sendiri,
>>> > sebagaimana dilansir situs resmi beliau, qaradawi.net (22/12), juga pernah
>>> > menyinggung mengenai perubahan pendangan fiqih komunitas Salafi, khususnya
>>> > dalam masalah pemilu.  Beliau memandang perubahan ini terjadi karena
>>> > beberapa faktor,"Tidak diragukan lagi, bahwa realitalah yang mengharuskan
>>> > mereka berubah. Termasuk di dalamnya, karena persinggungan dengan dunia luar
>>> > dan keluarnya mereka ke nagara-negara di dunia, setelah sebelumnya banyak
>>> > dari mereka tidak keluar dari negara-negara mereka, yang menyebabkan tidak
>>> > adanya perubahan dan pemikiran menuju perubahan."Beliau melanjutkan,"Ketika
>>> > Salafi keluar dan berbaur dengan berbagai bangsa, ia akan mengitropeksi
>>> > diri. Sebagaima ada yang memperluas bacaannya dan menelaah kitab-kitab yang
>>> > tidak sempat ditelaah sebelumnya. Manusia bukanlah batu, ada hal-hal yang
>>> > bisa memberi bekas kepada peribadi seseorang." Walhasil, pasca jatuhnya
>>> > Mubarak, semakin banyak barisan tokoh-tokoh Salafi yang akhirnya setuju
>>> > dengan pemilu. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga sebagian tokoh
>>> > komunitas ini yang masih memandang bahwa berpartisipasi dalam pemilu
>>> > merupakan perkara yang diharamkan* Keterangan foto: (1), suasana konfrensi
>>> > Salafi di Manshurah, Mesir (2), Syeikh Ahmad Farid, tokoh Salafi
>>> > Iskandariyah Rep: Thoriq Red: Cholis Akbar
>>> > Sent from BlackBerry® on 3
>>> >
>>> > --
>>> >
>>> > -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>> >
>>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>>> > berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>> >
>>> > Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>>> >  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>> >  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>> >     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>> >
>>> > -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>>
>>> --
>>>
>>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>>
>>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>>
>>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>>>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>>>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>>>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>>
>>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment