Thursday, June 24, 2010

Re: [Milis_Iqra] Pemimpin Libya Tuduh Raja Arab Saudi Kaki-Tangan Barat

Pak Rosyid, mungkin memang kesalahan sy yg hanya curhat terbatas tentang kerja bakti dan ronda yang ternyata dijadikan ukuran sebagai warga yang baik, hehehe. Sehingga seolah-olah sy itu ga ada interaksi dengan warga...
Tapi bukan berarti ketika sy bilang sy jarang ikut kerja bakti dan ronda sy itu ga di tegor warga dengan senyum loh...malah suatu saat ada tetangga yang sakit minta tolong diantar dengan mobil jelek saya bukan kepada tetangga lain yang mungkin hobynya kerja bakti dan mobilnya lebih bagus... Apakah ini juga kali ya pak yg membuat sandal keluarga sy ga hilang seperti pak Rosyid ...hehehe
Intinya pak Rosyid, kenapa hanya kerja bakti dan ronda saja yang dijadikan ukurun kesuksesan menjadi warga yang baik, padahal sy tahu benar sebagian besar tetangga saya juga ga begitu menyukainya...?? Tapi sekali lagi bukan sama sekali sy ga pernah ikut kerja bakti loh pak Rosyid, sy cuma ingin sharing bahwa mungkin eksklusif yang dituduhkan kepada salafy tentang kerja bakti mungkin memiliki kesamaan kondisi dan keterbatasan waktu luang sama seperti saya...ini mungkin loh...
Wallahu 'alam

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Muhammad Amir Rosyidi <rosyid2007@gmail.com>
Sender: milis_iqra@googlegroups.com
Date: Fri, 25 Jun 2010 09:40:01 +0700
To: <milis_iqra@googlegroups.com>
ReplyTo: milis_iqra@googlegroups.com
Subject: RE: [Milis_Iqra] Pemimpin Libya Tuduh Raja Arab Saudi Kaki-Tangan Barat

Saya hanya ingin bercerita sekelumit pengalaman real diri saya sendiri...
Saya orang IT, tahu sendirilah bagaimana orang IT, kalau sudah di depan komputer malasnya minta ampun kalau disuruh ngapa2in atau keluar rumah, bahkan dulu kalau misal saya ngepel rumah aja pasti istri saya bilang sambil becanda "pasti ayah lagi kesambet nih".
Saya hampir sama dengan pak Addin dulu, saya menganggap bahwa sudah cukuplah saya memenuhi kewajiban saya sebagai warga, bayar uang perkenalan, bayar uang ronda, jimpitan, bayar iuran 17-an, bayar iuran RT perbulan. Saya penuhi semua tuntutan itu karena saya menganggap ya itu kewajiban saya sebagai warga. Ngapain harus keluar kerja bakti, keluar rapat RT toh saya sudah memenuhi kewajiban saya.
Tapi ternyata pak addin, apa yang saya lakukan itu semua tidak cukup bagi warga kampung saya untuk bisa menerima saya sebagai bagian dari warga, mereka butuh kehadiran kita secara konkret di setiap kegiatan yang mereka adakan, mereka butuh ikatan yang lebih kuat tidak hanya sekedar uang. Memang uang bisa membeli segalanya, tapi tidak bisa membeli rasa sosial, rasa saling memiliki antar warga, sehingga bagi mereka ada slogan yang sering kita dengar "mangan ora mangan sing penting ngumpul (makan tidak makan yang penting kumpul)".
Setelah beberapa bulan saya disana kemudian timbullah rasa protes dari warga kepada saya, yang disampaikan ke pak RT. Pak RT datang kepada saya, mengingatkan saya, tapi dasar dulu saya orangnya malas, makanya saya cuek saja walaupun sudah diingatkan. Setelah itu mulai saya dan keluarga sering kehilangan sandal, kalau ketemu warga, warga cuma acuh tak acuh, setiap ada kegiatan saya dan keluarga tidak dilibatkan, sehingga dengan seperti itu akhirnya saya jadi sadar ternyata apa anggapan saya selama ini salah, saya harus berubah.
Mulailah saya mendekati warga satu persatu, tiap ada kegiatan saya datang (walaupun kadang nggak diundang), saya mulai kembali untuk memperkenalkan diri saya(walaupun dah kenalan sebelumnya), minta maaf atas sikap saya dulu, akhirnya warga menjadi baik dengan saya, care terhadap keluarga saya, terjadi perubahan 180 derajat sikap warga kepada saya, sampai sekarangpun ketika saya sudah pindah rumah, kita masih sering ketemuan kadang saya menyempatkan diri mengikuti jadwal ronda saya dulu waktu di kampung itu, kadang ikut sholat jamaah di masjid itu, istri saya pun masih aktif mengikuti kegiatan perkumpulan ibu-ibu yang ada di kampung itu. Rasanya indah sekali pak addin, ketika kita lewat orang menyapa kita dengan tersenyum, menanyakan kabar kita, bagaimana keluarga kita, anak kita, membuat hati ini rasanya tentram, ketika anak-anak kita main di kampung merekapun juga rasanya tenang karena ada yang menjaga.
Memang benar adanya "Desa mawa cara, negara mawa tata (Dalam suatu negara selalu memiliki peraturan, sedangkan desa memiliki adat istiadat masing-masing)". Mungkin mas addin atau mbak wheen hidup di lingkungan yang memang hal tersebut bukan menjadi masalah, tapi ada juga yang hidup di sebuah lingkungan yang menuntut kita harus banyak berinteraksi dengan mereka. Kalau menurut saya ada 3 kategori tatanan kehidupan di sebuah daerah :
1. Kehidupan kampung, kehidupan di daerah kampung erat sekali dengan rasa sosial antar warga, dituntut rasa sosial yang tinggi diantara kita untuk bisa hidup di kampung. Ketika ada cerita menyebarnya sangat cepat begitupun juga ketika ada yang hajatan atau punya gawe dengan cepat menyebar ke warga, kita yang punya gawe harus siap dengan "tamu tak diundang"
2. Kehidupan perumahan, kehidupan ini terletak di tengah-tengah, biasanya tidak perlu interaksi yang sering antar warga, warga lebih bersifat cuek terhadap sebuah berita warga lainnya, ada hajatan kalau nggak ada undangan ya nggak datang, ada kegiatan kalau nggak ada undangan ya nggak datang. Tapi di tipe ini warga masih kenal mengenal 1 sama lain, walaupun ikatan emosionalnya kurang dibandingkan kehidupan di kampung
3. Kehidupan  perkotaan, kehidupan ini serba cuek, loe urusi urusan loe sendiri, urusan gw biar gw yang ngurusin, Ada gejala saling tidak kenal antar warga (kaya di berita-berita ada tetangganya juragan sabu juga nggak ngerti warganya), lebih tertutup orang-orangnya, lebih individualis, ikatan sosial sangat rendah
Itu mungkin sekelumit cerita real dari saya, ya saya tidak akan memperpanjang polemik tentang masalah sosial ini, tinggal diri kita sajalah yang akan memilih jalan yang akan ditempuh, karena setiap diri akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat nanti. Kalau dari saya pribadi, ya saya mempunyai kisah yang cukup bisa saya jadikan guru buat saya, sehingga itu mu yang mengubah mindset saya yang dulu sedikit kaku dan tertutup.

On Fri, 2010-06-25 at 07:02 +0700, Addin wrote:
 

 


Heriyadi: kerja bakti kok dibilang hobby mbak? Kerja bakti membersihkan lingkungan masjid juga membuat kita berinteraksi dengan muslim lainnya, nah ini yang menjadi pokok pembahasan sebelumnya, kenapa  saudara salafy kita kurang bisa diajak bergaul dalam hal ini.ada yang bilang mereka eksklusif, memang seperti inilah yang terjadi di dekat rumah mas tarno, pak amir….artinya orang 2 mereka akan bergaul denagn sesamanya.

Secara tidak sengaja atau memang sudah biasa mbak wheen terlepas juga mengatakan kalau dengan memberi uang saja kita tidak perlu kerja bakti dan tidak perlu juga ronda malam. Memang ronda malam tiap malam? Nggak juga kok, malah bertahun tahun saya nggak pernah ikut. Dulu tahun 2008 saat ada kekisruhan politik dinegara ini baru kita ada ronda malam. Saya punya cerita dilingkungan saya yaitu perumahan yang mayoritas suku nya tionghoa alias cina, disini beginilah kalau ada kerja bakti lingkungan tidak mau malah bilang kan? Sudah bayar!!!! Mau tahu gak reaksi teman2 yang ikut membersihakan depan rumahnya? Langsung saja kotoran sampah2 yang diambil tadinya dari parit diletakkan didepan halaman rumahnya.saya tidak mau mengatakan mereka orang cina eksklusif karena itu adalah individunya yang memang egois dan sombong.

 

Addin:

Pak Heriyadi,  saya bukan salafi, tapi saya juga jarang-jarang tuh ikutan kerja bakti, karena apa? Banyak hal terkadang yang membuat saya tidak bisa bersama2 tetangga2 untuk membersihkan lingkungan diantaranya adalah terkadang setelah bekerja dari senin sampai jum’at, pagi sampai malam, dan terkadang sabtu harus masuk kantor juga, hari ahad merupakan hari yang saya tunggu-tunggu untuk beristirahat, meluangkan waktu bersama keluarga, meluangkan waktu mengikuti kajian-kajian ilmiah, meluangkan waktu mengunjungi sanak saudara dan lainnya.

Heriyadi:

Pak Addin, kalau berpikiran seperti itu, kita gak akan bisa berinteraksi dengan tetangga.

Pagi sampai sore adalah waktu kita mencari nafkah, malam masih bisa bertemu keluarga sama anak sama istri.dan masih sempat juga  berinteraksi ke masid.

Memberishkan lingkungan juga tidak setiap minggu, tidak juga setiap bulan. Hanya dirasa kalau ada yang perlu dikerjakan bersama2, seperti adanya wabah nyamuk demam berdarah, dll.

Dilingkangan saya dibatam juga seperti ini minggu sering masuk kerja tetapi kita masih bisa kerja bakti dengan hanya muncul 15 meni sampai 1 jam. Setelah itu kita bisa pamit karena ada kerjaan. Gak susah kok. Malah warga yang lain itu akan mencari kita kalau kita nggak muncul.

Seperti yang pak Amir bilang tetangga kita akan menjaga kita.

 

ADDIN :

Pak Heriyadi, baru saya bilang saya ini jarang ikut kerja bakti aja sudah bisa menjudge saya gak akan bisa berinteraksi dengan tetangga..???  interaksi mah interaksi lah pak Heriyadi, dengan tetangga yang sholatnya berjamaah di mushola berinteraksi, ketika ada tetangga yang sakit kita sama-sama mengunjunginya, dll

Dan lagi, saya ini kan komentar dan sharing mengenai kerja bakti dan ronda malam dilingkungan tempat tinggal saya yang menurut saya terlalu diada-adakan.. bagaimana tidak?

1.      Uang kebersihan sudah ada dan sangat cukup untuk memfasilitasi kebersihan lingkungan tanpa melibatkan warga

2.      Uang keamanan sudah ada dan cukup membayar keamanan tanpa harus membuat jadual giliran warga untuk ronda (hanya dengan alasan kebersamaan??)

Bersyukurlah karena memiliki pekerjaan yang menyita waktu sampai sore hari, bagaimana dengan saya atau orang-orang lain yang sholat isya nya saja harus berhenti di jalan, sampe rumah anak2 sudah tidur..? hal ini kan yang tidak dirasakan secara bersama-sama oleh warga..?

Kerja bakti dilingkungan saya memang 1 bulan sekali, ada seorang warga yang biasanya kalo hari ahad lembur juga, dan seperti yang pak Heriyadi katakan dia hanya ikutan muncul 15 menit sampai setengah jam... trus pernahkah pak Heriyadi tahu tanggapan sebagian warga lainnya...????  “nih..nih... sebentar lagi juga pak...fulan  ngabur....” itu tanggapannya....

Miris  bukan?..... komentar yang dikeluarkan orang yang katanya mengutamakan kebersamaan..??

 

 

 

 

Saya punya pemikiran yang sama dengan mbak WN tentang membersihkan lingkungan, bukankah setiap bulannya sudah dipungut uang kebersihan, keamanan dan lain2, mengapa harus membebankan warga lagi untuk mengeluarkan tenaganya, kan bisa membayar jasa untuk membersihkan lingkungan,dari pada uangnya Cuma dihabiskan untuk konsumsi kerja bakti warga, bukankah masih lebih bermanfaat jika untuk membayar jasa orang yang mau membersihkan? Trus lagi masih harus setiap sabtu malam dijadualkan untuk ronda secara bergantian..?? untuk sekedar kebersamaan..??

Apakah beban pekerjaan, atau kesehatan  setiap orang itu sama sehingga ketika saya benar-benar letih, keletihan saya itu dirasakan oleh tetangga yang lain..?

 

HERIYADI:

Nah inilah permasalah hidup dilingkungan perkotaan, cuek aja, gak mau tahu ada apa disamping rumah kita?

Sudah merasa bayar uang keamanan dan uang kebersihan bukan berarti harus lepas tanggung jawab.

Saya miris juga membaca tulisan anda, dan anda merasa itu biasa saja? Coba disimak deh tulisan nya.

Ada sesuatu yang kurang.... yaitu kepedulian dan kepekaan. Rasa sosial anda perlu dipertanyakan.

Dan itu hak anda......saya tidak berhak untuk mencampurinya.

 

Addin:

Pak Heriyadi, ingat saya Cuma komentar dan sharing mengenai kerja bakti dan ronda, anda tidak bisa menjudge saya kepada hal-hal yang tidak saya ceritakan apalagi anda sama sekali tidak mengetahui tentang saya..? Tidak perlu saya ceritakan mengenai rasa sosial saya kepada warga, hanya Allah lah dan warga sekitar saya yang bisa menilainya

Menurut pak Heriyadi saya lepas tanggung jawab dari apa? Kebersihan rumah saya saya jaga, selokan rumah saya saya bersihkan dari sampah, anak-anak sy , saya ajarkan untuk tidak membuang sampah sembarangan....

 

 

Addin:

Memang terkadang ada perasaan ga enak juga sih, seolah-olah ga mau bersama sama kerja bakti, padahal mungkin bulan ini kebetulan sakit, bulan depan menghadiri walimah, bulan depan nya lagi ada kajian yang ingin saya gali ilmunya, dan kebetulan-kebetulan lainnya

Heriyadi:

Sudah pasti ada perasaan tidak enak.....apakah mau begini terus????????sampai kapan??????sampai ada orang yang menegur! Baru kita tersadar?

Atau sampai ada sesuatu yang tiba2 kita merasa perlu pertolongan tetangga? Apa respon tetanga terhadap anda..... mau tahu ?

Mungkin ada yang berpikiran dalam hatinya.... ah masa bodo, kemaren2 gak mau bantu tetangga, sekarang giliran ada perlu minta bantu,

Tetapi.....ada juga tetangga kita yang memang tidak pamrih.....kalau kita ada kesulitan dengan senang hati mereka membantu.

 

Kalo soal memberikan pertolongan, interaksi, care warga terhadap saya tidak perlu saya ceritakan ya, nanti tanggapnnya bisa dituduh riya, sombong, dan bisa membuat saya jadi ujub....

 

Yah ini Cuma sekedar sharing dari sisi yang lain...

 

 

 

 


Legal Disclaimer: The information contained in this message may be privileged and confidential. It is intended to be read only by the individual or entity to whom it is addressed or by their designee. If the reader of this message is not the intended recipient, you are on notice that any distribution of this message, in any form, is strictly prohibited. If you have received this message in error, please immediately notify the sender and delete or destroy any copy of this message

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

Tidak ada virus ditemukan dalam pesan masuk.
Diperiksa oleh AVG - www.avg.com
Versi: 9.0.829 / Basis Data Virus: 271.1.1/2960 - Tanggal Rilis: 06/24/10 13:35:00


--
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
 
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
 
Gabung : Milis_Iqra-subscribe@googlegroups.com
Keluar : Milis_Iqra-unsubscribe@googlegroups.com
Situs 1 : http://groups.google.com/group/Milis_Iqra
Mod : moderator.milis.iqra@gmail.com
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-

No comments:

Post a Comment