Sebaiknya dr sejak dini ditanamkan pada anak perempuan kewajiban berjilbab..dan sudah pasti lingkungan sekitar terutama ibu harus memberikan contoh dan mendidik bagaimana seorang wanita hrs berpakaian dan berjilbab..Semuanya berangkat dari lingkungan terdekat yaitu rumah...lagipula sudah menjadi kewajiban orang tua mendidik sebaik2nya anak perempuan terutama dalam berpakaian berjilbab..karena kelak semua yang kita kerjakan akan dimintai pertanggung jawaban termasuk pekerjaan sebagai orang tua...mudah2an kt sebagai orangtua senantiasa diberi petunjuk dan perlindungan oleh Allah SWT dalam mendidik anak2 kita menjadi anak yang sholeh/sholeha...
2009/4/28 satutimotius tujuhbelas <satutimotius.tujuhbelas@gmail.com>
Berjilbab adalah wajib.....kita dah sepakat....tapi masih suka berbuat dosa?
"Artinya : Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih kemudian tetap di jalan yang benar" [Thaha : 82]2009/4/26 Laila <laila.la.14@gmail.com>
Mestinya gitu,,
tapi menurut La, kata2 spt tu cuma kluar dari orang yg tau n ngerti
alasannya aja. coba apa pendapat kamu kalo liat cw berjilbab panjang
tapi centil? (ihh..pliss d)
La bnr2 bingung mslh jilbab..
Pada tanggal 23/04/09, sutiyono doang <sutiyonodoang@gmail.com> menulis:
> Paling tidak dia sudah selangkah lebih maju, dibandingkan dengan tidak
> berjilbab dan sikap begitu2 saja.
> saya yakin, wanita yang memakai jilbab dengan niat karena perintah Allah
> setidaknya akan bisa menjadi benteng buat akhlaknya, bagaimana dia akan
> bersikap ...
> kalopun misalnya ada wanita berjilbab tapi kelakuannya masih "kurang baik",
> saya yakin karena ketidak fahaman dia dalam berakhlak ...
> perubahan sikap bukan suatu yang mudah, apalagi sudah menjadi tabi'at.
> umumnya perlu waktu yang cukup panjang.
> bersyukurlah buat wanita yang memiliki niat mulia untuk menutup auratnya,
> dan bisa melaksanakannya, suatu hal yang berat kecuali bagi mereka yang
> telah Allah beri kemudahan ...
>
> Semoga Allah tetapkan ke-istiqomahan kepada kita semua ...
> wallohu'alam ...
>
>
>
> 2009/4/23 andy wahyudi <packetsnuke@gmail.com>
>
>>
>> Solusinya gimana?
>>
>> On 4/22/09, Laila <laila.la.14@gmail.com> wrote:
>> > setuju, ketika memutuskan untuk berjilbab, harusnya karena niat 100% n
>> > ga
>> > bisa berjalan mundur.
>> >
>> > La pernah niat lepas jilbab coz untuk menjadi orang baik ternyata susah
>> > banget, La ga rela Islam jadi jelek gara2 La, tapi....
>> >
>> > kalo menurut temen2 sendiri gimana? apa bisa dibenarkan seorang yang ud
>> > mutusin berjilbab tapi ga dibarengin perubahan sikap?
>> >
>> > Pada 22 April 2009 15:04, Whe~en (gmail) <whe.en9999@gmail.com> menulis:
>> >
>> >> Any comment?
>> >> ++++++++++++
>> >> Jilbab Buka-tutup
>> >> http://www.eramuslim.com/oase-iman/jilbab-buka-tutup.htm
>> >> oleh *Dwi Indarti* Selasa, 21/04/2009 14:13 WIB
>> >>
>> >> *Kasus I*
>> >>
>> >> Di sebuah resepsi pernikahan mewah seorang bos , seorang wanita menyapa
>> >> saya. Sejenak, saya tertegun menatap wajah wanita yang mengenakan gaun
>> >> malam
>> >> ketat dengan belahan rendah di bagian dada itu. Sepertinya, saya
>> mengenali
>> >> wanita tersebut. Perlu waktu sekitar satu menit sebelum saya
>> >> benar-benar
>> >> mengenalinya. Anita-sebutlah demikian- adalah teman satu kantor tetapi
>> >> beda
>> >> divisi. Saya shock sekali melihat penampilan Anita malam itu. Pasalnya,
>> >> saya
>> >> terbiasa melihat dia di kantor sehari-hari dengan jilbab. Saat itu saya
>> >> hanya bisa terpana dan tertegun, sedangkan Anita dengan santai dan
>> senyum
>> >> berlalu dari hadapan saya untuk menyapa tamu-tamu undangan yang lain.
>> >> Masih
>> >> penuhi oleh rasa terkejut dan penasaran, saya kemudian mencari teman
>> >> kantor
>> >> yang lain dan menceritakan perihal Anita. Teman saya itu menjawab,"Oh,
>> >> Anita
>> >> memang seperti itu. Buka-tutup. Kalau ke pesta, atau habis dari salon,
>> dia
>> >> gak pakai jilbab." Hmm…
>> >>
>> >> *Kasus II*
>> >>
>> >> Sari-bukan nama sebenarnya-seorang gadis berjilbab berterus terang
>> kepada
>> >> saya bahwa dia tidak memakai jilbab jika sedang 'jalan' dengan seorang
>> >> lelaki yang menjadi pacarnya. Mendengar pengakuannya, alis saya
>> terangkat
>> >> dan kening saya berkerut. "Loh kok begitu ? Memangnya kenapa harus buka
>> >> jilbab. Pacaran saja sudah di larang, ini kok ditambah buka-buka
>> >> aurat?"
>> >> Tanya saya. Ternyata, Sari merasa jilbab membuatnya merasa terlihat
>> lebih
>> >> tua. "Gue kan malu, Wi. Umur gue kan emang lebih tua dari cowok gue,
>> >> yaah….Cuma beda beberapa bulan aja sih. Kalau gue jalan sama dia pakai
>> >> jilbab, gue keliatan makin tambah tuir. Lebih bebas tanpa jilbab. Kata
>> >> cowok
>> >> gue, gue keliatan kaya anak SMA, ABG gitu loooh…Lagian, cowok gue lebih
>> >> suka
>> >> gue lepas jilbab kalau lagi sama dia….begitu, jeung…!" o…o….w
>> >>
>> >> *Kasus III*
>> >>
>> >> Mba Yani-juga nama samaran- teller sebuah bank swasta mengeluh kepada
>> saya
>> >> bahwa dia belum diperbolehkan memakai jilbab. Padahal dia sudah naik
>> haji
>> >> tahun lalu dan ingin sekali menutup auratnya dengan sempurna. Saya
>> heran.
>> >> Ah, masa sih ? Padahal kan sudah banyak bank yang pegawai wanitanya
>> >> memakai
>> >> jilbab bukan hanya di bank-bank Syariah. "Yah, gak tau deh. Yang pasti
>> di
>> >> Bank Panin belum boleh pakai jilbab. Jadi, sementara ini solusi buat
>> saya
>> >> adalah buka-tutup. Berangkat pakai jilbab, selama jam kerja lepas
>> jilbab,
>> >> nanti pulang dipakai lagi." Tuturnya. Kasus Mba Yani ini sama dengan
>> >> seorang
>> >> Cleaning Service yang sempat mengobrol dengan saya. "Mba sih, enak. Gak
>> >> masalah kerja pakai jilbab. Kalau di tempat saya, belum boleh tuh !
>> >> Pilihannya, buka jilbab pas lagi kerja atau cari kerja di tempat lain."
>> >>
>> >> Tiga kasus di atas membuat saya merenung sejenak.
>> >>
>> >> Pada kasus Anita dan Sari, apa sih yang menjadi alasan kuat mereka
>> >> untuk
>> >> melepaskan kain penutup kepala itu ? Rasanya, tidak ada. Mereka tidak
>> >> di
>> >> larang oleh pihak perusahaan tempat mereka bekerja untuk memakai jilbab
>> >> seperti Mba Yani dan gadis Cleaning Service. Mungkin yang harus di
>> >> tanyakan
>> >> kepada mereka adalah apa yang menjadi dasar ketika mereka memutuskan
>> untuk
>> >> memakai jilbab.
>> >>
>> >> Dasar yang utama adalah perintah Allah dalam Alquran.
>> >> *"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan
>> >> istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
>> >> seluruh
>> >> tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
>> dikenal,
>> >> karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi
>> >> Maha
>> >> penyayang".* (QS 33:59)
>> >>
>> >> "Katakanlah kepada wanita yang beriman: *"Hendaklah mereka menahan
>> >> pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka
>> menampakkan
>> >> perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah
>> >> mereka
>> >> menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan
>> perhiasannya,
>> >> kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka,
>> >> atau
>> >> putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara
>> >> laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau
>> >> putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau
>> >> budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang
>> tidak
>> >> mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum
>> >> mengerti
>> >> tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar
>> >> diketahui
>> >> perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada
>> >> Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."*(QS 24:31)
>> >>
>> >> Jilbab bukan sekedar mode sesaat yang dipakai jika sedang 'trend' dan
>> >> di
>> >> lepas jika sudah tidak 'nge-trend' lagi. Jilbab adalah kewajiban bagi
>> >> seorang wanita muslim yang telah baliqh. Andrea Hirata menulis di salah
>> >> satu
>> >> bukunya, Sang Pemimpi "Bagiku jilbab adalah piagam kemenangan gilang
>> >> gemilang, kemenangan terbesar bagi seorang perempuan Islam atas
>> >> dirinya,
>> >> atas imannya dan atas dunia."
>> >>
>> >> Jilbab adalah identitas wanita Islam, mahkota yang harus di junjung
>> >> tinggi.
>> >> Jika seorang wanita telah memutuskan untuk berjilbab, maka ia harus
>> >> siap
>> >> dengan segala konsekuensinya. Siap menjaga sikap dan perilakunya.
>> >> Sebab,
>> >> jika seorang wanita berjilbab melakukan hal-hal yang tidak semestinya,
>> >> maka
>> >> yang dituding bukan hanya diri wanita itu, tetapi jilbab dan Islam.
>> >> Contohnya, jika seorang wanita berjilbab merokok di tempat umum, maka
>> >> masyarakat akan berkata "Kok pakai jilbab merokok ?" Jilbab dan Islam
>> >> mendapat kesan negatif. Terlepas dari segala argument tentang hak asasi
>> >> seseorang untuk bebas melakukan apapun sepanjang tidak mengganggu
>> >> kepentingan orang lain, wanita yang telah memutuskan untuk berjilbab
>> >> hendaknya menjaga adab perilaku.
>> >>
>> >> Untuk kasus buka-tutup yang diuraikan di atas, saya berpendapat bahwa
>> >> sebaiknya mereka –kaum muslimah- meluruskan niat, membekali diri dengan
>> >> pemahaman dan ilmu yang cukup terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk
>> >> memakai jilbab. Karena bagi saya, detik saat memutuskan untuk memakai
>> >> jilbab
>> >> sama seperti membeli *'one way ticket'*. Maksudnya, tidak bisa berjalan
>> >> mundur kembali. Dalam hal ini tidak ada alasan untuk menanggalkan
>> >> jilbab
>> >> kecuali pada mereka yang memang muhrimnya. Untuk yang 'terpaksa'
>> >> buka-tutup
>> >> jilbab karena alasan ekonomi, maka perbanyaklah mencari ilmu untuk
>> >> mempertebal keyakinan bahwa rejeki itu sudah di atur-NYA. Tidak mungkin
>> >> Allah mempersempit rejeki karena kita menjalankan apa-apa yang
>> >> diperintahkan-NYA.
>> >>
>> >> Saya bukanlah seorang 'jilbaber'-jilbab super lebar dan gamis gombrong-
>> >> namun saya terus belajar untuk meluruskan niat, memperkuat iman ,
>> >> mempertebal keyakinan dan memperbaiki diri.
>> >>
>> >> Saya juga tidak berani* 'nge-judge'' *bahwa mereka yang memakai
>> >> jilbab'biasa' tidak sebaik mereka yang berjilbab lebar dan gamis. Sebab
>> >> hanya Allah yang Maha Tahu dan berhak menilai masing-masing orang.*
>> "Don't
>> >> judge a book by its cover"*
>> >>
>> >>
>> >> Whe~en
>> >> http://wheen.blogsome.com/
>> >>
>> >> "Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku
>> >> urusanku,
>> >> dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti
>> >> perkataanku."
>> >> (QS 20 : 25-28)
>> >> "Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"
>> >>
>> >> >
>> >>
>> >
>> > >
>> >
>>
>> >
>>
>
> >
>
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment