Sunday, April 10, 2011

[Milis_Iqra] Hubungan Baru Mesir dan Iran Punahkan Peran Arab Saudi

Hubungan Baru Mesir dan Iran Punahkan Peran Arab Saudi

Arab Saudi baru-baru ini menyatakan kekhawatirannya atas kian dekatnya hubungan antara Republik Islam Iran dan Mesir. Mayoritas media massa negara ini pun ikut-ikutan mempropagandakan kekhawatiran ini.

Sementara itu, statemen menlu Mesir, Nabil el-Arabi soal kesiapan Kairo mendekati Iran mendapat reaksi positif media massa dalam negeri. Koran al-Ahram dalam laporannya menulis, pernyataan Nabil el-Arabi terkait hubungan Kairo-Tehran sangat tepat. Koran ini menambahkan, pernyataan el-Arabi soal kebijakan baru hubungan dengan negara kawasan termasuk Iran menekankan bahwa Mesir memiliki peran signifikan di tingkat regional dan internasional.

Namun demikian menurut al-Ahram, pandangan baru dunia internasional terhadap Mesir sangat membantu peran Kairo baik di tingkat regional maupun internasional. Pandangan ini melihat seakan-akan Mesir terlahir kembali dan memiliki wajah baru.

Media massa Arab Saudi gencar menyerang hubungan mesra Iran dan Mesir. Hal ini banyak diliput berbagai media termasuk Koran al-Quds al-Arabi. Koran ini menilai pernyataan terbaru menlu Mesir mengindikasikan Kairo khawatir kehilangan peranan di kawasan. Menurut berbagai pemberitaan, pernyataan Nabil el-Arabi untuk memperbaiki hubungan Mesir dengan Iran membuat Arab Saudi ketakutan perannya di tingkat regional memudar.

Ternyata bukan hanya Arab Saudi yang ketakutan membaiknya hubungan antara Mesir dan Iran beserta Suriah, namun Amerika Serikat yang memiliki kepentingan besar di kawasan juga dibuat khawatir. Para pengamat menyakini bahwa kebijakan luar negeri baru Mesir menjadikan Gedung Putih tak tenang, karena sikap Dewan Tinggi Militer Mesir sebagai pemerintah transisi menunjukkan perubahan koalisi negara ini di tingkat regional.

Akhir-akhir ini peran Arab Saudi di tingkat regional semakin memudar mengingat kegagalannya dalam menyelesaikan sejumlah krisis. Kegagalan intervensi Riyadh di Lebanon dan Irak termasuk sejumlah kecil prestasi buruk Arab Saudi. Namun demikian yang membuat citra Riyadh semakin rusak di mata publik Arab adalah kerelaan negara ini menampung para diktator terguling seperti mantan Presiden Tunisia, Zein el-Abidine bin Ali.

Sementara itu menurut Koran al-Quds al-Arabi, Mesir meyakini peran Iran yang semakin besar di kawasan memudarkan peran Arab Saudi, khususnya pasca revolusi rakyat di Mesir dan negara Arab. Oleh karena itu, Kairo kini memandang Riyadh bukan lagi sekutu yang bisa diandalkan. Faktor lebih penting lain menurut koran ini adalah pengaruh besar Tehran di kawasan, sedangkan Arab Saudi selama ini senantiasa gagal.

Di sisi lain, publik Arab dalam sebuah jajak pendapat yang digelar televisi al-Jazeera Qatar menyambut hubungan baik Mesir-Iran seperti yang dinyatakan oleh Nabil el-Arabi. Sebagian responden menilai peran Iran di kawasan tidak dapat dipungkiri. Mereka berharap terbentuknya kekuatan koalisi baru di kawasan yang terdiri dari Iran, Mesir, Suriah, Turki dan Irak. (IRIB/IRNA/MF)

--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

[Milis_Iqra] Komunitas NU Protes Pengusiran Syiah di Sampang

Komunitas NU Protes Pengusiran Syiah di Sampang


Komunitas Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) yang berpusat di Jawa Timur menyatakan keprihatinannya atas diskriminasi atas kelompok Syiah di Sampang. Koordinator Presedium JIAD, Aan Anshori ketika dihubungi IRIB menjelaskan, "JIAD adalah komunitas independen yang melibatkan para santri, masyarakat NU dan aktivis LSM di Jawa Timur. Komunitas didirikan untuk menentang segala bentuk diskriminasi."

Sebagaimana dirilis situs resmi JIAD, komunitas ini mengeluarkan pernyataan yang menyikapi peristiwa yang terjadi di Sampang. Berikut ini adalah pernyataan pers JIAD:

Siaran Pers Jaringan Islam Anti Diskriminasi Jawa Timur Terkait Pengusiran Komunitas Syi'ah di Desa Karang Gayam Omben Sampang Madura

Siaran Pers Jaringan Islam Anti Diskriminasi Jawa Timur
No. 19/JIAD/IV/2011

Setelah kelompok Ahmadiyah, kini target persekusi atas nama keyakinan kembali menimpa komunitas Syiah di desa Karang Gayam Omben Sampang. Sebanyak lebih dari 100 warga Syiah terancam diusir dari desa tersebut karena dianggap sesat. Upaya teror dan intimidasi berupa penyesatan kerap diterima komunitas tersebut.

Kondisi warga Syiah Sumenep semakin terancam saat salah satu anggota Badan Silaturahmi Ulama Madura (BASRA) KH. Kholil Halim mendesak agar kelompok Syiah kembali ke ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah mainstream. Jika desakan tersebut tidak dipatuhi, BASRA memberikan 2 opsi kepada komunitas Syiah; pertama meminta agar meninggalkan Sampang tanpa disertai ganti rugi lahan/asset apapun. Kedua, akan dilakukan persekusi terhadap komunitas Syi'ah.

Menyikapi hal tersebut, Jaringan Islam Anti Diskriminasi (JIAD) Jawa Timur menyatakan sikap sebagai berikut:
1. Mengecam keras aksi intoleransi yang dilakukan oleh MUI, BASRA dan kelompok-kelompok lain terhadap komunitas Syiah. Upaya meng-Ahmadiyah-kan Syiah merupakan gerakan sistematis dari kelompok yang anti-Pancasila dan berniat mengganti ideologi bangsa ini menjadi berkiblat pada keyakinan tertentu. Di Jawa Timur gerakan ini setidaknya telah beberapa kali melakukan penyerangan terhadap komunitas Syiah antara lain di Bondowoso (2008), Sampang (2007), dan terakhir di Pasuruan (2011)

2. Mendesak kepada Kapolda Jawa Timur, Irjend (Pol) Untung S Radjab untuk secara sungguh-sungguh memberikan jaminan keamanan terhadap warga Syiah dan harta benda mereka serta segera menangkap aktor intelektual dibalik serangkaian penyerangan terhadap komunitas Syiah di Jawa Timur.

3. Menuntut kepada Gubernur Jawa Timur dan Bupati Sampang agar bersungguh-sungguh konsekuen menjalankan amanat konstitusi dalam memberikan jaminan kebebasan beragama/berkeyakinan di Jawa Timur dan Sampang.

4. Meminta kepada PWNU Jawa Timur untuk segera melakukan upaya preventif agar konflik sunni-syiah tidak meluas

5. Mendesak kepada seluruh elemen di wilayah Sampang untuk mengedepankan dialog dalam masalah ini untuk merumuskan solusi yang tidak melanggar hak asasi dalam beribadah/berkeyakinan.

Surabaya, 8 April 2011
Aan Anshori
Koordinator Presidium

(IRIB/AR/PH)

--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-