Thursday, May 5, 2011

Re: [Milis_Iqra]

Sebenarnya bila mba wheen membaca seutuhnya tdk ada yg salah dgn kalimat saya ke mas erwin seperti dibawah...

pengikut rasulullah : pengikut ahlussunah wal jamaah ,bukan inkar sunnah....jadi ini bukan kelompok dan kita semua yg mentaati allah dan rasulnya berhak mendapat sebutan salaf.

Memang katta salaf yg saya tulis kurang huruf " I " saja,afdolnya salafi tp kalau dikaitkan dgn kalimat dalam bahasa indonesia tdk terlalu jauh maknanya.
Karena memang yg saya masud adalah pengikut salaf atau salafi.

Kecuali bila mba wheen membatasi pengertian salaf hanya dari segi bahasa arabnya saja.

Adapun saya berterima kasih atas koreksianya itu semata2 agar tdk menjadi p anjang untuk hal2 yg kurang penting,

Sebenarnya saya tdk ingin berpanjang lebar, namun ada hal yg sedikit mengganjal ketika mba wheen meralat apa yg di tulis oleh mba wheen...
Quote...

"yup, bener, saya ralat ucapan saya, mas Nandang adalah salaf"

Seolah olah apa yg mba wheen sampaikan seperti ini .....
Quote.

"Mas Nandang bukan pengikut salaf"


Adalah hanya salah tulis, padahal kalau diperhatikan itu adalah sebuah pernyataan dalam sebuah kalimat yg mustahil salah tulis. Tdk seperti tulisan saya yg hanya kurang huruf " I "

Bila ada yg mengatakan saya bukan pengikut salaf konsekwensinya adalah saya tidak taat pada Allah dan rasulnya, saya bukan ahlussunnah wal jamaah,alias inkar sunnah artinya dalam terminologi ahlussunnah berarti saya sesat.


Tapi bila mba wheen tetep keukeuh seperti itu berkali2 saya sampaikan saya ikhlas, monggo..silahkan.pleas...

Nah sebelum ada ralat yg betul ,saya insya allah tdk menanggapi apa itu salafi kw 9.
Demikian

Salam

Sent from BlackBerry® on 3


From: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 5 May 2011 13:47:59 +0700
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra]

(Mas Nandang)
Tetapi saya akan sedikit menarik nafas walaupun tetep ikhlas bila mba wheen memvonis saya seperti quote bawah ini.....
" (Wheen)  Mas Nandang bukan pengikut salaf"


(whe~en)
yup, bener, saya ralat ucapan saya, mas Nandang adalah salaf, karena selama ini rasulullah maupun para sahabat tidak pernah membagi pengikutnya menjadi KW 9, apalagi disaat NII KW 9 sudah disesatkan oleh MUI beberapa tahun yang lalu dan beberapa saat yang lalu MUI salah satu daerahpun menyesatkannya.

jangan lupa menjawab soal KW1 sampai KW 9 mas, jangan sampai pelan2 saya dipaksa melupakan bahwa mas Nandang sudah menyebut saudara mas Nandang sendiri dengan sebutan yang sama dengan golongan sesat. KW9,

hal yang aneh jika mas Nandnag saja tidak tahu pengertian salaf namun berkelit sebagai pengikut salaf.
bertolak belakang dengan apa yang mas posting selama ini.
maaf jika saya sampaikan.

Mas nandang punya keinginan, sayapun punya.
Saya tidak suka saudara saya seiman diperolok olok.
karena darah, harta dan kehormatan mereka haram bagi saya

apalagi dua cara menasehati penguasa sama2 dikerjakan oleh salaf kita, namun kenapa dipertanyakan dan malah dicap menjadi KW9, gelar yang persis disandang sama oleh salah satu aliran yang pernah disesatkan MUI

regards
Whe~en


2011/5/5 <aendangzr@yahoo.co.id>
(Wheen)

btw, jangan marah kalo nanti dibilang mas Nandang bukan salaf ya?
karena memang bukan salaf :-D

Ya ga marah toh, karena tdk berkaitan dgn keyakinan,kecuali hanya sekedar arti yg terdahulu.

Tetapi saya akan sedikit menarik nafas walaupun tetep ikhlas bila mba wheen memvonis saya seperti quote bawah ini.....


" (Wheen)

Mas Nandang bukan pengikut salaf"

Sent from BlackBerry® on 3


From: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Date: Thu, 5 May 2011 09:35:08 +0700
Subject: Re: [Milis_Iqra]

maksudnya gitu toch?
soalnya lain banget artinya heheheheh

btw, jangan marah kalo nanti dibilang mas Nandang bukan salaf ya?
karena memang bukan salaf :-D

pissssss


2011/5/5 <aendangzr@yahoo.co.id>
Terima kasih koreksinya, memang itu yg dimaksud kita pengikut salaf,karena kita adalah pengikut rasulullah...


Salam

Sent from BlackBerry® on 3


From: whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Date: Thu, 5 May 2011 09:22:05 +0700
Subject: Re: [Milis_Iqra]

(nandang)
kita semua yg mentaati allah dan rasulnya berhak mendapat sebutan salaf.

(whe~en)
mas Nandang, ini bukan nasehat, namun FYI, koreksi dari saya :-D

bukan saya sok tahu loch..... hehehehehehe


arti Salaf secara bahasa adalah yang terdahulu, yang awal dan yang pertama
Jadi kalau mas Nandang mengikuti rasulullah, maksudnya "mengikuti salaf" bukan "mas Nandang salaf"
yang terdahulu itu rasulullah bukan kita
kita pengikut jalan Rasulullah
kita pengikut salaf
kita bukan salaf

kalo arti kata salaf saja tidak tahu, bagaimana mas Nandang menilai salaf ??
maaf loch ini................. hehehehehhehe

regards
whe~en



2011/5/5 <aendangzr@yahoo.co.id>
Setuju mas erwin, urusan keyakinan kita hanya Allah yg berhak menentukan bukan si A atau si B , tapi apabila ada orang yg merasa berhak menentukan bahwa kita pengikut rasulullah atau bukan , sikap saya ya terima saja. Even orang tsb merasa tdk bersalah atau merasa bersalah dalam menyampaikan hal tsb bukan menjadi pertimbangan saya untuk meluruskanya atu tidak. Yg terpenting menjadi pertimbangan saya hanya lah Allah lah yg berhak menentukan.

Mas erwin sepengetahuan saya pengikut salaf itu : pengikut rasulullah : pengikut ahlussunah wal jamaah ,bukan inkar sunnah....jadi ini bukan kelompok dan kita semua yg mentaati allah dan rasulnya berhak mendapat sebutan salaf.

Salam


Sent from BlackBerry® on 3

-----Original Message-----
From: Erwin Bayu Aji <erwinbayu@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Thu, 5 May 2011 07:27:46
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: Re: [Milis_Iqra]

Sorry,nulis terlepas dari bahasan :))

Aku agak minder disini.

teman A, pengikut A
teman B, pengikut B
Teman C, pengikut C

Aku "malu" gak bisa ikutan siapa2...dan kalaupun aku ikutan pengikut
A, B, C, aku gak akan rame2 bilang ke media massa atau apapun, krn
urusan agamaku ya dengan Allah SWT. Ibadah dan Pahala atau Dosa, semua
dipertanggungjawabkan kepada Allah, bukan kepada media.

Dengan tidak mengatakan aku pengikut A, B, C mungkin dunia akan
sedikit sejuk... Tapi dengan banyaknya orang yg mengklaim golongan,
A,B, C pengikut A, B, C....apalagi akhirnya jadi fanatik terhadap
golongan/pengikutnya, plus ditambah saling menyalahkan antar golongan,
padahal sama-sama islam, atau mungkin dibuat guyon, kadang2 membuat
semuanya jadi sensitif, dan malah melupakan esensi islam agama yg
universal, dan akhirnya terkotak-kotak...jadi teh kotak :)

Takutnya jadi kecap no.1, semua sudah tau, kecap ABC no.1 hehehe..

kok malah mbahas abjad ABC yoo...sorry teman2 :))

salam,
Erwin


2011/5/5  <whe.en9999@gmail.com>:
> Mulai kapan mas Nandang pengikut salaf?
>
> sejak saya posting bahwa sebaik baiknya salaf adalah Rasulullah?
>
> Silahkan menjawab sendiri,
> Yang hampir selalu mempertanyakan siapa itu ulama2 rujukan pengikut salaf sekarang?
> Yang hampir selalu memposting tentang keburukan salafi?
> Yang hampir selalu memposting tentang sisi negatif syaikh abdul wahab?
>
> Hanya mas Nandang yang dapat membuktikan mas Nandang pengikut salaf atau bukan.
>
> Cukup semua hal yang mas Nandang posting sebagai buktinya.
>
> Setahu saya tidak ada pembagian salaf KW1 sampai KW9,
> Jadi salaf mana yang mas Nandang ikuti?
> Jawaban inilah yang akan membuktikan mas Nandang pengikut salaf atau bukan.
>
> Karena Allah dan Rasulnya melarang mengolok2 sesama muslim, karena yang mengolok2 belum tentu lebih baik dari yang diolok olok.  jika kita pengikut salaf, kita tidak akan mengolok2 sesama muslim.
> Karena kehormatan dan harga diri muslim lainnya adalah haram buat kita.
>
> Saya tidak cuma membela salafi, saya juga membela SBY saat dicela cela, karena kehormatan mereka, harga diri mereka adalah haram.
>
> Dari 2 hal saja masalah diatas, dari hal2 kecil saja, sudah bisa buat menilai kita sendiri, pengikut para salafkah kita?
>
> Regards
> Whe-en
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: aendangzr@yahoo.co.id
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 4 May 2011 16:00:30
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra]
>
> Sabar ya mba wheen, nanti saya terangin setelah mba wheen menjawab yang ini dulu....
>
> Wheen)
> Mas Nandang bukan pengikut salaf
>
> (Nandang)
> Apakah mba wheen boleh memponis saya bukan pengikut salaf?
>
> Salam
>
> Sent from BlackBerry® on 3
>
> -----Original Message-----
> From: whe.en9999@gmail.com
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 4 May 2011 10:53:00
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra]
>
> Mas Nandang,
> Mohon diterangkan kepada saya kriteria2 masing2 level, salafi KW1, KW 2, KW 3 sampai salafi KW 9 jika KW yang anda maksud adalah kwalitas.
>
> Karena saya belum tahu kalau ada pembagian KW 9 baik dari Rasulullah sampai ulama yang mengikuti jalan salaf.
>
> Regards
> Whe-en
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: aendangzr@yahoo.co.id
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 4 May 2011 10:17:18
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra]
>
> (Wheen)
> Namun, disaat aliran yang sudah disesatkan oleh MUI anda pake untuk suatu manhaj yang tidak sesat.
> Saya berlepas diri dari itu semua.
> Itulah hujjah saya dihadapan Allah kelak bahwa saya tidak memperolok2 muslim lainnya.
>
> (Nandang)
> Tidak apa2 mba wheen,berlepas diri saja ,saya juga tdk bermaksud memperolok2 muslim.
>
> (Wheen)
> Biarlah hanya Allah yang tahu
> (Wheen))
>
> (Nandang)
> Biarlah Allah yg tahu, karena Dia memang Maha tahu.
>
> (Wheen)
> Namun jika mas Nandang jeli dan mau belajar sebelum berpendapat, menasehati penguasa terang2an maupun sembunyi2 dua2nya dilakukan kaum salaf.
> Inilah hujjah yang disampaikan mas dani ketika berdiskusi dengan saya.
>
> (Nandang)
> Jika mba wheen jeli, ketika awal kita berdebat tentang menasehati pemimpin secara terang2an,saya sampaikan memang ada 2 pendapat, dan ketika itu mba wheen meminta saya berpendapat, sehingga saya sampaikan kalau saya boleh berpendapat "untuk sementara" saya memilih pendapat yg ke 2 yaitu boleh menasehati pemimpin secara terang2an.
> Namun anehnya perdebatan malah semakn melebar padahal saya sudah sampaikan pendapat saya. Dan mba wheen keukeuh bahwa pendapat ygg benar adalah yg tidak terang2an.
> Silahkan di cek lagi di awal agar yakin
>
> (Wheen)
> Mas Nandang bukan pengikut salaf
>
> (Nandang)
>
> Sesungguhnya sebaik baik salaf bagimu adalah aku.(Hr. Muslim no 1450)
>
> Barang siapa yg beragama dgn mengambil sumber ajaran islam dari 3 generasi umat islam,sahabat, tabiin, dan tabiut tabiin adalah generasi salaf.
>
> Apakah mba wheen boleh memponis saya bukan pengikut salaf?
>
> (Wheen)
> Demikian informasi saya ke mas Nandang.
> Ini bukan nasehat, namun terbukti siapa yang ilmunya terbatas dalam satu urusan, tapi berkomentar sesuai hawa nafsunya
>
> (Nandang)
> Ilmu saya yg terbatas ini memacu saya untuk belajar lebih lagi,terima kasih sudah bisa membuktikannya,
> Hawa nafsu saya yg masih belum tunduk dgn syariat ini memacu saya untuk menundukanya,terima kasih sudah ikut memonitor hawa nafsu saya,semoga itu adalah tanda kasih sayang sesama muslim.
>
> (Wheen)
> Saya benar2 lepas tangan dan ngeri dengan apa yang sudah dilakukan mas Nandang.
>
> (Nandang)
> Sekali lagi silahkan mba wheen berlepas diri,karena memang hanya saya dan Allah yg tahu apa yg tersembunyi dalam hati saya.
>
> Terima kasih , yg lain saya tidak sanggup mengomenatrinya
>
> Salam
> Sent from BlackBerry® on 3
>
> -----Original Message-----
> From: whe.en9999@gmail.com
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 4 May 2011 08:59:27
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra]
>
> Tidak masalah mas Nandang,
> Saya tidak emosi,
>
> Namun, disaat aliran yang sudah disesatkan oleh MUI anda pake untuk suatu manhaj yang tidak sesat.
> Saya berlepas diri dari itu semua.
> Itulah hujjah saya dihadapan Allah kelak bahwa saya tidak memperolok2 muslim lainnya.
>
> Biarlah hanya Allah yang tahu,
>
> Namun jika mas Nandang jeli dan mau belajar sebelum berpendapat, menasehati penguasa terang2an maupun sembunyi2 dua2nya dilakukan kaum salaf.
> Inilah hujjah yang disampaikan mas dani ketika berdiskusi dengan saya.
>
> Demikian informasi saya ke mas Nandang.
> Ini bukan nasehat, namun terbukti siapa yang ilmunya terbatas dalam satu urusan, tapi berkomentar sesuai hawa nafsunya.
>
> Saya benar2 lepas tangan dan ngeri dengan apa yang sudah dilakukan mas Nandang.
>
> Mas Nandang bukan pengikut salaf tapi bisa memberi nilai kualitas 1 sampai 9,
> Bisa saja mas Nandang ngeles, namun apakah mas Nandang yakin bisa membuat batasan kualitas 1 sampai 9 seperti apa tiap2 levelnya?
> Sehingga bisa memberikan gelar KW9 seperti aliran yang sesat.
>
> Barang siapa meniru suatu kaum, maka termasuk kaum tersebut.
> Mas Nandang menyamakan gelar untuk salafi sepeti NII KW9, apakah tujuan mas Nandang sebenarnya mau memasukkan mereka dalam kaum yang sesat hanya mas Nandang yang tahu pasti.
>
> Tidak perlu diteruskan.
> Itu menjadi urusan mas Nandang dengan Allah.
>
> Saya yakin mas h******di sebagai orang yang tidak suka salaf (padahal Rasulullah adalah salaf kita) akan begitu bersemangat menanggapi email mas Nandang.
>
> Regards
> Whe-en
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: aendangzr@yahoo.co.id
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 4 May 2011 07:15:58
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra]
>
> Hehehehe, kalau saya maksa sih ada benarnya, tp kalau saya menganggap salafi disamakan dgn nii kw 9 gak seperti itu maksudnya. Maksudnya salafi kw 9 adalah salafi kwalitas 9, sedangkan salafi yg masih ikut manhaj salafus salih, yaitu salafi KW 1....,yaitu yg tidak menafsirkan berdasarkan perkembangan logika, tp benar benar berdasar dalil quran dan sunnah....
> Insya allah saya sudah memprediksi akan salah tanggap....hehehe
> Stay cool ya mba wheen...
>
>
> Salam
> .
> Sent from BlackBerry® on 3
>
> -----Original Message-----
> From: whe.en9999@gmail.com
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 4 May 2011 07:06:23
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: Re: [Milis_Iqra]
>
> NII KW9 pernah dinyatakan sesat oleh MUI,
> Menyatakan salafi sebagai KW9????
>
> Naudzubillahimindzalik
>
> Inilah yang terjadi di Indonesia,
> Yang jelas2 sesat lebih galak dan dibiarkan
> Yang tidak sesat dibuat candaan disamakan dengan yang sesat.
> Namun marah jika disamakan dengan terorist, karena pemikiran analogi yang sama
>
> Benar yang disabdakan Rasulullah, jangan memperlakukan hal yang kita tidak ingin diperlalukan.
>
> Hikmahnya, banyak yang jadi korban karena Islam dianalogikan terorist.
> Analogi yang sama yang dilakukan beberapa orang ke saudara sesama muslimnya.
>
> Regards
> Whe-en
>
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: aendangzr@yahoo.co.id
> Sender: milis_iqra@googlegroups.com
> Date: Wed, 4 May 2011 06:02:56
> To: <milis_iqra@googlegroups.com>
> Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com
> Subject: [Milis_Iqra]
>
> Salafi bukan organisasi tapi  mengadakan muktamar?
>
> Salafi boleh pemilu, boleh demonstrasi,boleh kritik terang terangan, apa dalilnya sudah diganti logika?
> Kok ga konsisten ya?
>
> Jangan2 ini salafi kw 9, hehehehe
>
> Salam
>
>
> http://hidayatullah.com/read/16146/31/03/2011/kanal.php?kat_id=9
>
>
> Akhirnya, Salafi Bolehkan Pemilu
>
>  Kamis, 31 Maret 2011   Hidayatullah.com--Perubahan pemikiran yang dianut komunitas Muslim yang menyatakan diri mereka sebagai pengikut salaf atau Salafi, semakin mencolok pasca terjadinya "revolusi Mesir". Bukan hanya mengoreksi ulang pendapat mereka mengenai demonstrasi dan menyampaikan kritik secara terang-terangan kepada penguasa (baca artikel sebelumnya, Tatkala Salafi Memilih Berdemonstrasi, namun pendapat fiqih yang berkenaan dengan masalah pemilu juga tudak luput dari koreksi. Pada hari Jumat (18/2), sebagaimana dilansir oleh situs berita lokal Mesir, Al Yaum As Sabi' (19/2), komunitas ini melaksanakan muktamar di Manshurah Mesir. Awalnya muktamar ini untuk merupakan bentuk dukungan agar UU Pasal 2, yang menyatakan bahwa syari'at adalah sumber hukum Mesir, agar tidak diutak-atik. Namun pembicaraan juga berisi seruan untuk meninjau ulang pandangan mengenai pemilu. Syeikh Muhammad Hasan selaku salah satu pembicara menyatakan,"Saya meminta kepada para syeikh kita untuk meninjau kembali, terhadap hal-hal yang telah diterima pada tahun-tahun sebelumnya, seperti masalah pencalonan dalam parlemen dan syura, serta (pencalonan) presiden dan pemerintahan. Saya meminta kepada para syeikh kita untuk berkumpul untuk mengurai masalah ini, agar para pemuda kita terhindar dari fitnah dan bercerai berai." Sepertinya, usulan Syeikh Muhammad Hasan kepada para tokoh Salafi untuk mengoreksi ulang pendapat mengenai hukum mengikuti pemilu, mendapatkan sambutan. Syeikh Ahmad Farid, yang juga salah satu tokoh komunitas Salafi Iskandariyah juga menyatakan bahwa pembentukan partai politik masih merupakan kemungkinan-kemungkinan. Demikian dikutip Al Mafkarah (6/3), dari Koran As Syuruq. Hal ini menunjukkan tekad komunitas ini berpartisipasi dalam pemilu. Respon terhadap usulan itu semakin besar dengan berkumpulnya para tokoh Salafi yang tergabung dalam jama'ah Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah untuk membahas hukum berpartisipasi dalam pemilu. Akhirnya, pada tanggal 12 Maret 2011 Anshar As Sunnah Al Muhammadiyah Pusat secara resmi mengumumkan pandangan mereka dalam situs resminya, ansaralsonna.com. Salah satu poin dari keputusan menyebutkan,"Kami tidak melihat adanya larangan syar'i untuk berpartisipasi dalam perpolitikan, baik di parlemen, syura, serta parlemen lokal, karena hal itu merupakan wasilah dakwah kepada masyarakat umum." Demikian juga, mereka menyarankan agar para dai tidak mencalonkan diri, hingga menyebabkan aktivitas dakwah terganggu. Disamping itu, himbauan ditujukan kepada umat Islam agar dalam pemilu penentuan presiden, mereka memilih calon yang paling memiliki perhatian kepada urusan umat Islam. Keputusan ini hasil dari musyawarah Ahli Syura jama'ah ini, diantaranya adalah Dr. Abdullah Syakir, Syeikh Muhammad Husein Ya'kub, Syeikh Muhammad Hasan, Dr. Jamal Al Murakibi, Syeikh Musthafa Al Adawi, Syeikh Abu Bakr Al Hanbali, Syeikh Wahid Abdussalam Bali, serta Syeikh Jamal Abdurrahman. Dianut Tokoh Salafi Yordan Sebenarnya, pendapat bolehnya mengikuti pemilu bukan hanya pandangan sejumlah tokoh Salafi Mesir pasca revolusi saja. Sebelumnya beberapa tokoh Salafi di luar Mesir juga telah meninjau ulang pendapat yang mereka anut mengenai pemilu. Dua tokoh Salafi Yordan yang saat ini masih dijadikan rujukan sebagian komunitas  Salafi Indonenesia, yakni Syeikh Ali Al Halabi dan Syeikh Masyhur Hasan Ali Salman telah menyatakan bahwa berpartisipasi dalam pemilu merupakan hal yang dibolehkan, sebagaimana dilansir Al Jazeera (26/10). "Sesungguhnya Salafiyin tidak mendukung pencalonan untuk Pemilu, namun mereka memandang bahwa memilih siapa yang lebih utama dan lebih baik serta paling banyak positifnya dan paling minim negatifnya untuk maslahat umum adalah hal yang diperbolehkan." Kata Syeikh Ali Hasan kepada Al Jazeera. Masih menurut Syeikh Al Halabi, "Syeikh Al Albani juga memiliki pendapat membolehkan berpertisipasi dalam Pemilu, di saat itu beberapa muridnya menyeselisihi dengan dengan menggunakan adab.Hari ini, sebagai dampak dari perkembangan pemikiran dan memandang sebagai maslahat umum, kami kembali kepada pendapat Syeikh Al Albani, tentang bolehnya mengikuti pemilu parlemen." Ungkap Al Halabi Demikian pula Syeikh Masyhur Hasan Ali Salman menyatakan, "Pemerintah telah meminta kepada kalian untuk mengikuti Pemilu, dan hal itu bukanlah keharaman. Janganlah kalian melakukan pemboikotan. Pemboikotan bukanlah ibadah. Adalah orang yang salah jika ia berfikir melakukan ibadah kepada Allah dengan melakukan pemboikotan" Namun, perubahan pendapat beberapa tokoh Salafi Mesir dan Yordan masih terhitung "lambat" dibanding saudara-saudara mereka di Kuwait dan Bahrain. Di Kuwait At Tajammu' As Islami As Salafi telah bergabung dengan parlemen. Sebelumnya, tahun 1981 komunitas Salafi yang saat itu diwakili Ihya' At Turats memboikot pemilu, namun setelah itu mereka bergabung dalam parlemen.  Walau dalam situs resminya ( alislami.org), Khalid Sulthan, salah satu anggota parlemen dari At Tajammu` menyatakan bahwa organisasi itu bukan sayap politik Ihya At Turats. Namun, menurutnya, kedua-duanya adalah Salafi yang tidak bertentangan satu sama lain. Sedangkan di Bahrain, komunitas Salafi juga sudah bergabung dengan parlemen. Di bawah komando Syeikh Adil Al Mua'wwidah, pada 6 Mei 2002, didirikanlah Al Ashalah Al Islamiyah, organisasi politik yang pada pemilu tahun 2010 lalu memperolah 4 kursi. Berhadapan dengan Realita Yang dialami Salafi sebenarnya pernah juga dialami oleh Al Ikhwan Al Muslimun di masa awal, dimana akhirnya mereka terjun ke wilayah politik walau sebelumnya menolak. Keputusan itu diambil ketika idealisme yang mereka miliki terpaksa harus berhadapan dengan realita, seperti dikatakan oleh pengamat gerakan Salafi Timur Tengah, Bassam Nashir, sebagaimana dikutip Al Jazeera (26/10) Syeikh Al Qaradhawi sendiri, sebagaimana dilansir situs resmi beliau, qaradawi.net (22/12), juga pernah menyinggung mengenai perubahan pendangan fiqih komunitas Salafi, khususnya dalam masalah pemilu.  Beliau memandang perubahan ini terjadi karena beberapa faktor,"Tidak diragukan lagi, bahwa realitalah yang mengharuskan mereka berubah. Termasuk di dalamnya, karena persinggungan dengan dunia luar dan keluarnya mereka ke nagara-negara di dunia, setelah sebelumnya banyak dari mereka tidak keluar dari negara-negara mereka, yang menyebabkan tidak adanya perubahan dan pemikiran menuju perubahan."Beliau melanjutkan,"Ketika Salafi keluar dan berbaur dengan berbagai bangsa, ia akan mengitropeksi diri. Sebagaima ada yang memperluas bacaannya dan menelaah kitab-kitab yang tidak sempat ditelaah sebelumnya. Manusia bukanlah batu, ada hal-hal yang bisa memberi bekas kepada peribadi seseorang." Walhasil, pasca jatuhnya Mubarak, semakin banyak barisan tokoh-tokoh Salafi yang akhirnya setuju dengan pemilu. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa ada juga sebagian tokoh komunitas ini yang masih memandang bahwa berpartisipasi dalam pemilu merupakan perkara yang diharamkan* Keterangan foto: (1), suasana konfrensi Salafi di Manshurah, Mesir (2), Syeikh Ahmad Farid, tokoh Salafi Iskandariyah Rep: Thoriq Red: Cholis Akbar
> Sent from BlackBerry® on 3
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
 Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
 Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
    Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
 Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
 Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
    Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment