Sunday, April 25, 2010

[Milis_Iqra] Mualaf Jadi Imam Masjid Spanyol

Mualaf Jadi Imam Masjid Spanyol
.

MADRID--Tiga belas tahun lalu, Vicente Mota Alfaro seorang Katolik
taat yang secara teratur menghadiri Misa Minggu dan membaca Alkitab
setiap hari. Hari ini, dia tidak hanya seorang mualaf, tetapi juga
imam masjid dari Islamic Cultural Center Valencia (CCIV). Alfaro
mencatatkan namanya sebagai mualaf pertama yang menjadi pemimpin umat
Muslim di Spanyol. Dia juga menjadi anggota Dewan Direksi CCIV sejak
tahun 2005.

Pemimpin komunitas Muslim di Valencia mengatakan Alfaro ditunjuk
menjadi imam karena kualifikasi yang luar biasa. "Dia dipilih karena
pengetahuan agamanya yang luas," kata El-Taher Edda, Sekretaris
Jenderal Liga Islam untuk Dialog dan Koeksistensi. Dia percaya janji
Alfaro yang mengirim pesan yang jelas tentang integrasi dan memajukan
pendidikan bagi Muslim.


Ketika orang-orang bertanya Alfaro tentang perubahan hati dan
perjalanan dari agama lamanya pada Islam, dia memberi jawaban yang
sederhana. "Itu keinginan Allah bahwa Islam menjadi pilihan saya dan
hidup saya," ujarnya.

Alfaro masuk Islam saat berusia 20 tahun, saat ia masih tercatat
sebagai di universitas bergengsi di negara itu. Perjalanannya menjadi
Muslim juga sangat sederhana. "Saya membaca Quran suci, lalu saya
menemukan kisah nyata tentang Yesus Kristus dan kemudian memeluk agama
Islam," ujarnya.

Ia tak pernah setengah-setengah mencari kebenaran. Saat menjadi
penganut Katholik, ia umat yang taat. Saat kemudian ia menemukan Islam
adalah keyakinan yang dicarinya selama ini, iapun memegangnya dengan
teguh.

"Sementara rekan-rekan saya tidak punya minat pada agama, aku biasa
pergi ke gereja setiap hari Minggu dan membaca Alkitab secara teratur.
Pada saat itu, aku tahu mulai tertarik belajar tentang Islam."

Seorang tetangga Alfaro saat dia masih Katholik menyatakan pemuda itu
adalah pribadi yang ramah dan toleran. "Kami berbicara sekali dan ia
berkata bahwa semua manusia adalah keturunan dari Adam dan Hawa, dan
bahwa kita semua keturunan Nabi Ibrahim (Ibrahim)," kenang dia, yang
adalah seorang Muslim asal Aljazair.

Bagi Alfaro, pembicaraan tentang agama dengan tetangganya itu sangat
membekas. Percakapan itu memotivasinya untuk menggali lebih jaug
tentang Islam.
"Hal selanjutnya yang saya lakukan adalah pergi ke perpustakaan dan
meminjam versi terjemahan Quran Al Karim," ujarnya.

Dia membawa pulang kitab itu dan mulai membaca dengan hati-hati. Titik
balik untuk Alfaro datang ketika membaca cerita Quran tentang Yesus
Kristus dan peristiwa penyaliban.

"Aku membaca dalam Injil bahwa Yesus adalah anak Allah, dan bahwa
Allah mengutus anaknya ke bumi untuk dibunuh dan disiksa untuk membawa
keselamatan bagi umat manusia aku selalu punya masalah dengan hal
ini," ujarnya. Ia menemukan jawabannya ketika membaca Alquran, yaitu
bahwa Yesus tidak dibunuh atau disalibkan, tapi diangkat ke surga.

"Muslim percaya bahwa Yesus akan datang kembali ke bumi sebelum akhir
waktu untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban, melawan Anti-Kristus
dan membawa kemenangan bagi kebenaran," tambahnya. Ia makin yakin
dengan ajaran Islam, kemudian memutuskan pindah agamanya dan mengganti
namanya menjadi Mansour.

Jumlah mualaf di Spanyol kian bertambah. Laporan media lokal mencatat
bahwa kebanyakan mualaf adalah kaum intelektual, akademisi, dan
aktivis anti-globalisasi.

Spanyol adalah rumah bagi minoritas Muslim. Jumlah mereka diperkirakan
sekitar 1,5 juta dari total populasi sebesar 40 juta. Islam adalah
agama kedua setelah Kristen dan telah diakui melalui hukum kebebasan
beragama, yang diterbitkan pada bulan Juli 1967.
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/04/23/112615-mualaf-jadi-imam-masjid-spanyol

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

[Milis_Iqra] Aygul Ozkan, Muslimah Pertama yang Jadi Menteri di Jerman

Aygul Ozkan, Muslimah Pertama yang Jadi Menteri di Jerman
.
BERLIN--Pekan ini adalah pekan yang menggembirakan bagi Aygul Ozkan,
aktivis sosial berusia 39 tahun. Istri seorang dokter ini diangkat
negara bagian Lower Saxony sebagai menteri sosial dalam perombakan
kabinet yang dilakukan gubernur Christian Wulff. Ia menjadi Muslim dan
keturunan Turki pertama yang menjadi pejabat pemerintahan di wilayah
itu.

Bagi Ozkan, panggung politik bukan hal baru. Ia sebelumnya aktif di
Partai Uni Demokratik Kristen (CDU), partai asal Kanselir Jerman
Angela Merkel. Namun dengan jabatan menteri negara bagian, ia merasa
mendapat amanah lebih.

"Saya menyadari bahwa saya menjadi panutan," ujar Ozkan, yang lahir di
Hamburg pada tahun 1971.

Ozkan adalah imigran asal Turki. Orang tuanya pindah ke Jerman dari
Turki pada 1960-an seperti ribuan orang Turki lain yang diundang oleh
pemerintah Jerman sebagai "pekerja tamu" untuk membantu menebus
kekurangan tenaga kerja setelah Perang Dunia II.

Karir politik Ozkan disebut-sebut media setempat bak meteor yang
melesat di langit. Wanita pengacara ini baru enam tahun bergabung
dalam CDU. Namun sejumlah prestasi telah ditoreh: menjadi anggota
parlemen kota Hamburg dua tahun lalu dan bergabung dengan dewan
eksekutif partai setelah itu. Sebelum penunjukan menteri, dia adalah
juru bicara kebijakan ekonomi untuk kelompok parlemen daerah di
Hamburg.

Wulff menyebut pengangkatannya sebagai "sinyal yang baik bagi anak-
anak dan kaum muda dengan latar belakang imigran." Namun Ozkan tak
ingin dianggap hanya diangkat sebagai menteri karena menjadi "duta
imigran", tapi karena ia layak untuk jabatan itu.

Kepada Majalah Wanita Jerman, Brigitte, ia menyatakan karakternya
sudah bukan Turki lagi. "Saya adalah bagian dari Jerman," katanya.
"Turki" yang membekas dalam dirinya hanyalah sikapnya yang terbuka dan
sangat spontan. "Selebihnya saya sangat 'Jerman': lebih menekankan
pada perencanaan ke depan dan rasional."

Ozkan sebelumnya bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan jasa
pos. Ia aktif mengkritik xenophobia di Jerman. "Kalau aku pergi
belanja di sebuah toko makanan di Blankenese (sebuah distrik kaya di
Hamburg, red), aku masih diperlakukan berbeda dari orang yang tampak
jelas Jerman," katanya pada koran lokal Hamburger Abendblatt.

Sebagai menteri sosial negara bagian, ia akan fokus meningkatkan
standar pendidikan bagi anak-anak imigran muda dengan membujuk orang
tua untuk menyekolahkan anak mereka ke sekolah-sekolah umum. Sesuai
dengan apa yang disuarakan selama ini, ia juga akan meneruskan langkah-
langkah intergrasi kaum imigran dalam masyarakat Jerman.
Red: Siwi Tri Puji.B
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/10/04/21/112285-aygul-ozkan-muslimah-pertama-yang-jadi-menteri-di-jerman

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-