Thursday, February 18, 2010

Re: [Milis_Iqra] Pokok-Pokok Keimanan Kepada Hari Akhir



2010/2/18 whe - en <whe.en9999@gmail.com>
Maaf diskusinya satu2 ya mas, soalnya saya lagi ada sesuatu yang harus diselesaikan.
1.  Pada prinsipnya saya tidak mau memisahkan Al Qur'an dengan sunnah, karena saya mengikuti kaidah
a.  menafsirkan Al Qur'an dengan Al Qur'an
b. Menafsirkan Al Qur'an dengan hadits (sunnah)
c.  Menafsirkan Al Qur'an dengan pemahaman para sahabat, karena beliau beliaulah yang dijari oleh Nabi secara langsung
d.  Jika ada orang yang menafsirkan Al Qur'an menurut kemauan sendiri, silahkan dipakai sendiri karena saya tidak akan menerima dengan alasan apapun.
 


[Arman] : Silahkan saja mbak, be my guest. Setiap orang berhak memiliki prinsip dan kaidahnya masing-masing.
Disatu sisi kita punya kesamaan namun disisi lain kita berbeda dalam cara penerimaan dan pemahaman. Buat saya ini hal yang sangat natural dan wajar-wajar saja.


[Whe-En]
 
2.  a.  menurut mas Arman, ketika saya menyampaikan tafsir QS Ibrahim 27, dari jalur mana hadits tersebut tidak bisa diterima.
Satu itu dulu mas Arman.
b.  Menurut mas Arman, bagaimana tafsir dari surat Ibrahim 27 tersebut dan berkenaan dengan masalah apa ayat tersebut turun?
 

[Arman] :

Pertama, didalam menafsirkan al-Qur'an kita tidak harus selamanya mengacu pada sebab-sebab turunnya. Karena al-Qur'an adalah kitab suci yang bisa dijadikan pedoman manusia secara universal dan tidak terikat dengan waktu tertentu. Hanya saja memang setiap segala sesuatu itu punya hukum sebab dan akibatnya masing-masing atau kausalitas. Ada aksi tentu ada reaksinya. Begitupun ayat-ayat al-Qur'an yang turun sebagai aksi yang timbul daripada setiap kejadian pada masa kenabian.

Akan tetapi, perlu mbak Whe-En ketahui bahwa tidak semua ayat-ayat al-Qur'an memiliki asbabun nuzulnya didalam kitab-kitab hadis/tarikh sekalipun. Jadi para perawi hadis yang kita anggap maksum ini ternyata juga melewatkan cukup banyak asbabun nuzul dari ayat-ayat al-Qur'an sehingga yang terekam oleh mereka hanyalah segelintirnya saja, itupun kadang antara asbabun nuzul suatu ayat terjadi banyak versi.

Pertanyaan mbak Whe-En tentang surah Ibrahim ayat 27 tentu saja bisa dikaji tanpa harus selalu melibatkan asbabun nuzulnya yang jikapun itu dianggap benar sebagai asbabun nuzul dari surah tersebut.

"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh
itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan
orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki." (Ibrahim:
27).


 
Pada waktu dinyatakan Allah meneguhkan orang-orang yang beriman, artinya Allah disana memperkuat keyakinan umat Muslim terhadap semua proses kejadian yang berlaku didalam hidup ini termasuk nanti pada waktu hari penghisaban kelak (akhirat) dimana orang yang berbuat baik sesuai syariat al-Qur'an tentu akan mendapat balasan yang baik demikian pula sebaliknya.


Mbak Whe-en boleh bertanya sekaligus tanpa harus satu persatu ... InsyaAllah bila belum bisa saya jawab cepat ya saya akan kredit jawabannya. Tapi kalau mbaknya sedang sibuk, ya silahkan saja satu persatu.



terimakasih.

 
2010/2/18 Armansyah <armansyah.skom@gmail.com>

Perlu dipisahkan antara sunnah sebagai sebuah perbuatan dan perkataan dari Rasulullah SAW yang menjadi acuan dan standarisasi hukum Islam [a live action from prophet] dengan sunnah dalam bentuk tulisan yang direkam oleh para pelaku sejarah hadis. Bahwa banyaknya ditemukan hadis-hadis yang diatas namakan kepada Rasul dan itu terekam didalam banyak kitab hadis yang selama ini namanya bertengger dengan angkernya dalam kanonisasi dunia Islam sudah bukan rahasia lagi. Bahkan al-Bani sendiri membukukan hadis-hadis dhaif, mungkar dan maudhu itu dalam buku khusus [versi Indonesia ada 4 buku].

Ini bukan masalah percaya atau tidak percaya dengan Rasul tetapi pertanyaannya sekarang apakah benar tulisan yang diatasnamakan kepada Rasul seperti yang terdapat dalam kitab-kitab hadis itu benar-benar rekaman asli dari perbuatan dan perkataan Rasul pada jamannya ? Apakah tidak mungkin didalam kedua kitab bukhari dan muslim itu masih terdapat hadis-hadis palsu, dhaif, mungkar yang terlewatkan dalam kajian mereka berdua pada masanya ? Apa ada Allah menjamin kitab keduanya itu bebas dari kesalahan ? apa ada jaminan dari Allah bahwa semua tulisan yang diatasnamakan pada perilaku Rasulullah didalam kitab-kitab shahih itu sebagai sebuah karya yang maksum ?

Jika ada saya minta tolong dalilnya langsung dari Al-Qur'an dan bukan pendapat syaikh anu dan syaikh anu.

Jadi Mbak whe-en harus bisa memisahkan sikap kekritisan yang ada pada diri saya terhadap keotentikan kitab-kitab sunnah dengan mempertanyakan validasi Rasulullah itu sendiri.



2010/2/18 whe - en <whe.en9999@gmail.com>

:-)
saya tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan dengan kata2, dan sekarang setelah melihat jawaban baik dari mas Arman maupun bapak, saya semakin bingung menjelaskan.
 
Buat saya Al Qur'an dan sunnah tidak bisa dipisahkan.
Bagaimana seseorang bisa memahami Al Qur'an kalau tidak percaya kepada sunnah.
Bagaimana seseorang bisa menafsirkan ayat menurut kemauannya padahal para sahabatlah yang diajarkan oleh nabi secara langsung
Sebagai contoh tata cara sholat anda saja apakah ada di dalam Al Qur'an?
Atau kalau menurut Al Qur'an saja apakah kita cuma sholat 3 kali karena mengabaikan sunnah?
 
Saya menyampaikan tafsir surat Ibrahin 27 beserta kedaan waktu Nabi menjelaskannya tapi saya sudah tahu bahwa itu tidak akan diterima sebagai penjelasan untuk golongan yang tidak percaya adanya siksa kubur.
 
Insya Allah lain waktu saya bisa menjelaskan lebih jauh jika pekerjaan saya sudah sedikit longgar.
 
jika bapak menanyakan bagaimana mungkin belum dihizab koq sudah disiksa,
saya ingat bahwa kita tidak bisa menanyakan apa yang Allah perbuat berdasarkan firman-Nya

QS Al Anbiyaa' 23

Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.

 

dan tidak mungkin Allah keliru menyiksa hamba-Nya yang seharusnya tidak disiksa



2010/2/18 A. Muttaqin <aulia.muttaqin@sumalindo.com>
Dear Pak Arman,
 
Saya sangat sependapat dengan statement pak Arman ; 
"Buat saya, al-Qur'an lebih utama dan pertama untuk dijadikan parameter pembuktian sebuah klaim kebenaran."
 
Itu memang wajib bagi kita, apalagi Allah Swt telah menjaminnya dalam  15. Al Hijr : ayat 9.
 
Namun, apakah itu berarti kita tetap harus hati hati dalam menyampaikan dalil al hadits, sekalipun dari Al Bukhori - Muslim ? sejauh hal yang disampaikan kurang menjamin adanya rujukan dalam Al - Qur'an ?
 
Kembali pada pokok - pokok keimanan kepada hari akhir, dimana didalamnya dimasukkan masaalah Mengimanai Fitnah, Adzab, dan Nikmat Kubur seperti yg disampaikan pada tulisan sebelum ini, apakah konsekwensinya apabila kita tidak percaya terhadap siksa alam kubur, itu berarti sama dengan Tidak Beriman?
 
Mohon pencerahannya :-)..., salam.
 
amq

----- Original Message -----
From: Armansyah
Sent: Thursday, February 18, 2010 2:41 PM
Subject: Re: [Milis_Iqra] Pokok-Pokok Keimanan Kepada Hari Akhir

Konteks ayat yang diperlihatkan oleh Mbak Whe-En yaitu surah Ghafir: 46 jelas dan nyata diceritakan tentang "Penampakan" siksa neraka yang kelak akan dirasakan langsung oleh fir'aun (dalam hal ini jika kita perluas sedikit "mungkin" bisa menjadi wakil bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah).

Jika itu baru penampakan, maka ini bukanlah siksaan neraka itu sendiri. Sebab siksa neraka yang sebenarnya baru dirasakan saat hari penghisaban dan bukan sejak didalam kubur sesuai dengan dalil-dalil yang qathy dari Al-Qur'an.

Alam akhir itu bukan alam kubur namun alam dimana semua manusia dibangkitkan dari kematian dan siap menerima balasan amal mereka masing-masing setelah terjadinya hari kiamat dan bukan selama mereka masih dikubur. Coba lihat dalam surah Yaa sin, disana ada cerita tentang orang-orang yang dibangkitkan dari kubur dengan penggambaran mereka tersentak seakan baru bangun dari tidurnya. Ini membuktikan bahwa siksa kubur itu secara real base on al-Qur'an adalah tidak ada. Buat saya, al-Qur'an lebih utama dan pertama untuk dijadikan parameter pembuktian sebuah klaim kebenaran.



2010/2/18 A. Muttaqin <aulia.muttaqin@sumalindo.com>
Dear Bu whe-en,
 
Tks sharingnya ttg ayat ayat al-qur'an yg menurut ibu whe-en berkaitan erat dengan ketegasan ttg siksa kubur. Mohon ma'af kalau saya masih belum melihat hal yang sama. Sejauh ini cerita ttg siksaan alam kubur hanya diwakili dari hadits. Misalnya disiksa oleh malaikat, dipukul didalam kubur dll. Beberapa ayat Al - Qur'an yang disampaikan, spt pada Al-An'am: 93-94 atau Al-Anfal: 50-51 hanya menggambarkan proses sakratul maut orang kafir. Sangat janggal rasanya kalau Allah tidak secara tegas menyampaikan siksa alam kubur di Al Qur'an seperti yg sejauh ini banyak Hadits menyampaikannya. Bukankah keadaan alam kubur merupakan bagian penting dari perjalanan anak manusia ? . Sementara kalau pada (Ghafir: 46) menyampaikan berita kalau dialam kubur kelak manusia akan "diperlihatkan" bagaimana keadan mereka ketika di alam akhirat nantinya. Hal lain lagi yg menjadi pertanyaan penting ; bukankah hari perhitungan (hisab) itu akan datang setelah hari kiamat ? bagaimana mungkin manusia sudah dihukum sesuai perbuatannya didunia, sementara pengadilan belum berlangsung ?
 
Mungkin itu beberapa pertanyaan yg masih membingungkan saya, sekali lagi minta ma'af kalau agak merepotkan. Ini semata mata niat untuk menambah wawasan, salam.
 
amq
----- Original Message -----
From: whe - en
Sent: Thursday, February 18, 2010 10:47 AM
Subject: Re: [Milis_Iqra] Pokok-Pokok Keimanan Kepada Hari Akhir

Maksudnya secara tegas apa ya pak?
Apakah keterangan dari Rasulullah kurang tegas ketika menerangkan ayat2 dari Allah tsb?
atau bagaimana?
 
++++
Orang Muslim meyakini bahwa alam kubur, siksa di dalamnya, dan pertanyaan dua malaikat adalah benar. Berdasarkan dalil-dalil wahyu dan dalil-dalil akal seperti berikut ini.

Dalil-Dalil Wahyu

Penjelasan Allah Ta'ala tentang hal tersebut dalam firman-firman-Nya.
"Kalau kamu melihat ketika para malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka (dan berkata), 'Rasakanlah oleh kalian siksa neraka yang membakar,' (tentulah kamu akan merasa ngeri). Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-Nya." (Al-Anfal: 50-51).


"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedangkan para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata), 'Keluarlah nyawa kalian. Pada hari ini kalian dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kalian selalu mengatakan kepada Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kalian selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya. Dan sesungguhnya kalian datang kepada Kami sendiri-sendiri sebagai mana Kami ciptakan pada mulanya, dan kalian tinggalkan di belakang kalian (di dunia) apa yang telah Kami karuniakan kepada kalian dan Kami tidak melihat beserta kalian pemberi syafaat yang kalian anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu Tuhan di antara kalian sungguh telah terputuslah (pertalian) antara kalian dan telah lenyap daripada kalian apa yang dahulu kalian anggap (sebagai sekutu Allah)." (Al-An'am: 93-94).


"Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar." (At-Taubah: 101).


"Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (Dikatakan kepada malaikat), 'Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras'." (Ghafir: 46).


"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki." (Ibrahim: 27).

Beriman kepada Siksa Kubur dan Kenikmatannya,  Saturday, 15 March 2008 23:15,  Abu Bakr Jabir al-Jazairi, http://assunnah-qatar.com/aqidah-artikel-192/489-beriman-kepada-siksa-kubur-dan-kenikmatannya.html  

2010/2/17 A. Muttaqin <aulia.muttaqin@sumalindo.com>
Adakah dalil dari Al-Qur'an yg secara tegas menyatakan adanya siksa kubur ? mohon pencerahan.
 
Salam,
 
a.muttaqin
----- Original Message -----
From: whe - en
Sent: Wednesday, February 17, 2010 9:06 AM
Subject: Re: [Milis_Iqra] Pokok-Pokok Keimanan Kepada Hari Akhir

{A Muttaqin} Ini Dalil apa ya ? kok dalil dari "kisah" ?

[whe~en]
Menurut saya maksud penulis-nya bukan berdasarkan kisah sematau.  Tetapi berdasarkan dalil yang menceritakan pertanyaan malaikat tersbut.
Untuk lebih jelasnya saya ambilkan dalil berikut:
 
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/

"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh//

Whe~en
http://wheen.blogsome.com/

"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh//
Whe~en
http://wheen.blogsome.com/

"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-



--
Salamun 'ala manittaba al Huda



ARMANSYAH

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment