Tuesday, April 13, 2010

[Milis_Iqra] Suami Pilihan

Belum terlalu lama saya mengenalnya, baru sekitar 3 bulan lalu
semenjak saya memutuskan untuk berlangganan ojeg dengannya. Tarif
ojegnya lebih murah dibanding dengan yang ditawarkan tukang ojeg
lainnya. Jika yang lain meminta Rp 7000, dia hanya meminta Rp 5000
untuk pengganti jasa mengantarkanku dari stasiun Tanah Abang menuju
kantorku di Slipi.

Pak Asmadi namanya, usianya sudah kepala empat, ia mengaku sudah
delapan belas tahun menjalani profesinya sebagai tukang ojeg.
Pertemuan yang hampir tiap hari dengannya, membuat saya tahu tentang
sedikit kisah hiudpnya, kadangkala saya dibuat kagum ketika darinya
saya peroleh kata-kata bijak, nasehat, layaknya seorang bapak yang
sedang menasehati anaknya.

Siapa menyangka kalau tukang ojeg yang hanya lulusan SLTA itu
mempunyai seorang isteri yang berpangkat eselon 3 di salah satu kantor
pemerintahan di Jakarta. Isterinya adalah lulusan pasca sarjana dari
salah satu universita negeri di Jakarta. Ketiga anak yang dimilikinya
semua juga berpendidikan sarjana, hanya Pak Asmadi sendiri yang hanya
mengenyam pendidikan sampai tingkat SLTA. Dari hasil menarik ojeg
itulah Pak Asmadi membiayai anak-anaknya kuliah.

Kadangkala Pak Asmadi juga mencari tambahan penghasilan lain misalnya
dengan berdagang kambing ketika mendekati hari raya Idul Adha.
Awalnya, saya berpikir hal ini sebagai sebuah kemustahilan, di benak
ini selalu saja timbul pertanyaan "Bagaimana mungkin Pak Asmadi
seorang tukang Ojeg itu bisa memiliki seorang Isteri yang
berpendidikan dan berjabatan tinggi di kantor pemerintahan?".

Ada rasa tak percaya sampai di kemudian hari Pak Asmadi memperlihatkan
pada saya foto Isterinya sedang dilantik oleh salah satu menteri. "Ini
mbak, foto isteri saya waktu dilantik oleh Pak Mentri, dan yang
satunya itu foto saya sewaktu mendampinginya..." Tunjuk Pak Asmadi.
Terlihat foto seorang wanita yang sedang bersalaman dengan seorang
menteri, dan sebuah foto lagi menampilkan foto bersama seluruh jajaran
pejabat dengan para pasangannya, kulihat Pak Asmadi memang ada di situ
dengan baju batik coklatnya. Dari wajahnya memancar senyum bahagia
begitu pula dengan isterinya.

****

Saya sering melihat rubrik kontak jodoh di salah satu media cetak di
Ibukota. Bukan, Bukan karena saya berniat ingin mencari jodoh lagi,
tapi hanya sekedar iseng yang benar-benar iseng. Siapa tahu ada teman
yang mengiklankan diri di situ, kan bisa jadi bahan ledekanku
untuknya. Salah satu contoh isi iklan perjodohan yang sering kulihat
itu adalah seperti ini misalnya: Seorang wanita, 25 tahun, Sarjana,
tinggi badan 160 cm, bb 43 kg, berkulit putih mulus, wajah manis,
Islam, pintar mengaji, keibuan dan Pandai Memasak Mendambakan: Seorang
laki-laki, perjaka tulen, minimal 26 tahun, lulusan pasca sarjana,
berpenghasilan tetap (swasta/PNS), tinggi badan minimal 170 cm dengan
berat badan seimbang, Islam taat, Pandai mengaji dan bersifat
kebapakan.

Coba kita lihat iklan tersebut, dan perhatikanlah. Niscaya kita akan
menemukan sebuah fakta bahwa seorang wanita pada umumnya menginginkan
pasangan (calon suami) yang memiliki spesifikasi yang lebih baik dari
spesifikasi yang dimilikinya. Baik itu dari segi fisik, tingkat
pendidikan atau hal-hal kasat mata lainnya. Menurut saya hal ini
sangat wajar. Karena bagaimanapun juga seorang lelaki akan menjadi
pemimpin dalam sebuah rumah tangga, jadi semakin bagus kualitasnya
akan semakin baik bagi keluarganya kelak. Begitu kondisi idealnya.

****

Kembali kepada kisah Pak Asmadi dan isterinya, saya menjadi
tersadarkan bahwa ternyata tidak semua wanita melihat kualitas calon
suami hanya dari kasat mata yang tampak saja. Rasa penasaran saya
muncul menggelitiki hati, membuat saya secara diam-diam ingin
menyelidiki apa alasan Isteri Pak Asmadi begitu bangga dan mencintai
suaminya yang "hanya" seorang tukang ojeg dan hanya berpendidikan
setingkat SLTA.

Sementara isterinya adalah wanita karir yang sukses yang memiliki
pendidikan dan jabatan yang tinggi. Tidak ada rasa malu padanya akan
"kesenjangan" itu. Suatu hari dalam perjalanan menuju kantor, Pak
Asmadi mengajukan sebuah pertanyaan pada saya

"Mbak, tahu ngga resep saya supaya tidak pernah mengalami kecelakaan
di jalan atau supaya tidak pernah kena razia polisi jalan?" Saya pura-
pura berpikir lantas menjawab "hmm... tidak tahu pak, apa resepnya?"
"Berdzikir mbak.." jawabnya. "Berdzikir itu mengingat kepada Allah,
bisa dilakukan di mana saja, kalau kita sehabis melaksanakan sholat
baik itu sholat fardhu atau shola sunnah, usahakan jangan langsung
kAsmadir dan berdiri, dzikirlah terlebih dahulu.

Dzikir juga tidak hanya dilakukan setelah sholat, tapi bisa di mana
saja, termasuk di jalan raya ketika mengendarai sepeda motor seperti
saya ini" "Bapak rajin ber-dzikir? " saya bertanya untung memancing.
"Alhamdulilah mbak, setiap selesai sholat saya selalu berdzikir,
bahkan dalam perjalanan saya dari rumah sampai ke stasiun saya juga
selalu berdzikir, kalau tidak salah ada dalam Al-quran perintah untuk
mengingat Allah dalam keadaan duduk maupun beridir, itu artinya dalam
keadaan apapun kita harusnya selalu mengingat Allah kan mbak?"

"Iya, betul pak, Berdzikir dengan mengingat Allah membuat hati kita
merasa tenang dan tentram, itulah mungkin yang membuat Bapak jadi
tidak pernah mengalami kecelakaan saat mengendaria sepeda motor,
karena saat itu Bapak berdzikir sehingga pikiran dan hati Bapak
menjadi tenang, berkendaraan pun jadi tenang " jawabku menyimpulkan.
Ternyata dari Pak Asmadi, terdapat banyak hikmah. Saya bisa memunguti
hikmah-hikmah itu untuk diri saya. Sekaligus menyadari bahwa Pak
Asmadi ternyata orang yang taat beragama lagi berakhlak mulia,
wajarlah jika sang isteri begitu mencintainya.

***

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasullullah pernah bersabda
"Jika datang kepada kalian orang laki-laki yang kalian ridhai agama
dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, karena jika tidak maka akan
menjadi fitnah di bumi dan juga kerusakan." Para sahabat bertanya,
"Wahai Rasulullah, meskipun pada diri orang tersebut terdapat
kekurangan?" Beliau menjawab, "Jika ada orang laki-laki yang kalian
ridhai agama dan akhlaknya datang kepada kalian, maka nikahkanlah dia"
Artinya, jika kalian tidak menikahkan orang laki-laki yang taat
beragama lagi berakhlak mulia meskipun tidak kaya atau tidak terhormat
atau tidak kufu', sedang kalian lebih menyukai orang laki-laki yang
kaya, terhormat, lagi terpandang meskipun tidak taat beragama dan
tidak berakhlak mulia, niscaya hal tersebt akan mengakibatkan
kerusakan yang parah.

Mungkin akan banyak wanita yang hiduo tanpa suami dan banyak pula laki-
laki yan hidup tanpa isteri. Akhirnya banyak perzinaan san tersebar
pula perbuatan keji. Rasulullah SAW menyebutkan akhlak bersaaan dengan
agama, karen akhlak berperan sangat penting sekali dalam kehidupan
rumah tangga. Rasulullah tidak cukup hanya dengan menyebutkan agama
saja, Sebab, terkadang ada orang yang taat beragama tetapi akhlaknya
tidak cukup baik untuk kehidupan rumah tangga, bahkan berakhlak
tercela dan berwawasan sempit serta fanatik sehingga dia akan
meletakkan agama di sampingnya dan menggauli isterinya dengan akhlak
yang tidak baik.

Akhirnya muncul kesan bahwa tingkah laku bururk itu disebabkan oleh
agama. Padahal yang demikian itu merupakan keyakinan yang salah,
karena Agama memerintahkan untuk mempergauli isteri secara baik.

***

Kini terjawablah sudah rasa kepenasaran saya. Isteri Pak Asmadi
ternyata benar-benar telah menjalankan sabda Rasullullah SAW tersebut.
Menentukan suami pilihannya adalah seorang yang taat beragama dan
berakhlak mulia meskipun tidak kaya, tidak terhormat atau tidak se
kufu' dengannya. Satu pelajaran berharga yang bisa saya ambil darinya.

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125

Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63

Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

No comments:

Post a Comment