Thursday, June 24, 2010

Re: [Milis_Iqra] Pemimpin Libya Tuduh Raja Arab Saudi Kaki-Tangan Barat

On Fri, 2010-06-25 at 08:27 +0700, whe - en wrote:
mas heriyadi, Pak tarno,
Bukannya saya mencari teman seperti mas Addin.
 
Begini mas,
1.  Kerjabhakti sebagai hobby justru terlontar dari seorang bapak tetangga saya.  ketika itu saya masih berangkat satu mobil dengan beliau beliau, maklum kompleks baru, rasanya semangat kebersamaan begitu tinggi :-D
Ada 2 pejabat RT, seorang bapak dan saya sendiri.  Karena seringnya kerja bhakti, akhirnya kita guyonan, seorang bapak nyeletuk, sebenarnya saya kurang suka kumpul kumpul begitu, tetapi kalo memang ada undangan ya saya commit, komentarnya atas rencana pejabat RT kerjabhakti lagi.
dengan bercanda bapak tersebut bilang, kompleks kita itu majemuk koq, mengakomodir semua potensi, ya yang hobby kerjabhakti ya kita salurkan, tapi yang hobby lain juga kita biarkan dengan hobbynya, sambil tertawa.
Dan sayapun nyeletuk, saya hobby baca lo pak, jadi saya ga ikutan kerjabhakti tapi baca buku di rumah. heheheh
Dari amatan bapak tersebut, ada beberapa macam orang yang datang kerja bhakti, ada yang karena ga enak, datang doank, berdiri, ada yang sepenuh hati bekerja karena "hobby" tadi, dsb,
Jadi kenapa memaksakan sesuatu yang sebenarnya orang lain juga tidak suka melakukannya dan terpaksa pak?
 
2.  Kenapa saya bilang bayar orang saja:
sama seperti mas Addin, tiap bulan sudah iuran untuk kebersihan, daripada buat konsumsi warga, kenapa tidak membuka lowongan pekerjaan buat orang lain membersihkan lingkungan kita?
Mereka lebih membutuhkan uang itu, sedangkan kita kalau sekedar kue, kopi, dsb masih bisa kan beli sendiri?
Memberi uang tanpa kerjaan bisa menyinggung orang lain, tetapi memberi mereka kerjaan lebih mulia,
Membersihkan masjid, membersihkan lingkungan
Siapa sekarang yang tidak berjiwa sosial pak?
Mas heriyadi dan pak Tarno? apa pendapat saya dan mas Addin?
Ach saya lupa, kebenaran adalah jika sejalan dengan mas Her dan pak Tarno hehehehe,
jadi mana bisa memandang dari sisi saya.
 
Sama seperti mas addin, suami saya bekerja di swasta, tiap hari keluar kota, sampai suami saya diberi fasilitas driver oleh perusahaan, pulang malam, sabtu kadang harus masuk juga jika ada tamu dari prinsipalnya, entah dari cina, entah dari US, entah dari mana lagi, lha koq minggu malah kerja bhakti.
Hari minggu adalah hari buat keluarga, pagi kita jogging, habis itu saya kajian, sabtu juga, mungkin menghadiri walimahan, dsb
masa sich saya malah harus kumpul2 ngurus konsumsi juga?
Kapan ngajinya lha wong saya juga kerja?
 
3.  Soal rondha malam,
di tempat saya memang ada security, kalau security sakit, ya cari pengganti donk, dibayar, kasih lowongan pekerjaan buat orang, jangan digilir siapa yang megang kunci portal, bisa kacau, ada yang pulang jam 12 malam dibangunin ngebukain pintu, habis itu ada yang pulang jam 1, jam 3, dsb
kan aneh namanya.
Kalau apa apa dikerjakan sendiri, koq bisa sich pak Tarno dan mas Her malah menuduh saya ga punya jiwa sosial, mereka yang ga punya pekerjaan butuh kerja agar dapat uang, bukan butuh kumpul kumpul tok
 
4.  Buat apa kumpul kumpul jika malah membuat kita jauh dari ajaran agama,
Jangankan orang salafy, jika terjadi dengan saya, saya akan menjauhi kumpul kumpul koq pak.
Ceritanya pernah ada acara, kita sudah ikutan masak, natain masakan eh pas kelar, nyuci piring ada seorang ibu yang belum membantu masak, belum membantu menata makanan mau membantu mencuci piring, eh lha koq ada tetangga saya bilang gini, ga usah bu, biarin saja, disini kan ada yang ga punya anak.
Lach saya dan teman saya kan terperangah
dipikir karena saya dan teman tersebut belum punya anak trus kita semua yang ngerjain?
setiap pembicaraan selalu dikait kaitkan seakan akan itulah kekurangan kita
Kita yang dipaksa adopsi lach dsb
 
Apakah salah jika saya membatasi diri walaupun dikira eklusife?
Daripada kumpul dengan mereka membuat saya menjadi kurang ikhlas dengan ketentuan Allah, kenapa bukan mereka saja yang saya hindari?
 
Dan saya yakin masih banyak alasan lain yang tidak bisa saya ceritakan semua, yang harusnya mas Her dan pak tarno bisa membuka diri soal eksklusif apa tidak.
Sekali kali tanyalah istri istri anda mereka membicarakan apa saja heheheheh
kata teman saya yang kebetulan juga bekerja, gosip ibu ibu itu kejam
Dari diam mendengarkan gosip,
lama lama bisa nanya, ach yang bener? si dia itu begitu? masa sich? dsb 
itu sudah masuk kategori ikutan meng-ghibah loch, dsb 
tidak semua sich, cuma ya itu yang saya rasakan dan memutuskan menjadi eksklusif :-D :-D :-D
 
Itu baru kumpul ibu2, belum kumpul bapak2 :-)
silahkan disimpulkan sendiri

Rosyid :

Pernah dengar ulasan tentang recovery gempa jogja nggak mbak? kenapa menurut beberapa analisis gempa jogja recoverinya paling cepat dan paling memuaskan, padahal khan orang jogja banyak pendatangnya, bukan asli dari jogja. Klaten yang kerusakannya tidak begitu parah saja recoverinya lambat tidak seperti jogja. Menurut analisis di beberapa koran yang saya baca :
1. Budaya masyarakat yang masih kental akan gotong royong, ikatan emosional antar warga sangat tinggi sehingga mereka rela kerja bakti saling bantu bangun rumah tetangganya yang rusak walaupun hanya dibayar rokok atau sepiring pirang goreng. Inilah faktor utama yang sangat signifikan didalam recovery tersebut
2. Pemerintahannya cenderung lebih bersih karena pengaruh sultan yang sangat dihormati

 
On 6/24/10, Addin <addinkesmas@gmail.com> wrote:
 


Heriyadi: kerja bakti kok dibilang hobby mbak? Kerja bakti membersihkan lingkungan masjid juga membuat kita berinteraksi dengan muslim lainnya, nah ini yang menjadi pokok pembahasan sebelumnya, kenapa  saudara salafy kita kurang bisa diajak bergaul dalam hal ini.ada yang bilang mereka eksklusif, memang seperti inilah yang terjadi di dekat rumah mas tarno, pak amir….artinya orang 2 mereka akan bergaul denagn sesamanya.

Secara tidak sengaja atau memang sudah biasa mbak wheen terlepas juga mengatakan kalau dengan memberi uang saja kita tidak perlu kerja bakti dan tidak perlu juga ronda malam. Memang ronda malam tiap malam? Nggak juga kok, malah bertahun tahun saya nggak pernah ikut. Dulu tahun 2008 saat ada kekisruhan politik dinegara ini baru kita ada ronda malam. Saya punya cerita dilingkungan saya yaitu perumahan yang mayoritas suku nya tionghoa alias cina, disini beginilah kalau ada kerja bakti lingkungan tidak mau malah bilang kan? Sudah bayar!!!! Mau tahu gak reaksi teman2 yang ikut membersihakan depan rumahnya? Langsung saja kotoran sampah2 yang diambil tadinya dari parit diletakkan didepan halaman rumahnya.saya tidak mau mengatakan mereka orang cina eksklusif karena itu adalah individunya yang memang egois dan sombong.

 

Addin:

Pak Heriyadi,  saya bukan salafi, tapi saya juga jarang-jarang tuh ikutan kerja bakti, karena apa? Banyak hal terkadang yang membuat saya tidak bisa bersama2 tetangga2 untuk membersihkan lingkungan diantaranya adalah terkadang setelah bekerja dari senin sampai jum’at, pagi sampai malam, dan terkadang sabtu harus masuk kantor juga, hari ahad merupakan hari yang saya tunggu-tunggu untuk beristirahat, meluangkan waktu bersama keluarga, meluangkan waktu mengikuti kajian-kajian ilmiah, meluangkan waktu mengunjungi sanak saudara dan lainnya.

 

Saya punya pemikiran yang sama dengan mbak WN tentang membersihkan lingkungan, bukankah setiap bulannya sudah dipungut uang kebersihan, keamanan dan lain2, mengapa harus membebankan warga lagi untuk mengeluarkan tenaganya, kan bisa membayar jasa untuk membersihkan lingkungan,dari pada uangnya Cuma dihabiskan untuk konsumsi kerja bakti warga, bukankah masih lebih bermanfaat jika untuk membayar jasa orang yang mau membersihkan? Trus lagi masih harus setiap sabtu malam dijadualkan untuk ronda secara bergantian..?? untuk sekedar kebersamaan..??

Apakah beban pekerjaan, atau kesehatan  setiap orang itu sama sehingga ketika saya benar-benar letih, keletihan saya itu dirasakan oleh tetangga yang lain..?

 

Memang terkadang ada perasaan ga enak juga sih, seolah-olah ga mau bersama sama kerja bakti, padahal mungkin bulan ini kebetulan sakit, bulan depan menghadiri walimah, bulan depan nya lagi ada kajian yang ingin saya gali ilmunya, dan kebetulan-kebetulan lainnya

 

Yah ini Cuma sekedar sharing dari sisi yang lain...

 


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Whe~en
http://wheen.blogsome.com/

"Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku." (QS 20 : 25-28)
"Ya Allah jadikan Aku hamba yang selalu bersyukur dan penyabar"

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment