Saturday, April 30, 2011

RE: [Milis_Iqra] Tanya?

From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Muhammad Amir Rosyidi

Kalau bacaan untuk tahlilan gimana mas? (bukan tahlilannya).

[Dani Permana] Sebenarnya bacaan tahlil itu banyak termaktub di kitab-kitab Hadist, namun berhubung saya terbatas dengan waktu InsyaAllah saya akan posting nanti semampunya.

Rosyid :

Terima kasih mas dani, siap menunggu wis :).

 

[Dani Permana] Maaf menunggu lama…

 

Silahkan click disini http://lidwa.com/  lebih legkap lebih jelas dan lebih terstruktur… atau direct to  http://id.lidwa.com/app/ kemudian cari dan ketik kata “selain Allah” InsyaAllah akan menemukan banyak lafazh tahlil…Semoga dengan link tersebut diatas bisa bermanfaat buat milister semua… karena menggunakan bahasa Indonesia.

 

Sebagai tambahan silahkan lihat disini untuk al Qur’an berdasarkan arti per lafazh dan makna ayat  http://alhikmah.web.id/alquran.html

 

 

Semoga bermanfaat…..

 

==============

[Dani Permana]

Dzikrinya/bacaannya ga pa pa meskipun ada yang dho’if, tapi menjadi apa-apa bila dijadikan kebiasaan dan dipandang suatu ibadah yang berkesinambungan dan dilakukan berjama’ah.

Rosyid :
Berarti kalau saya nggak salah menyimpulkan untuk berbagai macam doa/dzikir itu akan menjadi bermasalah atau menjurus ke bid'ah kalau sudah menjadi ibadah kebiasaan (tanpa ada hadits yang bisa dijadikan rujukan dari Rasulullah SAW)?. Tapi kalau misal kita berdoa ya mungkin di waktu-waktu yang diijabah gimana mas? (tanpa kita harus mengkhususkan doa/dzikirnya) apakah itu juga akan menjadi bid'ah?

[Dani Permana] ya InsyaAllah tidak… karena Rasulullah sendiri banyak menentukan waktu-waktu di ijabahnya do’a, dan do’a bisa apapun tergantung kemauan.

 

2011/4/29 Dani Permana <adanipermana@gmail.com>

Mas Rosyid, jika di lihat dari sisi dzikir (Bacaan) tidak ada masalah selama tidak ada unsur yang menjadikan hal tersebut menjadi sesuatu yang baru di luar syari’at yang telah di gariskan oleh Allah dan Rasul-Nya

 

From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Muhammad Amir Rosyidi
Sent: Friday, April 29, 2011 1:22 PM
To: Milis_Iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Tanya?

 

Mas Dani atau mas Arman, atau anggota milis yang lain, saya mau tanya soal ini, benar nggak ya? Apa bedanya dengan bacaan Tahlilan? (dilihat dari sisi dzikirnya)

Wirid al-Ma'tsurat Hasan Al-Banna Bid'ah?

Senin, 22 Maret 2010 00:32

Pertanyaan

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Semoga Allah memberkahi Ustadz Ahmad Sarwat.,

Saya sering mengamalkan do'a Al-Ma'surat Hasan al banna, namun beberapa hari yang lalu saya sempat membaca di blog Salafy yang menyatakan bahwa dzikir Al-Ma'surat itu bid'ah, karena banyak dalil yangg dhaif bahkan palsu  seperti doa Rabithah.

Benarkah Alma'surat oleh Hasan Albana it amalan ahlul Bid'ah. Dan bgaimana hukum dzikr/do'a tanpa dalil. Mohon penjelsannya ustadz.

Wassalamu 'alaikum. warahmatullahi wabarakatuh

Hendri

Jawaban

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Anda jangan kaget dulu kalau situs-situs Salafi sering membid'ahkan banyak pihak, termasuk dzikir Al-Ma'tusrat yang disusun Hasan Al-Banna. Membid'ahkan memang salah satu ciri khas dan identitas situs Salafi. Kalau tidak membid'ahkan, ya bukan situs salafi. Tujuan utama situs-situs itu didirikan memang untuk melemparkan tuduhan bid'ah dan sesat.

Tetapi apakah setiap kali situs salafi menuduh sesat dan bid'ah, lantas kita harus latah ikut-ikutan menuduh sesat, tentu tidak. Harus ada analisa dan kajian yang mendalam, serta hujjah yang tidak hanya satu sisi, ketika kita ingin mengatakan bahwa sebuah fenomena itu sebagai bid'ah.

Dalam hal ini saya tidak berposisi sebagai 'pembela' wirid Al-Ma'tsurat-nya Hasan Al-Banna. Seandainya memang di dalamnya ada hadits yang tidak shahih, tentu kita harus jujur mengatakannya. Dan tentu salah besar kalau kita bilang bahwa wirid Al-Ma'tsurat itu disusun oleh Rasulullah SAW, sehingga kalau tidak dibaca pagi dan petang, seolah-olah kita tidak melaksanakan sunnah beliau SAW.

Kalau kita bedah lebih dalam, sebenarnya di dalam wirid itu ada banyak lafadz Al-Quran dan doa serta dzikir. Lafadz Al-Quran sendiri pasti shahih, bahkan sampai kepada kita lewat jalur mutawatir. Lafadz doa-doanya, meski sebagian ada yang diklaim lemah riwayatnya, tetapi tidak bisa dinafikan bahwa banyak juga yang riwayatnya shahih.

Kalau doa rabithah yang terletak di bagian akhir, tidak ada seorang pun yang bilang bahwa lafadz doa itu berasal dari Rasulullah SAW. Doa itu 100% gubahan Hasan Al-Banna sendiri. Kalau ada yang bilang doa itu dari Rasulullah SAW, tentu orang tersebut kurang paham kedudukannya. Jadi bukan tempatnya kalau kita bilang doa rabithah itu adalah hadits palsu. Sebab dari awal pengarangnya memang tidak mengatakan bahwa lafadz doa itu sebagai doa Rasulullah SAW.

Ada pun doa dan lafadz dzikir yang riwayatnya dianggap lemah, bisa kita bicarakan dari sisi ilmu hadits dan ilmu fiqihnya.

Ilmu Hadits

Dari segi ilmu hadits, kelemahan riwayat suatu hadits memang sering dilontarkan oleh para kritikus hadits. Dan biasanya, para ahli hadits memang saling berbeda pendapat dalam masalah kuat atau lemahnya suatu riwayat. Mirip dengan para ahli fiqih yang sering berbeda pendapat, para ahli hadits pun demikian juga.

Suatu riwayat mungkin dibilang shahih oleh Imam Al-Bukhari, tetapi belum tentu dishahihkan juga oleh Imam Muslim. Sebaliknya, tidak semua hadits shahih di dalam kitab Muslim, otomatis pasti dishahihkan oleh Al-Bukhari.

Jadi secara ilmu hadits, ketika ada pihak yang mendhaifkan suatu hadits, kita jangan lantas putus asa dulu, bahwa seolah-olah hadits itu pasti dhaif. Barangkali analisa kedhaifan itu lebih merupakan opini sebagai ulama hadits, sementara barangkali banyak ulama hadits lainnnya yang mengatakan bahwa hadits itu tidak dhaif.

Untuk itu kita perlu melakukan studi lebih mendalam tentang komentar para ulama hadits secara lebih banyak lagi. Tipsnya, jangan hanya membaca satu buku rujukan saja, tetapi gunakan sekian banyak kitab rujukan, agar wawasan kita tidak sempit dan tidak terkesan kurang ilmu.

Ilmu Fiqih

Dari segi ilmu fiqih, ada perdebatan juga tentang hukum berdoa dan dzikir bila tidak menggunakan riwayat dari Rasulullah SAW. Apakah hukumnya boleh atau tidak boleh, atau makruh.

Mereka yang mengharamkan berdoa dengan lafadz yang bukan dari riwayat Rasulullah SAW berhujjah bahwa doa itu bagian dari ibadah ritual, seperti hukum shalat. Jadi berdoa disejajarkan dengan melakukan shalat, dimana lafadz-lafadz yang dibaca harus sesuai dengan aturan yang telah Rasulullah SAW tentukan.

Sehingga dalam pandangan mereka, kalau wirid Al-Ma'tsurat itu mengandung hadits yang lemah, jadinya bid'ah. Karena beribadah dengan menggunakan lafadz-lafad yang dianggap tidak qath'i bersumber dari Rasulullah SAW.

Di pihak lain, sebagian lain ulama mengatakan bahwa tidak semua doa sejajar kedudukannya dengan ritual shalat. Contoh sederhana, ketika kita minta kepada Allah SWT agar lulus ujian dengan nilai maksimal, rasanya tidak ada satu pun hadits yang mengajarkan hal itu. Lantas, apakah kita tidak boleh minta kepada Allah SWT dalam arti berdoa agar lulus ujian?

Ketika kita minta kepada Allah SWT agar diberikan istri yang shalihah, cantik, tinggi, langsing, putih, terang, pintar, dan seterusnya, tentu kita tidak akan menemukan contoh lafadz doa seperti itu di dalam hadits-hadits yang shahih. Lalu apaka kita tidak boleh berdoa meminta kepada Allah SWT agar mendapat istri yang seperti itu?

Ketika kita meminta kepada Allah SWT agar hubungan baik dengan sesama saudara seiman dan seagama dikuatkan, lalu kita tidak menemukan lafadz yang tepat dan pas dari hadits nabawi, apakah kita tidak boleh berdoa kepada Allah SWT tentang hal itu?

Kesimpulannya, di tengah para ulama ada perbedaan pendapat tentang hukum berdoa bukan dengan lafadz yang bersumber dari Rasulullah SAW. Ada yang menjadikannya sebagai syarat dan ada yang bilang kita bebas minta apa saja kepada Allah SWT sesuai dengan keinginan kita, tanpa harus meniru doa Rasulullah SAW.

Kalau melihat prakteknya, saya yakin Anda bukan termasuk yang mengharuskan berdoa selalu dengan sepeti apa yang dicontohkan Rasulllah SAW. Sebab betapa banyak kita berdoa kepada Allah SWT dengan harapan agar dikabulkan, sementara yang kita minta itu tidak ada contoh lafadznya dari Al-Quran dan As-Sunnah. Tetapi kita tetap meminta juga kepada Allah SWT, Kita tetap berdoa kepada-Nya, walau dengan lafadz yang kita gubah sendiri.

Sebab Allah SWT memang memerintahkan kita untuk meminta kepada-Nya, tanpa memberi batasan bahwa yang kita minta itu harus yang ada contoh lafadz doanya dari Rasulullah SAW.

Maka kalau di dalam wirid Al-Ma'tsurat itu ada hadits yang dhaif atau malah lafadz yang sama sekali bukan hadits, sebenarnya tidak ada yang perlu diributkan. Sebab ada pendapat yang kuat bahwa berdoa itu tidak harus dengan lafadz yang dicontohkan oleh Rasulllah SAW. Silahkan meminta kepada Allah SWT dengan lafadz yang kita karang sendiri, asalkan tidak bertentangan dengan ketentuan syar'i.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

 

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

 

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

 

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

RE: [Milis_Iqra] Dana NII Rp250 M di Bank Century Raib

 

 

-----Original Message-----
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of whe.en9999@gmail.com

Hehheheh,

Sebenarnya kalo sudah begini memang susah mas, kalo sudah tertuduh, tuduhan tambahan bertubi tubi datang belum tentu juga tuduhannya benar.

Orang rasanya akan membenarkan tuduhan tersebut, lha wong yang tertuduh juga ga bisa membela diri kan?

 

[Dani Permana] betul itu, apalagi kalau sudah nuduh kemudian kabur jika di Tanya klarifikasi....

 

[whe.en9999@gmail.com]

 

Mungkin buat kita sekarang yang jelas tuduhan2 ke NII itu ditintaklanjuti, dibuktikan, diselesaikan secepatnya.

 

[Dani Permana] Wah kalau yang ini nasehatnya bagus sekali wajib di contoh, tapi kalau nasehat doank tetapi ga ada realisasinya gimana tuh?

 

[whe.en9999@gmail.com]

 

Jadi menurut saya, kita terima semua informasi saja tapi ga perlu dipercaya 100% dulu sampai ada saksi, ada bukti.

 

[Dani Permana] betul juga " ga perlu dipercaya 100% dulu sampai ada saksi, ada bukti." Contohnya kemaren ada yang menuduh tapi tidak bertanggung jawab atas tuduhannya. NASEHAT yang bagus sekali.

 

[whe.en9999@gmail.com]

Sing penting kita ga katrok, ga ketinggalan informasi karena menolak informasi, gitu maksud saya.

 

[Dani Permana} kalau orang yang lepas tanggung jawab itu, bias disebut katrok ga yah?

 

 

-----Original Message-----

From: Erwin Bayu Aji <erwinbayu@gmail.com>

Sender: milis_iqra@googlegroups.com

Date: Sat, 30 Apr 2011 15:51:28

To: <milis_iqra@googlegroups.com>

Reply-To: milis_iqra@googlegroups.com

Subject: Re: [Milis_Iqra] Dana NII Rp250 M di Bank Century Raib

 

Cuma diberita kemarin itu masih nyimpan 20 Ton emas...

moga2 cuma mas Erwin, Mas Temi, Mas Dani, Mas Nandang...bukan E-Mas

Murni..hehhehe..

 

Berita2 spt ini harus sll kita cross check juga M'wheen.....bener

kagak yaa.....jangan2 cuma untuk menghembuskan keresahan di

masyarakat?

cuma bagus juga kalo resah, trus pemerintah bisa tegas dan bertindak

cepat......ada sisi baik dan buruknya..

 

krn yg bisa menghilangkan uang segitu banyak, yg baru terbukti, ya

Gayus, Melinda Dee...tapi pasti banyak yg lain juga...hehehe

 

Salam,

Erwin

 

2011/4/30  <whe.en9999@gmail.com>:

> Dana NII Rp250 M di Bank Century Raib

> 

> Sabtu, 30 April 2011 - 11:01 wib

> Fitriyah Tri Cahyani - Okezone

> JAKARTA – Belakangan ini publik kerap dikejutkan dengan pemberitaan orang hilang akibat diculik aktivis Negara Islam Indonesia (NII). Kabarnya, penculikan ini dilakukan karena NII tengah mengalami krisis keuangan.

> 

> Peneliti Sejarah Darul Islam/NII, Sholahudin, berpendapat bahwa krisis keuangan yang tengah dialami NII dikarenakan dana sebesar Rp250 miliar yang disimpan di Bank Century raib akibat bank tersebut bermasalah.

> 

> “NII sedang terlilit utang dan Panji Gumilang berani meminjam uang. Karena itu, NII melakukan perekrutan besar-besaran karena untuk mengincar infaq-nya,” kaya Sholahudin dalam dialog Polemik Trijaka di Jakarta, Sabtu (30/4/2011).

> 

> Menurutnya, dalam waktu beberapa hari saja NII dapat mengumpulkan banyak uang karena telah mendapatkan infaq dari kader yang direkrutnya. “Prinsipnya makin besar bayar infaq, akan makin mudah orang tersebut masuk NII,” tandasnya.

> 

> Menurutnya, aksi NII dan aksi teroris belakangan ini tidak hanya dilakukan orang dari kalangan bawah secara ekonomi, tetapi juga dilakukan oleh orang-orang berduit. Tujuannya adalah agar organisasi tersebut terus berkembang.

> 

> “SMA 3 Bandung sudah dikuasai NII sejak tahun 1985. Buktinya lihat saja NII memiliki kedekatan dengan para menteri dan sejumlah politisi,” tukasnya.

> (teb)

> 

> Sent from my BlackBerry®

> powered by Sinyal Kuat INDOSAT

> 

> --

> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

> Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik

> dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

> 

> Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

> 

> Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com

>  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com

>  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra

>     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com

> -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

 

--

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik

dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

 

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

 

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com

  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com

  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra

     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

 

--

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik

dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

 

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

 

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com

  Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com

  Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra

     Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-