Kepercayaan merupakan keyakinan, adalah subyektif, tidak ada parameternya. Yang bisa dikaji secara kritis dan ilmiah adalah sejarah, sumber2 naskah, dan perbandingan perkataan beberapa orang akan hal yang sama. dan kami terbiasa mengkaji alkitab secara kritis dan ilmiah. Namun kebanyakan dari kalian takut memakai parameter ilmiah untuk menguji kesejarahan Alquran secara obyektif.
--- On Sun, 12/6/09, andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com> wrote:
From: andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com> Subject: [Milis_Iqra] Re: Tanggapan untuk Lingga : (Topik: Jesus' Tomb in Talpiot) To: milis_iqra@googlegroups.com Date: Sunday, December 6, 2009, 9:40 AM
Kalau anda menganggap Al Kitab adalah yang paling benar, apa parameter untuk mengukur kebenaran Al kitab itu? 2009/12/4 abdi yono <boiran2000@yahoo.co.uk> (andri subandrio) Sedikit nimbrung Sdr Abdi Yono, kalau Bible tidak diubah-ubah, kemudian Quran juga demikian, pertanyaan saya dari dua kitab yang menurut anda tidak diubah-ubah mana yang benar, baik menurut sains, akal maupun pendapat Sdr? Dan tolong sebut alasan serta parameter yang valid untuk mendukung jawaban Sdr! (abdi yono) Tidak satupun produk kecap mencantumkan label no.2 yang jelas pastilah label no.1,jadi menurut saya yang baik dan benar pasti Alkitab karena saya seorang pengikut Kristus dan sebagai pengikut ajaran Muhammad pastilah anda menganggap yang paling baik dan benar adalah Quran. Suatu hal yang wajar. Prinsip yang digunakan Muhammad pada awal dakwahnya memang valid. Yaitu bahwa wahyu yang lebih awal menjadi totok ukur terhadap semua Wahyu-wahyu yang datang belakangan. Hal tersebut bisa dibuktikan dalam Quran sendiri yaitu dalam QS.10:94 Maka jika kamu (Muhammad) berasda dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu,maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu........dst...... Jadi intinya apa bila Muhammad ragu-ragu akan Quran dia disuruh bertanya kepada orang yang sudah terlebih dahulu menerima kitab seperti Taurat,Zabur maupun Injil. Dengan demikian Alkitab harus dijadikan standar acuan dari semua Wahyu-wahyu yang baru yang tentunya termasuk Quran sendiri. Hal tersebut semat-mata hanya merupakan masalah kronologis karena Muhammad datang 600 tahun setelah Yesus Kristus,jadi Quran diturunkan jauh hari setelah adanya Kitab Perjanjian Baru. Keabsahan Kitab Perjanjian Baru didasarkan pada kenyataan bahwa nubuatan-nubuatan,symbol-simbol,dan tipologi dari Kitab Perjanjian Lama itu tergenapi. Jadi dengan cara yang sama,jikalau Quran akan diterima sebagai Firman Tuhan juga,makaQuran harus lulus testing secara sempurna memenuhi kesesuaian terhadap Kitab-kitab suci seperti Taurat,zabur maupun Injil yang memang seperti tertulis dalam QS.10:94. Orang-orang Muslim awam menduga bahwa Quran yang turun belakangan itu justru yang harus dianggap paling benar jika terjadi kontradiksi antara Alkitab dan Quran. Karena mereka mempersamakanhal ini dengan temuan-temuan ilmiah yang paling akhir mengoreksi yang awal-awal. (Dalam bidang tekhnologi temuan yang akhir menjadi penyempurna yang awal). Persamaan ini jelas salah karena yang bisa dikoreksi adalah hal-hal yang belum tentu kebenarannya(sekalipun ilmiah). Namun Alkitab telah dipastikan kebenarannya oleh semua nabi-nabi termasuk Muhammad sendiri pada awal dakwahnya. Alkitablah yang menjadi pengukur untuk semua Wahyu yang datang kemudian. Prinsip kebenaran adalah "ADA KEBENARAN BARU KEMUDIAN ADA KEPALSUAN" Anda mungkin tahu Sdr.Andri bahwa kepalsuan tidaklah mungkin hadir mendahului kebenaran. Tidak mungkin ada kepalsuan bila tidak ada kebenaran,kepalsuan tidak bisa hadir sendirian dalam kehampaan kebenaran!!! Jadi kebenaran lama harus menjadi acuan bagi setiap ajaran baru yang ingin dibenarkan. Contohnya keshahihan setiap hadis juga harus dirujukkan pada sistim periwayatan sanad nya. Dimana para rawi dirujukkan terus kejenjang belakang hingga bertemu kepada sumber kebenaran hadis itu sendiri, jenjang paling awal mula yaitu Muhammad. Misalnya jenjang perawi ketiga ,At ba'al Tabi"in,dirujukkan kejenjang kedua,Tabi'in,hingga jenjang para sahabat yang mengklaim sumbernya dari Muhammad sendiri. Jadi yang awal mula mem-verifikasikan yang belakangan. Quran sendiri menyatakan bahwa ia merupakan kelanjutan dari Alkitab (QS.2:136). Quran selalu dianggap paling benar dan sebagai pengkoreksi Kitab sebelumnya(walau hanya tafsiran belaka). Tetapi apakah memang demikian logikanya untuk suatu Wahyu ? Kalau untuk bidang sains memang penemuan-penemuan baru praktis membatalkan semua anggapan-anggapan yang lama yang berselih dengannya. Dan hal ini bisa kita terima semata-mata "anggapan- anggapan lama" tersebut belum mendapatkan otorisasi akan kebenarannya yang mutlak. Namun untuk suatu Wahyu justru --- On Fri, 4/12/09, andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com> wrote: > From: andri subandrio <subandrio.andri@gmail.com> > Date: Friday, 4 December, 2009, 18:45 > Sedikit nimbrung Sdr Abdi Yono, kalau Bible > tidak diubah-ubah, kemudian Quran juga demikian, pertanyaan > saya dari dua kitab yang menurut anda tidak diubah-ubah mana > yang benar, baik menurut sains, akal maupun pendapat Sdr? > Dan tolong sebut alasan serta parameter yang valid untuk > mendukung jawaban Sdr! > > > 2009/12/3 abdi yono < boiran2000@yahoo.co.uk> > > > > MUDAH KOK BUNG ARMAN PERTANYAAN SAYA,COBA TLG JAWAB YANG > SATU INI : DAPATKAH MENURUT BUNG ARMAN SEORANG MANUSIA > MERUBAH-UBAH ATAU > > MENGHILANGKAN KALIMAT ALLAH ? > > > > > > > > > > > > > > --- On Thu, 3/12/09, Armansyah < armansyah.skom@gmail.com> > wrote: > > > > > From: Armansyah < armansyah.skom@gmail.com> > > > Subject: [Milis_Iqra] Re: Tanggapan untuk Lingga : > (Topik: Jesus' Tomb in Talpiot) > > > To: milis_iqra@googlegroups.com > > > Date: Thursday, 3 December, 2009, 8:39 > > > > > > > > > 2009/12/2 abdi yono < boiran2000@yahoo.co.uk> > > > > > > > > > > > > Sudah terlalu sering orang kristen mendengar > pengritik > > > melontar ucapan- > > > > > > ucapan tidak intelek tanpa bukti :"ALKITAB TELAH > > > DIUBAH-UBAH" > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Arman] : Entah bukti seperti apa lagi yang diminta > sama > > > Abdi Yono ... silahkan jawab dengan tuntas bukti yang > sudah > > > saya ajukan sebelum ini. Semua pihak bisa melihatnya > secara > > > sangat obyektif sejauh mana kebenaran ucapan anda > > > "tidak intelek tanpa bukti bila alkitab telah > > > diubah-ubah". Kenyataannya memang demikian adanya > ... > > > akan semakin nyata bila anda juga membaca buku > Misquoting > > > Jesus karya Bart D. Ehrman. > > > > > > > > > > > > > > > -- > > > Salamun 'ala manittaba al Huda > > > > > > > > > > > > ARMANSYAH > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >
|
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
No comments:
Post a Comment