Pak Amir,Komentar yang sangat Bijak,langsung pada sasaran tidak muter - muter dan bertele-tele ....
Semoga Bisa memberi manfaat pada semua.
From: milis_iqra@googlegroups.com [mailto:milis_iqra@googlegroups.com] On Behalf Of Muhammad Amir Rosyidi
Sent: Thursday, June 24, 2010 3:03 PM
To: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Gara-gara Tuntut Kesamaan Hak, Pejabat Perempuan Saudi Didepak
Addin:Rosyid :
Maksud saya begini pak Rosyid, apakah dengan alasan persatuan, kita tidak boleh menjelaskan dan meluruskan kesalahan suatu golongan?? Apakah karena alasan persatuan, kesesatan Ahmadiyah kita biarkan saja..?? Apakah karena alasan persatuan, bid’ah bid’ah yang berkembang subur didiamkan saja tanpa ada yang boleh mengkoreksinya, padahal sudah jelas bagi kita untuk ber amar ma’ruf nahi munkar ??
Kemudian bagaimana kita mengesampingkan ayat-ayat yang mulia dibawah ini tentang persatuan islam (saya copy dari thread yg lain)
Ali Imran103. dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.
Dalam ayat ini Allah menyuruh kita untuk bersatu memegang tali Allah sedangkan Tali Allah adalah agamaNya, dan agama Allah adalah yang Allah turunkan kepada RasulNya di dalam AlQuran dan Sunnah, kemudian Allah melarang kita bercerai berai, hal ini menunjukkan bahwa orang yang tidak mau mengikuti AgamaNya sesuai dengan yang diturunkan kepada rasulNya berarti telah bercerai berai. Benar tidak?
Jadi sesungguhnya orang2 yang telah menyelisihi jalan yang telah diterangkan Rasullullah sallallahu alaihi wassalam itulah yang tidak ingin bersatu memegang tali Allah walaupun orang2 itu meneriakkan persatuan...
ya saya setuju dengan pak addin, kita memang harus tetap mengatakan mana yang salah dan mana yang benar, tapi tetap dalam koridor yang bisa dipertanggungjawabkan, dengan ilmu dan hati, jangan mengedepankan ego golongan. Kalau kita mengedepankan ego golongan yang didapat hanya perpecahan, tapi kalau mengedepankan ilmu dan hati InsyaAllah akan ada titik temu yang bermanfaat bagi semua pihak. Kalau nggak salah saya pernah dengar ada cerita salah satu imam mahzab(lupa siapa) bersilaturahmi ke imam mahzab yang lain, ketika sholat subuh atau apa gitu, imam yang satu menggunakan qunut, tapi imam yang satu tetap ikut sholat disitu walaupun beliau tidak membaca qunut karena beliau meyakini tidak perlu membaca qunut. Itulah yang saya maksud dengan arif dan bijak dalam menyikapi perbedaan, kedua imam mahzab mempunyai keyakinan sendiri-sendiri tapi itu tidak membuat mereka bermusuhan seperti yang terjadi sekarang ini
Rosyid :
Rosyid:
Kalau menurut saya persatuan itu silahkan yang salafi beribadahlah sesuai keyakinan salafi, yang muhammadiyah sesuai dengan keyakinan muhammadiyah, kita semua adalah Islam, selama yang disembah Allah SWT, mengakui rosul terakhir adalah Nabi Muhammad SAW, kitab sucinya Alquran, harus puasa di bulan ramadhan, bayar zakat, percaya malaikat jibril, mikail, dll, percaya qodo' dan qadar itu adalah saudara saya, saudara seiman.
Addin:
Kalo Persatuan menurut pak Rosyid seperti itu, lalu apakah maksud dari Hadist dan Firman Allah Ta’ala dibawah ini..??
Hadist Ibnu Mas’ud : Rasullullah sallallahu alaihi wassalam membuat garis lurus dan bersabda:” ini adalah jalan yang lurus” Kemudian beliau membuat garis-garis disamping kiri dan kanannya dan bersabda:” ini adalah jalan-jalan lainnya, disetiap jalan itu ada syaitan yang menyeru kepadanya” Kemudian beliau sallallahu alaihi wassalam membaca ayat 153 Surat Al An’aam:
Al An’aam[153]dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa
Ayat ini menurut saya menyatakan bahwa persatuan dalam Islam haruslah diatas satu jalan, yaitu jalan yang lurus. Dan jalan yang lurus itu adalah jalan Rasulullah dan para sahabatnya, sedangkan apabila keluar dari jalan yang sudah di ajarkan Rasulullah dan sahabatnya itu sama dengan mengikuti jalan-jalan yang lain yang disetiap jalan itu ada syaitan yang menyeru kepadanya yang juga berarti telah melanggar larangan Allah untuk tidak bercerai berai.
menurut pak addin jalan itu sekarang ada di siapa? di golongan yang mana? atau kita kesamping masalah golongan, mari bersatu atas nama Islam yang sebenar-benarnya Islam. Semua golongan menanggalkan ego golongannya, mengkaji ilmu satu-persatu, kalau golongan mereka yang salah dalam memahami ilmu tersebut mereka dengan legowo mengikuti mana yang benar. Tapi kalau mereka memang tidak mau berubah, ya kita hanya bisa menerangkan untuk keyakinan kita serahkan ke mereka. Tapi jangan sampai dengan adanya penolakan itu membuat perselisihan dan permusuhan seperti yang terjadi sekarang ini
Rosyid :
Rosyid:
Apabila ternyata ada perbedaan dalam masalah ibadah selama ada dalil yang kuat walaupun dalil itu bermacam versi dan bisa dipertanggung jawabkan secara ilmu maka saya saya hormati keyakinannya, karena yang tahu Islam yang benar itu hanyalah Alloh SWT, dan setiap individu akan bertanggung jawab terhadap dirinya masing-masing dihadapan Allah SWT.
Addin:
Saya setuju dengan pak Rosyid mengenai menghormati keyakinannya, tapi yang menakjubkan bagi saya adalah apabila ada golongan2 yang beribadah dengan menggunakan dalil yang bukan sekedar lemah saja, tetapi dengan cara memelintir ayat, merubah arti sesungguhnya suatu ayat, memalsukan hadist, dan upaya2 pembenaran lainnya...
Ya itulah yang terjadi mas addin kalau mengedepankan ego golongan, jadinya bukan kebenaran tapi pembenaran.
Dulu saya di pengajian, kata ustadznya banyak sekali perbedaan dalam sholat contohnya dalam berdiri setelah sujud, ada ulama yang bilang harus duduk sempurna dulu baru berdiri, ada yang beranggapan langsung berdiri tidak perlu duduk langsung berdiri. Yang berpendapat duduk dulu karena ada hadits yang meriwayatkan rosulullah pernah duduk dulu sebelum berdiri, sedangkan yang berpendapat langsung berdiri karena hadist yang lain dan menganggap hadit yang duduk dulu itu kuat hanya saja waktu itu rosulullah sudah tua sehingga harus duduk dulu. Itulah yang saya maksud pak addin dalam menghormati perbedaan, mungkin hadits yang dipakai sama-sama kuat tapi hanya penafsirannya yang berbeda beda atau bisa juga rosulullah pernah melakukan yang berbeda pula(seperti banyaknya bacaan sujud, dan sebagainya)
Rosyid :
Rosyid:
Yang saya sekarang ini sedih adalah semua golongan tidak bisa berfikir dengan jernih, lebih mengedepankan golongannya daripada berfikir dan bertindak secara ilmu dan hati, sehingga saling mengklaim dialah yang benar, yang lain salah, sesat atau sebagainya, pantaslah kalau kita disebut bagi buih di lautan.
Persatuan menuntut kita untuk arif dalam menyikapi perbedaan, sama halnya ketika kita hidup di masyarakat, kearifan kita dalam bertindak menentukan posisi kita di masyarakat, apakah kita akan dicela, atau akan dihormati.
Addin:
Saya lebih sedih lagi dengan banyaknya orang yang menafsirkan ayat sesuai hawa nafsunya, hanya karena ingin dibenarkan segala ritualnya yang ternyata bid’ah.
Ya itulah maka diperlukan kearifan dari tiap golongan untuk melihat semuanya dari kacamata kebenaran bukan pembenaran.
Ada Pemisalan yang indah dari Rasullullah sallallahu alaihi wassalam yang diriwatkan oleh Bukhori, beliau bersabda:
“Permisalan orang yang menjaga batasan-batasan Allah dan orang yang melanggarnya adalah seperti orang yang menumpang di sebuah kapal, sebagian berada diatas dan sebagian lagi berada dibawah, dan yang di bagian bawah apabila ingin mengambil air mereka harus melewati orang-orang diatas dahulu. Lalu mereka pun berkata:”Bagaimana bila kita lubangi saja kapal ini agar mudah mendapatkan air sehingga tidak perlu mengganggu orang-orang yang diatas? Bila mereka membiarkannya melubangi kapal semuanya akan tenggelam, dan bila mereka melarangnya semuanya akan selamat”.
Jadi mendiamkan kemungkaran, sama saja dalam furu’ maupun ushul, baik yang dzahir maupun batin adalah sebab turunnya adzab yang menyeluruh”. (lihat ilmu ushul bida’ hal 267-269)
Demikian, senangnya bisa berdiskusi seperti ini.. sayang waktu seperti ini jarang-jarang terjadi...
Wallahu ‘alam
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message
No comments:
Post a Comment