Berjilbab adalah wajib.....kita dah sepakat....tapi masih suka berbuat dosa?
"Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar" [Thaha : 82]
2009/4/26 Laila <laila.la.14@gmail.com>
Mestinya gitu,,
tapi menurut La, kata2 spt tu cuma kluar dari orang yg tau n ngerti
alasannya aja. coba apa pendapat kamu kalo liat cw berjilbab panjang
tapi centil? (ihh..pliss d)
La bnr2 bingung mslh jilbab..
Pada tanggal 23/04/09, sutiyono doang <sutiyonodoang@gmail.com> menulis:
> Paling tidak dia sudah selangkah lebih maju, dibandingkan dengan tidak
> berjilbab dan sikap begitu2 saja.
> saya yakin, wanita yang memakai jilbab dengan niat karena perintah Allah
> setidaknya akan bisa menjadi benteng buat akhlaknya, bagaimana dia akan
> bersikap ...
> kalopun misalnya ada wanita berjilbab tapi kelakuannya masih "kurang baik",
> saya yakin karena ketidak fahaman dia dalam berakhlak ...
> perubahan sikap bukan suatu yang mudah, apalagi sudah menjadi tabi'at.
> umumnya perlu waktu yang cukup panjang.
> bersyukurlah buat wanita yang memiliki niat mulia untuk menutup auratnya,
> dan bisa melaksanakannya, suatu hal yang berat kecuali bagi mereka yang
> telah Allah beri kemudahan ...
>
> Semoga Allah tetapkan ke-istiqomahan kepada kita semua ...
> wallohu'alam ...
>
>
>
> 2009/4/23 andy wahyudi <packetsnuke@gmail.com>
>
>>
>> Solusinya gimana?
>>
>> On 4/22/09, Laila <laila.la.14@gmail.com> wrote:
>> > setuju, ketika memutuskan untuk berjilbab, harusnya karena niat 100% n
>> > ga
>> > bisa berjalan mundur.
>> >
>> > La pernah niat lepas jilbab coz untuk menjadi orang baik ternyata susah
>> > banget, La ga rela Islam jadi jelek gara2 La, tapi....
>> >
>> > kalo menurut temen2 sendiri gimana? apa bisa dibenarkan seorang yang ud
>> > mutusin berjilbab tapi ga dibarengin perubahan sikap?
>> >
>> > Pada 22 April 2009 15:04, Whe~en (gmail) <whe.en9999@gmail.com> menulis:
>> >
>> >> Any comment?
>> >> ++++++++++++
>> >> Jilbab Buka-tutup
>> >> http://www.eramuslim.com/oase-iman/jilbab-buka-tutup.htm
>> >> oleh *Dwi Indarti* Selasa, 21/04/2009 14:13 WIB
>> >>
>> >> *Kasus I*
>> >>
>> >> Di sebuah resepsi pernikahan mewah seorang bos , seorang wanita menyapa
>> >> saya. Sejenak, saya tertegun menatap wajah wanita yang mengenakan gaun
>> >> malam
>> >> ketat dengan belahan rendah di bagian dada itu. Sepertinya, saya
>> mengenali
>> >> wanita tersebut. Perlu waktu sekitar satu menit sebelum saya
>> >> benar-benar
>> >> mengenalinya. Anita-sebutlah demikian- adalah teman satu kantor tetapi
>> >> beda
>> >> divisi. Saya shock sekali melihat penampilan Anita malam itu. Pasalnya,
>> >> saya
>> >> terbiasa melihat dia di kantor sehari-hari dengan jilbab. Saat itu saya
>> >> hanya bisa terpana dan tertegun, sedangkan Anita dengan santai dan
>> senyum
>> >> berlalu dari hadapan saya untuk menyapa tamu-tamu undangan yang lain.
>> >> Masih
>> >> penuhi oleh rasa terkejut dan penasaran, saya kemudian mencari teman
>> >> kantor
>> >> yang lain dan menceritakan perihal Anita. Teman saya itu menjawab,"Oh,
>> >> Anita
>> >> memang seperti itu. Buka-tutup. Kalau ke pesta, atau habis dari salon,
>> dia
>> >> gak pakai jilbab." Hmm…
>> >>
>> >> *Kasus II*
>> >>
>> >> Sari-bukan nama sebenarnya-seorang gadis berjilbab berterus terang
>> kepada
>> >> saya bahwa dia tidak memakai jilbab jika sedang 'jalan' dengan seorang
>> >> lelaki yang menjadi pacarnya. Mendengar pengakuannya, alis saya
>> terangkat
>> >> dan kening saya berkerut. "Loh kok begitu ? Memangnya kenapa harus buka
>> >> jilbab. Pacaran saja sudah di larang, ini kok ditambah buka-buka
>> >> aurat?"
>> >> Tanya saya. Ternyata, Sari merasa jilbab membuatnya merasa terlihat
>> lebih
>> >> tua. "Gue kan malu, Wi. Umur gue kan emang lebih tua dari cowok gue,
>> >> yaah….Cuma beda beberapa bulan aja sih. Kalau gue jalan sama dia pakai
>> >> jilbab, gue keliatan makin tambah tuir. Lebih bebas tanpa jilbab. Kata
>> >> cowok
>> >> gue, gue keliatan kaya anak SMA, ABG gitu loooh…Lagian, cowok gue lebih
>> >> suka
>> >> gue lepas jilbab kalau lagi sama dia….begitu, jeung…!" o…o….w
>> >>
>> >> *Kasus III*
>> >>
>> >> Mba Yani-juga nama samaran- teller sebuah bank swasta mengeluh kepada
>> saya
>> >> bahwa dia belum diperbolehkan memakai jilbab. Padahal dia sudah naik
>> haji
>> >> tahun lalu dan ingin sekali menutup auratnya dengan sempurna. Saya
>> heran.
>> >> Ah, masa sih ? Padahal kan sudah banyak bank yang pegawai wanitanya
>> >> memakai
>> >> jilbab bukan hanya di bank-bank Syariah. "Yah, gak tau deh. Yang pasti
>> di
>> >> Bank Panin belum boleh pakai jilbab. Jadi, sementara ini solusi buat
>> saya
>> >> adalah buka-tutup. Berangkat pakai jilbab, selama jam kerja lepas
>> jilbab,
>> >> nanti pulang dipakai lagi." Tuturnya. Kasus Mba Yani ini sama dengan
>> >> seorang
>> >> Cleaning Service yang sempat mengobrol dengan saya. "Mba sih, enak. Gak
>> >> masalah kerja pakai jilbab. Kalau di tempat saya, belum boleh tuh !
>> >> Pilihannya, buka jilbab pas lagi kerja atau cari kerja di tempat lain."
>> >>
>> >> Tiga kasus di atas membuat saya merenung sejenak.
>> >>
>> >> Pada kasus Anita dan Sari, apa sih yang menjadi alasan kuat mereka
>> >> untuk
>> >> melepaskan kain penutup kepala itu ? Rasanya, tidak ada. Mereka tidak
>> >> di
>> >> larang oleh pihak perusahaan tempat mereka bekerja untuk memakai jilbab
>> >> seperti Mba Yani dan gadis Cleaning Service. Mungkin yang harus di
>> >> tanyakan
>> >> kepada mereka adalah apa yang menjadi dasar ketika mereka memutuskan
>> untuk
>> >> memakai jilbab.
>> >>
>> >> Dasar yang utama adalah perintah Allah dalam Alquran.
>> >> *"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
>> >> istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
>> >> seluruh
>> >> tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
>> dikenal,
>> >> karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi
>> >> Maha
>> >> penyayang".* (QS 33:59)
>> >>
>> >> "Katakanlah kepada wanita yang beriman: *"Hendaklah mereka menahan
>> >> pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka
>> menampakkan
>> >> perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah
>> >> mereka
>> >> menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan
>> perhiasannya,
>> >> kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka,
>> >> atau
>> >> putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara
>> >> laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau
>> >> putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau
>> >> budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang
>> tidak
>> >> mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum
>> >> mengerti
>> >> tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar
>> >> diketahui
>> >> perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada
>> >> Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."*(QS 24:31)
>> >>
>> >> Jilbab bukan sekedar mode sesaat yang dipakai jika sedang 'trend' dan
>> >> di
>> >> lepas jika sudah tidak 'nge-trend' lagi. Jilbab adalah kewajiban bagi
>> >> seorang wanita muslim yang telah baliqh. Andrea Hirata menulis di salah
>> >> satu
>> >> bukunya, Sang Pemimpi "Bagiku jilbab adalah piagam kemenangan gilang
>> >> gemilang, kemenangan terbesar bagi seorang perempuan Islam atas
>> >> dirinya,
>> >> atas imannya dan atas dunia."
>> >>
>> >> Jilbab adalah identitas wanita Islam, mahkota yang harus di junjung
>> >> tinggi.
>> >> Jika seorang wanita telah memutuskan untuk berjilbab, maka ia harus
>> >> siap
>> >> dengan segala konsekuensinya. Siap menjaga sikap dan perilakunya.
>> >> Sebab,
>> >> jika seorang wanita berjilbab melakukan hal-hal yang tidak semestinya,
>> >> maka
>> >> yang dituding bukan hanya diri wanita itu, tetapi jilbab dan Islam.
>> >> Contohnya, jika seorang wanita berjilbab merokok di tempat umum, maka
>> >> masyarakat akan berkata "Kok pakai jilbab merokok ?" Jilbab dan Islam
>> >> mendapat kesan negatif. Terlepas dari segala argument tentang hak asasi
>> >> seseorang untuk bebas melakukan apapun sepanjang tidak mengganggu
>> >> kepentingan orang lain, wanita yang telah memutuskan untuk berjilbab
>> >> hendaknya menjaga adab perilaku.
>> >>
>> >> Untuk kasus buka-tutup yang diuraikan di atas, saya berpendapat bahwa
>> >> sebaiknya mereka –kaum muslimah- meluruskan niat, membekali diri dengan
>> >> pemahaman dan ilmu yang cukup terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk
>> >> memakai jilbab. Karena bagi saya, detik saat memutuskan untuk memakai
>> >> jilbab
>> >> sama seperti membeli *'one way ticket'*. Maksudnya, tidak bisa berjalan
>> >> mundur kembali. Dalam hal ini tidak ada alasan untuk menanggalkan
>> >> jilbab
>> >> kecuali pada mereka yang memang muhrimnya. Untuk yang 'terpaksa'
>> >> buka-tutup
>> >> jilbab karena alasan ekonomi, maka perbanyaklah mencari ilmu untuk
>> >> mempertebal keyakinan bahwa rejeki itu sudah di atur-NYA. Tidak mungkin
>> >> Allah mempersempit rejeki karena kita menjalankan apa-apa yang
>> >> diperintahkan-NYA.
>> >>
>> >> Saya bukanlah seorang 'jilbaber'-jilbab super lebar dan gamis gombrong-
>> >> namun saya terus belajar untuk meluruskan niat, memperkuat iman ,
>> >> mempertebal keyakinan dan memperbaiki diri.
>> >>
>> >> Saya juga tidak berani* 'nge-judge'' *bahwa mereka yang memakai
>> >> jilbab'biasa' tidak sebaik mereka yang berjilbab lebar dan gamis. Sebab
>> >> hanya Allah yang Maha Tahu dan berhak menilai masing-masing orang.*
>> "Don't
>> >> judge a book by its cover"*
>> >>
>> >>
>> >> Whe~en
>> >> http://wheen.blogsome.com/
>> >>
>> >> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku
>> >> urusanku,
>> >> dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
>> >> perkataanku."
>> >> (QS 20 : 25-28)
>> >> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>> >>
>> >> >
>> >>
>> >
>> > >
>> >
>>
>> >
>>
>
> >
>
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment