2010/7/29 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>
[Arman] : Apa khabar mas Dani.,
Seperti yang saya sampaikan pada kesempatan terdahulu bahwa rukyah cenderung lebih banyak salah ketimbang hisab bil'ilmi memang demikian adanya, saya tidak berbicara tentang rukyah yang dilakukan oleh Rasul dijamannya karena beliau Saw sendiri pastinya sekalipun menggunakan rukyah tetap ada dibawah bimbingan dari Allah sehingga apa yang beliau lakukan tidaklah salah. Ini bisa terbuktikan dengan seringnya jumlah beliau berpuasa 29 hari dibanding 30 hari, bertolak belakang dengan kita sekarang ini yang justru sering 30 hari dari 29 harinya. Meski demikian peluang untuk meninggalkan rukyah atau penglihatan secara visual terhadap bulan juga sudah di-isyaratkan oleh Rasul dan dipertegas oleh sejumlah ayat didalam al-Qur'an seperti surah Yunus dan al-An'am yang sempat saya bahas pada beberapa kesempatan lalu.
Kesalahan pada rukyah yang kemudian saya sampaikan berkaitan dengan kasus-kasus diluar dari masa hidupnya Rasulullah seperti kasus Sdr. Addin di Sulawesi.
Bagaimanapun kita bukan Rasul yang dibimbing oleh Allah secara langsung.
Apa yang dimaksud dengan melihat bulan sabit setelah ijtimak terjadi sehingga menghasilkan kepastian dan kejelasan mengenainya memiliki maksud untuk membuktikan sudah masuknya bulan baru atau syahida asy-syahr. Secara keilmuan, khususnya Astronomi modern yang sudah sampai pada taraf sedemikian majunya seperti jaman kita sekarang ini hal tersebut jelas-jelas bisa dilakukan tanpa kita harus melakukan rukyat secara lahiriah. Dengan kata lain maka kita bisa merukyat bil'ilmi atau bil'aqli dan ini bukan bid'ah atau bertentangan dengan metode Rasul.
Sebenernya kalau di katakan Ru'yat itu salah, berarti Rasulullah SAW dan para sahabatnya adalah orang-orang yang salah dalam menentukan Ramadhan karena mereka radhiaAllahu 'anhum menggunakan Ru'yatul hilal. Dan kemungkinan puasa mereka jadi tidak sah karena menggunakan ru'yat hilal. Berarti para ulama dan umatnya Muhammad Rasulullah hingga sekarang yang berpaham Ru'yat al hilal adalah orang-orang yang salah, jumud, taklid karena mengikuti Rasulullah???
[Arman] : Apa khabar mas Dani.,
Seperti yang saya sampaikan pada kesempatan terdahulu bahwa rukyah cenderung lebih banyak salah ketimbang hisab bil'ilmi memang demikian adanya, saya tidak berbicara tentang rukyah yang dilakukan oleh Rasul dijamannya karena beliau Saw sendiri pastinya sekalipun menggunakan rukyah tetap ada dibawah bimbingan dari Allah sehingga apa yang beliau lakukan tidaklah salah. Ini bisa terbuktikan dengan seringnya jumlah beliau berpuasa 29 hari dibanding 30 hari, bertolak belakang dengan kita sekarang ini yang justru sering 30 hari dari 29 harinya. Meski demikian peluang untuk meninggalkan rukyah atau penglihatan secara visual terhadap bulan juga sudah di-isyaratkan oleh Rasul dan dipertegas oleh sejumlah ayat didalam al-Qur'an seperti surah Yunus dan al-An'am yang sempat saya bahas pada beberapa kesempatan lalu.
Kesalahan pada rukyah yang kemudian saya sampaikan berkaitan dengan kasus-kasus diluar dari masa hidupnya Rasulullah seperti kasus Sdr. Addin di Sulawesi.
Bagaimanapun kita bukan Rasul yang dibimbing oleh Allah secara langsung.
Apa yang dimaksud dengan melihat bulan sabit setelah ijtimak terjadi sehingga menghasilkan kepastian dan kejelasan mengenainya memiliki maksud untuk membuktikan sudah masuknya bulan baru atau syahida asy-syahr. Secara keilmuan, khususnya Astronomi modern yang sudah sampai pada taraf sedemikian majunya seperti jaman kita sekarang ini hal tersebut jelas-jelas bisa dilakukan tanpa kita harus melakukan rukyat secara lahiriah. Dengan kata lain maka kita bisa merukyat bil'ilmi atau bil'aqli dan ini bukan bid'ah atau bertentangan dengan metode Rasul.
--
Salamun 'ala manittaba al Huda
ARMANSYAH
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
No comments:
Post a Comment