Sunday, May 31, 2009

[Milis_Iqra] Tafsir Surah al Fatihah (12)

Tafsir Surah al-Fatihah (12)

صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (al-Baqarah : 7)

وَقَوْله تَعَالَى : " صِرَاط الَّذِينَ أَنْعَمْت عَلَيْهِمْ " مُفَسِّر لِلصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيم وَهُوَ بَدَل مِنْهُ عِنْد النُّحَاة وَيَجُوز أَنْ يَكُون عَطْف بَيَان وَاَللَّه أَعْلَم

Firman Allah Ta'ala yaitu { صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ}adalah sebagai tafsir dari firman-Nya (Shiratal Mustaqim/jalan yang lurus), dan merupakan badal[1] menurut para ahli nahwu dan boleh juga sebagai athaf bayan[2]. Wallahu a'lam

Orang-orang yang diberikan nikmat oleh Allah itu adalah orang-orang yang tersebut dalam surat an-Nissa, Allah berfirman:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا (69)ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ عَلِيمًا (70)

Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui. (an-Nissa : 69-70)

Firman Allah (غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ) artinya bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (al-Baqarah : 7), jumhur ulama membaca "ghoiri" dengan memberikan kasrah pada huruf ra' dan kedudukannya sebagai na'at (sifat).

Maka ayat ke-7 dari surat ini memiliki makna tunjukilah kepada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engaku karunia nikmat kepadanya, yaitu mereka yang memperoleh hidayah, istiqomah, dan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta mengerjakan perintah-Nya serta meninggalkan larangan-Nya. Bukan jalan orang-orang ynag mendapat murka, yang kehendak mereka telah rusak sehingga meskipun mereka mengetahu kebenaran, namun menyimpang darinya. Bukan juga jalan 0rang0rang yang sesat, yaitu orang-orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan, sehingga mereka berada dalam kesesatan serta tidak mendapatkan jalan menuju kebenaran.

Sumber :

http://quran.al-islam.com/

Footnote


[1] Badal adalah merupakan Isim (kata benda) yang mengikuti isim sebelumnya dalam hokum bacaan.

[2] Athaf bayan adalah Isim yang mengikuti kepada isim sebelumnya, berupa jamid (isim yang bukan berasal dari kata kerja yang berfungsi seperti na'at (siffat/Keterangan) dalam menjelaskan makna yang di maksudkan isim tersebut kedudukannya dari isim yang di-ikuti seperti kedudukan kalaimat atau kata asing sebelumnya.



--
http://adanipermana.co.cc
http://it-database.blogspot.com

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

[Milis_Iqra] Sebuah Renungan "Belajar dari Penjual Kerupuk"

Subject: [daarut-tauhiid] Sebuah Renungan "Belajar dari Penjual Kerupuk"
 
Tukang Kerupuk

JakartJa, 12 Mei 2009

Oleh Chappy Hakim

Pada tahun 1969, saya mengikuti latihan para dasar, terjun payung statik di
pangkalan Udara Margahayu Bandung. Menjalani latihan yang cukup berat
bersama dengan lebih kurang 120 orang dan ditampung dalam dua barak panjang
tempat latihan terjun tempur.

Setiap makan pagi, siang dan malam hari yang dilaksanakan di barak, kami
memperoleh makanan ransum latihan yang diberikan dengan ompreng dan atau
rantang standar prajurit. Diujung barak tersedia drum berisi sayur, dan
disamping nya ada sebuah karung plastik berisi kerupuk milik seorang ibu
setengah baya warga sekitar asrama prajurit yang dijual kepada siapa saja
yang merasa perlu untuk menambah lauk makanan jatah yang terasa kurang
lengkap bila tidak ada kerupuk. Sang ibu paruh baya ini, tidak pernah
menunggu barang dagangannya.

Setiap pagi, siang dan malam menjelang waktu makan dia meletakkan karung
plastik berisi krupuk dan disamping nya diletakkan pula kardus bekas rinso
untuk uang, bagi orang yang membeli kerupuknya. Nanti setelah selesai waktu
makan dia datang dan mengemasi karung plastik dengan sisa kerupuk dan kardus
berisi uang pembayar kerupuk.

Iseng, saya tanyakan, apakah ada yang nggak bayar Bu? Jawabannya cukup
mengagetkan, dia percaya kepada semua siswa latihan terjun, karena dia sudah
bertahun-tahun berdagang kerupuk di barak tersebut dengan cara demikian.
Hanya meletakkan saja, tidak ditunggu dan nanti setelah semuanya selesai
makan dia baru datang lagi untuk mengambil sisa kerupuk dan uang hasil
jualannya. Selama itu, dia tidak pernah mengalami defisit. Artinya tidak ada
satu pun pembeli kerupuk yang tidak bayar. Setiap orang memang dengan
kesadaran mengambil kerupuk, lalu membayar sesuai harganya. Bila dia harus
bayar dengan uang yang ada kembaliannya, dia bayar dan mengambil sendiri
uang kembaliannya di kotak rinso kosong tersebut.

Demikian seterusnya. Beberapa pelatih terjun, bercerita bahwa dalam
pengalamannya, semua siswa terjun payung yang berlatih disitu dan menginap
dibarak latihan tidak ada yang berani mengambil kerupuk dan tidak bayar.
Mereka takut, bila melakukan itu, khawatir payung nya tidak mengembang dan
akan terjun bebas serta mati berkalang tanah.

Sampai sekarang, saya selalu berpikir, mengapa orang sebenarnya bisa jujur
dan dapat dipercaya, hanya karena pintu kematian berada didepan wajahnya.
Yang saya pikirkan, bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada
dalam kondisi atau suasana latihan terjun, mungkinkah?

[Non-text portions of this message have been removed]
 
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
 
 
----- Original Message -----

.

__,_._,___

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---