Tuesday, February 16, 2010

[Milis_Iqra] Fwd: [assunnah-qatar] Trilogi: Jalan Keselamatan ( Jalan ini adalah jalan yang terang benderang) bag.2



---------- Forwarded message ----------
From: ãL-HãwãÐåã <ainhawadaa@yahoo.com>
Date: 2010/2/10
Subject: [assunnah-qatar] Trilogi: Jalan Keselamatan ( Jalan ini adalah jalan yang terang benderang) bag.2
To:


 

Trilogi:

Jalan Keselamatan

 

Oleh : Ustadz Abdullah Roy, Lc.

 

 

Ketujuh: Jalan ini adalah jalan yang terang benderang

 

Diantara sifat jalan Allah  adalah jalannya jelas dan terang dengan cahaya. Sedangkan jalan-jalan selainnya maka gelap sesuai dengan jauh dekatnya dia dari jalan ini.

 

Tidak diragukan lagi bahwa cahaya adalah sesuatu yang darurat dalam sebuah perjalanan. Sebuah perjalanan akan semakin aman dan nyaman kalau cahaya semakin terang. Sebaliknya perjalanan akan semakin berbahaya dan jauh dari sampai kepada tujuan kalau cahaya semakin redup. Diantara dalil dari sifat ini :

 

a. Firman Allah  :

 

Artinya : Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengankitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. (QS. 5:16)

 

b. Firman Allah :

Artinya : Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berda dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk mendapat petunjuk), Niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus. (QS. 6:39)

 

c. Firman Allah :

Artinya : Alif, laam raa.(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Rabb mereka, (yaitu) menuju jalan Rabb Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS. 14:1)

 

Sifat ini juga diterangkan oleh Rasulullah  di dalam sebuah hadist yang

berbunyi :

 

Artinya : Sungguh aku telah tinggalkan kalian di atas tanah yang putih bersih, malamnya seperti siangnya, tidaklah seseorang berpaling darinya setelahku kecuali dia akan binasa. ( HR. Ibnu Majah 1/50 no : 43 , dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany )

 

Ini adalah termasuk sifat istimewa yang dimiliki oleh jalan ini. Namun perlu diingat bahwasanya jalan yang terang tidak bermanfaat kalau mata orang yang berjalan tidak sehat. Semakin sehat mata maka akan semakin jelas jalan yang terang, demikian pula sebaliknya. Orang yang buta tidak mungkin berjalan di atas jalan ini bagaimanapun terangnya jalan, kecuali ada orang yang menuntunnya dan dia percaya dengan orang itu.

 

Oleh karena itu, seorang muslim perlu menuntut ilmu agama islam yang murni

supaya bisa berjalan di atas jalan yang terang ini dengan baik. Adapun orang yang awam maka harus ada orang yang menuntunnya dari kalangan ahlul ilmi karena diibaratkan dia seperti orang yang buta. Tidak sama antara keduanya.

Allah  berfirman :

 

Artinya : Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihatdan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya. (QS. 35:19-20)

Berkata Ibnu Katsir :

 

Artinya : Maka seorang mukmin adalah orang melihat dan mendengar di dalam cahaya berjalan di atas jalan yang lurus di dunia dan akhirat sehingga dia menetap di surga yang memiliki tempat berteduh dan mata air, dan orang kafir adalah orang yang buta dan tuli, yang berjalan di atas kegelapan, dia tidak bisa keluar darinya, bahkan di dalam kesesatan dan penyimpangan di dunia dan akhirat. ( Tafsir Ibnu Katsir 3 / 728 )

 

Kedelapan: Jalan ini adalah jalan yang lengkap dan sempurna

 

Pembaca yang berbahagia, diantara sifat yang dimiliki jalan ini adalah

kelengkapan dan kesempurnaan yang dibutuhkan oleh orang-orang berjalan di atasnya. Diumpakan seperti jalan yang sempurna, yang ada jalur cepat dan jalur lambat, ada jalur untuk pejalan kaki dan ada yang untuk pengendara, ada lampu lalu lintas, rambu-rambu, polisi, rumah makan, bengkel, tempat istirahat, pom bensin, keamanan dan lain-lain yang dibutuhkan para pengguna jalan.

Demikian pula jalan Allah  sempurna dan mencukupi bagi orang-orang berada diatasnya. Allah berfirman :

 

Artinya : Dan inilah jalan Rabbmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah perinci ayat-ayat (Kami) bagi orang-orang yang mau mengingat. (QS. 6:126)

 

Semua kebaikan menuju syurga telah ditunjukkan, dan semua kejelekkan menuju neraka telah diperingatkan, sebagaimana sabda Nabi :

 

sesuatupun yang mendekatkan kepada surga dan menjauhkan dari neraka kecuali telah diterangkan kepada kalian. ( HR. Ath-Thabrany

 

di dalam Al-Mu'jamul Kabir 2 / 211 no. 1624, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany di dalam Silsilatul Ahaadiist Ash-Shahihah 4 / 416 )

 

Akhi fillah, perlu diingat bahwa kelengkapan dan kesempurnaan jalan tidak akan bermanfaat bagi pengguna jalan, kalau dia tidak mau menuruti peraturan jalan.

Karena kalau dia tidak menaati peraturan maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan yang menghentikan perjalanan atau menghambatnya, sehingga dia tidak sampai ke tujuan atau sampai ke tujuan dalam keadaan cacat sehingga perlu waktu untuk penyembuhan.

 

Demikian pula jalan Allah barangsiapa yang menaati peraturan yang ada di dalamnya maka dia akan selamat sesuai dengan ketaatan dia, tapi kalau dia melanggar peraturan yang ada di dalamnya maka dia akan terkena musibah sesuai dengan pelanggaran dia.. Mungkin dia bisa keluar jauh dari jalan Allah sehingga sama sekali tidak bisa sampai kepada tujuan, dan mungkin dia bisa sampai ke tujuan dengan rahmat dari Allah  tapi dia harus dihukum karena telah melanggar peraturan

yang ada di dalam jalan tersebut.

 

Oleh karenanya Allah telah mengancam orang yang menyelisihi peraturan

yang ada di jalannya dengan firmanNya :

 

Artinya : Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. 24:63)

 

Demikian pula sabda Rasulullah :

Artinya : Sungguh aku telah tinggalkan kalian di atas sesuatu yang putih bersih, malamnya seperti siangnya, tidaklah seseorang berpaling darinya setelahku kecuali dia akan binasa.( HR. Ibnu Majah 1 / 50 no : 43, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany )

 

Kesembilan: Jalan ini sedikit yang menempuhnya

 

Saudaraku, jalan Allah  yang memiliki sifat-sifat yang mulia ini ternyata tidak semua orang terbuka hatinya untuk mengikutinya. Sebabnya bermacam-macam.

Kadang karena dunia dan kesenangannya, dan terkadang karena syubhat ( kerancuan ) dengan segala tingkatannya. Memang, mengikuti jalan ini adalah sebuah anugerah Allah  yang tidak semua manusia mendapatkannya, Allah  berfirman :

 

Artinya: Dan Allah memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (QS. 2:213) Diantara dalil yang menunjukkan atas sifat ini :

 

a. Firman Allah :

 

Artinya : Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang dimuka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah, tidaklah mereka mengikuti kecuali persangkaan, dan tidaklah apa yang mereka lakukan kecuali dusta. (QS. 6:116)

 

Ini menunjukkan bahwa sebagian besar manusia menyimpang dari jalan Allah , sebaliknya orang yang berada di atas jalan ini sedikit.

 

b. Hadist Iftiraqul Ummah ( perpecahan umat) :

 

bersabda : Sesungguhnya orang bani Israil telah berpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh dua golongan semuanya masuk neraka kecuali satu, dia adalah Al-Jama'ah. ( HR. Ibnu Majah 11 / 494 no : 3983, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany )

 

Hadist ini menunjukkan betapa mahalnya keselamatan dan betapa sedikitnya

orang yang menempuh jalan Allah .

 

c. Sabda Rasulullah  :

Artinya : Islam muncul dalam keadaan asing dan akan kembali asing sebagaimana munculnya, maka surgalah bagi orang-orang yang dianggap asing. ( HR. Muslim 1 / 350 no : 208, dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu )

 

Ini adalah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri, jalan Allah adalah jalan

yang menyampaikan kepada Allah  akan tetapi paling sedikit orang yang berjalan di atasnya. Hal ini barangkali disebabkan beberapa hal, diantaranya:

 

1. Banyaknya gangguan

Sudah sunnatullah bahwa orang yang berjalan di atas jalan Allah  akan

disakiti dan mendapat gangguan dari arah kiri dan kanan. Oleh karena itu Rasulullah ketika pergi bersama Khadijah untuk menemui Warqah bin Naufal, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkata : Apakah mereka ( orang-orang Qurays ) akan mengusirku ? Waraqah menjawab :

 

Artinya : Ya, tidaklah seseorang datang dengan apa yang kamu bawa kecuali dia akan diganggu. ( HR. Al-Bukhary 15 / 314 no : 4572 ).

Namun Allah menjanjikan pahala yang besar bagi siapa yang mau bersabar di atas jalanNya. Allah berfirman:

 

Artinya : Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan

berfirman):"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya. Sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik". (QS. 3:195)

 

2. Jalannya panjang

 

Kita telah mengetahui bahwa jalan Allah  adalah jalan yang lurus. Karena sebab inilah sebagian orang tak sabar, merasa jalannya terlalu panjang dan butuh waktu terlalu lama. Sementara jalan yang ada di kiri dan kanan jalan Allah  adalah jalan yang pendek atau jalan yang berbelok-belok sehingga menipu orang yang melihatnya dari jauh. Setiap kali seseorang melihat belokan maka dia mengatakan :

 

Mungkin setelah belokan ini saya akan sampai, dan seterusnya, sehingga semakin dia mengikuti jalan tersebut maka akan semakin jauhlah dia dari jalan yang lurus kecuali Allah  merahmatinya kalau Allah  menghendaki .

 

Saudaraku, meski jalan Allah  kelihatan panjang karena lurusnya, namun

sebenarnya jalan itulah jalan terpendek dan jalan itulah satu-satunya jalan yang menyampaikan kita kepada tujuan. Namun ketergesaan menjadikan orang malas menempuh jalan yang kelihatan panjang ini.

 

Berkata Ibnul Qayyim rahimahullahu :

Artinya : Barangsiapa yang menganggap panjang sebuah jalan maka akan lambat jalannya ( Al-Fawaid hal : 78 )

 

3. Tidak merasa enak dengan kesendirian

 

Satunya jalan Allah  menjadikan sebagian manusia tidak mau menempuhnya. Mereka lebih menyukai berjalan di jalan yang banyak dan ramai dengan manusia. Mereka menganggap bahwa banyaknya orang yang berjalan disitu menunjukkan bahwa jalan yang mereka tempuh itulah jalan yang benar. Padahal itu bukanlah ukuran.

 

Sebagian lagi ada yang sudah mengetahui bahwa jalan tersebut sesat, namun berat meninggalkannya karena banyaknya kepentingan dunia yang dia dapatkan di dalamnya.

 

Pembaca yang budiman, memang berat dan tidak enak berjalan sendiri, namun kalau memang jalan itu saja yang menyampaikan kita kepada tujuan, kenapa kita mengikuti jalan yang lain ? Toh masing-masing kita akan mempertanggungjawabkan amalan kita sendiri dan menanggung akibatnya sendiri. Allah berfirman :

 

Artinya : Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah  pada hari kiamat dengan Sendiri-sendiri. (QS. 19:95)

 

Dan bukankah Allah telah mencantumkan di dalam kitabNya ucapan-ucapan orang yang menyesal karena salah memilih jalan dan teman sebagaimana dalam sebuah ayat :

 

Artinya : Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan jadi teman akrab(ku). (QS. 25:28)

 

Betapa indah ucapan Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah ketika berkata :

 

(Artinya : Ikutilah jalan-jalan petunjuk dan tidak memudharatimu sedikitnya orang-orang yang berjalan di atasnya, dan hati-hatilah dari jalan-jalan kesesatan dan jangan tertipu dengan banyaknya orang yang binasa. ( Al-I'tisham karangan Asy-Syathiby 1/ 135 )

 

Kesepuluh: Jalan Allah  adalah jalan kemenangan

 

Kemenangan adalah idaman semua orang. Namun ternyata Allah  tidak

menjadikan kemenangan kecuali bagiNya, rasul-rasulNya dan bagi orang-orang yang menempuh jalanNya di dunia dan akhirat, meskipun sedikit jumlah mereka. Allah berfirman :

 

Artinya : Allah telah menetapkan:"Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang".

Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS. 58:21)

 

Demikian pula firman Allah  dalam ayat yang lain :

 

Artinya : Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman pada kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (QS. 40:51)

 

Merekalah golongan Allah  yang dijanjikan dengan kejayaan dan

keberuntungan dengan firmanNya :

 

Artinya : Mereka itulah golongan Allah.Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung. (QS. 58:22)

 

Oleh karena itu tidak ada jalan lain bagi orang yang ingin menggapai

kemenangan kecuali dengan mengikuti jalan ini.

Allah  berfirman tentang pengikut Nabi Musa dan Harun 'alihimassalam :

 

Artinya : Kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang menang". (QS. 28:35)

 

Dan berfirman tentang pengikut Nabi Isa 'alaihissalam :

Artinya : dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. (QS. 3:55)

 

Demikian pula pengikut Nabi Muhammad, akan mendapat kemenangan dan pertolongan sesuai dengan kesungguhan dia di dalam mengikuti Rasulullah , Allah berfirman :

 

Artinya : Hai Nabi, cukuplah Allah menjadi Pelindung bagimu dan bagi orang-orang mu'min yang mengikutimu. (QS. 8:64)

 

Jadi sudah merupakan sunnatullah bahwa kemenangan hanyalah milik orang-orang berjalan di atas jalan ini sampai hari kiamat, sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadist Al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu :

 

Artinya : Senantiasa segolongan manusia dari umatku menang sampai datang perkara Allah sedang mereka dalam keadaan menang ( HR. Al-Bukhary 11 / 471 no : 3368, dan Muslim 10 / 37 no : 3545 )

 

Kesebelas: Syi'ar utama jalan Allah  adalah tauhid Saudaraku, diantara keistimewaan jalan ini adalah perhatian yang besar terhadap hak Allah  yang paling asasi yaitu tauhidullah, penyembahan kepada Allah  semata dan peninggalan terhadap sesembahan selainNya. Allah berfirman:

 

Artinya : dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. (QS. 36:61)

 

Oleh karena itu para nabi yang merupakan para pemuka orang-orang yang berjalan di jalan Allah  mereka diutus untuk mengajak manusia kepada tauhid ini. Allah  berfirman tentang ucapan Nabi 'Isa 'alaihissalam di dalam 2 ayat yang berbeda :

 

Artinya : Sesungguhnya Allah, Rabbku dan Rabbmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus". (QS. 3:51)

 

Artinya : Dan sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. (QS. 19:36)

 

Demikian pula Rasulullah  diperintah untuk mengatakan bahwa beliau telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus, agamanya Nabi Ibrahim, dan tidaklah Ibrahim termasuk orang-orang musyrik. Allah  berfirman :

 

Artinya : Katakanlah:"Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Rabbku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. 6:161)

 

Jadi syi'ar utama jalan Allah adalah dakwah kepada tauhid yang merupakan

hak Allah  atas hamba-hambaNya.

 

Jalan Keselamatan, Kemana Aku Harus Mencari ..?

Mengetahui jalan Allah  dan mengikutinya adalah kewajiban kita semua,

karena 2 hal :

 

Pertama : Kita diperintah untuk mengikuti jalan Allah  setelah kita tahu dan

dilarang mengikuti jalan-jalan selainnya. Allah berfirman :

 

Artinya : dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa. (QS. 6:153)

 

Bagaimana kita bisa mengikuti sebuah jalan kalau kita tidak tahu jalan tersebut ? Oleh karena itu semakin orang mengetahui jalan ini maka akan semakin mudah dia berjalan menuju Allah  dan semakin mudah pula menuju surga, sebagaimana sabda Rasulullah  :

 

Artinya : Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. (HR. Abu Dawud 10 / 49 no : 3157, dan At-Tirmidzy 9 / 243 no : 2570, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany)

 

Kedua : Kita -khususnya para da'I  diperintah untuk menyeru kepada jalan Allah , sebagaimana firman Allah :

 

(Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran

yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 16:125)

 

Bagaimana kita bisa menyeru manusia kepada jalan Allah_ , kalau kita sendiri tidak tahu mana jalan Allah ? Kalau seorang da'I yang tidak tahu jalan Allah terjun ke medan dakwah, maka hasilnya dia akan sesat dan akan menyesatkan orang yang diajak, karena orang buta tidak mungkin menuntun orang yang buta juga. Maukah kita menjadi pemimpin yang menyesatkan, sebagaimana sabda Rasulullah :

 

Artinya : Dan hanya saja yang aku takutkan atas umatku adalah imam-imam yang menyesatkan. (HR. Abu Dawud 11 / 322 no : 3710, dan At-Tirmidzy 8 / 172 no : 2155, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany dari Tsauban radhiyallahu 'anhu).

Oleh karenanya orang yang mau menyeru kepada Allah harus mengilmui

jalan ini, sebagaimana firman Allah :

 

Artinya : Katakanlah, "Inilah jalanku (agamaku). Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik." (QS. 12:108)

 

Saudaraku,

Ketahuilah bahwa rukun atau pondasi jalan ini ada tiga, ketiga rukun ini telah tercantum di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan semua rukun tersebut harus ada terpenuhi bagi orang yang ingin mendapatkan jalan yang lurus.

 
bersambung InsyaAllah..

"Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabbku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah). Barang siapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka Allah memberinya keridhaan pada hari Kiamat."

(HR. Ahmad 4/337, lihat dalam Shahih At-Tirmidzi 3/141)

 



__._,_.___
.

__,_._,___

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment