Sunday, February 27, 2011

[Milis_Iqra] Ringtone HP dengan Lantunan Al Qur’an

Semoga bermanfaat

Regards
Whe-en

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Tegar Di Atas Sunnah <mudha.keren@gmail.com>
Sender: noreply+feedproxy@google.com
Date: Sun, 27 Feb 2011 07:14:47 +0000
To: <whe.en9999@gmail.com>
Subject: Tegar Di Atas Sunnah

Tegar Di Atas Sunnah


Ringtone HP dengan Lantunan Al Qur’an

Posted: 26 Feb 2011 04:00 PM PST

القرآن أو الدعاء في الهاتف النقال علامة على ورود المكالمات

Ayat al Qur'an atau Doa Dijadikan sebagai Nada Panggil

وهذا تفريغ كلمة الشيخ الفوزان
يقول السائل: ما رأيكم فيمن يضع في الجوال بدلاً من الموسيقى أذان أو قراءة القرآن الكريم؟

Syaikh Shalih al Fauzan mendapatkan pertanyaan sebagai berikut, "Apa pandangan Anda mengenai orang yang mengganti ring tone HP berupa musik dengan ring tone HP berupa bacaan adzan atau ayat al Qur'an?"

أجاب الشيخ: (( هذا امتهان للأذان والذكر وللقرآن الكريم فلا يُتخذ لأجل التنبيه. ما يُتخذ القرآن لأجل التنبيه ويقال هذا خير من الموسيقى، طيب الموسيقى أنت ملزم بها؟! أترك الموسيقى. ضع شيء منبه لا فيه موسيقى ولا فيه قرآن. منبه فقط. نعم.)) انتهى كلام الشيخ حفظه الله.

Jawaban Syaikh Shalih al Fauzan, "Tindakan ini adalah pelecehan terhadap bacaan adzan, dzikir dan al Qur'an sehingga bacaan-bacaan tersebut tidak boleh dijadikan sebagai ring tone HP. Ayat al Qur'an itu tidak boleh dijadikan sebagai ring tone HP.
Jika ada orang yang menyanggah dengan mengatakan, "Ring tone dengan ayat al Qur'an itu lebih baik dari pada ring tone berupa musik".
Jawabannya adalah apakah ring tone itu harus berupa musik? (Tentu saja jawabannya adalah tidak, pent).
Solusinya, hapus ring tone berupa musik. Ganti dengan nada dering yang bukan musik, bukan pula ayat al Qur'an. Cukup nada dering biasa".

تفريغ كلمة الشيخ الرحيلي
قال الشيخ ابراهيم الرحيلي -حفظه الله تعالى-:

مما يُخشى أن يكون من اتخاذ الدين لعباً ولهوا، ما وجد في الفترة الأخيرة وانتشر للأسف بين الكثير من الأخيار والأفاضل بل نقول أنه لرُبما لم يسلم بعض طُلاب العلم من اتخاذ القرآن في الجوالات علامة على ورود المُكالمات وهو مَقطع لوقت الإنتظار عندما يتصل مُتصل فينبعث عندما يتصل هذه الآيات من كتاب الله عز وجل، فإذا ما أراد الرد انقطعت الآيات وكأن كتاب الله يُتخذ للتسلية وسنة النبي -صلى الله عليه وسلم- يُهزئ بها ويُسخر بها،

Syaikh Ibrahim ar Ruhaili mengatakan, "Dikhawatirkan termasuk menjadikan agama sebagai mainan dan hiburan adalah apa yang kita jumpai akhir-akhir ini. Sangat disayangkan fenomena ini menyebar di tengah-tengah orang-orang shalih bahkan dilakukan oleh sebagian dai. Fenomena yang dimaksudkan adalah menjadikan bacaan ayat al Qur'an sebagai nada panggil HP. Bacaan ayat al Qur'an dijadikan sebagai nada tunggu, artinya ketika ada orang yang menghubungi maka terdengarlah bacaan beberapa ayat al Qur'an. Jika pemilik HP ingin merespon panggilan maka tiba-tiba bacaan ayat tersebut terputus. Dengan hal ini seakan-akan ayat al Qur'an dijadikan sebagai hiburan dan berarti mengejek dan mengolok-olok hadits Nabi jika nada tunggu berupa bacaan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

ونحن لا نظن بمن يتخذ هذا من أهل الخير أنه يُريد السُخرية، ولكن نقول أن مقام كتاب الله عز وجل يَنبغي أن يُنزه عن هذه الأمور وسُنة النبي -صلى الله عليه وسلم- يَنبغي أن تُنزه و كذلك الأدعية التي يقوم بها الأئمة لايجوز أن تُجعل في هذه الأجهزة،

Kami tidaklah menuduh orang shalih yang melakukan hal ini bermaksud untuk mengolok-olok ayat al Qur'an. Namun kami katakana bahwa ayat al Qur'an selayaknya dimuliakan dengan tidak dijadikan sebagai nada tunggu HP atau semisalnya. Demikian pula hadits Nabi selayaknya juga tidak dijadikan sebagai nada tunggu. Demikian pula, rekaman doa para imam masjid. Itu semua tidak boleh dijadikan nada tunggu HP.

وإذا كان من يتخذ هذا، يتخذه ويعتقد أنه دين فإن هذه من البدع وإذا كان يعلم أنه ليس بـدين وإنما يقول الآيات بدل النغمات الموسيقية فإن هذا من امتهان كتاب الله -عز وجل-

Orang yang menjadikan hal-hal di atas sebagai nada tunggu HP status hukumnya dirinci dengan dua rincian:
Pertama, jika orang yang melakukannya menyakini bahwa ini adalah bagian dari ibadah maka perbuatan ini hukumnya adalah bid'ah.

Kedua, jika dia sadar bahwa tindakan semacam ini bukanlah ibadah namun hanya sekedar ingin menggati nada tunggu musik dengan ayat-ayat al Qur'an maka hal ini termasuk melecehkan ayat al Qur'an.

فينبغي أن نتوسط بين أهل الغلو وأهل التنطُع وبين أهل الفسوق أيضا الذين اتخذوا المقاطع الموسيقية ويُؤذون بها المُسلمين حتى في مساجدهم،

Hendaknya kita bersikap pertengahan antara orang yang berlebih-lebihan –dengan menjadikan ayat al Qur'an sebagai nada tunggu, pent- dan orang fasik itulah orang-orang menjadikan musik sebagai nada tunggu. Dengan suara musik tersebut mereka ganggu kaum muslimin yang sedang menjalankan shalat berjamaah di masjid.

هذا الجهاز نعمة من الله (عز وجل) ينبغي أن يُستخدم الإستخدام الصحيح، هناك أجراس ليس فيها موسيقى تُجعل علامة على ورود المُكالمة

HP adalah nikmat dari Allah yang sepatutnya dimanfaatkan dengan benar. Ada ring tone yang bukan berupa musik yang bisa dijadikan sebagai nada panggil.

وأما المُبالغة في هذا الأمر حتى أصبح الناس، يعني ترى منهم العجب في هذه الأمور أحيانا أصبحت حيوانات أحيانا أطفال يبكون أو يضحكون يعني أُمور والله مُضحكة مُبكية، يعني تصدُر من بعض من يُظن بهم الفضل فضلاً عن غيرهم من العوام،

Tidak sepatutnya berlebih-lebihan tentang ring tone HP sebagaimana kelakukan sebagian orang. Ada hal yang mengherankan yang dilakukan oleh sebagian orang terkait urusan ring tone. Ada orang yang ring tone HP-nya berupa suara hewan, anak kecil yang sedang menangis atau sedang tertawa.
Demi Allah, ini adalah perkara yang lucu sekaligus menyedihkan yang dilakukan oleh orang-orang awan, lebih-lebih lagi jika dilakukan oleh dai.

فدين الله ينبغي أن يُنزه كتاب الله يُنزه السُنة ينبغي أن تُنزه الدُعاء هذا الذي تسمعُه ينبغي أن يُنزه أن يكون وسيلة لوُرود المُكالمات أو الرد على هذا الجهاز..، انتهى كلام الشيخ -حفظه الله تعالى- .

Simbol-simbol keagamaan selayaknya dimuliakan. Bacaan ayat al Qur'an, hadits Nabi ataupun rekaman doa selayaknya dimuliakan dengan tidak dijadikan sebagai nada tunggu atau nada dering HP".

Sumber:

http://mareb.org/showthread.php?t=1709

Artikel www.ustadzaris.com

Sudah membaca yang ini?

Re: [Milis_Iqra] Pertemuan Besar di Malaysia: ESQ Mengandung Kesesatan

In Blue

2011/2/27 <whe.en9999@gmail.com>
(Awung)

alQuran itu diturunkan sebagai petunjuk untuk seluruh umat manusia bukan diturunkan untuk golongan tertentu atau monopoli ulama. Jadi setiap orang berhak memahami sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Baru jika tidak mampu memahami petunjuk tsb, alQuran menyuruh untuk bertanya kepada ulama/ahli zikir/ulul albab.

(Whe-en)
Al qur'an memang bukan monopoli, tapi apakah mas awung lupa firman Allah jika kita tidak tahu kita diminta menanyakan kepada yang lebih tahu, bukan memahami semau kita dan sesuai kebutuhan.Pada pernyataan saya yang mbak Whe-en quot, bold warna biru, sudah saya tulis jika tidak mampu sesuai petunjuk alQuran ulama/ahli zikir/ulul albab

Hal ini perlu kita bicarakan setelah mas awung ketemu ayat yang menyatakan kemudian.16/43

Dan selanjutnya, pernahkah mas awung mendengar soal ulama baik dan jahat? akan sangat subyektif
Sebelum membenturkan saya dengan ulama sebaiknya kita bahas dulu ulama baik dan ulama buruk dan ulama mana yang bisa diambil hujjahnya.
 
Saya hanya bermaksud untuk mengkonfirmasi apakah tokoh yang saya sebut bagi mbak whe-en diragukan kapasitas keilmuannya karena memberikan pendapat bahwa yang berhak untuk menjudge sesat tidaknya suatu golongan/aliran hanya Allah.

Saya ambil contoh, Allah meajibkan hijab bagi wanita, jika ada ulama yang tidak mewajibkan hijab, akankah hujahnya kita terima? Tinggal dibenturkan dengan sang furqon
Silahkan dicek, adakah ulama yang saya sebutkan ada dalam kriteria ulamanya mas Awung? Apakah secara tidak langsung mbak Whe-en akan mengatakan bahwa tokoh yang saya sebut di atas sebagai ulama yang tidak baik?

Insya Allah kita lanjutkan nanti, saya masuk kelas dulu.


Regards
Whe-en

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: awung <awungs@gmail.com>
Date: Sun, 27 Feb 2011 04:14:24 +0700
Subject: Re: [Milis_Iqra] Pertemuan Besar di Malaysia: ESQ Mengandung Kesesatan

Mbak Whe-en yang baik,

Saya berusaha untuk mencari apa keterangan bahwa mufti merupakan departemen dalam kabinet malaysia atau setidaknya organisasi yang diberikan mandat/otoritas oleh negara, tetapi saya tidak menemukannya baik dari link yang mbak Whe-en berikan maupun dari yang saya googling sendiri. Kesimpulan saya tetap sama, bahkan informasi dari wikipedia peran MUI lebih dari sekedar pembuat fatwa.

Ulama lebih berhak menilai suatu paham sesat atau tidak karena memang kapasitas ilmunya mencukupi untuk melindungi umat.
Ulama yang mana yang mana? Apakah KH Mustofa Bisri, Prof. DR. M. Quraish Shihab, Prof. DR. Din Samsudin, Prof. DR. Komaruddin Hidayat dll tidak bisa disebut ulama dan mereka kurang kapasitas ilmunya sehingga mereka berpendapat bahwa yang berhak menjudge suatu faham/aliran itu hanya Allah?

Dan karena saya termasuk orang yang sangat tidak setuju Al Qur'an dan hadits ditafsirkan semaunya,
alQuran itu diturunkan sebagai petunjuk untuk seluruh umat manusia bukan diturunkan untuk golongan tertentu atau monopoli ulama. Jadi setiap orang berhak memahami sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Baru jika tidak mampu memahami petunjuk tsb, alQuran menyuruh untuk bertanya kepada ulama/ahli zikir/ulul albab.

Banyak sekali ayat2 yang menyuruh untuk menggunakan akal, dalam hal ini tentu akalnya masing2 bukan akalnya orang lain atau ulama tertentu.
Dalam surat 16/17: "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." ini berlaku untuk semua orang termasuk kita dan para ulama, dan semua akan diminta pertanggungjawabannya, termasuk kalau tidak menggunakan tools yang sudah diberikan yaitu penglihatan, pendengaran dan afidah
seperti diterangkan pada surat 7/179: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."

Saya fikir tidak ada orang yang mau menafsirkan semaunya, semua orang yang secara sadar mencari keridlaanNya akan berusaha mencari makna petunjuk yang sebenarnya dan semua itu harus melalui proses. Jangankan kita seorang nabi pun harus bersusah payah melakukan pencarian.

Karena pertimbangan sesat dan tidak parameternya adalah syariat,
Sayangnya ya begitulah kapasitas masyarakat kita, bukan syariat yang jadi pertimbangan namun kemauannya dan intimidasi yang piciklah, yang wahabi lach, yang salafi lach.
Syiah, Suni, Wahabi, Salafi, NU, Muhamadiyah, dll ..... syariatnya kan sama Islam, jadi parameter yang bagaimana yang dimaksud?

Salam,

2011/2/26 <whe.en9999@gmail.com>
Maaf mas awung,
Silahkan dibaca lagi,
Di komisi fatwa, salah satu anggotanya adalah mufti ini,

Jangan cuma yang saya quote yang dibaca, ada link yang saya sertakan, dan satu lagi, jangan semua negara disamakan dengan Indonesia yang tidak punya komisi fatwa karena di negara kita tidak bisa menghargai kepemimpinan orang lain dan semua aliran boleh berkembang.
Semua orang, bahkan orang kebanyakanpun ingin berfatwa.

Ulama lebih berhak menilai suatu paham sesat atau tidak karena memang kapasitas ilmunya mencukupi untuk melindungi umat.

Lewat ulamalah syariat ini terjaga, bukan dengan pengerahan massa.

Kalau boleh saya memilih, saya justru lebih menghargai fatwa mufti negara persekutuan malaysia ini karena semua alasannya jelas dikemukakan,
Dan karena saya termasuk orang yang sangat tidak setuju Al Qur'an dan hadits ditafsirkan semaunya,

dibanding orang yang menolak fatwanya namun tidak bisa membutikan bahwa penolakannya bisa diterima kecuali dengan kalimat yang berfatwa pikirannya picik dsb.

Karena pertimbangan sesat dan tidak parameternya adalah syariat,
Sayangnya ya begitulah kapasitas masyarakat kita, bukan syariat yang jadi pertimbangan namun kemauannya dan intimidasi yang piciklah, yang wahabi lach, yang salafi lach.


Regards
Whe-en

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: awung <awungs@gmail.com>
Date: Sat, 26 Feb 2011 07:41:25 +0700
Subject: Re: [Milis_Iqra] Pertemuan Besar di Malaysia: ESQ Mengandung Kesesatan

Mbak Whe-en, terimakasih atas artikel dan link yang diberikan.

Kesimpulan saya, dari informasi yang terbatas, mufti di malaysia ini kurang lebih sama dengan MUI di negara kita. Mereka tidak mendapatkan otoritas dari negara/ulil amri untuk menentukan bahwa hanya aliran/golongan tertentu saja yang benar dan boleh dianut oleh rakyatnya. Fatwa yang dikeluarkan sangat kental dipengaruhi oleh faham kebanyakan pengurusnya. Maka wajar jika terjadi fatwa2 yang menyatakan bahwa pemahaman golongan/aliran tertentu sesat karena tidak sesuai dengan pemahaman kebanyakan pengurusnya.

Dengan kondisi ini seperti ini maka kerusuhan atas nama agama sulit dihindari, lalu dimanakah yang namanya rahmatan lil a'lamin?

Barangkali ini bukti nyata dari 45/17: "Dan Kami berikan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata tentang urusan (agama); maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuan karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka pada hari kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya."

Umat Islam habis energinya untuk memikirkan/berpolemik/kisruh masalah perbedaan pemahaman agama dari dulu entah sampai kapan berakhir, padahal banyak lagi urusan, dalam diin Islam, yang harus difikirkan diluar agama agar tugas manusia sebagai khalifah untuk memakmurkan bumi Allah bisa tercapai.

Salam,

2011/2/25 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Mas Dani koq suka bertentangan to sama saya :-(
mufti resmi masa bukan diangkat oleh negara sich?

Mas Awung silahkan baca
Bahwa di Malaysia ada JAKIM = Jabatan Kemajuan Islam Malaysia
http://www.e-fatwa.gov.my/bahagian-pengurusan-fatwa

juga:
http://www.muftiwp.gov.my/v1/index.php?option=com_content&view=article&id=102&Itemid=143&lang=en

http://www.e-fatwa.gov.my/bahagian-pengurusan-fatwa

Bahagian Pengurusan Fatwa


 
Latar Belakang
 
Bahagian Pengurusan Fatwa pada awalnya ditubuhkan secara pentadbiran pada 2 Januari 2009 dengan nama Bahagian Pengurusan Fatwa dan Pembangunan Ijtihad. Pada 15 Jun 2009 Jakim telah memperolehi waran perjawatan Cadangan Penjenamaan Semula Jakim Fasa 1 berkuatkuasa 1 Jun 2009 dengan rasminya wujud bahagian ini dengan nama Bahagian Pengurusan Fatwa.

Bahagian Pengurusan Fatwa diwujudkan antara lain tugas utamanya ialah menjadi urus setia kepada Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia (MKI) yang telah ditubuhkan pada awal tahun 1970 di bawah Perkara 11 Peraturan Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia (MKI). Jawatankuasa ini merupakan badan yang berperanan untuk membincang dan memberikan pandangan berkaitan hukum hakam di peringkat Kebangsaan. Sejak penubuhannya, jawatankuasa ini diurus setiakan oleh Jakim melalui Bahagian yang ketika itu dikenali sebagai Bahagian Keurusetiaan dan Perhubungan Antarabangsa (sekarang ini dikenali Bahagian Perhubungan).
 
Mesyuarat Pre-Council Majlis Raja-Raja pada 1 Julai 2008 dan Mesyuarat Majlis Raja-Raja kali ke-214 telah bersetuju supaya fungsi Jawatankuasa Fatwa MKI ini diperkukuhkan dari aspek pengstrukturannya. Oleh itu Mesyuarat Pasca-Kabinet Menteri di Jabatan Perdana Menteri pada 17 September 2008, telah bersetuju supaya urus setia kepada Jawatankuasa Fatwa MKI dinaik taraf dan diasingkan menjadi satu bahagian baru di Jakim iaitu Bahagian Pengurusan Fatwa.
 
VISI

Berazam menjadi pusat rujukan fatwa yang berwibawa dan berintegriti di peringkat kebangsaan dan antarabangsa.
 
MISI

Memartabatkan fatwa di Malaysia melalui perancangan, penyelidikan, pengurusan dan penyelarasan fatwa dalam pelbagai bidang ke arah mengembangkan proses ijtihad jama'i dalam penentuan hukum.
 
OBJEKTIF

  1. Mewujudkan sebuah institusi yang bertanggungjawab dan berperanan sepenuhnya dalam pengurusan dan penyelarasan fatwa di peringkat negara dan antarabangsa;

  2. Menjadi pusat rujukan dan pengurusan maklumat utama berkaitan fatwa dan ijtihad di dalam dan luar negara dan diperolehi dengan mudah menggunakan teknologi terkini;

  3. Menjadi pusat penyelidikan yang berwibawa berkaitan isu-isu kefatwaan dan ijtihad.

  4. Menawarkan perkhidmatan kepakaran kepada masyarakat dan penyediaan input secara profesional kepada masyarakat, agensi-agensi kerajaan dan bukan kerajaan di dalam dan luar negara;

  5. Mewujudkan perkongsian pintar menerusi penyelidikan, penulisan, pertukaran maklumat dan dialog intelek dengan tokoh-tokoh ilmuan dari institusi fatwa dalam dan luar negara;

  6. Memberi kesedaran dan pendidikan kepada masyarakat tentang pelbagai dimensi fatwa serta pelaksanaannya dalam masyarakat majmuk.

 
FUNGSI

  1. Menjadi penasihat kepada Kerajaan Persekutuan dalam hal-hal berkaitan dengan fatwa;
     
  2. Menjadi sumber rujukan dengan mengemukakan fatwa sebagai penyelesaian terhadap setiap permasalahan berkaitan hukum hakam;
     
  3. Mengkaji dan menyelidik isu-isu kontemporari dalam pelbagai bidang yang timbul dalam masyarakat;
     
  4. Menjadi urus setia kepada Jawatankuasa Fatwa MKI dan mesyuarat/persidangan yang berkaitan;
     
  5. Menyelaraskan pandangan hukum/ fatwa yang telah diputuskan di peringkat negeri dan negara anggota MABIMS;
     
  6. Memastikan semua keputusan yang telah diputuskan disalurkan, difahami dan dipatuhi oleh semua pihak;
     
  7. Membangunkan manhaj dan metodologi istinbat hukum yang berkesan;
     
  8. Meningkatkan koordinasi antara Jabatan/Pejabat Mufti seluruh negeri;
     
  9. Menyebarkan semua keputusan/hukum yang telah diputuskan kepada masyarakat awam ; dan
     
  10. Menjadi Pusat Rujukan pandangan hukum/ fatwa di peringkat kebangsaan dan antarabangsa.
     
Keurusetiaan
 
Bahagian ini menjadi Urus setia kepada Jawatankuasa-Jawatankuasa berikut:
 
  1. Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia;
     
  2. Persidangan Mufti-Mufti Seluruh Malaysia;
     
  3. Mesyuarat Jawatankuasa Penyelarasan Pengurusan dan Pembangunan Fatwa (JKPPF);
     
  4. Mesyuarat Jawatankuasa Penetapan Awal Puasa Dan Hari Raya;
     
  5. Mesyuarat Jawatankuasa Penyelarasan Waktu Imsak Dan Berbuka Puasa Negeri-Negeri Seluruh Malaysia;
     
  6. Mesyuarat Jawatankuasa Kerja Muzakarah Jawatankuasa Fatwa MKI.


http://www.muftiwp.gov.my/v1/index.php?option=com_content&view=article&id=102&Itemid=143&lang=en
Jabatan Mufti Negeri PDF Print E-mail
PAUTAN JABATAN MUFTI NEGERI

PERLIS

TINGKAT 1, BLOK A,
BANGUNAN DATO' MAHMUD MAT,
01000 KANGAR PERLIS

KEDAH

JABATAN MUFTI NEGERI KEDAH,
ARAS 3, BANGUNAN MAHKAMAH SYARIAH,
KOMPLEKS PENTADBIRAN KERAJAAN PERSEKUTUAN,
BANDAR MUADZAM SHAH, ANAK BUKIT,
06550 ALOR SETAR KEDAH
http://mufti.kedah.gov.my

PULAU PINANG

JABATAN MUFTI NEGERI PULAU PINANG,
TINGKAT 48, KOMTAR,
10 000 PULAU PINANG
http://mufti.penang.gov.my

PERAK

JABATAN MUFTI NEGERI PERAK,
TINGKAT 5, KOMPLEKS ISLAM,
JALAN PANGLIMA BUKIT GANTANG WAHAB,
30000 IPOH PERAK
http://mufti.perak.gov.my

SELANGOR

JABATAN MUFTI SELANGOR,
TINGKAT 7 & 8, MENARA UTARA,
BANGUNAN SULTAN IDRIS SHAH,
40 000 SHAH ALAM SELANGOR
http://www.muftiselangor.gov.my

NEGERI SEMBILAN

JABATAN MUFTI NEGERI SEMBILAN,
TINGKAT 3, BANGUNAN SUK LAMA,
KARUNG BERKUNCI 45,
JALAN DATO' HAMZAH,
70990 SEREMBAN NEGERI SEMBILAN

MELAKA

KOMPLEKS MAJLIS AGAMA ISLAM,
JABATAN MUFTI NEGERI MELAKA,
ARAS 2, IMARAH A,
KOMPLEKS MAIM,
75150 BUKIT PALAH MELAKA

JOHOR

JABATAN MUFTI NEGERI JOHOR,
TINGKAT 3, BLOK A,
PUSAT ISLAM ISKANDAR,
JALAN MASJID ABU BAKAR,
80990 JOHOR BAHRU JOHOR

PAHANG

JABATAN MUFTI NEGERI PAHANG,
KOMPLEKS ISLAM SULTAN HAJI AHMAD SHAH,
JALAN ISTANA ABU BAKAR,
26600 PEKAN PAHANG

TERENGGANU

JABATAN MUFTI NEGERI TERENGGANU,
TINGKAT 1,
PUSAT PENTADBIRAN ISLAM TERENGGANU,
KOMPLEKS SERI IMAN,
JALAN SULTAN MOHAMAD,
21100 KUALA TERENGGANU, TERENGGANU
http://mufti.terengganu.gov.my

KELANTAN

PEJABAT MUFTI NEGERI KELANTAN,
KOMPLEKS BALAI ISLAM LUNDANG,
JALAN SULTAN YAHYA PETRA,
15200 KOTA BHARU KELANTAN
http://www.muftikelantan.gov.my

SARAWAK

PEJABAT MUFTI NEGERI SARAWAK,
TINGKAT 6,
BANGUNAN MAHKAMAH SYARIAH,
JALAN SATOK,
93400 KUCHING SARAWAK
http://www.muftinegeri.sarawak.gov.my

SABAH

PEJABAT MUFTI NEGERI SABAH,
TINGKAT 6, BLOK B, WISMA MUIS,
JALAN SEMBULAN, BEG BERKUNCI 2070,
88818 KOTA KINABALU SABAH
http://www.mufti.sabah.gov.my




2011/2/25 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>

Tugas ulama adalah amar ma'ruf nahi mungkar,

Allah berfirman:"Hai orang yang berkemul (berselimut),bangunlah, lalu berilah peringatan!,dan Tuhanmu agungkanlah!,dan pakaianmu bersihkanlah,dan perbuatan dosa tinggalkanlah,dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak,Dan untuk (memenuhi perintah) Tuhanmu, bersabarlah" (Al-Muddatsir 74:1-7)

51:55. Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Jadi bukan negara atau golongan...



From: awung <awungs@gmail.com>
Sent: Friday, February 25, 2011 1:45 PM
Subject: Re: [Milis_Iqra] Pertemuan Besar di Malaysia: ESQ Mengandung Kesesatan

Yang perlu diingat bahwa mufti Malaysia hanya menjalankan tugas mereka, apalagi mufti resmi, tugas merekalah melindungi aqidah di negaranya.
Bukankah ketika di negara kita ada aliran yang dianggap sesat tidak dibubarkan, ada yang mengganggap pemerintah tidak tegas?

Jadi itulah ketegasan beliau beliau dengan mengkaji dan meneliti apa yang berkembang di negara yang menjadi tanggungjawab beliau beliau.

Saya menghormati keputusan beliau2 sebagai ulama yang ilmunya tidak diragukan lagi.

Kalau menjalankan tugas berarti ada yang memberi tugas/memerintahkan, siapa yang memberi perintah; negara, golongan?

Kalau mbak Whe-en punya data yang akurat silakan dijawab, tetapi kalau hanya menduga2 biarlah pertanyaan ini menggantung sehingga kita tidak termasuk orang2 yang disebutkan dalam 22/8.

Salam,

2011/2/24 <whe.en9999@gmail.com>
(Mas Awung)

Sebenarnya siapa yang berhak mengklaim seseorang/golongan itu sesat?

(Whe-en)
Yang perlu diingat bahwa mufti Malaysia hanya menjalankan tugas mereka, apalagi mufti resmi, tugas merekalah melindungi aqidah di negaranya.
Bukankah ketika di negara kita ada aliran yang dianggap sesat tidak dibubarkan, ada yang mengganggap pemerintah tidak tegas?

Jadi itulah ketegasan beliau beliau dengan mengkaji dan meneliti apa yang berkembang di negara yang menjadi tanggungjawab beliau beliau.

Saya menghormati keputusan beliau2 sebagai ulama yang ilmunya tidak diragukan lagi.

Regards
Whe-en

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT




[The entire original message is not included]

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
~~~~~
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/
 
"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-