Terima kasih pak agus,
Kemaren saya melihat talk shownya di salah satu tv swasta.
Nara sumbernya dekan facultas ekonomi UI yang masih muda sekali.
Benar sekarang ini trendnya horisontal marketing.
Wassalam
From:
Sent: Friday, December 11, 2009 2:23 PM
To: jamaah@arroyyan.com; Milis_Iqra@googlegroups.com
Subject: [Milis_Iqra] Fw: Jadikan Konsumen sebagai Teman
Jadikan Konsumen sebagai Teman
Hermawan Kertajaya Chief Marketing Officer Club
TAHUN 2010 akan masuk pada wilayah shio macan yang melambangkan ke kua saan, hawa nafsu dan keperkasaan.
Demikian juga dengan situasi perekonomian.
Ketika semua prediksi mengarah ke perbaikan ekonomi pascakrisis ekonomi global, 2010 justru menjadi momen penuh dag-dig-dug yang perlu disikapi dengan kehati-hatian, bagi para marketer dan pelaku pemasaran.
Demikian disampaikan Pendiri Jakarta Chief Marketing Officer (CMO) Club Hermawan Kertajaya, di sela-sela acara Markplus Conference 2010 di
Lebih jauh pascakrisis, tuturnya, kegiatan konsumsi, industri, termasuk ekspor impor memang akan kembali bergeliat.
Kondisi ekonomi akan semakin membaik. Namun, perilaku konsumen juga turut berubah.
"Perkembangan teknologi dan perubahan kultur yang sedemikian cepat menjadi salah satu penyebabnya,
Untuk menyiasati hal tersebut dan agar tetap mampu hidup dan bersaing dalam persaingan, Hermawan menekankan perlunya sistem marketing baru, yaitu new wave marketing. "Bukan vertical lagi, melainkan new wave," katanya.
Apa sih new wave marketing itu? Menurut Hermawan, dalam pemasaran sistem ini, marketer tidak lagi banyak menggunakan iklan sebagai bahasa untuk menyapa dan memperkenalkan produk pada pelanggan.
Pemasaran bertransformasi dengan cara menjalin hubungan secara langsung dan mendatar.
Konsep itu, imbuhnya, lebih menekankan aspek pemasaran secara horizontal.
Pemasaran horizontal dilakukan dengan mengandalkan konektivitas. Baik dari mobile (telepon genggam), experiental (Yahoo Messenger, Youtube), maupun social (Facebook, Twitter).
Pendekatan vertical yang selama ini dipakai hampir sebagian marketer di Tanah Air dianggap telah usang dengan low certain dan high impact. "Selama ini, vertical susah. Keluar duit banyak, belum lagi kalau dibajak."
Namun dengan model pemasaran horizontal, terang Hermawan, perusahaan akan dapat menekan bujet. Iklan tidak akan banyak lagi dipakai diganti dengan model komunikasi lewat jaringan internet dan telepon.
"Tapi hasilnya maksimal."
Ia mengingatkan perlunya kesabaran untuk menuai hasil dari strategi pemasaran horizontal ini. Sebab prosesnya lebih menguras tenaga dan waktu.
"Tidak zamannya lagi kalau jual produk kita bahasanya mau tidak mau ya konsumen mesti beli adanya ini. Sementara kalau untuk jasa kita angkat-angkat konsumen," lontarnya.
Pasar netizen Lebih lanjut ia mengutarakan berubahnya sistem pemasaran itu juga dipengaruhi perubahan yang terjadi pada masyarakat.
Untuk menggandeng banyak pasar, perusahaan harus menciptakan produk yang menyasar golongan anak muda, perempuan, dan netizen (pengguna internet). "Untuk netizen, beri kemudahan internet, gadget powered connection," sarannya.
Di tahun macan nanti, Hermawan mengingatkan, informasi media juga tidak lagi bisa disepelekan keberadaannya, seiring dengan meluncur derasnya informasi melalui teknologi komunikasi.
Rumor mudah tersebar, dan segala sesuatu bisa diprediksi dengan cepat. "Online media is the embrio of the new issues.
Jadi, jangan sia-siakan, jangan main-main. Kalau sekarang merasa terlalu tua untuk belajar internet, bikin blog. Harus disingkirkan pemikiran itu," katanya. (E-6)
No comments:
Post a Comment