Sunday, January 30, 2011

Re: [Milis_Iqra] Fwd: [Tauziyah] Fw: Apakah hadits Isa akan turun - itu hadits palsu ??

Dalil-Dalil Tentang Turunnya Isa  عليه السلام
Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA
[1]. Allah berfirman: "Artinya : Dan tatkala putra Maryam (Isa)
dijadikan perumpamaan tiba-tiba kaummu (Quraisy) bersorak karenanya.
Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau
dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan
dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yang suka
bertengkar. Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan
kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti
(kekuasaan Allah) untuk Bani Israil. Dan kalau Kami kehendaki,
benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi,
malaikat-malaikat yang turun-temurun. Dan sesungguhnya Isa itu
benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu
janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu; dan ikutilah Aku. Inilah
jalan yang lurus." [Az- Zukhruf: 57-61] Ayat-ayat di atas
membicarakan Isa عليه السلام, dan pada ayat terakhir (Az- Zukhruf: 61)
disebutkan wainnahuu 'a 'ilmun lissaa 'ah (Dan sesungguhnya Isa itu
benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat), yakni
turunnya Isa عليه السلام ke bumi sebelum datangnya hari kiamat
merupakan pertanda telah dekatnya hari kiamat. Dan hal ini juga
ditunjuki oleh qiroah (bacaan) lain terhadap ayat itu, yakni wa
innahuu la 'ilmun lis-saa 'ah  (      ) dengan memberi harakat fathah
pada huruf 'ain dan lam, yang berarti 'alaamah (alamat) dan amaaroh
(tanda) telah dekatnya hari kiamat. Bacaan ini diriwayatkan dari Ibnu
Abbas, Mujahid, dan lain-lain Imam tafsir. [Tafsir Al-Qurthubi 16:
105, dan Tafsir Ath-Thabari 25:90-91]. Imam Ahmad meriwayatkan dengan
sanadnya dari Ibnu Abbas ra mengenai penafsiran ayat ini: Bahwa yang
dimaksud ialah keluarnya Isa عليه السلام sebelum terjadinya hari
kiamat. [Musnad Ahmad 4: 329 hadits nomor 21921 dengan tahqiq Ahmad
Syakir yang mengatakan, "Isnadnya shahih."]. Al-Hafizh Ibnu Katsir
berkata, "Yang benar bahwa dhamir atau kata ganti pada lafal
(innahu/sesungguhnya dia) itu kembali kepada Isa, sebab konteks
pembicaraan ayat ini mengenai Isa." [Tafsir Ibnu Katsir 7: 222]. Dan
beliau (Ibnu Katsir) menganggap jauh (penafsiran yang terlalu jauh)
kalau ayat ini diartikan dengan: Apa-apa (mukjizat) yang menyertai Isa
seperti menghidupkan orang yang telah mati, menyembuhkan orang yang
berpenyakit tuna netra dan belang, dan penyakit-penyakit lainnya. Dan
lebih jauh lagi apa yang diriwayatkan dari sebagian ulama bahwa dhamir
pada lafal "         " (innahu) itu kembali kepada Al-Qur'anul Karim.
[Tafsir Ibnu Katsir 7: 223]. [2]. Firman Allah: "Artinya : Dan
karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa
putra Maryam, Rasul Allah, " padahal mereka tiada membunuhnya dan
tidak pula menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang
diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam
keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai
keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu kecuali hanya mengikuti
persangkaan belaka; dan mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka
bunuh itu adalah Isa. " "Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah
mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana. " "Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan
beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan pada hari kiamat
nanti Isa akan menjadi saksi terhadap mereka. " [An-Nisa': 157-159].
Ayat-ayat di atas di samping menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi
tidak membunuh dan tidak menyalib Isa, tetapi Allah yang mengangkatnya
ke langit sebagaimana disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 55:
"Artinya : Ingatlah ketika Allah berfirman: 'Hai Isa, Sesungguhnya Aku
akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu
kepada-Ku. ..'" Maka ayat-ayat tersebut juga menunjukkan bahwa di
antara ahli kitab kelak akan ada orang yang beriman kepada Isa عليه
السلامpada akhir zaman, ketika ia turun (secara hakiki)[1] ke bumi dan
sebelum wafatnya sebagaimana diberitakan oleh hadits-hadits yang
shahih dan mutawatir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ketika ditanya
tentang masalah wafat dan diangkatnya Nabi Isa عليه السلام, beliau
berkata, "Segala puji kepunyaan Allah. Isa عليه السلام masih hidup.
Dan disebutkan di dalam hadits shahih bahwa Nabi saw bersabda: "Ibnu
Maryam akan turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim dan pemimpin
yang adil, lalu menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan pajak.
" [Vide: Perkataan Syekh Muhammad Abduh dalam Tafsir Al-Manar 3:317].
Selanjutnya Syaikhul Islam mengatakan, "Dan disebutkan pula dalam
hadits shahih bahwa Isa akan turun di menara putih sebelah timur
Damsyiq dan akan membunuh Dajjal. Maka barangsiapa yang ruhnya telah
berpisah dari tubuhnya, tidaklah tubuhnya akan turun dari langit; dan
jika ia dihidupkan kembali, maka ia akan bangkit dari kuburnya.
Adapun mengenai firman Allah: "Sesungguhnya Aku akan menyampaikan
kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta
membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. " Maka ayat ini
menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan sinyalemen di atas bukanlah
kematian (al-maut), sebab jika yang dimaksud adalah kematian, maka Isa
sama dengan orang-orang Mukmin lainnya, yaitu mengambil ruh mereka
lalu membawanya ke langit. Kalau demikian, maka tidak ada keistimewaan
Isa dibandingkan dengan orang lain. Begitu pula dengan firman-Nya:
"Dan membersihkan kamu dari orang-orang kafir. " Kalau yang dimaksud
adalah ruhnya berpisah dari tubuhnya, maka tubuhnya itu masih berada
di bumi sebagaimana halnya tubuh para Nabi atau lainnya. Dalam ayat
lain Allah berfirman: "Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula
menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan
dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham
tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang
dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang
dibunuh itu kecuali hanya mengikuti persangkaan belaka; dan mereka
tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang
sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada- Nya.... " [An-Nisa':
157-158]. Firman Allah:, "Tetapi (yang sebenarnya) Allah telah
mengangkat Isa kepada-Nya. " Memberikan penjelasan bahwa Allah
mengangkat tubuh dan ruhnya sebagaimana halnya ia (Isa) akan turun
dengan tubuh dan ruhnya seperti disebutkan dalam hadits yang shahih.
Karena kalau yang dimaksud adalah " mematikannya" niscaya Dia
berfirman: "Mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya,
tetapi dia meninggal dunia. . . " (Wa maa qotaluuhu wa maa shilabuuhu
bal maata. . .). Oleh karena itu sebagian ulama mengatakan bahwa yang
dimaksud dengan lafal mutawaffiika ialah qoobidhuka, yakni memegang
ruh dan tubuhmu. Dan lafal at-tawaffii tidak menghendaki atau tidak
menetapkan tawaffii ruh tanpa tubuh dan tidak pula tawaffi terhadap
keduanya kecuali dengan adanya qarinah (indikasi / alasan) tersendiri.
Dan kadang-kadang yang dimaksud ialah memegang ruh ketika tidur,
seperti firman Allah: "Artinya : Allah memegang jiwa orang ketika
matinya dan memegang jiwa orang yang belum mati pada waktu tidurnya. "
[Az-Zumar: 42] "Artinya : Dan Dia-lah yang mentawaffikan (menidurkan)
kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apayang kamu kerjakanpada
siang hari. " [Al-An'am: 60]. Dan di antara firman-Nya lagi yang
berkaitan dengan lafal tawaffi atau wafat ialah yang tertera dalam
surat Al-An'am: 61: "Artinya : ... sehingga apabila datang kematian
kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh
malaikat-malaikat Kami. " [Majmu' Al-Fatawa 4: 322-323]. Pembicaraan
dalam pembahasan ini bukanlah tentang pengangkatan Isa عليه السلام,
tetapi untuk menjelaskan bahwa dia diangkat dengan tubuh dan ruhnya.
Sekarang Nabi Isa as masih hidup di langit kelak akan turun pada akhir
zaman serta di Imani oleh orang-orang ahli kitab yang hidup pada waktu
itu, sebagaimana firman-Nya: "Tidak ada seorang pun dari ahli kitab
kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya.". [An-Nisa':
159]. Ibnu Jarir berkata: "Telah diceritakan kepada kami oleh Basyar,
dia berkata: Telah diceritakan kepada kami oleh Suryan dari Abu
Hushain dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu Abbas mengenai ayat: "Tidak
ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepada Isa
sebelum kematiannya," dia berkata, "Sebelum kematian Isa bin Maryam."
[Tafsir Ath-Thabari 6: 18]. Ibnu Katsir berkata, Ini adalah isnad
yang shahih." [An-Nihayah Fil Fitan wal Malahim 10: 136. Atsar Ibnu
Abbas ini juga dishahkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul-Bari 6: 492].
Selanjutnya, setelah mengemukakan berbagai pendapat mengenai makna
ayat ini, Ibnu Jarir berkata, "Dan pendapat yang paling shahih ialah
pendapat orang yang mengatakan bahwa takwil ayat itu ialah tidak ada
seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepada Isa sebelum
Isa meninggal dunia." [Tafsir Ath-Thabari 6: 21]. Dan beliau (Ibnu
Jarir Ath-Thabari) meriwayatkan dengan sanadnya dari Al-Hasan
Al-Bishri bahwa beliau berkata, ".... Sebelum kematian Isa. Demi
Allah, sesungguhnya beliau sekarang masih hidup di sisi Allah. Tetapi
apabila beliau nanti telah turun, maka semua orang beriman kepada
beliau." [Ibid, halaman 18]. Ibnu Katsir berkata, "Dan tidak
diragukan lagi bahwa apa yang dikemukakan oleh Ibnu Jarir inilah
pendapat yang benar, karena ini merupakan maksud dari konteks
ayat-ayat yang menetapkan batalnya pengakuan orang-orang Yahudi bahwa
mereka telah membunuh Isa, menyalibnya, dan menyerahkannya kepada
orang-orang Nasrani yang bodoh dan tidak mengerti masalah itu. Lalu
Allah memberitahukan bahwa perkaranya tidak demikian, tetapi ada
seseorang yang diserupakan oleh Allah dengan Isa, lantas mereka bunuh
orang yang diserupakan itu sedang mereka tidak mengetahui dengan jelas
tentang hal itu. Kemudian Allah mengangkat Isa kepada-Nya, dan dia
(Isa) masih hidup dan kelak akan turun ke bumi sebelum datangnya hari
kiamat sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits mutawatir." [Tafsir
Ibnu Katsir 2: 405]. Ibnu Katsir juga menyebutkan riwayat dari Ibnu
Abbas dan lainnya bahwa Ibnu Abbas mengulangi dhamir pada lafal qobla
mautihi untuk ahli kitab. Hal ini, kalau shahih riwayatnya, tidaklah
menafikan pendapat pertama. Tetapi yang sudah jelas shahih makna dan
isnadnya ialah yang telah kami sebutkan terdahulu. [An-Nihayah Fil
Fitan wal-Malahim 1: 137]. [Disalin dari kitab Asyratus Sa'ah edisi
Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin
Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As'ad Yasin, Penerbit CV Pustaka
Mantiq] _________ Foote Note [1]. Turunnya ini adalah secara hakiki
(sebenarnya). Turunnya kembali ke bumi dan penegakkan terhadap hukum
di muka bumi pada akhir zaman bukanlah kiasan tentang menyebarkan
semangatnya atau ruhnya dan rahasia risalahnya kepada manusia yang
berisi perintah untuk berkasih sayang, mencintai, dan berdamai dengan
orang lain serta mengambil maksud-maksud syari'ah tanpa menghiraukan
zhahirnya. Karena semua itu bertentangan dengan hadits-hadits
mutawatir yang menerangkan akan turunnya kembali ke bumi dengan ruh
dan jasadnya sebagaimana beliau telah diangkat dengan ruh dan jasadnya
ke langit.
Kategori: As-Saa'ah - Nabi Isa Sumber: http://www.almanhaj.or.id
Tanggal: Rabu, 24 Nopember 2004 06:37:33 WIB

On 1/31/11, andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com> wrote:
> *Nabi Isa Turun Lagi Ke Bumi*
>
> *http://epugi.wordpress.com/
> *
>
> Menurut informasi yang didapatkan dalam kitab suci Al Quran, Nabi Isa tidak
> meninggal karena disalib seperti yang diyakini umat Kristiani.
> Yang disalib adalah orang yang berkhianat pada Nabi Isa dan dia diserupakan
> seperti Nabi Isa a.s.
>
> Silakan perhatikan ayat berikut, Dan karena ucapan mereka, "Sesungguhnya
> kami telah membunuh al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah," padahal mereka
> tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah
> orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
> berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan
> tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa
> yang dibunuh itu kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula
> yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (Q.S. An-Nisaa 4: 157).
>
> Tetapi yang sebenarnya, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan Allah
> Mahaperkasa lagi Mahabijaksana." (Q.S. An-Nisaa 4: 158)
>
> Kalimat Allah telah mengangkat Isa mengandung beberapa makna. Ada sebagian
> umat Islam yang memahami redaksi tersebut secara harfiah, mereka percaya
> bahwa Nabi Isa belum mati dan sekarang masih hidup di langit dan suatu saat
> akan turun ke bumi untuk meluruskan kekeliruan- kekeliruan umatnya.
>
> Pendapat ini dikuatkan juga dengan sejumlah hadis. Namun, kalau kita telaah
> secara saksama, ternyata hadis-hadis tersebut semuanya bermuara pada dua
> orang perawi, yaitu Ka'ab al-Ahbar dan Wahab bin Munabbin.
>
> Kedua orang tersebut mantan penganut agama Kristen. Di antara ulama hadis,
> ada yang menilai bahwa informasi tentang kehidupan Nabi Isa di langit dan
> akan turun ke bumi pada hakikatnya bersumber dari sisa kepercayaan kedua
> perawi tersebut.
>
> Ustadz Sayyid Quthb mengingatkan bahwa dalam permasalahan yang berhubungan
> dengan keimanan, terutama masalah-masalah yang gaib seperti persoalan Nabi
> Isa a.s., riwayat-riwayatnya harus berlandaskan pada dalil-dalil yang sangat
> kuat atau qath'i, bahkan status periwayatannya harus mencapai derajat
> mutawatir. Ternyata, menurut penelitian para ahli hadis, semua riwayat yang
> menjelaskan bahwa Nabi Isa a.s. belum wafat dan akan turun lagi ke bumi
> tidak mencapai derajat mutawatir.
>
> Apabila riwayat-riwayatnya sulit dipertanggungjawabkan maka makna Allah
> mengangkat Isa harus kita pahami sebagai bahasa majazi (kiasan). Menurut
> Ustadz Quraish Shihab, ayat ke-55 dalam Surat Ali Imran yang berbunyi …Dan
> Aku (Allah) akan mengangkatmu ke sisi-Ku… bukanlah dalam pengertian diangkat
> fisiknya, melainkan di angkat derajatnya ke sisi Allah.
>
> Apakah Nabi Isa a.s masih hidup? Allah swt. menegaskan dalam Surat Ali Imran
> ayat 55, (Ingatlah), ketika Allah berfirman, "Hai Isa, sesungguhnya aku
> mutawaffiika dan mengangkat kamu kepada-Ku" (Q.S. Ali Imran 3: 55). Makna
> mutawaffika adalah mewafatkan.
>
> Jadi, cukup jelas bahwa Nabi Isa a.s telah wafat dan derajatnya diangkat di
> sisi Allah.
>
> Kesimpulannya, *semua riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi Isa belum wafat
> dan akan turun ke bumi bermuara pada perawi yang bernama Ka'ab al-Ahbar dan
> Wahab bin Munabbih dan keduanya pernah beragama Kristen.*
>
> *Sementara, Surat Ali Imran ayat ke-55 begitu tegas menyebutkan bahwa Nabi
> Isa telah wafat. Orang yang telah wafat hanya akan dibangkitkan pada hari
> kebangkitan dan tidak ada satu ayat pun yang menjelaskan bahwa Nabi Isa akan
> dibangkitkan sebelum kiamat dan akan turun lagi ke bumi. *
> Wallahu a'lam
> source:Percikan
> Iman<http://www.percikaniman.org/tanya_jawab_aam.php?cID=143>
>
>
> 2011/1/29 abafarhan <abafarhan@gmail.com>
>
>> al a'roof185
>> Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan
>> segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya
>> kebinasaan mereka? Maka kepada berita (hadis) manakah lagi mereka akan
>> beriman selain kepada Al Qur'an itu?
>>
>> On 1/29/11, satutimotius tujuhbelas <satutimotius.tujuhbelas@gmail.com>
>> wrote:
>> > ---------- Forwarded message ----------
>> > From: baz <bazoki@cbn.net.id>
>> > Date: 2011/1/29
>> > Subject: [Tauziyah] Fw: Apakah hadits Isa akan turun - itu hadits palsu
>> ??
>> > To: Tauziyah@yahoogroups.com
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > http://www.syariahonline.com
>> >
>> > Nabi Isa Turun?
>> >
>> > Ass.wr.wb pak ustadz yang baik hati, saya masih kurang mantep dari
>> > penjelasan pak ustadz yang hanya memberikan dalil dari sebuah hadist,
>> > soalnya dalam Al-qur'an surat Ali-imran ayat 55, Allah mengatakan
>> > Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, sesungguhnya Aku akan
>> > menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku
>> > serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan
>> > orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga
>> > hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan
>> > diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".
>> > Kata-kata mutawafiq, adalah mewafatkan, berarti Allah telah mewafatkan
>> > nabi Isa, lalu diangkat ke langit. Isltilah orang yang telah wafat tidak
>> > akan bisa hidup kembali melainkan nanti di Akhirat akan dibangkitkan.
>> > Pak ustadz, Hadist Isra Ilyat banyak merusak pemikiran ummat Islam,
>> > bangsa yahudi sengaja membuat hadist ini untuk mengelabui pemikiran
>> > ummat Islam, mereka dengan gampang membuat hadist, lalu mengatasnamakan
>> > Bukhary. sebaiknya dicek lagi dan Alqur'an tidak mungkin salah karena
>> > hadist yang bertentangan dengan Al-qur'an adalah hadist palsu. wassalam
>> >
>> > Anaka Bangsa
>> > Jakarta
>> >
>> >
>> > Jawaban:
>> >
>> >
>> > Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh
>> > Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil
>> > mursalin, wa ba`du,
>> > Hadits itu bukan hadits Israiliyah seperti yang anda tuduhkan. Dan harap
>> > anda pahami bahwa menolak kesahihan suatu hadits itu termasuk dosa besar
>> > bahkan bisa menggugurkan keimanan. Sebab posisinya sama dengan Al-Quran
>> > dalam kekuatannya. Orang yang ingkar kepada hadits shahih sama saja
>> > dengan ingkar kepada al-Quran dan demikian juga sebaliknya.
>> >
>> > Sebab hadits itu diturunkan bersama dengan Al-Quran yang menjelma
>> > menjadi perkataan Rasulullah SAW. Bahkan para ulama pun menganjurkan
>> > ketika belajar hadits untuk berwudhu'. Ini menunjukkan bahwa demikian
>> > tingginya derajat sebuah hadits dan sama dengan Al-Quran, karena
>> > sama-sama turun dari Allah juga. Yang membedakannya adalah bahwa
>> > Al-Quran itu membacanya merupakan ibadah dan punya beberapa kehususan
>> > lainnya. Namun dari sisi tsubut dan istidlalnya, keduanya relatif
>> > seimbang.
>> >
>> > Mengingkari hadtis shahih adalah pengingkaran kepada agama Islam. Bahkan
>> > hadits ahad pun tetap punya kekuatan hujjah yang sama dengan al-Quran
>> > dalam masalah aqidah, tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian kecil
>> > kalangan. Jumhur ulama hadits sepakat bahwa sebuiah hadits ahad
>> > sekalipun bisa menjadi dasar sebuah masalah aqidah.
>> >
>> > Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
>> > Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.
>> >
>> >
>> > *************************************
>> > Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik
>> disini
>> > : tauziyah-subscribe@yahoogroups.com Atau mau melihat artikel
>> sebelumnya
>> > silahkan klik : http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/ atau lihat
>> artikel
>> > pilihan di website : http://tauziyah.com/
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >
>> > __._,_.___
>> > Reply to
>> > sender<
>> bazoki@cbn.net.id?subject=Re%3A%20Fw%3A%20Apakah%20hadits%20Isa%20akan%20turun%20-%20itu%20hadits%20palsu%20%3F%3F
>> >|
>> > Reply
>> > to
>> > group<
>> Tauziyah@yahoogroups.com?subject=Re%3A%20Fw%3A%20Apakah%20hadits%20Isa%20akan%20turun%20-%20itu%20hadits%20palsu%20%3F%3F
>> >|
>> > Reply
>> > via web
>> > post<
>> http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/post;_ylc=X3oDMTJyOTY5Y3AwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MjQyNTE4BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRtc2dJZAMyNDc0NwRzZWMDZnRyBHNsawNycGx5BHN0aW1lAzEyOTYyODc4NzM-?act=reply&messageNum=24747
>> >|
>> > Start
>> > a New
>> > Topic<
>> http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/post;_ylc=X3oDMTJmZnFlNWQyBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MjQyNTE4BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzEyOTYyODc4NzM-
>> >
>> > Messages in this
>> > topic<
>> http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/message/24747;_ylc=X3oDMTM3N3VxOHJvBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MjQyNTE4BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRtc2dJZAMyNDc0NwRzZWMDZnRyBHNsawN2dHBjBHN0aW1lAzEyOTYyODc4NzMEdHBjSWQDMjQ3NDc-
>> >(
>> > 1)
>> > Recent Activity:
>> >
>> > - New
>> > Members<
>> http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah/members;_ylc=X3oDMTJnZ3BlZHA2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MjQyNTE4BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRzZWMDdnRsBHNsawN2bWJycwRzdGltZQMxMjk2Mjg3ODcz?o=6
>> >
>> > 6
>> >
>> > Visit Your
>> > Group<
>> http://groups.yahoo.com/group/Tauziyah;_ylc=X3oDMTJmNGRwajI2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1MjQyNTE4BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRzZWMDdnRsBHNsawN2Z2hwBHN0aW1lAzEyOTYyODc4NzM-
>> >
>> > *************************************
>> > Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik
>> disini
>> > : tauziyah-subscribe@yahoogroups.com Atau mau melihat artikel
>> sebelumnya
>> > silahkan kunjungi web-site kami : www.tauziyah.com
>> > [image: Yahoo!
>> > Groups]<
>> http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJlcmMwMWpzBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzE1MjQyNTE4BGdycHNwSWQDMTcwNTA3NjE3OQRzZWMDZnRyBHNsawNnZnAEc3RpbWUDMTI5NjI4Nzg3Mw--
>> >
>> > Switch to:
>> > Text-Only<
>> Tauziyah-traditional@yahoogroups.com?subject=Change+Delivery+Format:+Traditional
>> >,
>> > Daily
>> > Digest<Tauziyah-digest@yahoogroups.com?subject=Email+Delivery:+Digest>•
>> > Unsubscribe <Tauziyah-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=Unsubscribe> •
>> > Terms
>> > of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/>
>> > .
>> >
>> > __,_._,___
>> >
>> > --
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> > Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> > dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>> >
>> > Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> > berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>> >
>> > Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> > Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> > Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> > Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>> >
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>> --
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
>> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>>
>> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
>> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>>
>> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
>> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
>> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
>> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
>>
>> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
>>
>
>
>
> --
> Wassalaamu'alaikum
>
> Thank you
>
> Best regards
>
> Andri Subandrio
>
> --
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
>
> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
> berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
>
> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
> Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
> Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
> Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment