Thursday, May 28, 2009

Re: Bls: [Milis_Iqra] Re: PKS dan Situasi Politik di Indonesia

Maaf Pak Yasin....
Menyampaikin kritik jangan lah dianggap musuh-musuh di kalangan muslim mas...too naive.
 
Kita cinta bukan berarti tidak boleh memberi masukan ya mas.....kalau partai mencari massa sebanyak-banyaknya harus menganggap sesama muslim itu harus dirangkul dijelaskan, diberi pengertian bukan malah dicap dikit-dikit memojokkan, black campaign, menghambat...dll...dlll
 
Lha wong dikritik buat kebaikan kok malah dibilang memojokkan PKS dan menjadi musuh-musuh dari golongan muslim sendiri. Kenapa ya tidak berfikiran kusnudzon sesama muslim. Berarti kalau ada kritik khan perhatian, atau ada yang bisa/perlu diperbaiki.
 
Sesama muslim itu saudara yang diikat dengan iman, janganlah hanya karena taqlid kepada partai terus menganggap musuh. istighfar...istighfar...
 
peace ah.....salam saudara seiman...
 
 
 
 
 
 


 
2009/5/28 MOHAMMAD YASIN Ismaya <myasinismaya@gmail.com>
Ya dewan syuro dong mas.
 
Memang kalau sudah ada pikiran yang gak cocok akan sangat sulit untk memahami. maka kalau mau adil ya kenapa harus PKS
yang sangat dikritik terus dimillis ini walaupun hanya beberapa orang saja yang bersuara tidak imbang namun karena didukung moderator.
 
Jadi posisi PKS serba terpojokkan dari kalangan musuh2 yang kalangan non muslim memojokkan PKS dan juga dari kalangan Islam sendiri.
 
Dan saya dalam hal ini mengajak seluruh simpatisan dan kader PKS untuk tetap istiqomah memperjuangkan dakwah ini yang dan berdoa semoga negara Indonesia penuh berkah yang kita cita2kan menjadi kenyataan. Amin
 
Wasssalam
 
Moh.Yasin Ismaya  
2009/5/25 najla abu <najla.abu@gmail.com>

seluruh rakyat indonesia berhak masuk PKS namun mereka harus turut aturan main yang telah ditetapkan PKS.

yang harus di ikuti itu yang mana (Dewan Syuro, President atau Sek Jen Partai..?) PKS disini yang mana ya bung....?

 
2009/5/25 MOHAMMAD YASIN Ismaya <myasinismaya@gmail.com>

Assalamualaykum Wrb.
 
 Kaum muslimin yang dirahmati Allah SWT, Memang kita kadang sulit menerima sesuatu yang baru, namun saya yakin bila kita coba berpikir jernih maka pasti kita akan mengerti dan dapat menerima.
 
Masalah Keterbukaan PKS dimana PKS adalah partai Islam maka harus sesuai dengan Syariat Islam. Kita tahu bahwa Islam itu bukanlah diperuntukan untuk orang Islam saja yang boleh mengetahui dan mempelajari, tapi seluruh ummat agama lain pun bebas dan berhak untuk mempelajari dan mengetahui Islam.

Begitu pula Pks seluruh rakyat indonesia berhak masuk PKS namun mereka harus turut aturan main yang telah ditetapkan PKS. Dan ini adalah taktik diplomasi yang sangat baik menurut saya. Dan aturan main yang diterapkan PKS tetap dalam jalur yang Islam yang telah ditetapkan sebelumnya.
 
Semoga kita semua selalu diberikan kejernihan hati dalam  menyikapi sesuatu dari Saudara2 kita sendiri. Amin
 
Wassalam
 
Moh. Yasin Ismaya

2009/5/23 bambang hartoyo <bkart67@gmail.com>

Bkart67@gmail.com

Memang paling bisa kita adalah berbicara tanpa melakukan atau terlibat langsung dengan hal yang kita bicarakan.Saya pribadi salut dengan partai2 yang ada sebab mereka berani melangkah atau berlari kekancah kawah candradimuka. Tidak kita pungkiri bahwa dalam pemilihan kepala daerah atau pilleg kemarin terjadi penggelembungan atau banyak pelanggaran yang terjadi baik yang disengaja atau tidak.namun faktanya bahwa pemilu kemarin sudah selesai. Namun kenapa saya agak keras kemarin untuk PKS karena saya melihat bahwa telah terjadi kerancuan yang lumayan didalam kader sendiri. Dimana PKS merupakan kepanjangan tangan daripada jamaah tarbiyah yang berafialiasi dengan Ikhwanul Muslimin Assyahid Hasan Al Banna. Saya hanya menyayangkan bahwa scenario global Yahudi termakan oleh PKS dengan lontaran-lontaran petinggi mereka, terutama setelah mereka menyatakan bahwa PKS adalah partai terbuka (terbuka dengan tanda " "). Itu berarti bahwa mereka yang memiliki pengaruh dimasyarakat baik secara material atau secara harfiah dapat masuk kedalam PKS. Oleh karena itu wajar bahwa  pemikiran-pemikiran yang berkembang saat ini adalah pemikiran duniawi semata Hal ini karena mereka dikelilingi oleh para opurtunis tidak seperti saat dipimpin oleh HNW dimana semua sendi dari elemen PKS sangat solid karena memang tarbiyah kental dan mengakar baik dalam perekrutan anggauta ataupun pengurus dari Ranting sampai DPP.Mereka digodog dalam candraadimuka intern PKS dengan referensi murobi. Keinginan kader tidaklah muluk2, mereka berkeinginan untuk dapat meneruskan partai dakwah ini dengan pola dan pikir yang manhaji. Karena kalaulah petinggi-petinggi PKS saat ini lebih condong kepada kekuasaan,sepertinya mereka agak malas untuk mengkader adik-adiknya di SD dan SMP. Itu himbauan saya kepada PKS. Syukron  
Pada 23 Mei 2009 07:56, andy wahyudi <packetsnuke@gmail.com> menulis:


Mas Andri, terkait dengan bupati itu dari Golkar atau PDIP, tapi kalau
KPPS-nya 'digarap' oleh incumbent ya hasilnya sesuai dengan incumbent.

Sebagai contoh tetangga samping rumah saya, seorang anggota Kopassus
pangkat Kapten. Waktu itu malam hari di kunjungi caleg P. Demokrat,
dan esoknya beliau cerita kalau dia diminta 'menggarap' massa di suatu
daerah.

Tetangga belakang rumah saya juga seorang polisi, dan ternyata ada
instruksi untuk meniadakan laporan dari Bawaslu.

FYI (for your information), waktu pileg saya berada di Solo, notabene
basis massa PDIP, dan ternyata P. Demokrat 'menggarap'-nya melalui TNI
dan POLRI (yang katanya netral).

Satu lagi tambahan informasi, saya punya paman polisi, Om Anton Bahrul
Alam, Kapolda Jatim, beliau memang mendapat instruksi untuk
mengabaikan laporan dari Bawaslu terkait pelanggaran pemilu.

Buat mas Rosyid:
1. Jikalau waktu itu Mahfudz Siddiq sengaja (tidak keceplosan), kenapa
dia & Anas Urbaningrum (dari P. Demokrat) langsung terlihat bingung
dan cemberut?! Ya karena keceplosan itu tadi. Hehe... Akhirnya
kebusukan terkuak juga.

2. Yap, dan PKS tidak bisa mempertahankan harga dirinya sebagai partai
yang katanya partai bersih dan keren sekali.

3. Yap, sebaik kita bisa mereview lebih banyak lagi tentang track
record partai-partai manapun, entah itu Golkar, PDIP, PKS, Demokrat,
dsb. Kebetulan saya dari keluarga pemerhati politik dan saya pribadi
mengikuti perkembangan politik sejak saya SMP, jadi saya sedikit
banyak mengetahui track record politik partai-partai.

4. Yap, itu khan LSI jaman dulu, mas :). Menurut saya, lembaga survey
haruslah independent & tidak terdapat bagian konsultasi yang akan
mendapatkan keuntungan dari partai-partai yang memesan / konsultasi.












--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

[Milis_Iqra] Fwd: [Tauziyah] Dinar Masjid Demak di Mata Umar Vadillo



---------- Forwarded message ----------
From: wirawan <wirawan.smg@gmail.com>
Date: 2009/5/28
Subject: [Tauziyah] Dinar Masjid Demak di Mata Umar Vadillo
To: Tauziyah <Tauziyah@yahoogroups.com>





Kuala Lumpur, Malaysia, 26 Mei 2009
Dinar Masjid Demak di Mata Umar Vadillo

'This is beautiful. Marvelous', itulah kata-kata yang terlontar dari mulut Dr Umar Vadillo begitu menerima dan mencermati corak baru Dinar emas yang akan segera diedarkan oleh Wakala Induk Nusantara (WIN).

Haji Umar dan Dinar Masjid DemakSebagaimana telah diberitakan sebelumnya WIN akan segera mengedarkan koin Dinar emas dengan satuan 2 dan 1/2 Dinar, dengan corak gambar Masjid Agung Demak. Dr. Umar Vadillo menemui Bapak Zaim Saidi dan Bapak Abdarrahman Rachadi dari WIN, Sabtu 23 Mei 2009 lalu, di kantornya, Kuala Lumpur.

Kepada Dr Vadillo diberitahukan bahwa dua koin Dinar baru tersebut tengah dalam proses pencetakan yang dilakukan oleh PP Logam Mulia, Jakarta, atas otorisasi dari WIN. Standar Dinar emas baru tersebut tetap mengikuti ketetapan dari WITO (World Islamic Trading Organization), yang didirikan oleh Dr Vadillo. Dalam pertemuan tersebut ia menyatakan sangat senang dan sepenuhnya menyetujui koin-koin baru WIN di atas. Masih dalam kesempatan yang sama Dr. Vadillo juga memberikan dukungan penuh serta peningkatan kerja sama yang lebih erat dan terarah antara Kelantan dan Indonesia, dimana masing-masing pihak dipimpin langsung oleh Dr. Vadillo dan Bapak Zaim Saidi.

DiskusiSelain soal koin baru, kepada Dr Vadillo juga dikabarkan berbagai perkembangan Dinar dan Dirham di Indonesia, termasuk penyelenggaraan Festival Hari Pasaran Nusantara, yang baru saja dimulai di Bandung, awal Mei 09 lalu. Beliau sendiri saat ini tengah membantu pemerintahan dan para pemimpin Negara Bagian Kelantan, Malaysia, mempersiapkan berbagai infrastruktur penerapan Dinar dan Dirham di sana. Dr Vadillo menjelaskan salah satunya adalah model penggajian para pegawai pemerintah Kelantan dengan Dinar, serta pemakaiannya untuk alat bayar beberapa jenis sarana layanan umum, seperti air minum dan listrik.

Bersama samaUntuk instrumen alat pembayaran yang dikembangkan Dr. Vadillo di Kelantan hampir sama dengan yang tengah dikembangkan oleh WIN, melalui instrument m-Badar. Dalam pertemuan di Kuala Lumpur di atas, baik Bapak Zaim Saidi, Bapak Abdarahman Rachadi serta Dr. Vadillo sepakat, untuk mengintegrasikannya ke dalam satu sistem, yang secara internasional akan dilakukan melalui e-dinar, sebagai interface internasional. Sedangkan untuk keperluan domestik akan digunakan sistem komunikasi digital melalui telepon seluler yang digunakan oleh m-Badar.

Dinar Masjid DemakPersoalan lain yang dibahas dengan cukup dalam adalah masalah peningkatan keamanan koin Dinar dan Dirham itu sendiri, agar tidak mudah dipalsukan. Dalam waktu dekat, menurut Dr Vadillo, akan diumumkan beberapa hal baru berkaitan dengan masalah ini, yang di masa depan akan menjadi bagian dari standarisasi Dinar dan Dirham secara internasional. Salah satu alternatif peningkatan standar keamanan koin ini adalah melalui teknologi mutakhir yang ada.

BerkumpulUntuk melanjutkan pembahasan berbagai hal antara Malaysia dengan Indonesia dalam kerja sama yang lebih luas, serta untuk melihat sendiri perkembangan Dinar dan Dirham di Indonesia, Dr. Vadillo menyatakan akan melakukan kunjungan balasan ke Indonesia, bulan Juni 2009 mendatang.
(001)

http://wakalanusantara.com/detil.php?jdl=Dinar.Masjid.Demak.di.Mata.Umar.Vadillo&id=98





INTERNATIONAL CONFERENCE OF ISLAMIC ECONOMIC SYSTEM 2nd (I C I E S 2nd)

Latar Belakang

Kaum muslimin saat ini terjebak dalam problem ekonomi. Penggunaan sistem moneter yang tidak Islami, telah mempengaruhi negeri-negeri muslim. Salah satu contohnya, katakanlah, adalah krisis finansial yang menyerang Amerika tahun lalu. Ini membuktikan bahwa negeri-negeri muslim tidak independen dalam aspek moneter.

Mengembalikan dinar-dirham sebagai mata uang syariah adalah solusi bagi problem moneter dunia. Sekarang topik ini sangat menarik untuk didiskusikan, meski topik ini telah membelah kaum muslimin menjadi dua kubu; yang pro dan yang kontra. Karena itulah, STEI Hamfara Yogyakarta akan menyelenggarakan beberapa even intelektual yang meliputi : konferensi, diskusi intensif, kuliah umum, dan pameran mata uang Islami. Program-program ini akan mendiskusikan problem finansial yang terjadi di tengah kaum muslimin.

Untuk menyelenggarakannya, STEI Hamfara Yogyakarta telah bekerjasama dengan CISMOR Universitas Doshisha Jepang dan LEBI UGM. Beberapa pakar ekonomi Islam juga telah siap berbicara dalam forum ini. Mereka adalah :

1. Prof. Dr. Umar Ibrahim Vadillo (Dean of Dallas Colege, USA; The Man Behind Dinar);

2. Ir. Dwi Condro Triono, M.Ag (Doctoral Candidate of UKM, Malaysia, STEI Hamfara Yogyakarta);

3. Prof. Hasan Kameel Meera (Dean of Institute of Islamic Banking and Finance IIBF, IIUM, Malaysia);

4. Prof. Dr. Hasan Ko Nakata (Doshisha University Japan);

5. Nik Mahani (Director of Kelantan Golden Trade / KGT, Malaysia).

 

Tujuan

Pertama,menjelaskan kepada masyarakat, khususnya kalangan sarjana/intelektual, mengenai problem-problem yang diakibatkan oleh standar moneter non-metal.

Kedua,memberikan argumentasi baik normatif maupun empiris untuk penggunaan mata uang dinar dirham.

Ketiga,menjelaskan metode yang tepat untuk mengimplementasikan mata uang dinar dirham.

Keempat,memberikan solusi untuk berbagai problem yang muncul akibat tidak diterapkannya mata uang dinar dirham.

 

Kegiatan

1. Konferensi Internasional

Tema : The Prospective of Returning to Dinar System
Hari/tanggal : Sabtu, 27 Juni 2009
Pukul : 08.00 – 15.30 WIB

Tempat : Auditorium MM UGM
Peserta : Akademisi dan Mahasiswa Peminat Ekonomi Islam

Sesi I : 09.30 – 12.30 WIB

Pembicara 1 : Prof. Hasan Kameel (The Affect on Using Non Metal Currencies).

Pembicara 2 : Ir. Dwi Condro Triono, M.Ag (Normative and Empirical Arguments of Dinar – Dirham)

Sesi II : 13.30 – 15.30 WIB

Pembicara 1 : Nik Mahan (Real Path of Implementations of Dinar and Dirham)

Pembicara 2 : Prof. Dr. Umar Ibrahim Vadillo (The Implementations of Dinar and Dirham)

Charge : @ Rp 75.000
Fasilitas : Conference Kit, Certificate, Break & Lunch.

Registrasi : Jl Gurami no 31 Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta

Telepon : 0274-6906918.

2. Diskusi Intensif

Tema : Challenge of Islamic Economics Education
Hari/tanggal : Ahad, 28 Juni 2009
Pukul : 08.00 – 12.30 WIB

Tempat : Audiovisual Room FEB UGM
Peserta : Dosen-dosen Ekonomi di Yogyakarta (Free of Charge)
Pembicara 1 : Prof. Hasan Kameel (Focus on Curriculum Issues)

Pembicara 2 : Prof. Dr. Umar Ibrahim Vadillo (Focus on Applications)

Pembicara 3 : Prof. Dr. Hasan Ko Nakata (Focus on Improving of Islamic Knowledge / Tsaqafah Islamiyah)

3. Kuliah Umum (Studium General)

Tema : The Prospect and Application of Dinar Dirham
Hari/tanggal : Ahad, 28 Juni 2009
Pukul : 13.30 – 15.00

Tempat : STEI Hamfara, UMY, dan UII
Peserta : Mahasiswa (Free of Charge)

Pembicara 1 : Prof. Hasan Kameel (di UMY)

Pembicara 2 : Prof. Dr. Umar Ibrahim Vadillo (di UIN Yogyakarta)

Pembicara 3 : Prof. Dr. Hasan Ko Nakata (di UII Yogyakarta)

 

Panitia

Acara ini merupakan kerjasama STEI Hamfara Yogyakarta, CISMOR Universitas Doshisha Jepang, dan LEBI UGM.

Alamat Panitia : STEI Hamfara Jl Gurami no 31 Sorosutan Umbulharjo Yogyakarta

Telepon : 0274-6906918.

E-mail : icies2_hamfara@yahoo.com This email address is being protected from spam bots, you need Javascript enabled to view it

Website : steihamfara.ac.id

Contact person : Agus Salim Mustofa (081804273658)

Supported by : www.khilafah1924.org

 

__._,_.___
*************************************
Mau belajar Al-Islam dan berita2 sekitar dunia Islam ?? silahkan klik disini : tauziyah-subscribe@yahoogroups.com  Atau mau melihat artikel sebelumnya silahkan kunjungi web-site kami : www.tauziyah.com
Recent Activity
Visit Your Group
Give Back

Yahoo! for Good

Get inspired

by a good cause.

Y! Toolbar

Get it Free!

easy 1-click access

to your groups.

Yahoo! Groups

Start a group

in 3 easy steps.

Connect with others.

.

__,_._,___


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---