Heriyadi: kerja bakti kok dibilang hobby mbak? Kerja bakti membersihkan lingkungan masjid juga membuat kita berinteraksi dengan muslim lainnya, nah ini yang menjadi pokok pembahasan sebelumnya, kenapa saudara salafy kita kurang bisa diajak bergaul dalam hal ini.ada yang bilang mereka eksklusif, memang seperti inilah yang terjadi di dekat rumah mas tarno, pak amir….artinya orang 2 mereka akan bergaul denagn sesamanya.
Secara tidak sengaja atau memang sudah biasa mbak wheen terlepas juga mengatakan kalau dengan memberi uang saja kita tidak perlu kerja bakti dan tidak perlu juga ronda malam. Memang ronda malam tiap malam? Nggak juga kok, malah bertahun tahun saya nggak pernah ikut. Dulu tahun 2008 saat ada kekisruhan politik dinegara ini baru kita ada ronda malam. Saya punya cerita dilingkungan saya yaitu perumahan yang mayoritas suku nya tionghoa alias cina, disini beginilah kalau ada kerja bakti lingkungan tidak mau malah bilang kan? Sudah bayar!!!! Mau tahu gak reaksi teman2 yang ikut membersihakan depan rumahnya? Langsung saja kotoran sampah2 yang diambil tadinya dari parit diletakkan didepan halaman rumahnya.saya tidak mau mengatakan mereka orang cina eksklusif karena itu adalah individunya yang memang egois dan sombong.
Addin:
Pak Heriyadi, saya bukan salafi, tapi saya juga jarang-jarang tuh ikutan kerja bakti, karena apa? Banyak hal terkadang yang membuat saya tidak bisa bersama2 tetangga2 untuk membersihkan lingkungan diantaranya adalah terkadang setelah bekerja dari senin sampai jum’at, pagi sampai malam, dan terkadang sabtu harus masuk kantor juga, hari ahad merupakan hari yang saya tunggu-tunggu untuk beristirahat, meluangkan waktu bersama keluarga, meluangkan waktu mengikuti kajian-kajian ilmiah, meluangkan waktu mengunjungi sanak saudara dan lainnya.
Saya punya pemikiran yang sama dengan mbak WN tentang membersihkan lingkungan, bukankah setiap bulannya sudah dipungut uang kebersihan, keamanan dan lain2, mengapa harus membebankan warga lagi untuk mengeluarkan tenaganya, kan bisa membayar jasa untuk membersihkan lingkungan,dari pada uangnya Cuma dihabiskan untuk konsumsi kerja bakti warga, bukankah masih lebih bermanfaat jika untuk membayar jasa orang yang mau membersihkan? Trus lagi masih harus setiap sabtu malam dijadualkan untuk ronda secara bergantian..?? untuk sekedar kebersamaan..??
Apakah beban pekerjaan, atau kesehatan setiap orang itu sama sehingga ketika saya benar-benar letih, keletihan saya itu dirasakan oleh tetangga yang lain..?
Memang terkadang ada perasaan ga enak juga sih, seolah-olah ga mau bersama sama kerja bakti, padahal mungkin bulan ini kebetulan sakit, bulan depan menghadiri walimah, bulan depan nya lagi ada kajian yang ingin saya gali ilmunya, dan kebetulan-kebetulan lainnya
Yah ini Cuma sekedar sharing dari sisi yang lain...
No comments:
Post a Comment