Saya tidak bermaksud mengajari Ahen atau bagaimana........... biar ga salah sangka dulu :-D1. Setahu saya yang sesuai syariat, kalimat tahlil bisa diucapkan kapan saja waktunya,umum waktunya, nach jika Ahen menjadikannya khusus baik jumlahnya waupun waktunya yaitu sesudah kematian seseorang, inilah yang saya tanyakan, menyalahi aturan syariat tidak?
(HR. Imam al-Baihaqi dan Imam ad-Dailami dari sahabat Ibnu Abbas-Syarhus-Shudur, hal. 127; Ta'liq Targhib,IV/379; Haula Khashaish Al-Qur'an, hal. 85,Mukhtashar Tadzakirat al-Qurthubi, hal 16).
3.Imam Ibnu Abid Dunya meriwayatkan :
Dari Amr bin Jarir, ia berkata :"Apabila seorang hamba Alloh berdo'a untuk saudara sesama muslim yang telah meninggal, maka seorang malaikat membawa do'a itu ke kubur orang yang dikirimi, lalu ia berkata :"Hai penghuni kubur yang sendirian, terimalah. Ini hadiah dari saudaramu yang belas kasih kepadamu." (Syarhus-Shudur, hal. 128).
Waktu yang paling baik :-
Antara azan dan Iqamat.
Menjelang waktu shalat dan sesudahnya.
Waktu sepertiga malam yang terakhir.
Sepanjang hari jum'at
Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib
(Biasanya tahlil diadakan setelah sholat Maghrib)
Ketika Khatam membaca Al-Qur'an
Ketika Turun hujan.
Ketika melakukan Tawaf.
Ketika menghadapi musuh dimedan perang.
-
Tempat-tempat yang baik untuk berdoa :
Didepan dan didalam Kabah.
Dimasjid Rasulullah saw.
Di belakang makam Nabi Ibrahim as.
Diatas bukit Safa dan Marwah.
Di Arafah, di Muzalifah, di Mina dan disisi jamarat yang tiga.
(Kalau harus merujuk ke tempat2 di atas, kasihan dong yg tidak punya ongkos buat pergi kesana ?? )
4. Tahlil terdiri dari do'a-do'a (yang sudah ada tuntunannya, bukan mengada-adakan hal yang baru).
1. "Do'a adalah inti ibadah." (HR. Imam at-Turmudzi dari sahabat Anas bin Malik-Kitab al-Jami' ash-Shagir,II/17)
2. "Berdo'alah kamu sekalian kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan do'amu.: (QS. al-Mukmin [40]:60)
3. "Sesungguhnya do'a itu memberi manfaat dari sesuatu yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi. Dan tidak ada yang dapat menolak ketentuan Alloh melainkan do'a. (HR. Imam at-Turmudzi dari sahabat Ibnu Umar-Kitab Taisir al-Wushul,II/55)
4. "Mintalah kepada orang-orang agar mereka banyak mendo'akan kebaikan untukmu. Sebab, manusia tidak mengetahui, lewat lisan siapa do'a itu dikabulkan, atau seseorang itu dirahmati Alloh." (HR. Imam al-Khothib dari sahabat Abu Hurairah-Kitab al-Fath al-Kabir,I/181).
KAMI MELIMPAHKAN RAHMAT KAMI KEPADA SIAPA PUN YANG KAMI KEHENDAKI. DAN KAMI TIDAK MENYIA-NYIAKAN PAHALA DARI AMALAN ORANG-ORANG YANG BERBUAT KEBAIKAN. (QS.YUSUF:56)
Cukup bagi saya pernyataan rekan - rekan:a. Bahwa tahlil tidak ada di jaman nabi, nabi tidak melakukannya, baik dalam hal jumlah maupun harinya.b. Bahwa penentuan hari tahlil 7,40, 100 hari setelah kematian adalah kebiasaan, bukan syariat
(Kedua dalil tidak perlu saya ulangi menulisnya yach?)
ketika Allah memerintahkan untuk mentaati Allah dan Rasulnya, saya yakin koq, sebenarnya 2 buah pernyataan diatas sudah cukup untuk menghentikan perdiskusian. Tapi saya bingung, apa lagi yang dicari?
2. Semoga memang benar bahwa perdebatan ini mencari ilmu, cuma saya jadi bertanya, setelah ilmu ilmu anda keluarkan semua, untuk apa ilmu itu?
Allah akan meminta pertanggungjawaban dari kita semua dalam segala hal, juga dalam hal ilmu, sudah diamalkan apa belum, dsb.Jika dua belah pihak sudah tahu dalil mana yang shahih mana yang tidak, trus apa akhirnya?apakah dalil yang shahih yang akan diikuti, atau sekedar saling berdiskusi?
Jika ada yang bilang bahwa merubah mind set itu susah, memang susah, tapi tergantung dari masing2 pribadi.
Dulu, ketika saya masih kecil, keluarga besar saya seperti layaknya keluarga feodal. Jauh dari nilai2 Islam sesungguhnya, masih tercampur tradisi. tahlilan, tahlilan sambil nyadran, dsb.Seiring berjalannya waktu, nilai2 Islam masuk di keluarga besar saya, Tahlilan, yasinan, dsbSampai saya remaja bahkan beberapa tahun belakangan, Tahlilan dan Yasinan masih mewarnai keluarga besar saya. Saat lebaran kumpulan trah-pun ada tahlilan.Bahkan pada saat itu, mungkin sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu, saya sempat berfikir, betapa bangganya jika suami saya nanti bisa memimpin tahlilan seperti om saya yang lagi memimpin tahlilan di acara halal bihalal :-D (Alhamdulillah tidak terjadi)Alhamdulillah ketika generasi berganti, yang muda menggantikan yang tua, Semakin banyaknya yang naik haji, niat untuk dekat dengan Allah lebih besar, tahlilan bahkan menjadi sesuatu yang dihindari akhir akhir ini.Tidak mudah memang, apalagi memilih meninggalkan tradisi ditengah keluarga besar yang begitu kental adatnya. Toch terjadi juga.Dan semua tidak lepas dari open minded saudara2 saya.Susah sudah pasti, menjadi omongan sana sini, dsb. :-Dlebih mudah saya yang dari remaja hidup jauh dari rumah, bisa memilih mana prinsip saya tanpa menemui hambatan.Yang saya jelaskan tadi adalah betapa mudahnya jika kita membuka diri. Tidak menganggap bahwa kitalah yang selalu benar sehingga tidak ada kebenaran lain.
Semoga Allah selalu meluruskan niat kita dalam mancari Ilmu Allah.
Demikian dari saya. maaf jika kurang berkenan Terimakasih.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment