Bila tuduhan dan fitnah sudah menyebar
Monday, June 29, 2009 23:48 Posted in category Artikel
Mungkin kita sadari atau tidak semakin dekat pemilihan presiden dinegara kita ini, semakin ada saja fitnah-fitnah terhadap salah satu calon dan wakil calon pemimpin ini, dari isu neoliberalisme sekarang yang sedang santer-santernya tentang kasus tuduhan kepada istri cawapress dari salah satu partai yang di-isukan beragama Katholik. Lihat beritanya di bawah, diambil dari liputan 6
Saya menulis ini hanya gerah saja kepada para politisi kita itu, tingkah laku akhlaknya tercela sekali. Namun bukan politisi bijak yang saya maksud disini, khawatir disalah pahami. Setiap hari di media elektronik di-isi oleh debat-debat yang tidak memberikan manfaat sama sekali, dan hal ini menurut pendapat saya pribadi.
Cara apapun akan dilakukan untuk menjadi "The First Man" di Negara Indonesia ini. Dari yang fitnah-fitnah kecil hingga membawa-bawa jilbab untuk dijadikan sarana kampanye. Nau'dzubillah, bila nilai-nilai Agama yang suci itu di kotori oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Namun itulah yang terjadi di akhir zaman.
Saya bukanlah pendukung dari salah satu parpol perserta pemilu, namun untuk masalah pemimpin ini mau tidak mau harus berpikir siapa yang harus dipilih diantara 3 calon, tentu saja bukan calon wanita yang saya pilih.
Telahlah kita ketahui bahwa di akhir zaman ada orang-orang yang menjual agamanya demi keuntungan duniawi saja, dihadapan manusia mereka berkata manis serta menggunakan baju agar terkesan sederhana padahal hati mereka lebih cenderung kepada keuntungan dunia, sebagaimana sabda Rasulullah ShallAllahu 'alaihi wa Sallam yang artinya: "Akan muncul di akhir zaman orang-orang yang mencari dunia dengan agama. Di hadapan manusia mereka memakai baju dari bulu domba untuk memberi kesan kerendahan hati mereka, lisan mereka lebih manis dari gula namun hati mereka adalah hati serigala (sangat menyukai harta dan kedudukan). Allah berfirman, "Apakah dengan-Ku (kasih dan kesempatan yang Kuberikan) kalian tertipu ataukah kalian berani kepada-Ku. Demi Diriku, Aku bersumpah. Aku akan mengirim bencana dari antara mereka sendiri yang menjadikan orang-orang santun menjadi kebingungan (apalagi selain mereka) sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya." (HR: Tirmidzi)
Berita bohong, isu-isu, fitnah-fitnah sudah tersebar bagaikan alur air dengan deras, tanpa terbendung lagi, apa yang kita lihat di TV, Koran dan berita versi online sebagian besar isinya debat, ehmmm semoga saja cepat berakhir..
Dalam Tanzil-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
لَوْلاَ إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنْفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُبِينٌ
"Mengapa di waktu kalian mendengar berita bohong tersebut, orang-orang mukmin dan mukminah tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri dan mengapa mereka tidak berkata, 'Ini adalah sebuah berita bohong yang nyata'." (An-Nur: 12)
Yuk, berbaik sangka kepada diri sendiri dan setiap berita yang kita terima harus di kroscek kebenarannya. Dan bila ternyata berita itu merupakan kebohongan maka katakanlah bahwa itu adalah berita bohong.
Nampaknya adu domba dengan tuduh si A begini dan si B begitu sudah sering banyak kita dengar, padahal jika kita ketahui bahwa setiap ucapan tidak luput dari Malaikat pengawas, sebagaimana firman-Nya :
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Artinya : Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir. (QS Qaaf : 18)
Dan juga Allah Subhana Wa'Ta'ala berfirman :
وَلا تُطِعْ كُلَّ حَلافٍ مَهِينٍ,هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ
Artinya: Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, (Qs Al Qalam : 10-11)
Biasanya setiap pendukung antar golongan akan membela apa yang ada pada golongannya, dan hal itu adalah sesuatu yang wajar karena setiap golongan akan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongannya, seperti Firman-Nya: "Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing)." (QS Al Mu'minun : 53). Meskipun terkadang kita sadar bahwa golongannya yang dibelanya adalah pihak yang salah, karena begitulah jika kepentingan duniawiyyah yang didahulukan.
Semoga saja kita selalu dalam lindungan-Nya dari keburukan baik yang belum terucap dalam lintasan-lintasan di hati maupun yang sudah terucap, karena
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya." (QS Al 'Araf : 201)
Dan diriwayatkan dari Dari Abu Hurairah, ia berkata :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ تَجَاوَزَ لِأُمَّتِي مَا حَدَّثَتْ بِهِ أَنْفُسَهَا مَا لَمْ يَتَكَلَّمُوا أَوْ يَعْمَلُوا بِهِ
Rasulullah sholallahu 'alaaihi wasallam bersabda "Sesungguhnya Allah memaafkan bagi umatku apa yang terlintas di jiwa mereka selama mereka tidak membicarakan atau melakukannya." (HR. Muslim no. 181)
Wallahu a'lam bishowab
A Dani Permana
6 Rajab 1430H : 29 Juni 2009
--
http://alhikmah.web.id/
http://it-database.blogspot.com
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment